.
.
[Misi pagi terselesaikan! 200 koin telah ditambahkan!]
[Sekarang jumlah koinmu ada 1850 koin!]
--*--
Nama: Farelino Adhitama / Alberto Maverick
Umur: 18 tahun / -
Level: 3 (100/200)
Koin: 1.850
Skill:
Skill bertarung level 10
Skill kecerdasan level 8
Skill memasak level 8
Skill kharisma level 8
Skill mengemudi level 10
--*--
Sepertinya ada yang beda... level sistem sudah tiga, dan Fano membutuhkan 100 poin lagi untuk naik ke level empat. Ini masih jam enam pagi, Fano baru saja mengajak dua teman barunya untuk jogging di sebelah gedung apartemen. Dua bocah itu hanya bisa mengelilingi sampai dua putaran saja, beda dengan Fano yang harus enam kali putaran, kalau tidak dia tidak mendapat koin.
Kan lumayan dapat 200 koin, itu sama dengan seratus juta. Jadi bisa dibilang gaji Fano ada seratus juta hanya dengan berolah raga pagi, hehe.
[Haruskah ku turunkan jumlah koinnya?]
‘Enak aja!’
Saat ini Fano beristirahat di taman sambil duduk di salah satu bangku taman yang berada di bawah pohon besar. Disini sangat sejuk, apalagi memang masih terlalu pagi.
Oh iya, Yoshi dan Dave sedang pergi untuk membeli bubur sumsum, untuk sarapan katanya. Fano penasaran dengan bubur sumsum jadi dia membiarkan mereka pergi sambil melanjutkan lari, sekarang sudah
selesai dan beristirahat mereka malah belum kembali.
Hampir lupa, Fano kan punya hadiah naik level di penyimpanan.
“Ini penyimpanan untuk apa?”
[Kamu bisa menyimpan sesuatu di kotak itu, misalkan kau mendapat sertifikat tanah, kau bisa memilih untuk menyimpannya di kotak itu jadi kau bisa mengambilnya kapan pun kau mau]
“Kenapa baru bilang sekarang? Bisakah kau simpan semua surat-surat berhargaku ke kotak? Oh iya, dan kotak-kotak bathbmob yang sudah ku beli juga, apa ada limit penyimpanan?”
[Tentu saja tidak ada]
[Sudah ku pindahkan, silahkan periksa sendiri di kotak penyimpanan]
Fano memilih menu PENYIMPANAN. Disana
semua barang yang Fano simpan di dalamnya muncul gambar-gambar kecil, jika Fano ingin mengambilnya tinggal sentuh gambar barangnya.
Oh! Ada gambar peti harta karun, pasti ini hadiah naik levelnya kemarin. Fano segera menyentuh gambar peti harta tersebut.
[SELAMAT!! Anda mendapatkan satu unit villa dengan pemandangan di atas gunung]
Setelah itu ikon peti harta telah berubah gambar menjadi sertifikat villa, Fano memeriksa sertifikat itu dengan seksama. Itu adalah villa yang berada di puncak yang memiliki pemandangan di atas puncak yang indah, yang harga satu villanya bisa mencapai ratusan miliar.
Sial sekali weekend nanti Fano punya berbagai rencana tidak bisa liburan!!
“Fano!!”
Oh itu mereka, membawa beberapa bungkusan yang sepertinya bubur. Fano segera menyimpan kembali sertifikatnya, semoga mereka tidak melihat bahwa Fano tadi melakukan sesuatu yang ajaib. Tapi karena jarak mereka masih jauh dari Fano, jadi pasti aman.
“Kami membeli bubur ayam juga, aku juga membeli untuk ibuku..” kata Yoshi setelah mereka sudah dekat dengan Fano.
“Aku juga membeli untuk orangtuaku, mereka lembur dan baru pulang tadi malam” kata Dave.
“Sama.. ibuku juga lembur, malah baru pulang jam satu, mana dia harus kembali kerja nanti jam sembilan” saut Yoshi.
Mereka berjalan kembali memasuki apartemen.
“Kau jadi menjemput Angel di rumahnya Fano?” tanya Yoshi
“Iya, sekalian mengantarkan barang untuk ibunya Angel” jawab Fano
“Bathbomb mahal itu? Aku meminta ibuku untuk memakainya nanti... kasihan pasti ibuku capek” kata Yoshi.
“Kalau aku memakainya apa aku bisa jadi tampan seperti kak Fano?” tanya Dave, Fano mengulurkan tangannya untuk mencubit pipi Dave yang kenyal dan lentur itu.
“Kamu udah ganteng kok.. cuma masih bocah aja” kata Fano
“Kalo aku?” tanya Yoshi
Fano tersenyum padanya “Kamu juga ganteng.. hanya saja kamu punya gen imut, jadi gak bisa kelihatan lebih dewasa”
“Mana ada gen imut!” Yoshi
“Ssshh jangan berisik, kita lagi di lift” Fano
“Terus kenapa? Kalo lagi di lift?” Dave
“Nanti hantu lift datang untuk memakan kalian” Fano
“...” Yoshi
“Gak ada hantu kak” Dave
“Kok kalian gak takut sih? Gak seru ah” Fano.
***
Fano pagi ini jadi menjemput Angel, sekalian menjual bathbomb pada ibunya Angel, juga menunjukkan surat-surat ijinnya.
Karena rumah Angel cukup jauh, jadi Fano kembali menaiki mobil untuk pergi ke rumah Angel, mobil Rolls Royce yang mewah itu.
Sampai rumah Angel, ternyata ayahnya Angel baru mau berangkat, padahal ini masih pagi lho.
“Kamu temannya Angel?” tanya ayahnya Angel, sambil melirik mobil mewah milik Fano.
“Benar om, saya kemari menjemput Angel sekalian untuk mengantarkan barang pesanan tante” jawab Fano, berusaha sesopan mungkin.
Ayahnya Angel tersenyum lalu menepuk bahu Fano “Tidak biasanya anak muda sepertimu sudah berbisnis.. meski masih kecil, tapi kau hebat juga, jangan menyerah ya – ngomong-ngomong itu mobilmu?” tanya ayahnya Angel.
Haruskah Fano mengakui jika itu mobilnya? Fano tidak mau terlalu mencolok, itu akan membuatnya menjadi sasaran empuk penjahat. Dia tidak ingin mengalami hal-hal yang merepotkan saja.
‘Aku boleh berbohong untuk menyembunyikan identitasku untuk sementara kan?’
[Boleh kok, aku bisa membuat identitas baru dengan mudah juga]
‘Kalau begitu buatlah identitas Alfredo Maverick, nanti jika aku memiliki hadiah saham, buatlah atas nama Alfredo Maverick saja, umur 22 tahun’
[Kau sengaja ya?]
‘Buatkan saja’
[Oke]
“Sebenarnya saya memiliki seorang tuan, saya hanya asistennya saja” kata Fano
“Oh ya? Jadi mobil itu..”
“Itu milik tuan saya, mobil itu tidak terpakai di garasi jadi saya memakainya”
Ayahnya Angel sedang membayangkan betapa kaya rayanya majikan Fano ini, dia menjual barang remeh dengan kualitas premium harga jutaan, belum lagi mobil harga puluhan miliar hanya seperti barang yang tidak terpakai di garasi.
“Apa aku boleh tau siapa tuanmu?”
Fano mengangguk kecil “Sebenarnya ini agak rahasia tapi karena anda ayah dari teman baik saya, akan saya beritahu, namanya Alfredo Maverick”
Ayahnya Angel hanya mengangguk-angguk mendengar nama baru itu, terdengar asing sekaligus familiar juga, namanya terdengar kuno tapi masih sangat keren.
“Baiklah, semoga kau sukses dengan usahamu, aku berangkat dulu” kata ayahnya Angel, sebelum memasuki mobilnya yang sudah siap dari tadi.
Alfredo Maverick... harusnya menjadi nama dari putranya Albert. Albert juga memiliki kekasih dahulu... tapi dia menyesalinya, karena pada akhirnya dia hanya membuat mereka malu karena memiliki suami dan ayah seperti dirinya. Kalau anaknya masih hidup pasti sudah berumur 22 tahunan, mengingat ini sudah 20 tahun sejak kematian Albert.
[Tidak mau mencari keberadaan mereka?]
‘Ku rasa tidak.. aku takut mendengar hal buruk’
[Kau bisa takut ternyata]
Tentu saja.. Fano jadi mengingat ucapan Angel, memiliki ketakutan bukan berarti kau lemah.
Fano menenangkan diri lalu pergi memasuki rumah Angel.
“Fano sebentar ya... Angel agak lama karena kami harus mencari seragam baru lagi dengan segera, karena ukurannya ganti – aku jadi khawatir... apa tidak apa dia sekurus itu??” kata ibunya Angel, Elena.
Oh iya, nama ibunya Angel adalah Elena, nama ayahnya Angel adalah Beni Graham. Jadi nama Angel adalah Angel Graham.
Mereka memiliki perusahaan Graham Group yang masih berada di bawah The Royal Group, dulu pusat Royal Group di Indonesia, tapi sekarang berubah di Amerika. Rumah sakit yang waktu itu merawat Fano, yang masih milik dokter muda, Tio, yang baik itu masih ada hubungannya dengan The Royal Group juga. Fano sempat mencari tau di internet semalam karena tidak bisa tidur.
Tapi pemilik The Royal Group tidak terlalu menyukai Albert dulu, padahal Albert adalah menantunya. Mungkin karena Albert yang sangat jahat itu merebut putri kesayangan mereka.
Rumit sekali memang kehidupan Albert.
Sekarang Fano ingin memulai kehidupan yang lebih sederhana.
“Angel akan baik-baik saja tante, jangan khawatir” sahut Fano, lagipula Fano tidak berpikir Angel semalam sudah sangat kurus.. masih bisa dikatakan gemuk sih, tapi itu sudah lebih baik kok. Malah kelihatan lebih sehat.
Apanya yang kurus coba?
Elena sedang melihat-lihat kotak-kotak bathbomb yang Fano berikan sekaligus surat ijinnya, Elena memotretnya untuk menjadi bukti.
“Kalau tante memesan lagi, tante tinggal memesan lewat pesan, atau bisa juga lewat Angel” kata Fano.
“Apa kau punya kantornya Fano? Kalau ada kantornya lebih mudah” usul Elena
“Kami masih memulai, jadi tentu saja saya berpikir untuk memiliki kantor sendiri, tuan saya juga meminta seperti itu” kata Fano
“Tuan? Jadi kau memiliki majikan?”
“Benar, saya hanya asisten saja”
Elena tersenyum “Pasti majikanmu orang yang hebat ya..”
Fano hanya menanggapinya dengan senyuman saja.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Mamat Stone
Yoi Doski 😁
2024-10-25
0
Sebut Saja Chikal
untung namanya angel.
kalau nama dia gigi kan repot 🙃
2024-10-21
0
Harman Loke
Fano mulai berbisnis
2024-09-21
0