.
.
Pulang dari rumah Angel, Fano menawari Yoshi dan Dave untuk membeli jajan dulu di tempat orang-orang jualan makanan jalanan atau street food.
"Aku lagi pengen martabak telur dan martabak manis” kata Dave
“Aku pengen boba rasa matcha” sahut Yoshi
“Boba itu yang ada bola-bola kecilnya itu kan?” tanya Fano
“Kak Fano gak pernah minum boba?” tanya Dave balik.
“Enak aja, pernah ya.. kemarin beli seragam sama Angel juga beli boba” jawab Fano tidak terima, masa orang ganteng gak pernah minum boba sih?
“Kirain belom pernah..” Yoshi
“Aku suka rasa taro milk tea” sahut Dave
“Taro itu rasa apa?” tanya Fano
“Kamu selama ini hidup di gua ya?” Yoshi lagi-lagi membuat Fano kesal.
Bukan salahnya kan jika Fano yang asli tidak pernah jajan karena menghemat uangnya, tidak... ini semua salah paman dan bibinya!
“Taro itu ubi ungu.. enak pokoknya, kak Fano harus coba” kata Dave “Biar aku yang traktir hari ini” lanjut Dave
“Kamu banyak duitnya juga ya” timpal Yoshi, dia senang juga jika ditraktir.
“Hehe, kan aku udah bilang, habis menang main game.. itu duitnya beneran ditrasfer ke rekeningku, ada tiga juta” kata Dave
“Lumayan juga, kamu juara berapa?” tanya Fano
“Juara satu.. karena itu kan pertandingan untuk satu orang, kalau pertandingan kelompok bakal dapet lebih banyak uang. Kompetisi resmi yang aku bilang tadi itu meski pertandingan satu orang hadiahnya lebih besar lagi, nanti juga ada siaran langsungnya”
Menarik juga...
“Berapa hadiah utamanya?” tanya Fano
“Eum.. untuk yang kelompok 15 juta, untuk yang satu orang juara satu dapet 8 juta” jawab Dave.
“Wah boleh juga tuh, kalo kelompok minimal berapa orang?” tanya Yoshi.
“kelompok minimal tiga orang, maksimal sepuluh orang” kata Dave
“Pas kalo gitu, kita daftar kelompok juga” timpal Fano, dia sudah memarkirkan mobilnya karena sudah sampai di tempat mereka ingin membeli street food.
“Lho, siapa aja emangnya? Mau ngajak Angel?” tanya Yoshi.
Fano menoleh padanya dengan tatapan datar “Aku.. Dave.. dan kamu”
“AKU?!” Yoshi shock karena Fano ingin dia ikut “Aku cuma mau nganter kalian aja gak bisa ikutan.. aku gak bisa main game”
“Udah ikut aja, aku ajak Andy deh” kata Fano enteng
“Ngapain ngajak si preman juga sih?!” Yoshi makin tidak mau ikutan.
“Tenang aja, dia sudah jinak.. percaya saja denganku, ayo turun.. katanya beli martabak?” Fano sudah membuka pintu mobilnya, Yoshi dan Dave yang belum percaya jika Andy sudah jinak akhirnya keluar dari mobil juga, dalam hati mereka masih khawatir, tapi itu bisa dipikir nanti, sekarang lebih baik memikirkan jajan.
Malam-malam begini banyak orang yang keluar untuk mencari jajanan, dan sudah seperti gaya hidup bagi mereka, giliran tiba-tiba berat badan naik mereka langsung terkejut dan menyesal.
Melihat ada mobil bagus, orang-orang di sekitar sana mendekati mobil mahal itu bahkan beberapa ada yang memotret dan merekamnya.
Beberapa gadis cantik menjerit setelah Fano keluar dari pintu mobil, sudah mobilnya keren dan mahal, yang keluar juga lelaki tampan.
“Oh jadi kalian, kirain siapa? Hahaha nyewa dimana itu mobil?”
Fano terdiam menatap gerombolan laki-laki dari sekolahnya maju dan terkekeh meremehkannya. Mereka adalah preman dari kelas IPS bersama Indra dan Zion yang sedang di skors, dan yang tadi bicara adalah Indra.
“Baru menang lomba sekali aja udah berani nyewa mobil kayak gini” sahut anak IPS, dia yang Dave kalahkan dalam lomba game.
“Ngaku aja, kalian nyewa mobil ini kan? pecundang kayak kalian mana bisa punya mobil kayak gini?” sahut Indra, yang lalu disambut oleh tawa dari gerombolannya.
Tapi kemudian mereka terdiam saat Fano ikut tertawa, bahkan lebih keras dari mereka.
“Hahaha kalian lucu sekali! hahaha” Fano
“Apa yang kau tertawakan hah?!” salah satu preman kelas IPS maju untuk meraih kerah baju Fano, tapi sekali hempasan dia sudah bisa menyingkirkan tangan preman itu.
“Bajuku mahal jangan disentuh! Kalian pikir... mobil seharga 24 miliar ini.. jika disewa hanya untuk satu malam berapa biayanya? Apa kalian bahkan sanggup menyewanya untuk satu menit?” kata Fano, sambil mengisyaratkan pada Yoshi dan Dave agar pergi dari sana, biar dia saja yang mengurusi para cecunguk ini.
“Kau itu hanya anak yatim-piatu miskin yang diusir oleh kerabat karena menyusahkan saja, dari mana kau dapat uang sebanyak itu? Mencuri bank mana hah?” sahut Zion, dia ini sebenarnya tidak sekuat itu, namun mulutnya sangat menyebalkan, rasanya Fano ingin merobeknya.
[Hei!]
‘Diam!’
[Satu pukulan untuk satu pukulan, ingat!]
‘Cih’
Kalau begitu caranya Fano harus dipukuli dulu baru bisa memukul? Yang benar saja?
“Bagaimana jika aku membuka usaha? Aku memiliki bisnis.. dan kalian yang bisanya merengek minta uang orangtua memang bisa apa hah?!” balas Fano
“Kurang ajar!” Indra yang membenci Fano karena gara-gara Fano dia dikeluarkan dari sekolah sudah maju hendak memukul wajah tampan Fano, tapi dengan sigap Fano menangkap tinjunya dengan tangan kiri.
“Kau... mau memukulku?” bisik Fano, sengaja dia berbisik dengan nada yang menyeramkan agar Indra ketakutan padanya, tapi sayang kebencian membuat takutnya hilang.
Setelah itu beberapa petugas keamanan datang, bagaimana tidak datang jika tempat itu tiba-tiba ramai? Karenanya Indra dan kawan-kawannya memilih untuk tidak jadi keroyokan.
“Aku tantang kalian untuk bertanding game.. ada pertandingan resmi kan? datanglah jika kalian memang jagoan, ayo bertanding dengan sehat” kata Fano
“Jangan besar omong! Kami memiliki para pemain terbaik, hanya karena bocah itu menang sekali bukan berarti kalian bisa menang lagi, dia hanya beruntung!!” kata si preman IPS.
“Bagaimana ya.. dalam pertandingan seperti itu, keberuntungan lebih dibutuhkan.. kalian harus latihan yang banyak agar bisa menang melawan keberuntungan!” Fano
Mereka pun segera pergi karena petugas keamanan sudah mengusir mereka.
“Maaf tuan muda, ini mobil tuan? Biar saya yang menjaganya agar aman” kata petugas keamanan itu, Fano menyeringai.
Dulu di Eropa juga sering begini, tapi tidak salah juga baginya.. mobil miliknya bernilai miliaran rupiah, pasti ada saja orang jahat yang mencoba berbuat nekat.
Fano mengeluarkan satu juta dari sakunya “Tolong ya..”
“Beres tuan muda!”
Dunia memang mudah didapatkan dengan uang... namun, tidak dengan kebahagiaan.
Setelah itu Fano beranjak dari sana untuk mencari Yoshi dan Dave, ternyata mereka sudah duduk manis sambil meminum es boba mereka.
“Fano! Kita sedang menunggu martabaknya jadi, ayo duduk disini” Yoshi menepuk tempat kosong di sebelahnya.
“Aku membelikan es boba rasa taro” Dave memberikan boba milik Fano.
“Terima kasih” Fano sudah membiasakan diri untuk berterima kasih, karena kalau tidak sistemnya akan cerewet lagi.
[Ehem!]
‘Aku tidak lihat, lagi minum’
[Cih]
“Oh, enak juga.. rasanya unik” kata Fano “Kalau matcha itu rasa apa? Kenapa hijau begitu? Rumput?” tanya Fano
“Uhuk uhuk sial Fano bukan rumput!” Yoshi terbatuk-batuk karena Fano mengatakan matcha itu rasa rumput.
“Tapi matcha juga dari daun-daunan... kak Fano gak salah sih” sahut Dave
“Eh beda ya!” Yoshi tidak terima “Matcha itu rasa teh hijau Fano.. bukan rumput” lanjutnya.
“Oh begitu.. teh hijau ya.. apa itu pahit?”
Fano tidak terlalu suka teh, dia lebih suka kopi.. satu-satunya teh yang pernah dicoba adalah saat Albert berkunjung ke London dulu. Orang Inggris suka minum teh, mereka biasa mencampur teh dengan susu, rasanya manis tapi juga enak.. teh adalah minuman kerajaan yang dulu cukup mewah. Minum teh menjadi budaya sendiri bagi penduduk Inggris.
Orang-orang biasa minum teh dengan diselingi camilan manis, sambil mengobrol dengan teman...
Teman ya.
Sekarang Fano punya teman sih, tidak seperti dulu.
“Ini tidak pahit, rasanya unik, kau mau coba juga?” tanya Yoshi
“Kalau kak Fano mau, akan ku belikan boba matcha” sahut Dave
“Kalian baik sekali tapi... aku penasaran” Fano
“Akan ku belikan! Bentar ya kak! Bang! Boba matcha satu!” Dave
Fano tersenyum, dia pikir memiliki teman tidak buruk juga, ini cukup menyenangkan.
[Kau bahagia?]
‘Entah... apa ini perasaan bahagia? Rasanya lebih menyenangkan dari membunuh orang, padahal aku hanya melihat orang-orang terdekatku tersenyum saja’
[Bahagia itu sederhana Fano]
‘Seperti dulu saat aku melihat senyum ibuku?’
[Benar.. jangan kecewakan ibumu lagi]
‘Aku akan berusaha’
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Oka Derza
/Grin//Grin//Grin//Grin/
lawakkk
2025-02-16
0
Mamat Stone
bahagia itu gak ribet 😇
2024-10-25
0
Empong Tihyar
bahagianyaa
2024-10-04
0