***Mansion Keluarga Fardhan***
Seluruh penghuni mansion sangat terkejut akan apa yang mereka saksikan? Seorang Nitami Adreena Saila yang mereka kenal selalu diam, mengalah, terlihat lemah bahkan tidak pernah sekalipun melawan anggota keluarga Fardhan yang menyakitinya. Kini terlihat sangat kuat dengan ilmu bela dirinya yang mahir selayaknya seorang yang sudah terbiasa dan profesional, saat melakukan adegan kekerasan tersebut.
Semua diam dengan pikiran mereka masing-masing, melihat dengan mudahnya Nitami melumpuhkan 5 bodyguard sekaligus hanya seorang diri, tanpa terluka atau tergores sedikitpun. Nitami dengan brutal menghajar 5 bodyguard yang memiliki tubuh lebih besar darinya dengan mudah dan cepat.
Semua anggota keluarga Fardhan diam tanpa berbuat dan bicara apapun? keterkejutan mereka masih terlihat. Tetapi tidak dengan nyonya Sandra yang hanya diam dengan mimik wajah datarnya.
Jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, nyonya Sandra senang melihat tindakan tegas Nitami. Inilah yang dia inginkan dan harapkan dari seorang Nitami Adreena Saila, putri satu-satunya yang di miliki oleh dua sahabat setianya yang sudah meninggal dunia.
Dua sahabatnya di masa lalu, dua sahabat yang sangat dia kenal baik. Nyonya Sandra tahu siapa sebenarnya jati diri dari kedua orang tua Nitami yang sangat dia percayai? Dua sahabat yang menutupi siapa jati diri mereka? dua sahabat yang tidak akan pernah berkhianat dan pergi meninggalkan nyonya Sandra apapun yang terjadi? hanya kematian dari kedua sahabatnya yang bisa memisahkan mereka bertiga.
Nyonya Sandra senang akhirnya Nitami menjadi apa yang nyonya Sandra harapkan? menjadi wanita kuat sebagai pendamping untuk putra semata wayangnya. Itulah alasan lain dari nyonya Sandra memilih Nitami sebagai istri pertama dari putranya Davin.
Besar harapan nyonya Sandra kepada Nitami, agar dapat membantunya memecahkan dan menghilangkan kutukan dari keluarga Fardhan. Yang dulu dia dan kedua orang tua Nitami selidiki dan ingin mengungkapkan sesuatu yang tersembunyi, karena ada sebuah rahasia di balik kutukan keluarga Fardhan. Inilah waktunya.
Aura gelap dan tatapan tajam membunuh yang ada pada wajah tampan Davin, kini terlihat mengerikan bagi yang melihatnya. Nitami tidak peduli akan apa yang kini di pikirkan dan ingin di lakukan oleh Davin? Yang ia inginkan hanyalah menghukum dan membalas tindakan Diana terhadap Angel.
Putri kecil yang ia lindungi dan jaga saat ini. Gadis kecil yang terlihat menderita akan tindak kekerasan yang di lakukan oleh salah satu bodyguard atas perintah Diana. Nitami hanya miliki kemarahan di dalam hatinya untuk Diana, hanya ada rasa ingin menghukum dan membalas Diana yang sudah bertindak kejam.
Saat Nitami ingin melangkah maju, Davin lebih dulu melangkahkan kakinya lebar mendekati Diana, yang ada di balik punggung sang papa. Dengan aura gelap dan wajah yang marah Davin terus melangkah, tuan Markus sangat tahu aura wajah yang Davin perlihatkan saat ini.
"apa yang ingin kau lakukan Davin?" tanya tuan Markus saat Davin sudah mulai mendekat.
"jangan halangi jalanku papa. Anak ini harus di beri pelajaran." balas Davin dengan tekanan pada kata-katanya yang melihat tajam Diana.
Diana meremas kain baju belakang papanya, Diana kini mulai gemetar akan rasa takut melihat aura gelap sang kakak.
"pa…tolong aku…" ucap pelan Diana dengan kata yang bergetar.
Davin mendengar ucapan Diana, diapun melihat sang adik dengan tajamnya.
"apa yang sudah kau lakukan pada Angel?" tanya tegas dan keras Davin ke arah Diana.
Diana sontak terkejut hingga tubuhnya gemetar, tuan Markus tidak hentinya menghalangi dada bidang Davin yang ada di depannya, agar tidak mendekati Diana.
"katakan…!" bentak Davin keras.
"Davin…jaga nada bicaramu…!! perintah tuan Markus tidak suka Davin membentak Diana di hadapannya.
"papa terlalu memanjakannya, sehingga dia bersikap semaunya." ucap Davin melihat tajam sang papa.
"kini kau sudah berani menilai papa." balas tuan Markus dengan tatapan yang tidak kalah tajam, tetapi dia tujukan kepada Nitami yang ada tidak jauh di belakang Davin.
"apa papa tidak bisa melihat dengan jelas apa yang sudah di lakukan oleh Diana pada Angel? anak kecil yang berusia 4 tahun." jawab Davin tidak ingin mengalah pada papanya.
Davin menginginkan, tuan Markus yang dia kenal keras kepala tahu mana yang benar dan salah. Davin ingin merubah sikap angkuh dan tegas tuan Markus yang tidak pada tempatnya.
"kau seharusnya tidak mempercayai apa yang kau lihat tanpa membuktikannya sendiri."
"kenapa tidak papa saja yang membuktikannya. Tanya pada putri papa ini, apa yang sudah dia lakukan pada Angel? apa yang sudah Angel pernah lakukan sehingga dia bertindak kejam pada seorang anak kecil." tantang Davin dengan aura yang masih marah melihat ke arah Diana.
Diana bahkan harus menundukkan pandangannya karena takut melihat aura gelap dari wajah Davin. Sesekali Diana hanya berani mencuri pandang karena saat ini dia benar-benar takut.
Tuan Markus yang merasa di tantang oleh Davin, terpaksa untuk bertanya demi menjaga kehormatannya sebagai orang tua dari Davin dan Diana.
"Diana katakan, apa yang sudah kau lakukan pada anak itu?" tanya tuan Markus pada Diana yang ada di belakangnya.
Semua mata memandang ke arah Diana yang terlihat masih ketakutan.
"jawab Diana…!" perintah dan bentakkan Davin sudah tidak bisa sabar lagi menghadapi sikap adiknya yang terus berulah.
Tubuh Diana semakin gemetar karena bentakkan dari Davin.
"katakan Diana !!" perintah tuan Markus cukup dengan nada datarnya.
"a…anak itu sudah memecahkan guci besar yang ada di ruang tengah pa…dan aku hanya menghukumnya sedikit agar anak itu jera." ucap gugup Diana tanpa berani melihat sang kakak yang masih nampak jelas kemarahan di wajahnya.
"kau dengar…anak itu telah berbuat kesalahan. Jadi sudah sepantasnya dia di hukum." bela tuan Markus masih tidak ingin menyalahkan sang putri.
Davin, Nitami dan juga nyonya Sandra sungguh terkejut tidak percaya dengan pembelaan yang di lakukan oleh tuan Markus untuk Diana. Tuan Markus sedikit tidaknya telah mendukung dan setuju akan tindakan yang di lakukan oleh putrinya itu.
Diana yang merasa mendapatkan pembelaaan dari sang papa, dengan beraninya mengangkat kepala dan memasang wajah tidak bersalah sama sekali, melihat ke arah sang kakak, dan memandang remeh ke arah Nitami.
"papa…masih membelanya. Angel hanya memecahkan guci dan mendapatkan hukuman yang tidak sepadan. Apa papa tidak bisa melihat dengan jelas?"
"sudahlah Davin…mengapa kau terlalu membesar-besarkan masalah ini." jawab tuan Markus dengan santainya.
"apa papa bilang…? aku membesar-besarkan masalah?" ungkapnya dengan sedikit tekanan pada kata-katanya.
"pa…!" ucap Davin terputus akan tindakan cepat dari nyonya Sandra.
Nyonya Sandra dengan cepat menarik lengan Diana yang ada di sampingnya.
'plak plak' suara dua tamparan yang di lakukan oleh nyonya Sandra pada kedua pipi putih Diana.
Semua orang terkejut melihat tindakan tidak terduga dari nyonya besar keluarga Fardhan. Nyonya yang selalu tampil anggun, dengan aura yang selalu terlihat tenang. Kini menampar keras sang putri yang ia sayangi. Ada apa dengan nyonya Sandra?
Nyonya Sandra menatap marah kepada putrinya tersebut. Nyonya Sandra sudah tidak dapat menahan diri lagi akan tindakan dari putri dan suaminya. Selama ini dirinya diam bukan berarti tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Diamnya dengan sikap yang selalu tenang dan patuh bukan berarti nyonya Sandra takut kepada suaminya tersebut.
"mama…!" ucap pelan Diana dengan memegangi pipinya yang terasa panas akan tamparan dari sang mama yang selalu menyayanginya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
'plak' bukannya menjawab nyonya Sandra malah menampar Diana kembali.
"ma…apa yang kau lakukan?" tanya tuan Markus tidak percaya melihat tindakan yang di lakukan oleh istrinya itu.
"apa yang mama lakukan?" tanya balik nyonya Sandra melihat tajam sang suami. Sudah tidak bisa lagi nyonya Sandra menahan dirinya.
"mama sedang memberikan pelajaran berharga untuk putri tercintaku ini." balas nyonya Sandra dengan menekan setiap kata-katanya melihat ke arah Diana, yang menatap mamanya tidak percaya dan sedikit kesal karena telah di tampar.
"mama ikut-ikutan membela mereka." ucap tuan Markus ingin tahu apa yang sedang di pikirkan oleh sang istri.
"mama tidak membela siapapun di sini? Angel memang bersalah karena memecahkan sebuah guci. Tetapi tidak seharusnya Diana menghukum anak sekecil Angel dengan hukuman yang mengerikan seperti itu." tunjuk nyonya Sandra ke arah Angel.
Mata nyonya Sandra terlihat memerah akan amarahnya dan berkaca-kaca karena menahan air mata. Hatinya sungguh sakit saat menampar pipi Diana, tetapi hatinya juga sakit saat melihat tubuh kecil Angel penuh akan luka dan bercak darah akan ulah Diana. Rasa kecewa nyonya Sandra pada sikap putrinya.
"ingat pa…mama juga seorang ibu. Ibu yang tidak bisa melihat anaknya terluka atau di lukai. Aku seorang ibu yang tidak ingin anaknya salah jalan, aku seorang ibu yang tidak pernah mengajari putra putri ku berbuat kejam dan tidak mempunyai hati nurani." ungkap nyonya Sandra dengan suara yang gemetar. Air mata yang ia tahan luluh membasahi pipinya.
Hatinya sungguh sakit akan hal ini. Tuan Markus hanya diam melihat air mata sang istri. Tidak seperti biasanya nyonya Sandra akan bersikap seperti ini. Tuan Markus tidak bisa melihat air mata dari wanita yang ia sangat sayangi, cintai dan hargai seumur hidupnya.
"aku sudah gagal menjadi seorang ibu untuk putra dan putriku. Aku gagal menjadikan mereka manusia yang baik. Aku gagal…!" ucap nyonya Sandra tertunduk menangis pilu karena rasa sesak di dalam hatinya.
Tuan Markus yang sangat mencintai istrinya dan tidak bisa melihatnya menangis. Dia pun ikut merasa bersalah akan apa yang nyonya Sandra rasakan saat ini. Tuan Markus dengan cepat memeluk tubuh bergetar istrinya. Tangis nyonya Sandra pun pecah di dalam pelukan sang suami yang sangat dia hormati dan cintai.
Davin, Diana, Fransisca, Nitami dan yang lainnya hanya bisa diam melihat suami istri yang saling memeluk. Khususnya Diana hanya bisa diam dan tidak menyangka membuat sang mama akan sangat terluka atas perbuatannya. Diana hanya bisa diam dengan wajah datar memandang kedua orang tuanya yang saling memeluk dan masuk kedalam meninggalkan mereka semua.
Nitami memandang ke arah Diana dengan datar dan dingin. Walaupun nyonya Sandra telah bersikap tegas dengan memberikan tiga tamparan pada Diana. Itu tidak membuat Nitami puas akan hukuman dan balasan yang di terima oleh Diana. Hatinya tidak bisa dengan mudah memaafkan sikap Diana pada Angel.
Nitami meraih Angel dari gendongan bodyguard yang melindunginya tadi. Nitami bergegas membawa Angel pulang untuk cepat mengobati luka Angel. Dengan beberapa pandangan berbeda dari semua yang melihatnya. Tatapan hampa dari Davin, tatapan tajam dari Fransisca, dan tatapan datar dari Diana.
Tidak ada yang tahu apa yang mereka pikirkan saat ini? hanya mereka yang tahu.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Erlinda
nampak kan ga ada yg bisa dilakukan Davin pada si setan Diana. padahal kedua orang tua angel mati karena kakak nya dasar Davin banci kaleng ,penakut benar benar keluarga menjijik kan .
2022-09-16
1
Elisabeth Ratna Susanti
up up up
2022-04-25
1
Wani Ikhwani
Angel nya diobatin dulu, kasian Angel
2022-01-16
1