Bab 15

Pesta ulang tahun Arya akan dilangsungkan pukul 7 malam nanti. Keisha sudah dari pagi berada di tempat berlangsungnya pesta untuk mengecek menu yang akan ia hidangkan untuk para tamu.

Keisha memantau para pekerjanya, ia harus memastikan tidak ada kekurangan apapun. Jangan sampai nama baik cafe dan juga keluarganya tercoreng karena pekerjaannya yang kurang baik.

Waktu berputar semakin cepat, tidak terasa hari memasuki senja. Masih ada waktu satu jam lagi sebelum acara dimulai. Keisha memutuskan untuk berganti pakaian dan meminta pada orang kepercayaannya untuk mengawasi semuanya.

Keisha berjalan menuju meja resepsionis, ia meminta kunci salah satu kamar di hotel itu. Selain Felicia mengatur makanan di pesta itu, dirinya juga merupakan tamu undangan.

Setelah mengambil kunci di meja resepsionis, Keisha melangkah menuju lift. Tombol naik yang ada di depan lift Keisha tekan, tidak lama pintu lift terbuka. Keisha pun masuk ke dalamnya. Pintu lift kembali tertutup dan lift pun mulai bergerak naik.

Lampu di atas pintu lift menunjukan angka lima, Keisha bersiap untuk turun. Pintu lift mulai terbuka dengan sendirinya. Saat pintu lift terbuka lebar, Keisha melihat ada Miko berdiri di hadapannya.

Awalnya Keisha sangat terkejut melihat Miko, tetapi ia mencoba untuk menguatkan hatinya. Sejak kemarin dirinya sudah mempersiapkan diri jika bertemu dengan Miko ataupun Mayang di pesta itu.

Keduanya saling memandang sejenak, sebelum akhirnya Keisha memutuskan untuk lebih dulu memutus pandangan itu. Keisha melangkah keluar dari lift, ia berjalan ke kamarnya melewati Miko begitu saja.

Keisha ingin kembali melihat ke belakang, tetapi Keisha mencoba untuk menahannya. Keisha terus melangkah dengan menatap lurus ke depan. Dirinya tidak ingin melihat masa lalu yang sudah sangat menyakiti hatinya.

Setelah melewati lorong-lorong di lantai itu, Keisha sampai di kamar yang sudah ia pesan sebelumnya. Pintu Keisha buka dengan kunci yang ia bawa. Keisha masuk ke dalam kamar itu dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

Berselang setengah jam, Keisha keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimono. Bersamaan dengan itu terdengar suara ketukan pintu di depan kamarnya.

Keisha melangkah untuk membuka pintu. Sama-sama Keisha mendengar suara dari balik pintu.

"Room servis."

Keisha sudah bisa menebak siapa yang datang. Dengan segera Keisha membuka pintu dan melihat petugas room servis ada di hadapannya.

"Ini, Bu. Pakaian yang tadi Ibu suruh di seterika." Petugas room servis menyerahkan gaun milik Keisha.

"Oh ya, terimakasih banyak, Mba." Keisha menerima gaun yang diberikan oleh petugas room servis hotel itu.

"Saya permisi, Bu," pamit petugas room servis.

Keisha kembali menutup pintu kamarnya. Matanya berbinar saat melihat gaun yang dipilihnya. Dress berwarna hijau muda, model kemben, dengan panjang sampai lutut menjadi pilihan Keisha.

Tidak menunda lagi Keisha langsung memakai gaun itu. Keisha mematut dirinya di depan cermin, memerhatikan gaun yang dipakainya. Sangat pas di tubuhnya.

Gaun sudah melekat di tubuhnya, tinggal urusan make-up. Untuk acara formal, Keisha membutuhkan bantuan orang lain untuk menata penampilannya. Dirinya sudah meminta salah satu make-up artist untuk menata penampilannya.

Tok tok tok

Pintu kamarnya kembali diketuk. Mungkin itu make-up artist yang dipesan olehnya. Keisha membuka pintu kamarnya, benar saja make-up artist yang dipesannya sudah datang.

"Hai, ayo masuk," ajak Keisha.

Make-up artist yang merupakan temannya masuk bernama dirinya. Keisha langsung duduk di hadapan meja rias, tidak sabar untuk dirias.

"Kita mulai ya, Beb," ucapnya.

"Oke, Ram." Keisha menunjukan jarinya yang membentuk huruf o.

"Jangan panggil aku Ram ya. Panggil aku Ramona," suruhnya.

"Baiklah, Ramona," ucap Keisha.

Satu jam kemudian Keisha sudah siap. Keisha beranjak dari meja rias dan kembali berdiri di hadapan cermin standing, memerhatikan penampilannya. Rambutnya ditata dengan begitu indah, dan make-upnya pun sesuai keinginannya, sederhana, tetapi tidak menghilangkan kesan elegannya.

Keisha berputar ke kanan ke kiri, ia merasa penampilannya sudah sempurna dan memang harus sempurna agar seseorang nanti tidak memandang remeh dirinya.

"Terima kasih, ini sempurna," seru Keisha.

"Aku suka jika kamu juga suka," ucap Ramona.

"Kamu tahu seleraku, sederhana," puji Keisha.

"Itu memang ciri khas-mu, penuh dengan kesederhanaan," ucap Ramona.

"Aku akan membayarmu lebih untuk kerjamu yang bagus ini," ucap Keisha.

"No, kali ini free," tolak Ramona. "Tapi —"

"Tapi apa?" tanya sela Keisha.

"Aku tahu apa yang tejadi pada rumah tanggamu, itu bukan rahasia lagi. Tapi aku merasa di tempat ini kamu akan mendapatkan jodoh. Jadi jika nanti kamu menikah dengan jodohmu itu, pakai jasaku lagi ya dan baru kamu bisa bayar lebih untuk itu," ucap Ramona.

"Dan jika kata-kata aku benar, semoga jodohmu itu sejuta lebih baik dari mantan suami kamu yang jahat itu," ucap Ramona.

"Thanks you," ucap Keisha.

Mendengar doa dari temannya, Keisha merasa terharu. Air matanya bahkan sudah sampai di ujung matanya. Keisha langsung mengusap air mata yang ada di ujung matanya dengan tangannya.

"Duh, Beb jangan menangis. Kamu bisa merusak hasil karyaku," ucap Ramona untuk mencairkan suasana hati Keisha.

"Maaf," ucap Keisha.

"Aku harus segera ke tempat pesta sekarang, ini sudah telat," pamit Keisha.

"Yuk kita turun bareng. Aku juga mau langsung pulang," ajak Ramona.

Keisha keluar dari kamarnya bersama dengan Ramona. Mereka sama menuju lantai dasar. Ketika mereka sudah ada di lantai dasar, keduanya berpisah.

"Selamat bersenang-senang," ucap Ramona.

"Terimakasih banyak karena kamu mau membantuku," ucap Keisha.

"Jangan sungkan," balas Ramona.

Keduanya berpisah setelah mereka mencium pipi kanan dan kiri satu sama lain. Keisha tetap berdiri di tempatnya, menatap Ramona yang sedang berjalan ke pintu keluar, sampai bayangan Ramona lenyap dari pandangannya.

Setelah itu Keisha berbalik, ia menatap pintu ruangan pesta. "Papah sama Mamah pasti sudah datang, begitu juga dengan yang lainnya."

Sebelum melangkah Keisha lebih dulu menarik napasnya dalam-dalam, ia sedang mempersiapkan dirinya jika nanti bertemu kembali dengan Miko ataupun Mayang.

"Keisha!"

Keisha menahan langkahnya saat ia mendengar seseorang memanggilnya. Keisha langsung menoleh ke asal suara dan mendapati Arya sedang berjalan ke arahnya.

"Hai." Arya menyapa Keisha setelah dirinya berdiri beberapa langkah di hadapan Keisha.

Keisha hanya merespon salam dari Arya dengan senyumnya.

"Kamu masuk ke pesta?" tanya Arya.

"Iya," jawab Keisha.

"Mau masuk bersama?" tawar Arya.

"Boleh." Keisha menganggukkan kepalanya.

Keisha tidak menolak ajakan Arya, dirinya juga butuh teman untuk menemaninya masuk ke dalam tempat pesta.

Keduanya melangkah bersama menuju tempat pesta. Mereka sama-sama membisu sepanjang perjalanan. Sampai mereka dikejutkan oleh sesuatu ketika memasuki pintu masuk ballroom.

Kedatangan mereka disambut oleh hujan bunga mawar merah dan balon berwarna-warni, juga tepukan tangan dari para tamu undangan yang datang ke pesta itu.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

meraka berdua kena sambut pulak

2025-03-17

0

Verena Indri

Verena Indri

arya level nya kei eemmm kalo miko nyempung aja kali ancol

2023-07-05

1

Maura

Maura

visual dong thor

2023-03-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Perdebatan Di Pagi Hari
58 Kewaspadaan Keisha
59 Perjuangan Keisha
60 Perjuangan Keisha 2
61 Sebuah Kejutan
62 Kepercayaan
63 Malam Yang Dingin
64 Sebuah Harapan
65 Kesabaran Keisha
66 Hal Yang Tidak Terduga
67 Kejutan Besar
68 Kejutan Besar 2
69 Keisha Vs Selly
70 Keyakinan Keisha
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Chapter 94
95 Bab 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125 (End)
126 Bonus Chapter
127 Bonus Chapter
128 Promosi
129 PBU Season 2 Chapter 1
130 Chapter 2
131 Chapter 3
132 Chapter 4
133 Chapter 5
134 Chapter 6
135 Chapter 7
136 Chapter 8
137 Pengumuman
138 Pengumuman
139 Promosi Karya
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Perdebatan Di Pagi Hari
58
Kewaspadaan Keisha
59
Perjuangan Keisha
60
Perjuangan Keisha 2
61
Sebuah Kejutan
62
Kepercayaan
63
Malam Yang Dingin
64
Sebuah Harapan
65
Kesabaran Keisha
66
Hal Yang Tidak Terduga
67
Kejutan Besar
68
Kejutan Besar 2
69
Keisha Vs Selly
70
Keyakinan Keisha
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Chapter 94
95
Bab 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125 (End)
126
Bonus Chapter
127
Bonus Chapter
128
Promosi
129
PBU Season 2 Chapter 1
130
Chapter 2
131
Chapter 3
132
Chapter 4
133
Chapter 5
134
Chapter 6
135
Chapter 7
136
Chapter 8
137
Pengumuman
138
Pengumuman
139
Promosi Karya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!