Lie Mei membuka matanya, "Akhirnya racun dalam tubuh ku hilang juga." Lie Mei tersenyum senang.
"Besok aku akan berkultivasi dan meningkatkan kekuatan ku, setelah itu aku akan menjadi Master Spiritualis terkuat di Kekaisaran Yan." Ucap nya bertekad dengan semangat membara.
'Emm... Tapi untuk mencapai tingkat tersebut aku memerlukan banyak sumber daya untuk melatih kultivasi,'
'Sementara jumlah Batu Spritual ku sekarang ini tinggal tersisa 100 Batu Spritual, karena sebelumnya aku sudah menggunakan 90 juta Batu Spritual untuk membeli 3 bahan herbal kualitas langka.'
'Seperti nya aku harus mencari cara untuk mendapatkan Batu Spritual lebih banyak lagi. Tapi bagaimana caranya?' Pikir Lie Mei bertanya-tanya.
"Ah, benar. Bagaimana jika aku menjual Pil yang aku buat! Dengan kualitas Pil luar biasa yang aku buat pastinya ini akan terjual dengan harga yang tinggi."
"Baiklah, besok aku akan membuat Pil untuk di jual di Paviliun Obat FengLian." Ucap Lie Mei.
Tok tok tok
Xiao Ling mengetuk pintu kamar Nona nya, ia memberitahu jika air mandi Lie Mei sudah selesai disiapkan dan bisa digunakan sekarang.
Lie Mei memasukkan tungku obat Immortal Dragon ke dalam Ruang Dimensi miliknya. Kemudian ia beranjak keluar dari kamar nya dan pergi ke Ruang Mandi untuk membersikan diri.
★Di Depan Ruang Mandi★
Setengah jam kemudian Lie Mei keluar dari Ruang Mandi, ia terlihat sudah mengganti pakaian dengan hanfu putih polos dengan sedikit warna biru muda.
Dari arah depan tampak Lie Song bersama dayang pribadi nya menghampiri adiknya, ia sepertinya juga baru saja mandi karena dia sudah mengenakan pakaian baru.
"Adik Lie Mei! Apa kamu juga baru saja mandi?" Lie Song berkata lembut.
"Iya, tampak nya kakak juga. Ada apa kakak ke sini?" Jawab Lie Mei, lalu balik bertanya.
"Aku kesini untuk mengajak mu ikut ke Ruang makan bersama. Karena ibu dan adik laki-laki baru saja kembali dan mengajak kita untuk ikut makan bersama."
"Em, baiklah. Ayo kita pergi bersama, kakak." Lie Mei menerima ajakan kakak nya.
Kemudian mereka berdua pergi diikuti oleh dayang pribadi Lie Song dan Xiao Ling di belakang mereka.
★Di Ruang Makan★
Selir Feng dan Pangeran Lie Hao terlihat duduk berhadapan di meja makan sambil menunggu Lie Mei dan Lie Song datang.
Tidak lama kemudian Lie Mei dan Lie Song datang memasuki ruangan. Lie Song memilih duduk di samping Lie Hao sementara Lie Mei duduk di samping ibunya.
"Kalian berdua akhirnya datang juga. Mari kita berdoa sebelum makan." Ucap Selir Feng tersenyum lembut.
"Dewa yang maha besar, berkatilah makanan kami dan jauhkan dari hal yang buruk. Selamat Makan! " Selir Feng menyatukan kedua tangannya dan memimpin doa.
"Selamat Makanan!" Seru semua nya.
Mereka semua makan dengan perlahan dan tenang. Suasana di meja makan menjadi senyap karena mereka tidak berbicara sedikit pun saat mengunyah makanan mereka.
Hal ini mereka lakukan untuk menghormati dan menghargai makanan yang sudah susah payah di hidangkan oleh para koki Kediaman.
Beberapa menit kemudian mereka semua akhirnya selesai dengan makanan mereka. Para pelayan wanita memasuki ruangan untuk mengambil semua piring kosong, kemudian pergi membawa semua nya ke dapur.
"Ngomong-ngomong, Lie Hao bagaimana dengan sekolah mu? Apa selama di Akademi TianJin kamu ada mengalami kesulitan saat berkultivasi?" Tanya Selir Feng.
"Sebelumnya semua berjalan lancar, akan tetapi belakangan ini kultivasi ku terhambat dan menetap di ranah Prajurit Perang Tahap Menengah." Ucap Lie Hao murung.
"Ternyata begitu ya." Jawab Selir Feng.
"Jika begitu mengapa adik tidak memakan Pil XinJing? Bukankah pil itu dapat membantu seorang Cultivator yang mengalami kemacetan dalam kultivasi?" Tanya Lie Song.
"Pil XinJing memang dapat membantu ku. Tetapi Pil itu adalah Pil Tingkat 3 kualitas Terbaik, harga nya jelas sangat mahal. Pil XinJing dihargai 50 juta Batu Spritual untuk satu pil,"
"Dengan harga yang tinggi seperti itu aku tidak dapat membeli nya menggunakan uang saku ku yang tidak banyak. Dan lagi Pil XinJing hanya memiliki keberhasilan 10% saja." Ucap Lie Hao.
"Em. Itu benar juga. Orang yang memakan Pil XinJing dan berhasil akan dapat menerobos 1 ranah. Sedangkan jika tidak berhasil uang 50 juta Batu Spritual yang digunakan untuk membeli Pil XinJing itu akan berakhir sia-sia." Ucap Lie Song menyetujui perkataan Lie Hao adiknya.
"Kalau begitu biar aku yang membuat Pil XinJing itu." Ucap Lie Mei mengajukan diri.
"Kamu..?" Selir Feng ragu dengan kemampuan Lie Mei.
"Adik apa kamu seorang Alkimia?" Tanya Lie Song dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Em. Aku akhir-akhir ini sedang belajar mengenai Alkimia, jadi mungkin aku bisa membantu Adik Lie Hao membuat Pil XinJing." Ucap Lie Mei.
"Hemp! Pantas saja aku mencium aroma Pil obat dari kamar mu, apa kamu baru membuat Pil obat barusan?" Tanya Lie Song.
"Iya, aku baru saja membuat Pil obat." Jawab Lie Mei.
"Putriku kamu akhirnya menunjukkan bakat mu yang sebenarnya. Ibu pasti akan selalu mendukung mu." Ucap Selir Feng sangat bahagia.
"Benar, adik Lie Mei kamu pasti akan menjadi seorang Master Alkemis yang hebat." Sahut Lie Song.
"Kakak Lie Mei, kalau begitu aku mohon bantuannya untuk membuat Pil XinJing untuk ku." Lie Hao menundukkan kepalanya menghadap Lie Mei.
"Serahkan saja padaku!" Ucap Lie Mei dengan penuh percaya diri.
"Putri ku Lie Song! Bagaimana dengan mu selama tinggal di Kediaman Keluarga Luo? Apa semua nya baik-baik saja?" Tanya Selir Feng.
"Mereka semua yang dikediaman Luo memperlakukanku dengan baik. Ibu mertua juga sangat baik ia selalu membantu ku selama tinggal di sana." Ucap Lie Song tersenyum lembut.
"Syukurlah jika begitu..." Selir Feng merasa lega.
"Oh iya ibu. Aku ingin meminta izin kepada mu." Ucap Lie Song.
"Apa itu putriku? Katakan saja padaku." Ucap Selir Feng.
"Em... Sebenarnya Luo Shin suami ku akan kembali ke Akademi seminggu lagi karena liburan semester Akademi TianJin akan berakhir 1 minggu lagi,"
"Oleh karena itu aku ingin menyusul nya ke Akademi TianJin dan belajar disana. Apa ibu mengizinkan nya?" Tanya Lie Song.
"Tentu saja aku mengizinkan nya. Ibu akan sangat senang jika kamu bisa belajar kultivasi di Akademi TianJin." Ucap Selir Feng.
"Benarkah? Terima kasih ibu!" Lie Song sangat senang karena ia akan belajar di Akademi TianJin bersama Luo Shin suami nya.
'Hm... Akademi TianJin ya..? Apa aku juga perlu belajar di sana? Yang ku tahu jika menjadi murid akademi, sumber daya kultivasi akan diberikan gratis ke murid setiap bulan,' Pikir Lie Mei.
'Jumlah sumber daya juga disesuaikan oleh tingkat kultivasi dan peringkat murid di akademi. Jika aku menjadi murid Akademi TianJin aku tidak perlu lagi memikirkan cara untuk mendapatkan sumber daya kultivasi kedepannya.' Batin Lie Mei.
'Hmph! Baiklah, aku akan pergi ke Akademi TianJin juga.' Pikir Lie Mei.
"Ibu, apa aku juga boleh masuk ke Akademi TianJin?" Tanya Lie Mei penuh harap.
"Lie Mei kamu juga ingin masuk? Apa kamu benar-benar sudah yakin?" Tanya Selir Feng kembali.
"Iya, aku sangat yakin."
"Hm.. Baiklah kamu juga ibu izinkan. Kalian ingatlah untuk selalu bersama dan membantu satu sama lain selama di Akademi. Nanti ibu akan meminta izin tentang hal ini kepada Baginda Kaisar." Ucap Selir Feng.
"Baik, ibu." Jawab semua nya.
Mereka semua akhirnya pergi dari Ruang makan dan kembali ke kamar mereka masing-masing untuk tidur karena hari sudah larut malam.
Di halaman Kediaman Lie Mei terlihat berjalan menuju kamar nya seorang diri. Dari pohon yang ada di samping tempat nya berada tampak sosok bayangan yang bersembunyi di atas pohon.
Sosok itu melompat turun dari atas pohon ke tempat Lie Mei berada. Sosok yang turun itu adalah seorang pria dewasa yang memakai seragam atribut prajurit Kekaisaran Yan.
Pria itu tidak lain adalah Tian Shi seorang pengawal pribadi yang menjaga Lie Mei saat sebelumnya pergi ke Ibukota FengLian.
"Tuan Putri! Saya sudah menunggu anda dari tadi." Ucap Tian Shi.
"Bagaimana? Apa kamu sudah mencaritahu pelayan wanita yang menyewa para pembunuh bayaran itu, untuk membunuh ku?" Tanya Lie Mei dengan wajah dingin.
"Saya sudah berhasil mendapatkan informasi nya." Jawab Tian Shi.
"Siapa pelakunya?"
"Pelayan wanita itu adalah salah satu pelayan pribadi yang bekerja untuk Permaisuri Ying."
"Hmph! Aku sudah menduganya, ternyata memang dia orang yang bersembunyi di balik layar dan mencelakai ku berulang kali." Seringai menyeramkan terbentuk dibibir Lie Mei.
"Apa langkah anda selanjutnya, Tuan Putri? Apa perlu saya pergi membereskan nya?" Tanya Tian Shi dengan badan gemetar karena takut dengan seringai menyeramkan Lie Mei.
"Iya itu boleh saja, lagipula sepertinya kamu juga ingin membunuhnya, bukan?" Tanya Lie Mei tersenyum licik.
'Memang tidak ada yang bisa disembunyikan dari gadis kecil ini. Semua rahasia ku sudah di ketahui oleh nya. Aku tidak bisa mengelak lagi.' Pikir Tian Shi.
"Karena Tuan Putri sudah mengetahui nya dan kita memiliki musuh yang sama, mengapa kita tidak berkerja sama saja?" Tawar Tian Shi.
"Kerja sama? Heh, aku tidak yakin bisa mempercayai kata-kata seorang iblis seperti mu." Ucap Lie Mei.
"Tuan Putri tentang saja. Saya hanya diperintahkan oleh ayah saya untuk membunuh Permaisuri Ying. Jadi saya jamin tidak akan menyentuh keluarga anda yang lain." Ucapnya dengan penuh keyakinan.
"He.. Yang benar saja aku tidak mau di manfaatkan olehmu. Kamu kira aku tidak tahu jika kamu tidak bisa membunuh Permaisuri Ying! Dia memiliki kekuatan yang luar biasa kuat dan juga ia mempunyai dukungan kuat di belakang nya karena itu kamu tidak bisa membunuh nya dengan mudah,"
"Oleh sebab itu sekarang kamu mengajak ku yang memiliki kekuatan hebat ini untuk bekerja sama agar tujuan mu tercapai, benar begitu Tuan Tian Shi?" Lie Mei tersenyum dingin.
"Ya itu benar. Jika aku bisa membunuh nya aku pasti sudah melakukan nya dari dulu. Akan tetapi karena kekuatan mengerikan dan dukungan yang di miliki oleh Ying Sia itu aku tidak bisa membunuh nya." Ucap Tian Shi.
"Jika Tuan Putri menyetujui tawaran kerja sama ini. Saya akan meminta ayah saya untuk memberikan hadiah spesial kepada anda. Bagaimana apa anda akan menerima nya?" Tanya Tian Shi.
"Aku harap aku mendapatkan hadiah yang bagus nanti." Jawab Lie Mei pergi meninggalkan Tian Shi dan kembali menuju kamar nya.
'Hmph! Ying Sia kamu tunggulah pembalasan ku, aku tidak akan mengampuni mu karena sudah membunuh ibuku yang tidak bersalah!' Batin Tian Shi sangat marah.
Setelah itu Tian Shi menghilang dari kediaman keluarga Lie Mei.
------•••××{∆∆^\=^}×ו••------
Terima kasih sudah membaca.
Jangan lupa untuk memberikan like , komentar, dan vote jika kalian suka dengan novel ini.
Sampai jumpa di episode selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Nda Qrey
suka banget ceritanya
makasih Thor 🙏
2022-01-19
0
Oi Min
Oho.......disini ternyata siluman ular rubah betina nya permaisuri......selir adem2 bae.....
2021-12-16
0
kambing terbang
bunshin!!
sihir ketujunya kage bunshin no jutsuu
btw itu dua naga satu harimau gimana kabarnya
2020-12-11
3