Lie Mei tidak mengerti mengapa pil obat yang dibuatnya tiba-tiba menghilang secara misterius. Sebenarnya kemana pergi nya pil obat itu?
Ia menghela nafas panjang dan berpikir jika pil obat yang dibuat nya menghilang karena ia gagal dalam ujian, karena kekuatan nya tidak diakui oleh empat arwah Naga Emas.
Namun mendadak ruangan tempat Lie Mei berada bergetar hebat seperti terjadi gempa. Di luar ruangan tanah juga berguncang sangat hebat, membuat Xiao Ling dan kakek yang menunggu di luar semakin panik jika terjadi sesuatu kepada Lie Mei.
Setelah beberapa waktu berlalu, guncangan hebat tersebut berhenti. Di dalam ruangan, Lie Mei merasakan Energi Spiritual yang luar biasa kuat muncul dari tungku obat Immortal Dragon.
Sesuatu terlihat keluar dari salah satu ukiran Naga Emas di tungku obat Immortal Dragon. Tampak seekor arwah Naga Emas terbentuk dari Energi Spiritual.
Guoarrr....!!
Naga Emas meraung keras membuat ruangan tempat Lie Mei berada menjadi hancur dan retak dimana-mana, Lie Mei juga berusaha menahan tekanan Energi Spiritual yang dikeluarkan oleh Naga Emas tersebut.
"Kau Manusia! Apa kau yang membuat pil obat ini?!" Naga Emas membuka suara dan bertanya kepada Lie Mei dengan penuh tekanan.
"Hmph! Benar aku yang membuat nya! Memang apa masalahnya jika aku membuat pil obat ini?" Ucap Lie Mei tanpa rasa takut menatap tajam Naga Emas dihadapan nya.
"Sungguh gadis kecil yang angkuh! Tidak di sangka bahwa kau bisa membuat pil obat setingkat ini, benar-benar tidak bisa dipercaya."
Naga Emas itu memperhatikan Lie Mei dari atas sampai bawah tampak tidak percaya bahwa seorang gadis kecil dihadapan dapat membuat pil obat yang luar biasa.
"Hei! Naga Emas! Apa kau yang membuat pil obat ku menghilang tadi?!" Tanya Lie Mei.
"Ya, itu benar. Aku sudah memakan pil obat mu." Jawab Naga Emas tanpa rasa bersalah.
"Apa kau bilang?! Beraninya kau memakan pil obat yang sudah aku buat dengan susah payah, begitu saja?!" Teriak Lie Mei sangat kesal kepada Naga Emas itu.
"Kenapa kau marah-marah? Lagipula itu sudah termasuk ujian, tidak mungkin aku bisa menilai kemampuan mu tanpa memakan pil obat yang sudah kau buat." Ucap Naga Emas tersebut.
"Haa.... Baiklah aku akan merelakan nya, karena itu termasuk dalam ujian." Lie Mei menghela nafas meredakan amarahnya.
"Jadi bagaimana hasilnya? Apa aku berhasil dalam ujian ini?" Tanya Lie Mei menanti hasil nya.
"Aku sudah mengakui kemampuan mu dalam meracik obat, tetapi saudara ku yang lain tidak mengakui mu, karena kau tidak memiliki tingkat kultivasi yang tinggi." Ucap Naga Emas.
"Begitu. Tentu saja tingkat kultivasi ku sangat rendah, karena selama ini aku belum pernah berkultivasi." Ucap Lie Mei sedikit kecewa.
"Ya, aku tahu. Itu semua karena racun yang berada di dalam tubuh mu. Tapi tenang saja karena aku sudah mengakui mu, maka tungku obat Immortal Dragon ini sudah menjadi milik mu sekarang." Ucap Naga Emas.
"Mulai sekarang kamu adalah pemilik ku, Master!" Naga Emas menunduk kan kepalanya memberi hormat kepada Lie Mei.
'Hm. Ini bagus, tampaknya aku memiliki kekuatan besar yang berpihak kepadaku. Aku pasti akan membuat 3 Naga Emas lainnya mengakui kekuatan ku.' Batin Lie Mei tersenyum senang.
"Naga Emas aku akan memanggil mu, Shang Yi mulai sekarang." Lie Mei memberikan nama kepada Naga Emas.
"Baik, terima kasih atas nama yang Master berikan." Jawab Shang Yi.
"Kamu bisa kembali sekarang!" Ucap Lie Mei, Shang Yi kemudian langsung kembali kedalam tungku obat Immortal Dragon.
Lie Mei berjalan kearah tungku obat Immortal Dragon ia kemudian mengambil dan menyimpan nya ke dalam Ruang Dimensi miliknya, setelah itu ia berjalan keluar dari ruangan.
★Di luar Ruang Pengujian★
"Sepertinya sudah terjadi sesuatu di dalam, apa yang sebenarnya terjadi barusan?" Kakek itu bertanya-tanya.
"Xiao Ling yakin, jika Nona pasti berhasil karena itu terjadi guncang seperti tadi." Ucap Xiao Ling sangat mempercayai Nona nya.
Pintu terbuka terlihat Lie Mei keluar dari luar ruangan, Xiao Ling langsung memeluk Nona nya. "Nona! saya tahu anda pasti baik-baik." Ucap Xiao Ling sangat senang.
"Iya, Xiao Ling." Jawab Lie Mei tersenyum lembut.
"Bagaimana Nona? Apa anda berhasil?" Tanya nya sangat menanti jawaban Lie Mei.
"Ehm! Aku berhasil!" Lie Mei mengangguk dengan cepat.
"Benarkah?! Selamat Nona!" Xiao Ling sangat bahagia mendengar Nona nya berhasil.
Sementara itu kakek itu hanya melongo tidak percaya dengan yang didengar nya. Bagaimana bisa seorang gadis kecil dihadapan bisa berhasil diakui oleh Arwah Naga Emas yang dikenal sangat sulit untuk ditaklukkan tersebut.
'Siapa sebenarnya gadis kecil ini?! Dari keluarga bangsawan mana ia berasal?' Batin kakek itu terus bertanya-tanya.
"Nak, apa kakek boleh tahu siapa nama mu?" Tanya Kakek itu tersenyum ramah.
"Lie Mei! Itu nama saya." Jawab Lie Mei tersenyum kecil.
'Lie Mei? Jangan-jangan Putri Kedua yang di rumorkan itu. Gadis kecil ini terlihat sangat pintar juga memiliki kekuatan yang luar biasa! Sangat berbeda dengan yang dirumorkan.'
'Rumor yang disebarkan itu memang tidak dapat dipercaya. Aku sebaiknya membuat relasi dengan Putri kedua, aku yakin suatu hari ia kan menjadi sosok yang berpengaruh di dunia ini.' Batin kakek itu tersenyum misterius.
Kemudian Lie Mei dan Xiao Ling diantar oleh kakek keluar dari Paviliun Obat FengLian.
★Di luar Paviliun Obat FengLian★
"Kakek! Kalau begitu kami pergi dulu!" Ucap Lie Mei.
"Baiklah, Tuan Putri. Jika Anda butuh sesuatu, kami Paviliun Obat FengLian dengan senang hati akan membantu anda! Datang lah kapanpun, kami pasti akan memberikan diskon untuk anda lain kali!" Ucap Kakek tersebut melambaikan tangan nya.
"Baiklah, aku akan datang lagi lain kali!" Ucap Lie Mei kemudian pergi dari Paviliun Obat FengLian bersama Xiao Ling.
"Tuan Kepala! Mengapa kamu sangat menghormati gadis kecil itu?" Tanya seorang pelayan pria.
"Hmph! Karena dia adalah Putri Kedua Lie Mei. Kamu ingatlah untuk bersikap baik dan layani dia saat datang berkunjung ke Paviliun Obat FengLian lagi." Ucap Kakek itu kepada pelayan nya.
"Baik, Tuan Kepala!" Jawab pelayan pria.
Sementara itu di tempat Lie Mei dan Xiao Ling, sekarang ini Lie Mei sedang menunggu kabar dari Tian Shi. Dari kejauhan terlihat Tian Shi berlari di atas atap bangunan menuju ke tempat Lie Mei.
"Bagaimana? Apa kau sudah melakukan tugas mu?" Bisik Lie Mei pelan di telinga Tian Shi.
"Saya sudah berhasil membunuh semua pembunuh bayaran tersebut. Saya juga mendapatkan informasi jika mereka diperintahkan pelayan wanita dari Istana Kekaisaran Yan, untuk membunuh Tuan Putri kedua." Jawab Tian Shi dengan berbisik di telinga Lie Mei.
'Aku sudah menduga nya. Ini pasti ulah dari pelaku yang menghasut Kakak Lie Song untuk membunuh ku sebelumnya. Tidak lama lagi aku pasti akan menemukan pelaku ini!'
'Mari kita lihat cara apalagi yang bisa kau gunakan untuk membunuh ku!' Batin Lie Mei tersenyum menyeringai.
"Tuan Tian Shi, kamu coba cari tahu siapa pelayan wanita itu? Aku akan menunggu kabar dari mu di kediaman ku nanti!" Perintah Lie Mei lagi.
"Baik, akan segera saya laksanakan!"
Tian Shi hanya bisa menuruti semua perintah Lie Mei, karena ia tidak ingin rahasia miliknya yang sudah ia jalankan bertahun-tahun lama nya harus terbongkar karena Lie Mei.
Kemudian Tian Shi langsung pergi lagi dari hadapan Lie Mei.
"Nona, apa kita pulang sekarang?" Tanya Xiao Ling.
"Tidak, masih ada satu hal yang aku butuhkan. Xiao Ling apa kamu tahu dimana aku bisa mendapatkan Buku Teknik beladiri?"
"Apa Nona ingin belajar kultivasi? Jika begitu anda bisa mendapatkan Buku Teknik beladiri di Gudang Harta Kekaisaran Yan." Jawab Xiao Ling.
"Tapi masalah nya hanya seorang anggota kekaisaran dan merupakan murid dari perguruan yang dapat mempelajari Teknik rahasia milik keluarga kekaisaran." Jelas Xiao Ling.
"Ternyata begitu ya? Lalu apa ada cara lain untuk mendapatkan Buku Teknik beladiri lainnya?"
"Kalau itu Nona harus masuk kedalam perguruan dan menjadi murid disana, agar diperbolehkan untuk memilih Buku Teknik beladiri yang ada Perguruan tersebut."
"Hm... seperti nya jalan satu-satunya adalah belajar kultivasi di dalam sekte beladiri ya." Gumam Lie Mei pelan.
'Aku akan memikirkan nya nanti.' Pikir Lie Mei.
Kemudian Lie Mei memutuskan untuk kembali ke kediaman nya karena ia sudah tidak memiliki hal yang harus dilakukan lagi.
★Di Gerbang masuk Istana Kekaisaran Yan★
Beberapa waktu sebelumnya. Terlihat banyak prajurit dan pelayan serta Kasim berkerumun di dalam Gerbang masuk Istana Kekaisaran Yan.
Mereka semua terlihat terkejut melihat dua penjaga gerbang terkapar di atas tanah dengan kondisi telinga mengeluarkan darah merah yang banyak.
"Hei, sebenarnya apa yang terjadi kepada kedua penjaga ini?" Tanya seorang prajurit.
"Benar-benar sangat mengerikan! Siapa orang yang membuat mereka seperti ini?" Ucap pelayan wanita mengerutkan alisnya.
"Iya, mereka berdua sekarang sudah tidak dapat mendengar dan cacat seumur hidup nya. Sungguh malang nasib mereka." Ucap pelayan wanita lainnya.
Terlihat beberapa petugas medis membawa tandu dan mengangkat kedua penjaga gerbang di atas tandu, lalu membawanya menuju Rumah Pengobatan Istana Kekaisaran Yan.
Seorang pria berpakaian serba hitam terlihat menyaksikan hal tersebut dari atas bangunan. Kemudian ia tiba-tiba menghilang ke suatu tempat untuk melaporkan hal yang dilihatnya.
★Di Istana Utama Kekaisaran Yan★
Tepatnya di Dalam Aula Utama yang adalah tempat sang Kaisar berada saat ini. Seorang Pria berpakaian serba hitam tadi terlihat muncul di depan tahta Sang Kaisar dengan sikap berlutut.
Kaisar yang terlihat masih sibuk dengan pekerjaan nya kemudian bertanya, "Apa yang sedang terjadi?" Tanya nya dengan dingin.
"Baginda, saya ingin melaporkan jika kedua penjaga bagian dalam Gerbang masuk Istana Kekaisaran Yan diserang oleh seseorang. Karena nya kedua penjaga tersebut menjadi tuli." Pria itu memberikan laporan nya.
"Zi Han! Apa kau tahu siapa yang melakukan?" Tanya Kaisar Lie Xian.
"Pelaku nya adalah Putri Kedua Lie Mei, Yang Mulia. Saya melihat nya dengan mata kepala saya sendiri!" Jawab pria bernama Zi Han tersebut dengan sangat yakin.
"Hmph! Pergilah!" Zi Han kemudian langsung menghilang dari hadapan Kaisar.
Kaisar Lie Xian terlihat menyeringai, "Kemampuan apalagi yang kamu sembunyikan, Lie Mei? Aku tahu kamu memang berbeda dari yang lain!" Ucap Kaisar Lie Xian semakin tertarik kepada Lie Mei.
------•••××{∆∆^\=^}×ו••------
Terima kasih sudah membaca.
Jangan lupa untuk memberikan like, komentar, dan vote jika kalian suka dengan novel ini.
Sampai jumpa di episode selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Ida Blado
setelah tahu faktanya baru mulai trrtarik,noh bpk perlu di santet
2021-11-18
2
sukaba
👍👍
2021-07-20
1
Lie Mei
ya ampun...saking terhanyut dlm cerita nya,ngak terasa udh memasuki chapter 8,seru👍👍👍
2020-07-03
12