★Di dalam kamar Lie Mei★
Brukk
Lie Mei melemparkan tubuhnya diatas kasur. Ia terlihat lelah padahal dari tadi ia tidak melakukan hal yang berat.
"Aku kesal dengan tubuh lemah ini, bisa-bisa nya hanya keluar sebentar saja sudah selelah ini." Gumam kesal Lie Mei.
"Huft... Seperti nya sekarang aku harus mulai melatih tubuh dan meningkatkan kekuatan serta kemampuanku."
'Oh iya, sebelumnya aku sudah menggunakan kemampuan spesial ku, apa ya tadi?' Batinnya bertanya- tanya.
Lie Mei mencoba hal yang sama seperti sebelumnya saat ia tiba-tiba bisa melihat sesuatu yang merasuki tubuh kakaknya.
Waktu itu ia hanya menarik nafas dalam kemudian mata nya mendadak bisa melihat aura hitam pekat didalam tubuh kakak nya.
Kemudian Lie Mei mempraktikkan hal yang sama seperti tadi. Ia menutup mata dan menarik nafas dalam, sesuatu energi besar didalam tubuh nya tiba-tiba menjalar ke matanya.
Lie Mei dapat merasakan energi luar biasa yang ada dimatanya. Ia membuka matanya, iris mata Lie Mei berubah warna menjadi kuning keemasan.
Saat itu juga ia melihat sesuatu yang menakjubkan karena Lie Mei dapat melihat seluruh Istana Kekaisaran Yan, sampai peta Kekaisaran Yan.
"Ini luar biasa! Dengan kemampuan ini aku bisa mengawasi musuhku dari jauh, bahkan aku bisa pergi kemana pun tanpa tersesat." Lie Mei sangat girang dengan kemampuan miliknya.
'Sepertinya bukan hanya ini saja kemampuan milikku, aku harus mencari tahu lebih dalam lagi tentang kemampuan ku yang lainnya.' Batin Lie Mei berbinar-binar.
Kemampuan melihat dari jauh itu Lie Mei berikan nama Mata Dewa. Lie Mei tahu kemampuan Mata Dewa nya masih di tahap awal dan masih ada 3 tahapan lebih tinggi lagi.
Sekarang yang dipikirkan Lie Mei hanya mencari tempat untuk menguji semua kemampuan nya, juga tempat untuk berlatih kultivasi.
Saat ini Lie Mei fokus untuk mencari tempat yang cocok untuk berkultivasi, dengan menggunakan kemampuan Mata Dewa nya Lie Mei menemukan satu tempat yang menurutnya cocok.
Tempat itu adalah Hutan Kekaisaran Yan, hutan tersebut berada di belakang Istana Kekaisaran Yan jaraknya juga tidak terlalu jauh.
Tidak habis pikir lagi Lie Mei langsung bersiap-siap mengganti pakaian nya dengan jubah bertudung hitam untuk menyamar dan diam-diam pergi ke hutan itu.
Lie Mei keluar dari kamar nya dan pergi dari kediamannya menuju ke Gerbang keluar Istana Kekaisaran Yan, dengan menggunakan peta yang ada di Mata Dewa nya.
Sesampainya di sana Lie Mei bersembunyi di balik semak-semak, ia dapat melihat banyak prajurit yang menjaga gerbang keluar Istana tersebut.
Terlebih lagi semua prajurit itu memiliki kultivasi yang tinggi jika dibandingkan dengan Lie Mei yang tidak memiliki kemampuan kultivasi apapun.
Tetapi Lie Mei malah terlihat senang karena sepertinya ia dapat menguji kemampuan spesial kedua nya yang baru.
Tanpa ragu Lie Mei keluar dari tempat persembunyian nya dan berjalan menghampiri gerbang keluar Istana yang dijaga ketat oleh banyak prajurit.
"Siapa disana!" Salah seorang prajurit barisan depan sepertinya menyadari kehadiran seorang penyusup.
"Tunjukan dirimu! Beraninya kau menyelinap masuk ke Istana Kekaisaran Yan!" Teriak seorang prajurit lainnya yang sepertinya adalah pemimpin pasukan.
"Heh! Jangan marah-marah begitu aku hanya ingin keluar dari sini. Jadi kalian jangan menghalangi jalan ku!" Lie Mei berjalan menunjukkan dirinya.
Tetapi tidak ada satupun yang mengenali nya karena Lie Mei sudah menyamar dan menutupi wajahnya mengunakan topeng dikedua matanya.
"Cih! Jangan harap bisa kabur dari sini. Kalian semua serang penyusup itu!" Seru pemimpin pasukan.
Haaaa
Semua prajurit langsung berlari menghampiri Lie Mei dengan senjata mereka masing-masing.
Lie Mei tidak bergeming dari tempatnya berdiri, ia hanya diam disana sembari menyeringai melihat semua prajurit itu.
"Karena kalian mengabaikan perkataan ku! Jangan menyesal karena sudah melawanku!"
Click
Lie Mei menjentikkan jari nya, suara gelombang ultrasonik tiba-tiba terdengar sangat keras ditelinga semua prajurit. Semua prajurit menutup telinga mereka dengan kesakitan dan membuang semua senjata yang ada ditangan mereka.
Satu detik kemudian semua prajurit langsung tidak sadarkan diri dan terjatuh ketanah bersamaan.
"Kemampuan ini sungguh hebat! Kuberi nama apa ya?" Ucap Lie Mei sangat senang.
Lie Mei kemudian memikirkan nama untuk kemampuan keduanya ia menamakan nya Gelombang Suara.
Setelah itu Lie Mei kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Hutan Kekaisaran Yan. Tidak lupa ia menjentikkan sekali lagi jarinya untuk membuat para prajurit sadar seperti semula.
Aww....
Seorang prajurit tampak sudah sadar dan merasa telinga dan kepalanya sangat sakit. Lalu semua prajurit satu persatu mulai sadar juga.
"Apa yang terjadi kenapa tiba-tiba kita bisa terkapar di tanah?" Seorang prajurit bertanya dengan bingung melihat semua prajurit ada di tanah.
"Aku tidak tahu, lanjutkan saja kerja kalian!" Perintah sang pemimpin kepada semua anak buahnya.
"Siap, Pak." Semua prajurit kembali melakukan tugasnya masing-masing seperti sebelumnya.
★Di Hutan Kekaisaran Yan★
Lie Mei terlihat sudah sampai di Hutan Kekaisaran Yan dengan nafas yang ngos-ngosan karena terus berlari selama setengah jam.
"Hosh... Hosh.... Melelahkan sekali..." Ucapnya terbata-bata.
Lie Mei menarik nafas panjang dan menghembuskan nya kembali untuk mengatur nafasnya.
Setelah tenang ia mulai berjalan perlahan mengelilingi pepohonan yang ada di hutan itu untuk mencari sumber energi spiritual yang besar agar ia bisa melakukan kultivasi.
"Oh! Seperti nya pohon ini memiliki energi spiritual yang lumayan. Kalau begitu aku akan mencoba berkultivasi disini."
Lie Mei duduk dan melipat kedua kakinya seperti sedang bermeditasi, ia mencoba mengingat kembali cara berkultivasi dari ingatan si pemilik tubuh.
Ia mempraktikkan hal yang sama dengan yang ada diingatan nya. Lie Mei menutup kedua matanya dan mencoba merasakan energi spiritual yang ada di dalam pohon.
Setelah itu menyalurkan energi spiritual itu masuk kedalam tubuh, akan tetapi ia gagal dan tidak bisa memasukkan nya seperti ada sesuatu di dalam tubuh yang menentangnya.
'Hm? Apa ini? Tampaknya ini adalah gumpalan racun yang berkumpul di dalam tubuh ku.' Batinnya mengernyitkan dahi setelah Lie Mei menggunakan kemampuan Mata Dewa nya.
Lie Mei dapat melihat dengan jelas gumpalan hitam besar dan juga pekat didalam tubuhnya, dan ia menebak jika itu adalah gumpalan racun yang diminum oleh pemilik tubuh secara rutin.
"Pantas saja aku tidak bisa berkultivasi, ternyata ini permasalahan nya. Sekarang bagaimana caranya aku menghilangkan gumpalan racun ini?" Tanya nya mencari tahu.
'Untuk sekarang aku tidak usah memikirkan nya dulu lebih baik aku fokus dengan melatih kekuatan ku terlebih dahulu.' Pikirnya kemudian ia berjalan ke tengah-tengah hutan.
Melalui informasi yang didapatkan oleh Lie Mei dengan ingatan si pemilik tubuh, ia mengetahui bahwa seorang Cultivator memiliki Elemen Spiritual nya masing-masing.
Dan setiap orang biasanya hanya memiliki 1 Elemen Spiritual, bahkan Cultivator jenius sekalipun hanya memiliki 3 Elemen Spiritual.
Lie Mei sangat tertarik dengan informasi tentang Elemen Spiritual itu, ia penasaran Elemen Spiritual apa yang dimiliki oleh nya.
Lie Mei pun langsung mulai melakukan cara untuk melihat Elemen Spiritual nya. Yaitu dengan membayangkan salah satu elemen kemudian menyalurkan nya ke tangan untuk mengeluarkan elemen tersebut.
Pertama-tama Lie Mei membayangkan Elemen Api kemudian menyalurkannya ke tangan kanannya, hasilnya ternyata muncul api kecil di telapak tangan nya.
Lie Mei sangat senang melihat nya, kemudian ia mencoba melakukan nya lagi dengan membayangkan Elemen Air dan benar saja muncul bola air ditangannya.
Lalu ia melakukan percobaan yang sama untuk ketiga kalinya dan ia bisa memunculkan kristal es ditangannya.
Lie Mei terus melakukan hal yang sama sampai 7 elemen diantara nya elemen Api, Air, Angin, Cahaya, Tanah, Es, dan Kegelapan.
Dan hasilnya Lie Mei berhasil memunculkan semua elemen itu. Ia tidak percaya dengan hasil nya.
"Apa aku seorang jenius yang melebihi Cultivator paling berbakat di Kekaisaran Yan ini." Ucap nya dengan gembira.
"Hmph! Jika seperti ini tampaknya aku tidak perlu khawatir lagi jika ada yang berani menindas dan menyerang ku."
"Mari kita lihat bagaimana dengan efek hancur dari semua elemen ini!"
Lie Mei membuat bola api besar ditangannya kemudian melemparkan bola api tersebut ke arah pohon di depannya.
Boom...!!
Ledakan besar terdengar sangat keras. Lie Mei sampai harus menutup kedua telinga nya, asap dan debu yang tebal juga menghalangi penglihatan Lie Mei.
"Uhuk...Uhuk... Bagaimana bisa serangan itu besar sekali? Padahal aku baru memakai 30% kekuatan ku?" Tanya Lie Mei bingung.
Lie Mei mengunakan sedikit kekuatan elemen angin untuk menghilangkan asap dan debu yang menghalangi penglihatan nya.
Ia langsung melongo melihat kerusakan yang di ciptakan oleh serangannya barusan. Dampak kerusakan itu sangat besar sampai semua pohon yang ada didepannya hancur tak tersisa.
'Gawat! Aku terlalu berlebihan menggunakan kekuatan ku. Sebaiknya mulai sekarang aku harus lebih berhati-hati jika ingin menggunakan kekuatan ku.' Batinnya mengingatkan diri nya.
Hanya dengan menguji satu elemen saja Lie Mei sudah tahu efek serangan dari elemen lainnya. Karena sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukannya Lie Mei berniat untuk kembali ke kediamannya.
Gruoahhh......!!!
Dari arah dalam hutan terdengar suara raungan hewan buas. Lie Mei yang tadi nya ingin beranjak pergi ke kediaman nya, sekarang malah penasaran dengan raungan tersebut.
Lie Mei tidak jadi pulang dan memutuskan untuk mencaritahu suara raungan hewan buas tersebut. Ia pun pergi ke tempat suara itu berasal.
★Di Bagian dalam Hutan★.
Setelah beberapa saat Lie Mei akhirnya sampai di tempat suara raungan tadi berasal. Lie Mei terkejut melihat seekor Naga Merah dengan ukuran besar sedang berbaring tidak berdaya di hadapannya.
Lie Mei bersembunyi di balik pohon karena tidak ingin diketahui oleh Naga Merah yang menurutnya sangat berbahaya itu.
Tapi usahanya gagal karena Naga Merah itu menyadari hawa keberadaan nya.
"Manusia keluarlah aku tahu kamu ada disana!" Naga Merah berucap dengan nada lemah.
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu bisa terluka seperti ini?" Tanya Lie Mei berjalan menghampiri Naga Merah.
"Manusia kamu tidak takut melihat ku?" Tanya balik Naga Merah itu.
"Untuk apa? Lagipula aku tahu kalau kamu sudah tidak bisa apa-apa dengan kondisi tubuhmu seperti itu." Jawab Lie Mei dingin.
"Hahaha... Ya kamu benar manusia! Aku sekarang hanya bisa menunggu kematian ku." Ucap Naga Merah itu lirih.
"Apa kamu ingin tahu kenapa aku bisa seperti ini?" Tanya Naga Merah.
"Um. Aku ingin tahu." Jawab Lie Mei penasaran.
Naga Merah menjelaskan secara singkat bahwa dirinya adalah Hewan Suci dari Dunia Dewa yang turun ke Dunia Manusia untuk mencari Api Sejati sebagai makanan untuk anaknya ketika lahir.
Akan tetapi Naga Merah tidak bisa menemukan Api Sejati itu dan akhirnya ia memberikan Inti Elemen Api miliknya kepada anak-anak nya.
Dan karena itu Naga Merah berakhir seperti saat ini. Tapi sebelumnya ia dapat merasakan energi dari Api Sejati yang tiba-tiba muncul, dengan energi terakhir nya ia berteriak untuk memanggil seseorang yang memiliki Api Sejati itu.
"Manusia boleh aku minta satu permintaan kepada mu?" Tanya nya.
"Iya."
"Tolong rawatlah anakku. Aku tidak ingin dia berakhir sama seperti diriku. Dan aku tahu jika kamu adalah orang yang tepat untuk menjaga anak-anakku." Pinta Naga Merah tersenyum lembut.
"Baiklah, aku akan merawat anak mu." Jawab Lie Mei sangat yakin dan serius.
"Terima kasih manusia." Naga Merah berkata dengan sangat terharu. Detik itu juga Naga Merah itu menghembuskan nafas terakhir nya.
'Semoga kamu tenang disana.' Ucapnya dalam hati.
Bangkai Naga Merah tiba-tiba menghilang perlahan-lahan, Lie Mei tidak tahu apa yang telah terjadi dan mengapa bangkai Naga Merah itu menghilang tiba-tiba.
Tetapi ia tidak terlalu mempedulikan nya dan kemudian pergi mencari anak sang Naga Merah.
------•••××{∆∆^\=^}×ו••------
Terima kasih sudah membaca.
Jangan lupa berikan like dan komentar membaca agar author bisa lebih semangat nulis nya.
Sampai jumpa di episode selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Cindyyy
keinget mata byakugan di Naruto ☝🏻🥲
2022-07-05
1
AYU DANI
knpa g d simpen aj mayat naganya d ruang dimensi
2021-06-24
1
no
bukanya mayat naga tuh banyak manfaatnya malah di bakar😂
2020-07-24
27