Chapter 8 (S1): Kepulangan Pangeran dan Putri

★Di Luar Gerbang masuk Istana Kekaisaran Yan★

Lie Mei serta Xiao Ling terlihat sampai ke istana dengan keadaan sangat lelah, mereka memakan waktu sekitar 2 jam lebih lama dibandingkan kepergian mereka tadi pagi.

Wajar saja karena mereka sudah berjalan-jalan sangat lama di Pasar Ibukota FengLian, ditambah mereka kembali dengan berjalan kaki.

Pintu Gerbang Istana terbuka tiba-tiba disaat Lie Mei dan Xiao Ling masih menyandarkan tubuhnya di dinding pembatas Gerbang Istana.

Tampak seorang Prajurit keluar dan menghampiri Lie Mei,

"Yang Mulia Putri, Baginda Kaisar meminta anda untuk menghadapnya sekarang!"

"Kaisar? Hm, baiklah aku akan kesana sekarang. Antarkan aku!" Lie Mei dan Xiao Ling mengikuti Prajurit itu

★Di Aula Utama Kekaisaran Yan★

Prajurit itu membawa Lie Mei ke Aula Utama. Xiao Ling diminta untuk menunggu di luar oleh Prajurit tersebut.

Dan Lie Mei kemudian memasuki Aula Utama sendirian. Didalam Aula Utama hanya ada Lie Mei dan Kaisar yang terlihat sibuk mengurus gulungan kertas yang menumpuk.

"Putri Kedua Lie Mei datang menghadap, Yang Mulia Kaisar."

Lie Mei membungkukkan badannya memberi penghormatan terhadap Kaisar Lie Xian.

"Mendekatlah!" Kaisar berbicara tanpa melihat kearah Lie Mei, ia masih terlihat sibuk menandatangani semua tumpukan gulungan kertas.

Lie Mei menuruti perintah Kaisar dan berjalan mendekati Kaisar.

"Kamu tahu mengapa aku memanggil mu kesini?" Kaisar melirik ke arah Lie Mei dan bertanya kepada nya.

"Saya sudah menduganya." Jawab Lie Mei dengan wajah datar.

"Tindakan yang kamu lakukan pasti nya memiliki alasan tertentu. Akan tetapi aku tidak bisa diam saja melihat kedua penjaga gerbang itu terluka karena mu,"

"Namun, karena ini adalah kesalahan pertama yang kamu lakukan, aku tidak akan menaruh perhatian terhadap masalah ini lagi."

"Saya berterima kasih kepada Baginda, karena sudah bersedia menutup masalah ini." Lie Mei kembali membungkuk badannya.

"Karena sudah tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, saya pamit undur diri." Ucap Lie Mei berniat untuk pergi.

"Tunggu! Jika kamu memiliki masalah jangan sungkan untuk meminta bantuan ku. Bagaimana pun juga kamu tetaplah putri kandung ku." Ucap Kaisar Lie Xian berwajah dingin.

"Saya terima niat baik mu, Baginda. Kalau begitu saya pergi dulu." Lie Mei berjalan meninggalkan Aula Utama.

'Heh! Mengapa baru sekarang kamu peduli kepada putrimu. Putri mu yang asli sudah meninggal dunia, itu semua karena ketidakpedulian mu.' Batin Lie Mei sangat geram kepada Kaisar.

★Di depan Aula Utama★

"Nona! Mengapa Baginda Kaisar memanggil anda?" Xiao Ling menghampiri Nona nya yang sudah keluar dari Aula Utama.

"Bukan apa-apa. Hanya masalah kecil." Jawab Lie Mei tersenyum lembut.

"Begitu ya..."

"Oh, iya Nona. Saya mendapat kabar barusan jika Selir Feng dan Pangeran Kedua sudah kembali, mereka akan segera kesini untuk menghadap Baginda Kaisar."

"Em. Kalau begitu kita akan menunggu mereka di sini."

Beberapa waktu berlalu, dari kejauhan tampak dua kereta kuda yang sangat megah dilapis emas yang sangat mewah, kereta kuda tersebut mengarah ke Aula Utama Kekaisaran Yan.

Rombongan pasukan prajurit Kekaisaran Yan terlihat mengikuti kereta kuda itu dari belakang, melihat kereta kuda tersebut dijaga sangat ketat pastinya itu adalah kereta kuda yang membawa Pangeran Kedua Lie Hao beserta ibunya yaitu Selir Feng.

Tetapi siapa yang ada di dalam kereta kuda yang satunya? Lie Mei terlihat bertanya-tanya. Kedua kereta kuda berhenti di depan Aula Utama.

Beberapa saat kemudian seorang wanita cantik turun dari kereta kuda, ia adalah Selir Feng. Lalu Seorang Anak laki-laki yang memiliki paras yang menawan juga polos turun setelah nya.

Anak laki-laki itu memiliki rambut hitam panjang yang terikat, dengan bola mata yang memiliki iris berwarna kuning keemasan.

Ia memakai hanfu putih hitam dengan lambang Harimau Putih, yang merupakan lambang seragam milik Akademi TianJin. Anak laki-laki itu adalah Pangeran Kedua Lie Hao.

Sementara itu di kereta kuda satu nya, tampak sosok gadis kecil yang usianya sekitar 9 tahun turun dari kereta kuda. Gadis kecil itu memakai seragam wanita Akademi TianJin yang hampir sama seperti yang dikenakan oleh Pangeran Lie Hao.

Gadis kecil itu memiliki wajah yang imut dengan rambut berwarna kecoklatan, juga iris mata kuning keemasan khas milik anggota keluarga kekaisaran.

Setelah gadis kecil itu turun, seorang anak laki-laki yang memiliki rupa yang sama dengan gadis kecil sebelumnya turun. Ia tampak nya adalah saudara kembar gadis kecil sebelumnya karena mereka berdua memiliki wajah yang sama.

Setelah itu seorang Pria muda yang juga memiliki paras yang menawan, dengan rambut hitam terurai panjang dan iris mata yang juga berwarna kuning keemasan turun dari kereta kuda.

Pria muda itu turun sembari membantu seorang wanita cantik turun dari kereta kuda, wanita itu tidak lain adalah Permaisuri Ying.

"Ibu, turunlah perlahan." Pria muda itu berkata lembut kepada Permaisuri Ying.

"Terima kasih, Putra ku." Jawab Permaisuri Ying tersenyum lembut.

Lie Mei yang melihat dari jauh dapat menebak jika gadis kecil dan anak laki-laki kembar serta pria muda tersebut adalah saudara dan saudari tirinya, yaitu anak dari Permaisuri Ying.

Lie Mei mengerutkan keningnya karena ia tahu seperti apa sikap dan kelakuan mereka dalam ingatan Lie Mei asli.

Gadis kecil itu adalah Putri Ketiga Lie Hua dan saudara kembar nya yaitu Pangeran Ketiga Lie Shao. Sementara itu pangeran paling tertua yaitu Putra Mahkota Lie Zhun usia nya sekarang sudah 18 tahun.

Dari arah belakang Selir Feng dan Pangeran Kedua Lie Hao, terlihat Putri Pertama Lie Song datang dengan dayang pribadi nya menghampiri ibunya Selir Feng.

Lie Mei yang melihat dari Pintu masuk Aula Utama juga pergi menyambut ibu dan adik laki-laki nya, diikuti oleh Xiao Ling di belakang nya.

"Ibu selamat datang! Aku sudah menunggu mu dari tadi." Ucap Lie Song tersenyum senang.

"Ya, ibu tahu itu. Dimana adikmu Lie Mei mengapa dia tidak terlihat disini?" Tanya Selir Feng.

"Sedari pagi aku juga sudah mencari nya, tapi tidak menemukan adik di kediaman."

"Ibu! Kamu mencariku?" Sahut Lie Mei berjalan menghampiri ibunya.

"Baguslah jika kalian semua sudah disini. Biar ibu perkenalkan pada kalian, ini adalah adik laki-laki kalian Lie Hao. Lie Hao perkenalkan diri mu pada kedua saudari mu." Ucap Selir Feng kepada Pangeran Kedua Lie Hao.

"Namaku Lie Hao Pangeran Kedua Kekaisaran Yan, juga merupakan adik laki-laki kalian. Salam kenal Kakak Lie Song dan Kakak Lie Mei." Ucap Pangeran Lie Hao menundukkan kepalanya.

"Iya, salam kenal juga, adik. Ibu kamu kenapa tidak pernah bilang jika aku memiliki adik laki-laki yang sangat tampan seperti nya." Ucap Lie Song mencubit pipi Lie Hao dengan gemas.

"Iya, ibu. Kakak Lie Song benar!" Lie Mei mengangguk menyetujui perkataan kakaknya.

"Tentu saja ibu melakukan nya untuk memberikan kalian berdua kejutan." Jawab Selir Feng tersenyum kecil.

"Baiklah, mari kita lanjutkan perbincangan ini setelah kita kembali ke kediaman. Sekarang biarkan adik kalian menyapa Baginda Kaisar terlebih dahulu." Ucap Selir Feng.

"Baik, Bu." Jawab Lie Mei dan Lie Song dengan serentak.

Setelah itu Selir Feng dan Lie Hao pergi memasuki Aula Utama. Permaisuri Ying juga tampak memasuki Aula Utama bersama ketiga anaknya untuk menyapa Sang Kaisar.

Sementara Lie Mei dan Lie Song kakaknya memutuskan untuk kembali ke kediaman mereka terlebih dahulu.

★Di Kediaman Keluarga Lie Mei★

Lie Mei dan Lie Song berjalan memasuki kediaman. "Adik, boleh aku berbicara sesuatu kepada mu?" Lie Song bertanya dengan ragu.

"Hm? Apa yang ingin kakak bicarakan?"

"Em... ini tentang Tuan muda Luo Shin. Aku sungguh minta maaf karena sudah merebut tunangan mu, aku tahu perbuatan ku ini tidak bisa dimaafkan. Tapi aku benar-benar tulus meminta maaf kepada mu, adik."

Lie Song menangis berlutut memohon di kaki Lie Mei. Lie Mei hanya menghela nafas kemudian membantu kakaknya berdiri.

"Kakak! Bangunlah! Aku sudah tidak mempermasalahkan hal ini, lagipula sekarang kakak sudah menjadi istri Tuan muda Luo Shin. Semua yang berlalu tidak mungkin bisa diperbaiki kembali."

"Dan juga sebenarnya aku tidak memiliki rasa kepada Tuan muda Luo Shin itu. Jadi aku tidak peduli jika kakak menjadi istri nya." Ucap Lie Mei tersenyum lembut.

"Apa benar begitu..?"

"Iya, itu benar. Jadi jangan menangis lagi, bukankah kamu sekarang sudah menjadi Nona Muda Keluarga Luo yang diimpikan semua wanita di Kekaisaran ini."

"Uhm... terima kasih adik..." Lie Song memeluk erat tubuh Lie Mei.

'Kakak Lie Song sudah dikendalikan oleh seseorang dan membuat nya menikahi Tuan muda Luo Shin agar membuat ku semakin sakit hati. Jadi ini semua bukan kesalahan nya.'

'Hmhp! Kau lihatlah bagaimana cara ku membalas semua ini! Aku tidak akan melepaskan mu karena sudah mempermainkan keluarga ku yang berharga.' Batin Lie Mei menyeringai menyeramkan.

Mereka berdua kemudian berpamitan dan kembali ke kamar mereka masing-masing.

★Di kamar Lie Mei★

"Xiao Ling, kamu tolong pergi siapkan air mandi ku!" Perintah Lie Mei kepada Xiao Ling yang ada di depan pintu kamar nya.

"Baik, Nona." Xiao Ling segera beranjak dari tempatnya untuk melakukan tugasnya.

Lie Mei memutuskan untuk meracik Pil Penawar Racun selagi menunggu air mandi nya disiapkan.

Ia duduk di lantai kemudian mengambil tungku obat Immortal Dragon dan semua bahan herbal yang di belinya dari Ruang Dimensi.

Lie Mei meletakkan tungku obat di depan nya kemudian memberikan api ke dalam tungku, lalu memasukkan semua bahan tanaman herbal ke dalam nya.

Setelah itu dia menyalurkan Qi nya membuat tungku obat melayang di hadapan nya. Ia kemudian membesarkan api dan menyelimuti seluruh tungku obat dengan api besar.

Setelah tanaman herbal Rumput Emas, Bunga Racun Darah, dan Rumput Ganggang Hijau berubah menjadi cairan obat.

Lie Mei menyatukan ketiga cairan obat tersebut, akan tetapi sepertinya ketiga bahan ini saling bertentangan satu sama lain, membuat mereka tidak dapat bersatu menjadi Pil obat.

"Hm, sepertinya aku harus menggunakan kemampuan jiwa ku untuk mengatasi hal ini."

Cahaya biru keluar dari tubuh Lie Mei mengarah ke arah tungku, dengan bantuan energi Qi dan cahaya biru yang merupakan kemampuan jiwa Lie Mei.

Akhirnya ketiga cairan tersebut menyatu menjadi sebuah Pil berwarna merah dengan corak garis awan kuning keemasan.

Lie Mei menurunkan tungku obat dan menarik kembali Qi dan Kekuatan jiwa nya. Kemudian ia membuka penutup tungku dan mengambil pil obat didalam nya.

"Luar biasa! Aku berhasil menyuling Pil Tingkat 3 kualitas Atas dengan kemurnian 100%! Terlebih lagi pil ini memiliki corak yang bahkan seorang Master Alkemis saja sulit membuat nya."

Lie Mei berbinar-binar menatap kagum pil obat yang dibuatnya, ia sangat tidak menyangka bahwa dirinya bisa membuat Pil dengan level tinggi seperti ini.

'Jika aku menjual pil ini mungkin banyak orang yang berebut ingin membeli nya. Keuntungan yang aku dapatkan pasti akan sangat banyak!' Pikir Lie Mei dengan mata yang dipenuhi Batu Spritual yang sangat banyak.

Lie Mei menggeleng-gelengkan kepalanya, "Lupakan itu! Sekarang mari kita makan Pil Penawar Racun ini, agar aku bisa berlatih kultivasi."

Lie Mei menelan Pil Penawar Racun, kemudian ia bermeditasi dan menutup kedua matanya. Aura merah kekuningan berkoar-koar menyelimuti tubuh Lie Mei.

Aura merah kekuningan itu menghisap gumpalan hitam yang ada di bagian perut Lie Mei, setelah beberapa waktu berlalu semua gumpalan hitam atau racun didalam tubuh Lie Mei hilang di hisap habis oleh aura tersebut.

------•••××{∆∆^\=^}×ו••------

Terima kasih sudah membaca.

Jangan lupa untuk memberikan like, komentar, dan vote jika kalian suka dengan novel ini.

Sampai jumpa di episode selanjutnya.

Terpopuler

Comments

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

laaah masa adik kakak nggak slimut knal sblumnya, aneh

2023-03-25

0

Ida Blado

Ida Blado

bagaimana bisa saudara satu ibu tpi gk thu punya adik laki2,bhkan kakaknya yg pertama jg demikian.cerita keluarga macam apa,,,

2021-11-18

0

Acedia

Acedia

cuman kata2 "kalo" itu kayak gk sesuai sama genrenya, kalo bisa sih d sesuaiin
cmn kasih sran#

2021-05-25

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 (S1): Aku Seorang Putri Kaisar
2 Chapter 2 (S1): Pernikahan?
3 Chapter 3 (S1): Kemampuan Lie Mei
4 Chapter 4 (S1): Anak Naga Merah
5 Chapter 5 (S1): Pergi ke Paviliun Obat
6 Chapter 6 (S1): Immortal Dragon
7 Chapter 7 (S1): Naga Emas
8 Chapter 8 (S1): Kepulangan Pangeran dan Putri
9 Chapter 9 (S1): Akademi TianJin
10 Chapter 10 (S1): 4 Hewan Penjaga Goa
11 Chapter 11 (S1): Hewan Suci di dalam Goa
12 Chapter 12 (S1): Lamaran?
13 Chapter 13 (S1): Perang antara Kekaisaran
14 chapter 14: membuat obat peningkat
15 chapter 15: mempelajari buku kematian
16 chapter 16: pelelangan
17 chapter 17: pelelangan obat peningkat
18 chapter 18: mendapatkan pedang
19 chapter 19: membeli rumah sakit
20 chapter 20: masuk sekolah beladiri
21 chapter 21: ujian murid dalam
22 chapter 22: kemenangan yang cepat
23 chapter 23: babak kedua dimulai
24 chapter 24: asrama
25 chapter 25: makanan yang sangat enak
26 chapter 26: ujian babak final
27 chapter 27: berburu
28 chapter 28: ular air
29 chapter 29: buku jurus beladiri
30 chapter 30: aura hitam
31 chapter 31: pertarungan
32 chapter 32: juara 1
33 chapter 33: pedang iblis
34 chapter 34: lantai 100
35 chapter 35: berubah
36 chapter 36: penghianat kerajaan
37 chapter 37: bayi iblis
38 chapter 38: hutan kekaisaran meng
39 chapter 39: kekaisaran meng
40 chapter 40: 3 jenderal besar
41 chapter 41: eksekusi kaisar Shing
42 chapter 42: lie Jiao dan lie Chen
43 chapter 43: kabar buruk
44 chapter 44: masa kedewasaan
45 chapter 45: berevolusi
46 chapter 46: pertengkaran
47 chapter 47: penerus
48 chapter 48: pangeran ke dua
49 chapter 49: kedatangan 4 kerajaan
50 chapter 50: kerja sama
51 chapter 51: wabah aneh
52 chapter 52: hadiah
53 chapter 53: busur panah tingkat dewa
54 chapter 54: pria di dunia dewa
55 chapter 55: sampai di kerajaan Liao
56 chapter 56: siluman ular
57 chapter 57: menyelamatkan kerajaan Liao
58 chapter 58: mata elang emas
59 chapter 59: kunci dan token
60 chapter 60: masalah kota badai angin
61 chapter 61: masalah
62 chapter 62: festival Yuan Jian
63 chapter 63: permainan Xiang qi
64 chapter 64: ruang dimensi hitam
65 chapter 65: kembang api
66 chapter 66: bermain Xiang qi
67 chapter 67: jam tangan
68 chapter 68: sampai di kekaisaran Ling
69 chapter 69: bermain Xiang qi dengan kaisar Ling
70 chapter 70: pohon Yuan Jian
71 chapter 71: jiwa pohon Yuan Jian
72 chapter 72: peri elf
73 chapter 73: pergi ke kota pembuangan
74 chapter 74: mayat jiwa abadi
75 chapter 75: pembagian pasukan prajurit
76 chapter 76: gelang pelet
77 chapter 77: 5 kerajaan besar
78 chapter 78: pohon energi spiritual
79 chapter 79: latihan baru prajurit
80 chapter 80: menghancurkan segel
81 chapter 81: kekuatan langit & ruang angkasa
82 chapter 82: ikrar sumpah setia
83 chapter 83: pembunuh red fox
84 chapter 84: Jackson dan Angelica
85 chapter 85: peperangan di mulai
86 chapter 86: peperangan
87 chapter 87: bayangan hitam & monster
88 chapter 88: putra mahkota
89 chapter 89: 3 monster manusia bayangan
90 chapter 90: kemenangan
91 chapter 91 (S2): tempat rahasia
92 chapter 92 (S2): kultivasi tertutup
93 chapter 93 (S2): kasus misteri
94 chapter 94 (S2): pagoda 13 lantai
95 chapter 95 (S2): monster manusia iblis
96 chapter 96 (S2): lantai 9 yang aneh
97 chapter 97 (S2): siluman iblis
98 chapter 98 (S2): ujian tahap kedua
99 chapter 99 (S2): kekuatan Elf Lie Mei
100 chapter 100 (S2): kembalinya Jack dan Angel
101 chapter 101 (S2): seruling giok putih
102 chapter 102 (S2): ujian Elf sejati
103 chapter 103 (S2): klon Elf Lie Mei
104 chapter 104 (S2): 3 ujian Elf sejati
105 chapter 105 (S2): pertanda buruk
106 chapter 106 (S2): 3 benda pusaka
107 chapter 107 (S2): Era Kehancuran
108 chapter 108 (S2): Era Kehancuran II
109 chapter 109 (S2): Era kehancuran III
110 chapter 110 (S2): Era Kehancuran IV
111 chapter 111 (S2): Berakhir
112 chapter 112 (S2): rahasia
113 chapter 113 (S2): Raja Elf dan Manusia
114 chapter 114 (S2): Batu besar
115 chapter 115 (S2): Anak kandung
116 chapter 116 (S2): Perubahan Biao Jin
117 chapter 117 (S2): Array segitiga
118 chapter 118 (S2): Kekuatan misterius
119 chapter 119 (S2): Monster Raksasa
120 chapter 120 (S2): Racun hitam
121 chapter 121 (S2): Mimpi aneh
122 chapter 122 (S2): Sulur tanaman raksasa
123 chapter 123 (S2): Tidak terduga
124 chapter 124 (S2): Kekuatan ajaib
125 chapter 125 (S2): Perpisahan
126 chapter 126 (S2): Sekte Zhan
127 chapter 127 (S2): Cerita Era Kehancuran
128 chapter 128 (S2): Ras Iblis Neraka
129 chapter 129 (S2): Pergi
130 chapter 130 (S2): Kekaisaran Yun
131 Chapter 131 (S2): Hong Zi si Naga Merah
132 Chapter 132 (S2): Pertarungan
133 Author Back (PENGUMUMAN)
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Chapter 1 (S1): Aku Seorang Putri Kaisar
2
Chapter 2 (S1): Pernikahan?
3
Chapter 3 (S1): Kemampuan Lie Mei
4
Chapter 4 (S1): Anak Naga Merah
5
Chapter 5 (S1): Pergi ke Paviliun Obat
6
Chapter 6 (S1): Immortal Dragon
7
Chapter 7 (S1): Naga Emas
8
Chapter 8 (S1): Kepulangan Pangeran dan Putri
9
Chapter 9 (S1): Akademi TianJin
10
Chapter 10 (S1): 4 Hewan Penjaga Goa
11
Chapter 11 (S1): Hewan Suci di dalam Goa
12
Chapter 12 (S1): Lamaran?
13
Chapter 13 (S1): Perang antara Kekaisaran
14
chapter 14: membuat obat peningkat
15
chapter 15: mempelajari buku kematian
16
chapter 16: pelelangan
17
chapter 17: pelelangan obat peningkat
18
chapter 18: mendapatkan pedang
19
chapter 19: membeli rumah sakit
20
chapter 20: masuk sekolah beladiri
21
chapter 21: ujian murid dalam
22
chapter 22: kemenangan yang cepat
23
chapter 23: babak kedua dimulai
24
chapter 24: asrama
25
chapter 25: makanan yang sangat enak
26
chapter 26: ujian babak final
27
chapter 27: berburu
28
chapter 28: ular air
29
chapter 29: buku jurus beladiri
30
chapter 30: aura hitam
31
chapter 31: pertarungan
32
chapter 32: juara 1
33
chapter 33: pedang iblis
34
chapter 34: lantai 100
35
chapter 35: berubah
36
chapter 36: penghianat kerajaan
37
chapter 37: bayi iblis
38
chapter 38: hutan kekaisaran meng
39
chapter 39: kekaisaran meng
40
chapter 40: 3 jenderal besar
41
chapter 41: eksekusi kaisar Shing
42
chapter 42: lie Jiao dan lie Chen
43
chapter 43: kabar buruk
44
chapter 44: masa kedewasaan
45
chapter 45: berevolusi
46
chapter 46: pertengkaran
47
chapter 47: penerus
48
chapter 48: pangeran ke dua
49
chapter 49: kedatangan 4 kerajaan
50
chapter 50: kerja sama
51
chapter 51: wabah aneh
52
chapter 52: hadiah
53
chapter 53: busur panah tingkat dewa
54
chapter 54: pria di dunia dewa
55
chapter 55: sampai di kerajaan Liao
56
chapter 56: siluman ular
57
chapter 57: menyelamatkan kerajaan Liao
58
chapter 58: mata elang emas
59
chapter 59: kunci dan token
60
chapter 60: masalah kota badai angin
61
chapter 61: masalah
62
chapter 62: festival Yuan Jian
63
chapter 63: permainan Xiang qi
64
chapter 64: ruang dimensi hitam
65
chapter 65: kembang api
66
chapter 66: bermain Xiang qi
67
chapter 67: jam tangan
68
chapter 68: sampai di kekaisaran Ling
69
chapter 69: bermain Xiang qi dengan kaisar Ling
70
chapter 70: pohon Yuan Jian
71
chapter 71: jiwa pohon Yuan Jian
72
chapter 72: peri elf
73
chapter 73: pergi ke kota pembuangan
74
chapter 74: mayat jiwa abadi
75
chapter 75: pembagian pasukan prajurit
76
chapter 76: gelang pelet
77
chapter 77: 5 kerajaan besar
78
chapter 78: pohon energi spiritual
79
chapter 79: latihan baru prajurit
80
chapter 80: menghancurkan segel
81
chapter 81: kekuatan langit & ruang angkasa
82
chapter 82: ikrar sumpah setia
83
chapter 83: pembunuh red fox
84
chapter 84: Jackson dan Angelica
85
chapter 85: peperangan di mulai
86
chapter 86: peperangan
87
chapter 87: bayangan hitam & monster
88
chapter 88: putra mahkota
89
chapter 89: 3 monster manusia bayangan
90
chapter 90: kemenangan
91
chapter 91 (S2): tempat rahasia
92
chapter 92 (S2): kultivasi tertutup
93
chapter 93 (S2): kasus misteri
94
chapter 94 (S2): pagoda 13 lantai
95
chapter 95 (S2): monster manusia iblis
96
chapter 96 (S2): lantai 9 yang aneh
97
chapter 97 (S2): siluman iblis
98
chapter 98 (S2): ujian tahap kedua
99
chapter 99 (S2): kekuatan Elf Lie Mei
100
chapter 100 (S2): kembalinya Jack dan Angel
101
chapter 101 (S2): seruling giok putih
102
chapter 102 (S2): ujian Elf sejati
103
chapter 103 (S2): klon Elf Lie Mei
104
chapter 104 (S2): 3 ujian Elf sejati
105
chapter 105 (S2): pertanda buruk
106
chapter 106 (S2): 3 benda pusaka
107
chapter 107 (S2): Era Kehancuran
108
chapter 108 (S2): Era Kehancuran II
109
chapter 109 (S2): Era kehancuran III
110
chapter 110 (S2): Era Kehancuran IV
111
chapter 111 (S2): Berakhir
112
chapter 112 (S2): rahasia
113
chapter 113 (S2): Raja Elf dan Manusia
114
chapter 114 (S2): Batu besar
115
chapter 115 (S2): Anak kandung
116
chapter 116 (S2): Perubahan Biao Jin
117
chapter 117 (S2): Array segitiga
118
chapter 118 (S2): Kekuatan misterius
119
chapter 119 (S2): Monster Raksasa
120
chapter 120 (S2): Racun hitam
121
chapter 121 (S2): Mimpi aneh
122
chapter 122 (S2): Sulur tanaman raksasa
123
chapter 123 (S2): Tidak terduga
124
chapter 124 (S2): Kekuatan ajaib
125
chapter 125 (S2): Perpisahan
126
chapter 126 (S2): Sekte Zhan
127
chapter 127 (S2): Cerita Era Kehancuran
128
chapter 128 (S2): Ras Iblis Neraka
129
chapter 129 (S2): Pergi
130
chapter 130 (S2): Kekaisaran Yun
131
Chapter 131 (S2): Hong Zi si Naga Merah
132
Chapter 132 (S2): Pertarungan
133
Author Back (PENGUMUMAN)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!