Chapter 6 (S1): Immortal Dragon

★Depan Paviliun Obat FengLian★

Sebuah bangunan besar dan mewah terlihat di depan mereka bertiga, bangunan tersebut adalah Paviliun Obat FengLian, merupakan toko obat terbesar di Ibukota FengLian.

Tetapi toko obat ini hanya merupakan cabang saja, pusat dari Paviliun Obat FengLian ini berada di luar kota FengLian.

Orang-orang mencurigakan yang sebelumnya mengikuti mereka bertiga juga masih terlihat bersembunyi di berbagai tempat dan kerumunan warga.

Lie Mei menyuruh Tian Shi mendekatkan telinganya, "Tuan Tian Shi. Jika kamu tidak ingin rahasia mu terbongkar, kamu tahu bukan apa yang harus dilakukan." Bisik Lie Mei dingin.

"Baik, saya akan segera membereskan nya." Jawab Tian Shi dengan terpaksa.

"Hm, pergilah!" Lie Mei tersenyum dingin, kemudian Tian Shi dengan cepat menghilang dari sana.

"Eh, Pengawal itu ingin pergi kemana? Bukankah harusnya dia menjaga kita mengapa tiba-tiba pergi?" Tanya Xiao Ling kesal.

"Tidak apa-apa, Xiao Ling. Aku menyuruhnya membereskan para tikus yang mengikuti kita." Ucap Lie Mei.

"Oh, ternyata begitu. Kalau begitu ayo kita masuk kedalam sekarang Nona." Xiao Ling mengajak Nona nya untuk masuk ke dalam Paviliun Obat FengLian.

Lie Mei mengangguk kemudian memasuki Paviliun Obat FengLian.

★Di dalam Paviliun Obat FengLian★

Di bagian dalam Paviliun Obat FengLian, terlihat berbagai macam jenis pil obat dan ramuan obat disusun di setiap rak.

Seorang kakek tua yang memiliki rambut putih serta janggut yang panjang melirik ke arah Lie Mei dan Xiao Ling yang sedang melihat lihat pil obat dan ramuan obat yang dipajang.

Kakek itu memperhatikan Lie Mei yang sedari tadi menarik perhatian nya, ia kemudian berjalan menghampiri Lie Mei.

"Nak! Apa yang kamu butuhkan di Paviliun Obat FengLian kami?" Tanya Kakek itu.

"Kakek saya kesini ingin membeli tanaman herbal yang memiliki khasiat untuk menetralisir racun, apa Paviliun Obat ini memiliki nya?" Jawab Lie Mei kemudian bertanya.

"Tanaman herbal penetral racun? Tentu saja kami memiliki nya. Semua jenis tanaman herbal dari biasa maupun langka sekalipun paviliun obat ini pasti memiliki semua nya." Jawab Kakek itu tertawa kecil.

"Baguslah kalau begitu, saya sungguh sangat terbantu." Ucap Lie Mei tersenyum lembut.

"Kemarilah nak! Biar kakek tunjukan tanaman herbal yang kamu butuhkan." Kakek itu mengajak Lie Mei dan Xiao Ling ke meja pengambilan tanaman obat.

Disana kakek itu memerintahkan seorang pelayan pria untuk mengambil tanaman herbal yang disebutkan nya. Pelayan pria itu kemudian mengambil 3 jenis tanaman herbal dan menaruhnya di meja.

Kemudian kakek itu mengambil rumput berwarna kuning keemasan dan menunjukkan nya kepada Lie Mei,

"Ini adalah Rumput Emas yang tumbuh di perairan laut selatan. Rumput Emas ini sangat efektif untuk menetralkan racun, tetapi hanya dapat digunakan untuk racun tingkat rendah." Jelas kakek itu.

Kakek itu lalu mengambil dua tangkai bunga berwarna merah darah,

"Dan bunga ini bernama Bunga Racun Darah. Walaupun bunga ini sangat beracun tetapi jika diracik menjadi pil obat dengan benar, bunga ini akan menjadi penawar racun yang sangat manjur untuk semua jenis racun." Jelas nya.

"Sementara rumput ganggang hijau ini juga memiliki fungsi penetral racun yang sudah terbukti khasiatnya. Bahkan rumput ganggang ini dahulu pernah menyembuhkan penyakit racun tingkat tinggi." Kakek itu menjelaskan semua tanaman herbal.

'Hm. Semua ini adalah tanaman herbal yang sangat bagus, tapi dilihat dari kualitas nya ini pasti adalah tanaman herbal yang sangat langka.' Pikir Lie Mei.

'Aku tidak peduli dengan harga nya yang penting aku membutuhkan semua tanaman herbal ini untuk menyembuhkan racun di dalam tubuh ku ini.'

"Kakek, tolong bungkus semua ini! Saya akan membeli ketiga tanaman herbal ini!" Pinta Lie Mei tersenyum ramah.

Kakek itu sepertinya tidak percaya dengan ucapan Lie Mei, karena tidak mungkin seorang gadis kecil memiliki uang sebanyak itu untuk membeli ketiga tanaman herbal ini.

"Nak, semua tanaman herbal ini adalah bahan yang sangat langka bahkan semua alkimia dari berbagai daerah sangat ingin memiliki nya. Apa kamu yakin bisa membayar nya?" Tanya Kakek itu ragu.

"Tentu saja aku akan membayar nya. Sebutkan saja harga nya!"

"Total nya 90 juta Batu Spritual. Bagaimana apa kamu sanggup untuk membayar nya?" Kakek itu tertawa kecil.

"Em. Ini bayaran nya." Lie Mei mengambil kantung uang milik nya.

Lalu mengeluarkan 90 juta Batu Spritual di meja yang ada didepannya. Seketika itu kakek dan pelayan pria yang ada disana langsung melongo membulatkan matanya terkejut melihat seorang gadis kecil dapat memiliki Batu Spritual sebanyak itu.

Para pelanggan yang berkunjung di Paviliun Obat FengLian juga menyaksikan hal tersebut mereka berbisik mulai membicarakan Lie Mei.

"Hei! Lihatlah gadis kecil itu pasti dari keluarga bangsawan!" Bisik seorang pelanggan wanita.

"Benar, masih kecil saja bisa memiliki uang sebanyak itu! Aku ingin tahu dari keluarga bangsawan mana ia berasal." Bisik seorang pria lainnya.

Lie Mei kemudian mengambil tiga tanaman herbal dan menyimpan nya kedalam Ruang Dimensi miliknya. "Kakek boleh aku tahu apa kamu menjual tungku obat?" Tanya Lie Mei melihat sekeliling mencari tungku obat.

"Hm, apa kamu membutuhkan nya untuk belajar meracik obat? Jika iya kami akan merekomendasikan tungku obat yang cocok untuk digunakan pemula seperti anda." Ucap kakek itu.

"Tidak-tidak, sebaiknya kakek mengambil tungku obat yang berkualitas tinggi, karena aku mungkin akan menggunakan nya untuk meracik obat tingkat tinggi."

"Jika aku menggunakan tungku obat untuk pemula bisa-bisa tungku obat itu malah hancur." Ucap Lie Mei.

"Hm aku mengerti. Pelayan tolong bawakan 3 tungku obat yang ada di ruangan ku!" Perintah kakek kepada pelayan pria.

"Baik, Tuan." Jawab nya kemudian segera pergi mengambil tungku obat.

Setelah menunggu pelayan pria itu kembali dengan membawa tiga tungku obat dengan ukuran yang berbeda.

Tungku obat pertama memiliki warna coklat tua dengan ukiran gambar awan, tungku obat ini berukuran paling besar dibanding tungku obat lain.

Lalu tungku obat kedua berukuran sedang dengan warna tungku berwarna merah terang dihiasi dengan ukiran ular merah yang melingkar.

Sedangkan tungku ketiga adalah tungku yang paling kecil dengan warna kuning emas kecoklatan, juga memiliki 4 ukiran naga di setiap sisi.

Lie Mei memperhatikan ketiga tungku obat yang ada di meja, ia sangat tertarik dengan tungku obat berwarna kuning keemasan.

Karena ia dapat melihat dengan kemampuan Mata Dewa nya jika tungku obat tersebut memiliki rahasia tersembunyi yang belum diketahui oleh orang lain.

"Tungku obat ini sangat menarik! Berapa harga tungku obat ini?" Tanya Lie Mei memperhatikan tungku obat yang berwarna kuning keemasan.

"Kamu memiliki mata yang bagus! Tungku obat ini adalah yang terbaik di Paviliun Obat FengLian kami, tetapi kamu tidak bisa mendapatkan nya dengan mudah biarpun kamu membayar dengan seluruh harta mu." Ucap kakek itu.

"Mengapa begitu? Apa ada alasan khusus mengapa kakek tidak menjual nya?" Lie Mei penasaran.

"Itu karena tungku obat ini memiliki sejarah yang sangat panjang di tangan para Alkimia terhebat sepanjang masa. Tungku obat ini dikenal dengan nama Immortal Dragon,"

"Semua alkimia dari berbagai dunia sangat ingin memiliki nya, tetapi semua nya tidak berhasil mendapatkan nya. Karena orang yang bisa mendapatkan nya hanyalah orang yang sudah di akui kekuatan nya oleh keempat arwah Naga Emas di dalam tungku ini." Kakek itu menjelaskan.

Lie Mei yang mendengar penjelasan kakek itu semakin tertarik untuk mendapatkan tungku obat Immortal Dragon ini.

"Jadi bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan tungku obat Immortal Dragon ini?" Tanya Lie Mei dengan semangat.

"Caranya yaitu melakukan pengujian meracik obat, metode ini sangat mudah dilakukan kamu hanya perlu meracik obat seperti biasa, lalu jika kamu berhasil sosok arwah keempat Naga Emas akan muncul karena mereka sudah mengakui kekuatan mu." Ucap kakek itu menjelaskan.

"Heh begitu ya?! Baiklah aku sudah memutuskan, biarkan aku juga melakukan pengujian tersebut!" Ucap Lie Mei dengan sangat yakin dan bersemangat.

"Nona apa anda yakin ingin melakukan nya? Bagaimana jika sesuatu terjadi pada anda? Selir Feng mungkin akan memarahi saya nanti." Tanya Xiao Ling khawatir terhadap Nona nya.

"Tenang saja aku pasti akan berhasil! Jadi percayalah kepada ku." Ucap Lie Mei dengan percaya diri.

"Uhm, baiklah jika anda bilang begitu." Xiao Ling mengangguk.

"Baik, jika begitu saya akan mengantarkan anda ke Ruang Pengujian." Ucap Kakek itu membawa Lie Mei dan Xiao Ling ke suatu tempat di dalam Paviliun Obat FengLian.

Setelah masuk lebih dalam ke dalam Paviliun Obat FengLian mereka akhirnya memasuki halaman yang besar dan luas,

Kakek itu kemudian memberitahu Ruang Pengujian yang biasanya digunakan untuk orang-orang melakukan ujian dari Tungku obat Immortal Dragon.

Lie Mei memasuki Ruang Pengujian sementara Xiao Ling menunggu di luar bersama kakek tersebut, karena sudah merupakan peraturan bahwa seorang alkimia yang sedang meracik obat tidak boleh diganggu atau berada di dalam ruangan.

Peraturan itu dibuat agar seorang alkimia yang sedang meracik obat dapat berkonsentrasi penuh dan dapat membuat Pil obat dengan kualitas yang bagus juga memiliki tingkat yang tinggi.

Lie Mei terlihat duduk bersila menghadap kearah tungku obat Immortal Dragon yang ada didepannya. Ia menarik nafas dalam-dalam sebelum mulai meracik obat.

Lalu Lie Mei melemparkan kekuatan api milik nya ke arah tungku obat, ia lalu memasukkan bahan tanaman herbal tingkat rendah yang diberikan oleh kakek tadi kepada nya.

Setelah itu Lie Mei mengirimkan Qi milik nya ke dalam tungku obat. Tungku Obat itu mengambang di udara, Lie Mei kemudian membesarkan api di saat-saat terakhir untuk memasak tanaman herbal.

Tanaman herbal yang ada didalam tungku hancur menjadi abu dan meninggalkan sebuah cairan obat, yang akhirnya berkumpul menjadi satu menjadi sebuah pil obat berwarna putih dengan sebuah corak garis emas di pil obat tersebut.

Lalu ia kemudian memurnikan pil obat dan membuang semua kotoran dari pil obat tersebut dengan bantuan Qi miliknya, Lie Mei terlihat lelah karena Qi milik nya terus terkuras dengan cepat.

Tetapi ia tetap berusaha untuk bertahan dan terus memurnikan pil obat. Satu jam akhirnya berlalu Xiao Ling dan kakek yang berada diluar masih terus menunggu hasil dari Lie Mei.

Sementara itu Lie Mei yang berada di dalam sudah berwajah pucat, akhirnya ia selesai melakukan pemurnian. Lie Mei seketika langsung menjatuhkan tubuhnya karena sudah kelelahan.

Tungku obat yang mengambang sebelumnya juga turun karena sudah tidak mendapatkan Qi milik Lie Mei.

"Ha..ha..haa... Aku sudah tidak memiliki tenaga lagi! Meracik obat memang sangat melelahkan, Qi milik ku langsung habis tidak tersisa." Ucap Lie Mei dengan nafas tidak beraturan.

'Apalagi fisik tubuh ini sangat lemah karena tidak pernah berkultivasi sebelumnya. Setelah pulang aku harus segera meracik obat Penawar Racun untuk menghilangkan racun dari tubuh ku ini.'

'Dengan begitu aku bisa berkultivasi dan meningkatkan kemampuan fisik ku yang lemah ini.' Batin Lie Mei.

Karena Qi milik nya sudah terisi kembali, Lie Mei bangkit dan duduk berniat untuk mengambil pil obat yang sudah dibuat nya.

"Mari kita lihat pil obat Peningkat Kekuatan yang sudah kubuat." Ucap Lie Mei sembari membuka penutup tungku obat.

Lie Mei langsung terdiam tidak percaya dengan yang dilihatnya, karena ia tidak dapat melihat pil obat yang ada didalam tungku.

Pil Obat yang dibuat nya tiba-tiba menghilang dalam sekejap padahal ia sangat yakin jika barusan dia sudah berhasil membuat pil obat Peningkat Kekuatan.

"Kemana perginya pil obat yang barusan aku buat??!" Lie Mei bingung dan terus mencari pil obat tersebut di dalam tungku obat, tetapi ia tetap tidak menemukan nya.

------•••××{****∆∆****^\=^}×ו••------

Terima kasih sudah membaca.

Jangan lupa berikan like sebelum membaca agar author bisa lebih semangat nulis.

Sampai jumpa di episode selanjutnya.

Terpopuler

Comments

Nurmiahana Nana

Nurmiahana Nana

hahahaha is funny

2021-06-08

1

EL CASANDRA

EL CASANDRA

anjir😂😂,uang kematian itu mah namanya,ya kale gunakan untuk keluarga bila mati😂

2021-05-09

0

Erza velsasius

Erza velsasius

mau tanya obat dijual itu apa manfaatnya ya...??

2021-01-12

3

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 (S1): Aku Seorang Putri Kaisar
2 Chapter 2 (S1): Pernikahan?
3 Chapter 3 (S1): Kemampuan Lie Mei
4 Chapter 4 (S1): Anak Naga Merah
5 Chapter 5 (S1): Pergi ke Paviliun Obat
6 Chapter 6 (S1): Immortal Dragon
7 Chapter 7 (S1): Naga Emas
8 Chapter 8 (S1): Kepulangan Pangeran dan Putri
9 Chapter 9 (S1): Akademi TianJin
10 Chapter 10 (S1): 4 Hewan Penjaga Goa
11 Chapter 11 (S1): Hewan Suci di dalam Goa
12 Chapter 12 (S1): Lamaran?
13 Chapter 13 (S1): Perang antara Kekaisaran
14 chapter 14: membuat obat peningkat
15 chapter 15: mempelajari buku kematian
16 chapter 16: pelelangan
17 chapter 17: pelelangan obat peningkat
18 chapter 18: mendapatkan pedang
19 chapter 19: membeli rumah sakit
20 chapter 20: masuk sekolah beladiri
21 chapter 21: ujian murid dalam
22 chapter 22: kemenangan yang cepat
23 chapter 23: babak kedua dimulai
24 chapter 24: asrama
25 chapter 25: makanan yang sangat enak
26 chapter 26: ujian babak final
27 chapter 27: berburu
28 chapter 28: ular air
29 chapter 29: buku jurus beladiri
30 chapter 30: aura hitam
31 chapter 31: pertarungan
32 chapter 32: juara 1
33 chapter 33: pedang iblis
34 chapter 34: lantai 100
35 chapter 35: berubah
36 chapter 36: penghianat kerajaan
37 chapter 37: bayi iblis
38 chapter 38: hutan kekaisaran meng
39 chapter 39: kekaisaran meng
40 chapter 40: 3 jenderal besar
41 chapter 41: eksekusi kaisar Shing
42 chapter 42: lie Jiao dan lie Chen
43 chapter 43: kabar buruk
44 chapter 44: masa kedewasaan
45 chapter 45: berevolusi
46 chapter 46: pertengkaran
47 chapter 47: penerus
48 chapter 48: pangeran ke dua
49 chapter 49: kedatangan 4 kerajaan
50 chapter 50: kerja sama
51 chapter 51: wabah aneh
52 chapter 52: hadiah
53 chapter 53: busur panah tingkat dewa
54 chapter 54: pria di dunia dewa
55 chapter 55: sampai di kerajaan Liao
56 chapter 56: siluman ular
57 chapter 57: menyelamatkan kerajaan Liao
58 chapter 58: mata elang emas
59 chapter 59: kunci dan token
60 chapter 60: masalah kota badai angin
61 chapter 61: masalah
62 chapter 62: festival Yuan Jian
63 chapter 63: permainan Xiang qi
64 chapter 64: ruang dimensi hitam
65 chapter 65: kembang api
66 chapter 66: bermain Xiang qi
67 chapter 67: jam tangan
68 chapter 68: sampai di kekaisaran Ling
69 chapter 69: bermain Xiang qi dengan kaisar Ling
70 chapter 70: pohon Yuan Jian
71 chapter 71: jiwa pohon Yuan Jian
72 chapter 72: peri elf
73 chapter 73: pergi ke kota pembuangan
74 chapter 74: mayat jiwa abadi
75 chapter 75: pembagian pasukan prajurit
76 chapter 76: gelang pelet
77 chapter 77: 5 kerajaan besar
78 chapter 78: pohon energi spiritual
79 chapter 79: latihan baru prajurit
80 chapter 80: menghancurkan segel
81 chapter 81: kekuatan langit & ruang angkasa
82 chapter 82: ikrar sumpah setia
83 chapter 83: pembunuh red fox
84 chapter 84: Jackson dan Angelica
85 chapter 85: peperangan di mulai
86 chapter 86: peperangan
87 chapter 87: bayangan hitam & monster
88 chapter 88: putra mahkota
89 chapter 89: 3 monster manusia bayangan
90 chapter 90: kemenangan
91 chapter 91 (S2): tempat rahasia
92 chapter 92 (S2): kultivasi tertutup
93 chapter 93 (S2): kasus misteri
94 chapter 94 (S2): pagoda 13 lantai
95 chapter 95 (S2): monster manusia iblis
96 chapter 96 (S2): lantai 9 yang aneh
97 chapter 97 (S2): siluman iblis
98 chapter 98 (S2): ujian tahap kedua
99 chapter 99 (S2): kekuatan Elf Lie Mei
100 chapter 100 (S2): kembalinya Jack dan Angel
101 chapter 101 (S2): seruling giok putih
102 chapter 102 (S2): ujian Elf sejati
103 chapter 103 (S2): klon Elf Lie Mei
104 chapter 104 (S2): 3 ujian Elf sejati
105 chapter 105 (S2): pertanda buruk
106 chapter 106 (S2): 3 benda pusaka
107 chapter 107 (S2): Era Kehancuran
108 chapter 108 (S2): Era Kehancuran II
109 chapter 109 (S2): Era kehancuran III
110 chapter 110 (S2): Era Kehancuran IV
111 chapter 111 (S2): Berakhir
112 chapter 112 (S2): rahasia
113 chapter 113 (S2): Raja Elf dan Manusia
114 chapter 114 (S2): Batu besar
115 chapter 115 (S2): Anak kandung
116 chapter 116 (S2): Perubahan Biao Jin
117 chapter 117 (S2): Array segitiga
118 chapter 118 (S2): Kekuatan misterius
119 chapter 119 (S2): Monster Raksasa
120 chapter 120 (S2): Racun hitam
121 chapter 121 (S2): Mimpi aneh
122 chapter 122 (S2): Sulur tanaman raksasa
123 chapter 123 (S2): Tidak terduga
124 chapter 124 (S2): Kekuatan ajaib
125 chapter 125 (S2): Perpisahan
126 chapter 126 (S2): Sekte Zhan
127 chapter 127 (S2): Cerita Era Kehancuran
128 chapter 128 (S2): Ras Iblis Neraka
129 chapter 129 (S2): Pergi
130 chapter 130 (S2): Kekaisaran Yun
131 Chapter 131 (S2): Hong Zi si Naga Merah
132 Chapter 132 (S2): Pertarungan
133 Author Back (PENGUMUMAN)
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Chapter 1 (S1): Aku Seorang Putri Kaisar
2
Chapter 2 (S1): Pernikahan?
3
Chapter 3 (S1): Kemampuan Lie Mei
4
Chapter 4 (S1): Anak Naga Merah
5
Chapter 5 (S1): Pergi ke Paviliun Obat
6
Chapter 6 (S1): Immortal Dragon
7
Chapter 7 (S1): Naga Emas
8
Chapter 8 (S1): Kepulangan Pangeran dan Putri
9
Chapter 9 (S1): Akademi TianJin
10
Chapter 10 (S1): 4 Hewan Penjaga Goa
11
Chapter 11 (S1): Hewan Suci di dalam Goa
12
Chapter 12 (S1): Lamaran?
13
Chapter 13 (S1): Perang antara Kekaisaran
14
chapter 14: membuat obat peningkat
15
chapter 15: mempelajari buku kematian
16
chapter 16: pelelangan
17
chapter 17: pelelangan obat peningkat
18
chapter 18: mendapatkan pedang
19
chapter 19: membeli rumah sakit
20
chapter 20: masuk sekolah beladiri
21
chapter 21: ujian murid dalam
22
chapter 22: kemenangan yang cepat
23
chapter 23: babak kedua dimulai
24
chapter 24: asrama
25
chapter 25: makanan yang sangat enak
26
chapter 26: ujian babak final
27
chapter 27: berburu
28
chapter 28: ular air
29
chapter 29: buku jurus beladiri
30
chapter 30: aura hitam
31
chapter 31: pertarungan
32
chapter 32: juara 1
33
chapter 33: pedang iblis
34
chapter 34: lantai 100
35
chapter 35: berubah
36
chapter 36: penghianat kerajaan
37
chapter 37: bayi iblis
38
chapter 38: hutan kekaisaran meng
39
chapter 39: kekaisaran meng
40
chapter 40: 3 jenderal besar
41
chapter 41: eksekusi kaisar Shing
42
chapter 42: lie Jiao dan lie Chen
43
chapter 43: kabar buruk
44
chapter 44: masa kedewasaan
45
chapter 45: berevolusi
46
chapter 46: pertengkaran
47
chapter 47: penerus
48
chapter 48: pangeran ke dua
49
chapter 49: kedatangan 4 kerajaan
50
chapter 50: kerja sama
51
chapter 51: wabah aneh
52
chapter 52: hadiah
53
chapter 53: busur panah tingkat dewa
54
chapter 54: pria di dunia dewa
55
chapter 55: sampai di kerajaan Liao
56
chapter 56: siluman ular
57
chapter 57: menyelamatkan kerajaan Liao
58
chapter 58: mata elang emas
59
chapter 59: kunci dan token
60
chapter 60: masalah kota badai angin
61
chapter 61: masalah
62
chapter 62: festival Yuan Jian
63
chapter 63: permainan Xiang qi
64
chapter 64: ruang dimensi hitam
65
chapter 65: kembang api
66
chapter 66: bermain Xiang qi
67
chapter 67: jam tangan
68
chapter 68: sampai di kekaisaran Ling
69
chapter 69: bermain Xiang qi dengan kaisar Ling
70
chapter 70: pohon Yuan Jian
71
chapter 71: jiwa pohon Yuan Jian
72
chapter 72: peri elf
73
chapter 73: pergi ke kota pembuangan
74
chapter 74: mayat jiwa abadi
75
chapter 75: pembagian pasukan prajurit
76
chapter 76: gelang pelet
77
chapter 77: 5 kerajaan besar
78
chapter 78: pohon energi spiritual
79
chapter 79: latihan baru prajurit
80
chapter 80: menghancurkan segel
81
chapter 81: kekuatan langit & ruang angkasa
82
chapter 82: ikrar sumpah setia
83
chapter 83: pembunuh red fox
84
chapter 84: Jackson dan Angelica
85
chapter 85: peperangan di mulai
86
chapter 86: peperangan
87
chapter 87: bayangan hitam & monster
88
chapter 88: putra mahkota
89
chapter 89: 3 monster manusia bayangan
90
chapter 90: kemenangan
91
chapter 91 (S2): tempat rahasia
92
chapter 92 (S2): kultivasi tertutup
93
chapter 93 (S2): kasus misteri
94
chapter 94 (S2): pagoda 13 lantai
95
chapter 95 (S2): monster manusia iblis
96
chapter 96 (S2): lantai 9 yang aneh
97
chapter 97 (S2): siluman iblis
98
chapter 98 (S2): ujian tahap kedua
99
chapter 99 (S2): kekuatan Elf Lie Mei
100
chapter 100 (S2): kembalinya Jack dan Angel
101
chapter 101 (S2): seruling giok putih
102
chapter 102 (S2): ujian Elf sejati
103
chapter 103 (S2): klon Elf Lie Mei
104
chapter 104 (S2): 3 ujian Elf sejati
105
chapter 105 (S2): pertanda buruk
106
chapter 106 (S2): 3 benda pusaka
107
chapter 107 (S2): Era Kehancuran
108
chapter 108 (S2): Era Kehancuran II
109
chapter 109 (S2): Era kehancuran III
110
chapter 110 (S2): Era Kehancuran IV
111
chapter 111 (S2): Berakhir
112
chapter 112 (S2): rahasia
113
chapter 113 (S2): Raja Elf dan Manusia
114
chapter 114 (S2): Batu besar
115
chapter 115 (S2): Anak kandung
116
chapter 116 (S2): Perubahan Biao Jin
117
chapter 117 (S2): Array segitiga
118
chapter 118 (S2): Kekuatan misterius
119
chapter 119 (S2): Monster Raksasa
120
chapter 120 (S2): Racun hitam
121
chapter 121 (S2): Mimpi aneh
122
chapter 122 (S2): Sulur tanaman raksasa
123
chapter 123 (S2): Tidak terduga
124
chapter 124 (S2): Kekuatan ajaib
125
chapter 125 (S2): Perpisahan
126
chapter 126 (S2): Sekte Zhan
127
chapter 127 (S2): Cerita Era Kehancuran
128
chapter 128 (S2): Ras Iblis Neraka
129
chapter 129 (S2): Pergi
130
chapter 130 (S2): Kekaisaran Yun
131
Chapter 131 (S2): Hong Zi si Naga Merah
132
Chapter 132 (S2): Pertarungan
133
Author Back (PENGUMUMAN)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!