.
.
Aku akan membelinya!” teriak seorang siswi dari luar kelas mereka
Dia adalah seorang siswi yang gemuk, meski tidak segemuk Angel dulu, tapi sepertinya dia tidak terlalu percaya diri dengan tubuhnya.
“Berapa kali yang harus ku gunakan untuk melihat hasilnya?” tanya siswi itu, sepertinya kelas IPS.
Fano tersenyum, dia bisa membuat Fano menyelesaikan misi pentingnya.
“Kau bisa menggunakan empat kali, tapi tidak boleh dalam waktu dekat, saat pagi, sore, keesokan paginya lagi, lalu sorenya lagi.. harus ada jeda” kata Fano
“Aku akan membeli empat kalau begitu, akan ku transfer uangnya ke nomor rekeningmu”
Fano tersenyum lebar, misi bisa selesai, bisnis pun akan lancar.
“Ini nomor rekeningku, semuanya delapan juta ya – ada aroma lavender, mawar dan jeruk”
“Angel memakai yang mana?” tanya siswi itu
“Aku memakai yang mawar” jawab Angel
“Aku beli yang mawar empat”
Fano mengeluarkan empat kotak bathbomb mawar dan memberikannya pada siswi yang gemuk tapi banyak uang itu.
“Terima kasih Fano!”
(135/200)
Presentase kebaikan naik! Jika begini akan mudah untuk naik ke level berikutnya.
“Aku juga akan membelinya... aku beli dua!” kata Vero, tentu saja dia tidak mau kalah dari Angel, dia juga mau jadi cantik mengalahkan Angel.
“Aroma?”
“Lavender”
Setelah itu beberapa siswi juga membelinya, bahkan ada siswa yang membeli juga, dia bilang untuk pacarnya, ada juga yang untuk ibunya. Padahal jika mereka bilang untuk diri mereka sendiri juga bisa lho.
Penjualan bathbomb hari ini Fano sudah mendapatkan uang 26 juta, karena membeli satu bathbomb harganya satu juta, maka untung yang Fano miliki adalah 13 juta. Dan ini baru awal, sepertinya berbisnis oke juga.
“Aku senang Fano bisa menjual banyak” kata Angel
Fano menoleh dan tersenyum “Aku juga senang... oh iya, kau bilang mau membantuku kan? aku harus mempromosikan produkku, mungkin aku juga harus menjual secara online”
“Aku akan siap membantu Fano”
“Terima kasih Angel”
Misi penting yang satunya juga sebagian telah terselesaikan, karena Angel telah membalas Vero secara tidak langsung. Lihat saja sekarang Vero merasa kalah dan kesal, begitupun siswi lain yang sering membullynya. Para siswa juga kini berbalik memuja-muja Angel.
[Misi penting untuk membalas para pembully Angel telah terselesaikan! Masih tersisa Fano, Yoshi dan Dave]
Benar juga, masih tersisa para preman kelas IPS itu, tapi karena Fano sudah menantang mereka untuk pertandingan game saat hari minggu nanti, maka itu bisa dipikir nanti.
Tapi bagaimana cara agar mereka bisa menang dalam pertandingan game tersebut? Mereka tidak bisa hanya mengandalkan Dave seorang, itu artinya yang lain juga harus bisa bermain game.
Fano mengirim pesan pada Andy, tentu saja dia memiliki nomor Andy, biar mudah disuruh-suruh.
‘Kau bisa bermain game?’ Fano
Tidak lama kemudian Andy membalas, tidak aneh sih, dia sedang di skors...jadi pasti dia sedang menganggur di rumahnya.
‘Tentu saja bisa’ Andy.
‘Kau harus ikut dalam pertandingan bermain game bersamaku dan yang lain di hari minggu, tidak ada penolakan’ Fano.
‘Itu kan pertandingan resmi’ Andy
‘Oh kau tau rupanya, jangan lupa datang, kau tau apa yang terjadi jika tidak datang kan?’ Fano
‘Baiklah’ Andy.
Fano menyeringai senang melihat balasan Andy, dia benar-benar sudah jinak rupanya.
Sebenarnya, saat naik ke level tiga, ada beberapa hal baru yang dapat dibeli di toko, skill juga ada yang baru. Ada skill pemain, skill senjata, skill kharisma, dan skill kecerdasan.
Yang Fano punya hanya kharisma dan kecerdasan.
Karena berpikir mungkin dia akan membutuhkan skill senjata dan skill berkebun.. akhirnya Fano membeli kedua skill tersebut bersama dengan skill pemain juga.
[150 koin telah dikeluarkan untuk membeli skill, ketiga skill akan segera ditambahkan]
--*--
Nama: Farelino Adhitama / Alberto Maverick
Umur: 18 tahun / -
Level: 3 (135/200)
Koin: 1.750
Skill:
Skill bertarung level 10
Skill kecerdasan level 8
Skill memasak level 8
Skill kharisma level 8
Skill mengemudi level 10
Skill berkebun level 1
Skill pemain level 1
Skill senjata level 3
--*--
Fano tidak terlalu mengerti dengan skill pemain dan senjata itu gunanya apa, tapi dia yakin pemain itu untuk bermain game.
[Skill pemain akan membantu keberuntunganmu dalam memainkan sebuah permainan, kau juga bisa dengan mudah menemukan cara untuk memenangkannya]
[Skill senjata akan membantumu menguasai berbagai senjata yang kau gunakan, karena kau sudah sering menggunakan pistol dan pisau maka levelnya langsung 3]
Benar juga, baik Fano maupun Albert agak payah bermain game, makanya levelnya masih satu saja.
‘Cara untuk menaikkan skill pemain?’
[Nanti akan ku carikan misi untuk menaikkannya]
Fano tersenyum ‘Bagus’
***
TEP
Fano menoleh pada Yoshi dan Dave di sebelahnya, mereka kompak menutup mata sambil berpegangan pada Fano.
“Kalian kenapa?” tanya Fano
“Panas banget, silau gak bisa buka mata” keluh Yoshi, sedangkan Dave hanya mengangguk mengiyakan. Mereka berdua memiliki mata yang kecil, jadi makin sipit karena silau, mentari sedang terik-teriknya siang ini.
“Fano!! Disini!!” teriak Angel yang sudah sampai semak-semak.
Mereka sedang ada di taman samping sekolah.
Sistem memberi Fano sebuah misi, untuk membantu menemukan gelang dari salah satu siswi di kelasnya Yoshi. Siswi itu membuat keributan dengan menuduh temannya mengambil gelang miliknya yang baru dibelikan pacarnya, katanya gelang itu berasal dari salah satu brand terkenal dunia, harganya jutaan.
Siswi itu menunjukkan foto gelangnya juga.
Barang siapa yang menemukan gelang itu akan diberi voucer makan gratis di salah satu restoran bintang lima. Dia mengatakan dia hanya pergi ke sekitar taman, depan sekolah, lapangan dan toilet wanita saja, selain itu dia di kelas.
Menurut sistem gelangnya ada di taman, jika Fano berhasil menemukannya dan mengembalikan pada siswi itu maka sistem akan menaikkan level skill pemain.
Ini merepotkan, tapi anehnya Angel terlihat senang mencari gelang itu.
Yoshi dan Dave langsung duduk di bawah pohon untuk mengistirahatkan diri, mencari satu gelang saja ribet sekali, mereka harus panas-panasan di taman, untung ada pohon untuk bernaung.
“Ini bukan sih?” Angel menunjukkan gelang yang dia temukan, sebuah gelang sederhana berbentuk rantai warna silver dengan logo Dior. Fano tidak tau itu asli atau tidak, tapi yang pasti kalau asli mungkin sekitar 9 jutaan, berarti pacar siswi itu anak orang kaya.
Fano mengeluarkan ponselnya lalu memotret Angel yang sedang memegang gelang itu, kemudian mengirimnya pada siswi yang tadi, tak lupa Fano berpesan ‘Jika ini gelangmu, temui kami di taman’
Fano tak ingin repot-repot kembali ke gedung kelas hanya untuk mengembalikan gelang itu, yang butuh yang datang menghampiri... bukannya begitu?
“Kita gak ngembaliin ke mbak yang tadi?” tanya Dave
Fano menggeleng “Gak ah, siapa yang butuh coba, kita kan cuma bantuin nemuin gelang itu”
Sambil menunggu siswi yang kehilangan gelang, mereka duduk bersandar pada pohon, semilir angin menyapa mereka, memberikan kesejukan menerpa kulit mereka.
“Oh iya, Angel mau ikut minggu nanti?” tanya Fano
“Emang ada apa?” tanya Angel
“Emangnya kita jadi ikutan pertandingannya?” keluh Yoshi
“Aku udah daftarin kelompok kita lho empat orang, masa gak jadi sih? Daftarnya bayar tauk, kalo batal duitnya gak bisa ditarik” sahut Dave
“Tuh dengerin, kita gak bisa batal” timpal Fano
Yoshi hanya mendumel malas.
“Kalo Yoshi gak mau biar aku aja” kata Angel
“Eh? Kamu bisa main game?” tanya Yoshi
“Bisa kok.. tapi.. itu – semoga aku gak menghambat kalian ya” Angel
“Jangan khawatir.. kita punya Dave di kelompok kita” kata Fano
“Kalau hanya mengandalkanku aku gak yakin kita bakal menang” Dave
“Kita lihat saja besok, jangan pesimis dulu, yang penting sudah berusaha” kata Fano
Kemudian siswi yang kehilangan gelang datang dengan sedikit berlari pada mereka.
“Mana gelangku?” tanya siswi itu
Fano mengulurkan gelang perak tersebut, dengan segera siswi itu menyambarnya lalu berteriak senang “Waaa!! Makasih ya!! Dimana kalian nemuin ini??”
“Angel yang menemukannya, di semak-semak sana” kata Fano
Siswi itu mendekati Angel lalu memeluknya “makasih Angel!! Kamu udah cantik, baik lagi.. hehe, nanti aku kasih voucer makan gratis untuk kalian deh, oh iya.. kalian udah kenal aku? Namaku Mentari, panggil aja Tari, restoran yang ku maksud itu punya keluargaku.. oh iya Angel, ayo kita foto, nanti aku upload di akun media sosialku”
Tari yang heboh dan sedang senang tersebut
segera mengambil selfie bersama Angel, karena hasilnya langsung bagus tanpa filter dia segera menguploadnya.
“Oh iya, akun media sosialmu apa Angel?” tanya Tari
Angel menggeleng “Aku tidak punya..”
“Eh kenapa? Padahal kan seru main medsos” Tari
“Aku juga gak punya tuh” sahut Yoshi
“Aku juga” Fano
“Aku punya tapi gak pernah upload apa-apa” Dave
“Kalian ini hidup di gua apa gimana sih, gak gaul banget!”
Akhirnya sisa jam istirahat tersebut mereka gunakan untuk membuat akun medsos, Tari menandai akun medsos Angel pada foto mereka yang baru dia upload.
Presentase kebaikan Fano naik lagi karena Tari
sangat bahagia setelah mereka menemukan gelang miliknya, sekarang menjadi (145/200) itu artinya tinggal 55 poin.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
apakah ini siatem membahagiakan, setiap membuat orang bahagia dapat bonus
2024-11-16
0
Mamat Stone
sekali lagi Asyik /Grin/
2024-10-25
0
Harman Loke
krrreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnn banget
2024-09-22
0