.
.
[100%]
Ting!
[Untuk hari ini tidak ada misi, kamu hanya harus memulihkan dirimu, banyaklah makan agar kau sehat kembali]
Setelah itu layar hilang lagi.
Perhatian sekali.. padahal hanya sistem.
Fano kembali berbaring di ranjangnya, memikirkan kembali kehidupan Fano yang asli.
Sebenarnya harta peninggalan orangtua Fano tidak banyak, sebagian besar sudah dialihkan untuk biaya sekolah Fano hingga lulus. Orangtua Fano memiliki asuransi, saat ingin mencairkan asuransi paman dan bibinya sangat baik hingga Fano berpikir pasti baik-baik saja tinggal dengan mereka. Karena itu orang asuransi juga percaya dengan paman dan bibinya Fano.
Akan tetapi, ini sudah beberapa tahun dan semua uang itu dihabiskan oleh orang-orang tidak tau diri itu. Fano? Dia masih dibawah umur, dan lagi dia terlalu takut dan pengecut untuk mengadu pada seseorang.
Dia tidak punya saudara lain selain mereka.
Jika Fano memilih pergi, Fano tidak memiliki tempat tinggal lain.
Lihat saja sekarang, meski Fano kecelakaan – tidak.. habis didorong dari atap gedung, dokter saja sudah berpikir dia tidak bisa selamat.. bukannya menjenguk atau apa, mereka malah pura-pura tidak mengenal Fano.
Fano sudah dibuang.
Sialan!
Orang-orang tidak tau diri!
Aku akan menghancurkan kalian!
Ting!
Fano terkejut saat tiba-tiba layar sistem muncul lagi
[Peringatan! Kamu memiliki aura membunuh, tolong redakan emosimu]
[Itu akan mempengaruhi kesehatan juga]
[Sistem sarankan untuk jalan-jalan agar lebih rileks]
‘Aku ingin pergi dari rumah sialan itu’
[Sungguh? Itu sebenarnya bisa saja]
Oh, sistem ini bisa membaca pikirannya ya? Syukurlah..
[Tentu saja aku bisa, aku kan hebat!]
‘Jangan sombong! Cepat katakan saja caranya’
[Hmph!]
‘Kau ini perempuan ya? Kenapa sensitif begitu?’
[Aku tidak punya gender tau! Baiklah, aku sarankan kau jalan-jalan, kalau ada misi nanti kau juga dapat uang]
Fano pun mencoba duduk kembali, lalu menurunkan kakinya ke bawah ranjang, menggerak-gerakkannya sebentar. Kakinya terasa agak kaku, tapi sepertinya bisa digerakkan dengan baik.
Fano mengenakan sendal rumah sakit lalu berdiri, ia agak sedikit sempoyongan tapi kemudian bisa berjalan dengan baik.
Seorang suster mendekat padanya.
“Ada yang bisa dibantu?” tanya suster cantik tersebut, dia bukan suster yang tadi, ini suster lain.
“Saya hanya ingin jalan-jalan boleh?”
Suster tersebut tersenyum manis “Tentu saja, mau saya antar?”
“Apa tidak merepotkan? Saya bisa sendiri”
“Kalau begitu saya antarkan sampai taman saja, bagaimana?”
“Baiklah, mohon bantuannya suster”
Dia beruntung karena pemilik tubuh yang asli orangnya sagat sopan dan pandai berbicara, semua kemampuan Fano yang asli dia miliki, jadi tidak sulit untuk mencoba beramah tamah.
Tapi jika pemilik jiwa ini, Alberto Maverick, atau biasa dipanggil Albert, susah sekali untuk tidak bersikap dingin pada seseorang. Albet juga biasa bersikap sangat dingin pada para wanita, meski begitu para wanita tetap saja mengejarnya.
Fano ingin tau, apakah kemampuannya sebagai Albert juga masih melakat atau tidak.
[Tentu saja masih, tapi dalam keadaan sakit begini tidak bisa digunakan]
Sistem tiba-tiba muncul dan menjawabnya, Fano melirik pada suster yang mengantarnya, sepertinya suster tidak bisa melihat layar sistem, baguslah.
Mereka sampai di taman rumah sakit, tamannya sangat indah memiliki berbagai bunga-bunga tropis yang jarang dia lihat – tapi, Fano yang asli sering melihatnya, jadi dia memiliki perasaan biasa-biasa saja.
“Kamu tidak ingin ditemani? Aku bisa menemanimu sebentar” kata suster itu, dia tidak sedang menggoda Fano, suster itu seperti.. eum, kasihan? Terlihat dari cara dia menatap Fano.
“Boleh, aku ingin bicara dengan suster sebentar”
Suster itu tersenyum lalu duduk di sebelah Fano di bangku taman, beberapa pasien lain juga ada yang berada di taman, karena ini masih pagi, jadi sinar mentari masih baik bagi tubuh, belum jam sembilan.
“Kamu ingin menanyakan sesuatu?”
“Dimana keluargaku?”
Suster terlihat canggung sekarang “Itu.. eum –”
“Tidak apa suster, katakan yang sejujurnya saja”
“Baiklah, sebenarnya mereka datang saat kau baru dibawa ke rumah sakit ini, katanya mereka sudah tidak berurusan denganmu, bahkan barang-barangmu dibawakan oleh mereka – sekarang ada kami simpan di gudang, aku bisa mengambilkannya untukmu”
“Aku akan mengambilnya jika sudah sembuh suster”
“Padahal kau anak yang baik.. kami sangat senang kau bisa bangun dan selamat.. kami pikir.. ah, maaf”
Fano menggeleng “Tidak apa suster, saya juga senang bisa selamat – apa saya.. eum, tidak punya teman Suster? Satu pun?”
Suster kembali tersenyum “Ada kok, satu orang sih, dia gadis yang baik.. dia berkata ingin membayarkan oprasimu jika kau tidak bangun juga, tapi dokter menghentikannya, karena kami tau, orangtua gadis itu tidak akan membiarkan hal tersebut”
“Oh begitu”
Gadis? Di dalam ingatan Fano tidak ada tuh tentang gadis manapun. Fano tidak memiliki teman sama sekali.. jadi siapa gadis itu?
“Suster.. apa suster kenal Alberto Maverick?” tanya Fano
Suster mengangguk, kali ini ekspresinya terlihat kesal “Tentu saja.. aku bersyukur orang seperti itu sudah mati, dia kejam sekali, kok bisa ada orang seperti itu – meski dia sudah mati puluhan tahun lalu, berita tentang dia masih ada saja hingga sekarang, maklum, dia mafia tampan sih, hehe”
Fano ikut terkekeh bersama suster sampai kemudian dia menyadari “tunggu! Puluhan tahun?”
Suster mengangguk “Kalau tidak salah itu dua puluh tahun lalu”
Berarti ini sekarang tahun 2022?
Suster berdiri dari duduknya “Aku bertugas dulu, jangan lupa kembali saat jam sepuluh ya.. atau paling tidak saat makan siang, okay?”
Fano mengangguk sambil tersenyum kecil “Baiklah suster”
Suster cantik pun pergi meninggalkannya, karena dia tidak mungkin menemani Fano terus kan.
Fano termenung sambil menatap orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya.
Ting!
[Misi ditemukan! Pergilah ke taman mawar di jung kiri taman, bebaskan kucing kecil yang terjerat duri, lalu minta suster mengobati kucing kecil]
Fano mengernyit melihat misi tersebut.
Apa-apaan?! Untuk apa dia menyelamatkan kucing kecil? Biarkan dia mati saja lah.
[Hadiah misi ini adalah apartemen mewah seharga enam miliar rupiah]
‘Tapi.. menolong kucing buat apa?’
[Jika tidak menyelesaikan misi ini dan membiarkan kucing terluka, maka kamu akan mendapat hukuman]
‘Tsk!’
[Hukumannya adalah mengalami sakit kepala yang lebih parah dari mendapat semua ingatan seperti tadi tiga kali lipat]
‘Tiga kali lipat? Itu keterlaluan sekali! Menyusahkan! Aku tidak mengerti kenapa ada misi menyusahkan begini’
[Aku juga tidak mengerti kenapa berbuat baik sesimple ini menyusahkanmu]
‘Akan ku lakukan!’
[Cih]
‘Hei!! Kenapa kau berdecih?’
[Kau sangat jahat aku tidak suka!]
‘Jadi kau terpaksa bersamaku?’
[Jelas lah!]
Dengan perasaan dongkol Fano berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju taman mawar seperti yang diperintahkan. Fano memeriksa taman tersebut, bagian sini sepi, padahal mawarnya sedag berbunga dan cantik sekali...
Cantik sekali sampai tangan Fano gatal ingin merusaknya, tapi mawar itu berduri.
Suara kucing kecil mengeong terdengar lirih, jika orang normal yang mendengarnya akan merasa kasihan... namun bagi Fano dengan jiwa Albert ini tentu berbeda.
Tidak ada rasa kasihan, hatinya juga tidak tergerak.
Meski mendapat hadiah bagus berupa apartemen, entah mengapa ini menyebalkan dan menyusahkan baginya.
Kucing kecilnya ketemu, pelan-pelan Fano membebaskannya dari jeratan duri-duri mawar, kucing tersebut memiliki banyak luka dan sebagian berdarah.
“Kenapa kau bisa berada disana? Sekarang kau terluka kan?” gumam Fano.
Ting!
[Peringatan!]
“Iya iya, aku akan mencari suster untuk mengobati kucing ini, puas?”
[Dasar tidak punya hati!]
Fano menghela nafas lelah “Aku masih punya ya.. tidak percaya periksa saja organ dalamku”
Fano pun berjalan memasuki rumah sakit kembali, kemudian menemukan suster yang tadi pagi dilihatnya saat terbangun dari tidur panjang.
“Ya ampun! Kucingnya kenapa? Kasihan sekali..” kata suster tersebut, suster lain datang mendekat lalu bersahutan mengasihani si kucing kecil.
“Dimana kamu menemukannya? Baik sekali..” kata salah satu suster.
Entahlah.. tapi ada orang menyebutnya ‘baik’ membuat Fano aneh.
“Dari taman mawar.. terjerat duri, selamatkan” Fano tidak tau harus mengatakan apa lagi, dia merasa sangat canggung setelah disebut ‘baik’ karena tidak biasa dan juga.. dia tidak baik, dia tidak pantas disebut baik.
“Akan ku obati.. serahkan padaku” kata salah satu suster, lalu Fano memberikan kucing itu padanya.
“Terima kasih, aku akan kembali ke kamar”
“Mau ku bawakan barang-barangmu Fano?Mungkin kau membutuhkannya?” tanya suster yang tadi menemaninya di taman.
“Oh, boleh juga..” Fano
“Ayo ikut aku”
Ting!
[Hadiah berupa sertifikat apartemen dan kuncinya sudah terkirim bersama barang-barangmu yang lain]
‘Oke’
[Cih]
‘Kenapa kau berdecih lagi?’
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
DigiDaw
Hanya uang saja hadiah-nya?
Bagaimana dengan kekuatan??!
2025-02-16
1
Oka Derza
berantem Mulu🤣🤣🤣
2025-02-16
1
Mamat Stone
tom and Jerry 🤣🤣🤣
2024-10-25
0