★Depan Paviliun Obat FengLian★
Sebuah bangunan besar dan mewah terlihat di depan mereka bertiga, bangunan tersebut adalah Paviliun Obat FengLian, merupakan toko obat terbesar di Ibukota FengLian.
Tetapi toko obat ini hanya merupakan cabang saja, pusat dari Paviliun Obat FengLian ini berada di luar kota FengLian.
Orang-orang mencurigakan yang sebelumnya mengikuti mereka bertiga juga masih terlihat bersembunyi di berbagai tempat dan kerumunan warga.
Lie Mei menyuruh Tian Shi mendekatkan telinganya, "Tuan Tian Shi. Jika kamu tidak ingin rahasia mu terbongkar, kamu tahu bukan apa yang harus dilakukan." Bisik Lie Mei dingin.
"Baik, saya akan segera membereskan nya." Jawab Tian Shi dengan terpaksa.
"Hm, pergilah!" Lie Mei tersenyum dingin, kemudian Tian Shi dengan cepat menghilang dari sana.
"Eh, Pengawal itu ingin pergi kemana? Bukankah harusnya dia menjaga kita mengapa tiba-tiba pergi?" Tanya Xiao Ling kesal.
"Tidak apa-apa, Xiao Ling. Aku menyuruhnya membereskan para tikus yang mengikuti kita." Ucap Lie Mei.
"Oh, ternyata begitu. Kalau begitu ayo kita masuk kedalam sekarang Nona." Xiao Ling mengajak Nona nya untuk masuk ke dalam Paviliun Obat FengLian.
Lie Mei mengangguk kemudian memasuki Paviliun Obat FengLian.
★Di dalam Paviliun Obat FengLian★
Di bagian dalam Paviliun Obat FengLian, terlihat berbagai macam jenis pil obat dan ramuan obat disusun di setiap rak.
Seorang kakek tua yang memiliki rambut putih serta janggut yang panjang melirik ke arah Lie Mei dan Xiao Ling yang sedang melihat lihat pil obat dan ramuan obat yang dipajang.
Kakek itu memperhatikan Lie Mei yang sedari tadi menarik perhatian nya, ia kemudian berjalan menghampiri Lie Mei.
"Nak! Apa yang kamu butuhkan di Paviliun Obat FengLian kami?" Tanya Kakek itu.
"Kakek saya kesini ingin membeli tanaman herbal yang memiliki khasiat untuk menetralisir racun, apa Paviliun Obat ini memiliki nya?" Jawab Lie Mei kemudian bertanya.
"Tanaman herbal penetral racun? Tentu saja kami memiliki nya. Semua jenis tanaman herbal dari biasa maupun langka sekalipun paviliun obat ini pasti memiliki semua nya." Jawab Kakek itu tertawa kecil.
"Baguslah kalau begitu, saya sungguh sangat terbantu." Ucap Lie Mei tersenyum lembut.
"Kemarilah nak! Biar kakek tunjukan tanaman herbal yang kamu butuhkan." Kakek itu mengajak Lie Mei dan Xiao Ling ke meja pengambilan tanaman obat.
Disana kakek itu memerintahkan seorang pelayan pria untuk mengambil tanaman herbal yang disebutkan nya. Pelayan pria itu kemudian mengambil 3 jenis tanaman herbal dan menaruhnya di meja.
Kemudian kakek itu mengambil rumput berwarna kuning keemasan dan menunjukkan nya kepada Lie Mei,
"Ini adalah Rumput Emas yang tumbuh di perairan laut selatan. Rumput Emas ini sangat efektif untuk menetralkan racun, tetapi hanya dapat digunakan untuk racun tingkat rendah." Jelas kakek itu.
Kakek itu lalu mengambil dua tangkai bunga berwarna merah darah,
"Dan bunga ini bernama Bunga Racun Darah. Walaupun bunga ini sangat beracun tetapi jika diracik menjadi pil obat dengan benar, bunga ini akan menjadi penawar racun yang sangat manjur untuk semua jenis racun." Jelas nya.
"Sementara rumput ganggang hijau ini juga memiliki fungsi penetral racun yang sudah terbukti khasiatnya. Bahkan rumput ganggang ini dahulu pernah menyembuhkan penyakit racun tingkat tinggi." Kakek itu menjelaskan semua tanaman herbal.
'Hm. Semua ini adalah tanaman herbal yang sangat bagus, tapi dilihat dari kualitas nya ini pasti adalah tanaman herbal yang sangat langka.' Pikir Lie Mei.
'Aku tidak peduli dengan harga nya yang penting aku membutuhkan semua tanaman herbal ini untuk menyembuhkan racun di dalam tubuh ku ini.'
"Kakek, tolong bungkus semua ini! Saya akan membeli ketiga tanaman herbal ini!" Pinta Lie Mei tersenyum ramah.
Kakek itu sepertinya tidak percaya dengan ucapan Lie Mei, karena tidak mungkin seorang gadis kecil memiliki uang sebanyak itu untuk membeli ketiga tanaman herbal ini.
"Nak, semua tanaman herbal ini adalah bahan yang sangat langka bahkan semua alkimia dari berbagai daerah sangat ingin memiliki nya. Apa kamu yakin bisa membayar nya?" Tanya Kakek itu ragu.
"Tentu saja aku akan membayar nya. Sebutkan saja harga nya!"
"Total nya 90 juta Batu Spritual. Bagaimana apa kamu sanggup untuk membayar nya?" Kakek itu tertawa kecil.
"Em. Ini bayaran nya." Lie Mei mengambil kantung uang milik nya.
Lalu mengeluarkan 90 juta Batu Spritual di meja yang ada didepannya. Seketika itu kakek dan pelayan pria yang ada disana langsung melongo membulatkan matanya terkejut melihat seorang gadis kecil dapat memiliki Batu Spritual sebanyak itu.
Para pelanggan yang berkunjung di Paviliun Obat FengLian juga menyaksikan hal tersebut mereka berbisik mulai membicarakan Lie Mei.
"Hei! Lihatlah gadis kecil itu pasti dari keluarga bangsawan!" Bisik seorang pelanggan wanita.
"Benar, masih kecil saja bisa memiliki uang sebanyak itu! Aku ingin tahu dari keluarga bangsawan mana ia berasal." Bisik seorang pria lainnya.
Lie Mei kemudian mengambil tiga tanaman herbal dan menyimpan nya kedalam Ruang Dimensi miliknya. "Kakek boleh aku tahu apa kamu menjual tungku obat?" Tanya Lie Mei melihat sekeliling mencari tungku obat.
"Hm, apa kamu membutuhkan nya untuk belajar meracik obat? Jika iya kami akan merekomendasikan tungku obat yang cocok untuk digunakan pemula seperti anda." Ucap kakek itu.
"Tidak-tidak, sebaiknya kakek mengambil tungku obat yang berkualitas tinggi, karena aku mungkin akan menggunakan nya untuk meracik obat tingkat tinggi."
"Jika aku menggunakan tungku obat untuk pemula bisa-bisa tungku obat itu malah hancur." Ucap Lie Mei.
"Hm aku mengerti. Pelayan tolong bawakan 3 tungku obat yang ada di ruangan ku!" Perintah kakek kepada pelayan pria.
"Baik, Tuan." Jawab nya kemudian segera pergi mengambil tungku obat.
Setelah menunggu pelayan pria itu kembali dengan membawa tiga tungku obat dengan ukuran yang berbeda.
Tungku obat pertama memiliki warna coklat tua dengan ukiran gambar awan, tungku obat ini berukuran paling besar dibanding tungku obat lain.
Lalu tungku obat kedua berukuran sedang dengan warna tungku berwarna merah terang dihiasi dengan ukiran ular merah yang melingkar.
Sedangkan tungku ketiga adalah tungku yang paling kecil dengan warna kuning emas kecoklatan, juga memiliki 4 ukiran naga di setiap sisi.
Lie Mei memperhatikan ketiga tungku obat yang ada di meja, ia sangat tertarik dengan tungku obat berwarna kuning keemasan.
Karena ia dapat melihat dengan kemampuan Mata Dewa nya jika tungku obat tersebut memiliki rahasia tersembunyi yang belum diketahui oleh orang lain.
"Tungku obat ini sangat menarik! Berapa harga tungku obat ini?" Tanya Lie Mei memperhatikan tungku obat yang berwarna kuning keemasan.
"Kamu memiliki mata yang bagus! Tungku obat ini adalah yang terbaik di Paviliun Obat FengLian kami, tetapi kamu tidak bisa mendapatkan nya dengan mudah biarpun kamu membayar dengan seluruh harta mu." Ucap kakek itu.
"Mengapa begitu? Apa ada alasan khusus mengapa kakek tidak menjual nya?" Lie Mei penasaran.
"Itu karena tungku obat ini memiliki sejarah yang sangat panjang di tangan para Alkimia terhebat sepanjang masa. Tungku obat ini dikenal dengan nama Immortal Dragon,"
"Semua alkimia dari berbagai dunia sangat ingin memiliki nya, tetapi semua nya tidak berhasil mendapatkan nya. Karena orang yang bisa mendapatkan nya hanyalah orang yang sudah di akui kekuatan nya oleh keempat arwah Naga Emas di dalam tungku ini." Kakek itu menjelaskan.
Lie Mei yang mendengar penjelasan kakek itu semakin tertarik untuk mendapatkan tungku obat Immortal Dragon ini.
"Jadi bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan tungku obat Immortal Dragon ini?" Tanya Lie Mei dengan semangat.
"Caranya yaitu melakukan pengujian meracik obat, metode ini sangat mudah dilakukan kamu hanya perlu meracik obat seperti biasa, lalu jika kamu berhasil sosok arwah keempat Naga Emas akan muncul karena mereka sudah mengakui kekuatan mu." Ucap kakek itu menjelaskan.
"Heh begitu ya?! Baiklah aku sudah memutuskan, biarkan aku juga melakukan pengujian tersebut!" Ucap Lie Mei dengan sangat yakin dan bersemangat.
"Nona apa anda yakin ingin melakukan nya? Bagaimana jika sesuatu terjadi pada anda? Selir Feng mungkin akan memarahi saya nanti." Tanya Xiao Ling khawatir terhadap Nona nya.
"Tenang saja aku pasti akan berhasil! Jadi percayalah kepada ku." Ucap Lie Mei dengan percaya diri.
"Uhm, baiklah jika anda bilang begitu." Xiao Ling mengangguk.
"Baik, jika begitu saya akan mengantarkan anda ke Ruang Pengujian." Ucap Kakek itu membawa Lie Mei dan Xiao Ling ke suatu tempat di dalam Paviliun Obat FengLian.
Setelah masuk lebih dalam ke dalam Paviliun Obat FengLian mereka akhirnya memasuki halaman yang besar dan luas,
Kakek itu kemudian memberitahu Ruang Pengujian yang biasanya digunakan untuk orang-orang melakukan ujian dari Tungku obat Immortal Dragon.
Lie Mei memasuki Ruang Pengujian sementara Xiao Ling menunggu di luar bersama kakek tersebut, karena sudah merupakan peraturan bahwa seorang alkimia yang sedang meracik obat tidak boleh diganggu atau berada di dalam ruangan.
Peraturan itu dibuat agar seorang alkimia yang sedang meracik obat dapat berkonsentrasi penuh dan dapat membuat Pil obat dengan kualitas yang bagus juga memiliki tingkat yang tinggi.
Lie Mei terlihat duduk bersila menghadap kearah tungku obat Immortal Dragon yang ada didepannya. Ia menarik nafas dalam-dalam sebelum mulai meracik obat.
Lalu Lie Mei melemparkan kekuatan api milik nya ke arah tungku obat, ia lalu memasukkan bahan tanaman herbal tingkat rendah yang diberikan oleh kakek tadi kepada nya.
Setelah itu Lie Mei mengirimkan Qi milik nya ke dalam tungku obat. Tungku Obat itu mengambang di udara, Lie Mei kemudian membesarkan api di saat-saat terakhir untuk memasak tanaman herbal.
Tanaman herbal yang ada didalam tungku hancur menjadi abu dan meninggalkan sebuah cairan obat, yang akhirnya berkumpul menjadi satu menjadi sebuah pil obat berwarna putih dengan sebuah corak garis emas di pil obat tersebut.
Lalu ia kemudian memurnikan pil obat dan membuang semua kotoran dari pil obat tersebut dengan bantuan Qi miliknya, Lie Mei terlihat lelah karena Qi milik nya terus terkuras dengan cepat.
Tetapi ia tetap berusaha untuk bertahan dan terus memurnikan pil obat. Satu jam akhirnya berlalu Xiao Ling dan kakek yang berada diluar masih terus menunggu hasil dari Lie Mei.
Sementara itu Lie Mei yang berada di dalam sudah berwajah pucat, akhirnya ia selesai melakukan pemurnian. Lie Mei seketika langsung menjatuhkan tubuhnya karena sudah kelelahan.
Tungku obat yang mengambang sebelumnya juga turun karena sudah tidak mendapatkan Qi milik Lie Mei.
"Ha..ha..haa... Aku sudah tidak memiliki tenaga lagi! Meracik obat memang sangat melelahkan, Qi milik ku langsung habis tidak tersisa." Ucap Lie Mei dengan nafas tidak beraturan.
'Apalagi fisik tubuh ini sangat lemah karena tidak pernah berkultivasi sebelumnya. Setelah pulang aku harus segera meracik obat Penawar Racun untuk menghilangkan racun dari tubuh ku ini.'
'Dengan begitu aku bisa berkultivasi dan meningkatkan kemampuan fisik ku yang lemah ini.' Batin Lie Mei.
Karena Qi milik nya sudah terisi kembali, Lie Mei bangkit dan duduk berniat untuk mengambil pil obat yang sudah dibuat nya.
"Mari kita lihat pil obat Peningkat Kekuatan yang sudah kubuat." Ucap Lie Mei sembari membuka penutup tungku obat.
Lie Mei langsung terdiam tidak percaya dengan yang dilihatnya, karena ia tidak dapat melihat pil obat yang ada didalam tungku.
Pil Obat yang dibuat nya tiba-tiba menghilang dalam sekejap padahal ia sangat yakin jika barusan dia sudah berhasil membuat pil obat Peningkat Kekuatan.
"Kemana perginya pil obat yang barusan aku buat??!" Lie Mei bingung dan terus mencari pil obat tersebut di dalam tungku obat, tetapi ia tetap tidak menemukan nya.
------•••××{****∆∆****^\=^}×ו••------
Terima kasih sudah membaca.
Jangan lupa berikan like sebelum membaca agar author bisa lebih semangat nulis.
Sampai jumpa di episode selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Nurmiahana Nana
hahahaha is funny
2021-06-08
1
EL CASANDRA
anjir😂😂,uang kematian itu mah namanya,ya kale gunakan untuk keluarga bila mati😂
2021-05-09
0
Erza velsasius
mau tanya obat dijual itu apa manfaatnya ya...??
2021-01-12
3