.
.
“Fano!”
Fano meletakkan cangkir teh yang disuguhkan padanya, Elena menyuguhkan Teh hangat dengan cookies untuk Fano, karena Fano bilang sudah sarapan.
“Putriku sudah selesai? Seragamnya sesuai?” tanya Elena.
Fano menoleh pada Angel yang – LHO KOK?
Bagaimana bisa Fano tidak terkejut jika Angel yang muncul sekarang seperti bukan Angel, dia jauh lebih kurus dari yang semalam. Jangan-jangan Angel memakai bathbomb lagi pagi ini?
[Tenang saja itu aman kok]
Syukurlah.
Angel bisa berubah sedrastis ini dalam dua kali pemakaian, haruskah Fano menaikkan harganya? Bagaimana jika orang-orang curiga jika bathbombnya ajaib?
[Kenapa kau panik? Mau ku turunkan presentase kegunaannya?]
‘Kau bisa melakukannya? Turunkan sampai 50%’
[Baiklah, dengan begini perubahan masih akan membutuhkan empat kali pakai, aku sudah menurunkan presentasenya dalam bathbomb yang kau beri pada ibunya Angel juga]
‘Terima kasih’
[Senang sekali kau sekarang bisa mengucapkan te –]
‘Diamlah’
[Cih]
“Ayo Fano kita berangkat!” kata Angel, dia terlihat sangat bersemangat pagi ini, Fano pikir itu karena sekarang Angel sudah berubah menjadi langsing. Angel sebelumnya sudah cantik, sekarang jadi makin cantik... apalagi dia tersenyum selebar itu.
Tapi sebenarnya Angel senang bukan karena perubahannya, melaikan karena Fano menjemputnya. Pagi ini saja Angel sengaja memakai bathbomb lagi yang aroma mawar, dia ingin tubuhnya wangi mawar saat Fano menjemputnya.
Tapi yang terjadi malah Angel jadi makin kurus, ayah dan ibunya jadi panik pagi ini, tapi karena ayah Angel ada acara penting di pagi hari jadi hanya ibunya Angel yang mengurusi. Elena sampai menelfon toko seragam agar cepat membawakan seragam baru untuk Angel yang sesuai dengan tubuhnya.
Sekarang Angel terlihat seperti Bidadari sungguhan, seperti namanya.
Fano pikir, karena sekarang Angel berubah drastis dia bisa memukul balik pembullynya dan membuat tercengang. Kini Angel menjadi gadis yang paling cantik di kelas... tidak, di sekolah.
Entahlah, mungkin karena perempuan yang Fano lihat hanya Angel, jadi menurutnya Angel yang paling cantik meski saat Angel masih gemuk sekalipun.
Angel gugup karena duduk satu mobil dengan Fano, apalagi Fano menggunakan mobil yang jauh lebih mewah dari pada semua mobil di rumah Angel.
Sebenarnya Angel ingin bertanya darimana Fano mendapat mobil ini, tapi rasa gugupnya membuatnya lupa dan berakhir dia hanya terdiam selama perjalanan.
“Bagaimana perasaanmu Angel?” tanya Fano
“Eh? Perasaan? Maksudnya?” Angel bingung dengan maksud pertanyaan Fano, apa Angel ketahuan jika dia menyukai Fano? Tidak mungkin kan?
“Sekarang berat badanmu berkurang, kau tidak merasa aneh seperti pusing atau apa?” tanya Fano lagi.
“Oh itu..” entah mengapa Angel merasa kecewa, tidak mungkin lah Fano peka dengan perasaannya.
“Malah aku merasa semakin ringan dan bisa bergerak bebas, aku senang bisa bergerak sebebas ini dan tidak merasa capek, sebelumnya bergerak sedikit saja aku sudah capek” kata Angel
“Baguslah.. kau bahagia?”
Angel mengangguk sambil tersenyum cantik “Aku sangat bahagia”
Fano juga senang mendengarnya, apalagi dengan Angel berbahagia setelah memakai bathbomb darinya sedikit-sedikit presentase kebaikan untuk menaikkan level sistem dan juga misi penting terselesaikan.
Level sistem: 3 (125/200)
Dan juga..
...--*--...
...MISI PENTING:...
...Membantu para wanita untuk berbahagia...
...dengan tubuh yang sehat ideal!...
...Kamu butuh 10 wanita untuk menyelesaikan misi (1/10)...
...Waktu adalah satu minggu dari sekarang...
...Hadiah: 20% saham Redpeach company...
...Hukuman: kamu akan disiksa dengan rasa sakit kepala yang hebat selama lima menit...
...--*--...
Fano masih membutuhkan 9 wanita lagi
untuk itu. Tapi kenapa harus wanita saja ya? Padahal pria kan juga bisa. Fano juga ingin membantu lelaki untuk menjadi lebih tampan juga.
[Temben kau berinisiatif seperti itu? Nanti ada saatnya sendiri untuk laki-laki, tunggu saja]
Oh ternyata begitu ya.
Mereka sudah sampai di depan sekolah, Fano langsung masuk saja dengan mobilnya, untungnya sekolah ini memiliki parkir khusus mobil di pelataran depan. Karena guru-guru juga menggunakan mobil atau motor, dan beberapa anak kelas tiga yang kaya raya juga ada yang membawa mobil.
Di sekolah ini boleh membawa mobil asalkan sudah memiliki SIM saja, kalau tidak pihak sekolah akan memberi denda atau diturunkan nilainya. Masih belum ada yang melanggar sih, biasanya yang membawa mobil anak-anak kelas tiga yang kaya saja, tapi itu tidak banyak.
Andy yang juga dari keluarga kaya saja hanya diantar oleh supir, tapi kadang dia membawa motor ke sekolah, tentu saja motor sport yang harganya ratusan juta.
Semua siswa-siswi yang baru datang langsung berbisik-bisik dan berkumpul di dekat parkiran, tentu saja mereka kagum dengan mobil Fano yang merupakan salah satu mobil termahal. Bahkan tidak banyak orang kaya di negara ini yang bisa membelinya, tapi sekarang tiba-tiba ada mobil mewah datang dan terparkir di parkiran mobil.
Tentu saja mereka jadi heboh, mereka bahkan sekarang memotret dan merekam kejadian langka ini.
Beberapa siswi menjerit setelah Fano keluar dari pintu kemudi mobil dengan kerennya.
“Itu Fano kan?”
“Kok dia bisa naik mobil mahal sih?”
“Keren banget!!!”
“Aku mau jadi pacarnya!!”
“Udah pinter, ganteng, kaya!”
“Kalian pikir dia mau sama kalian, tentu saja pacarnya harus secantik aku”
“Gak punya kaca ya di rumahnya?!”
Tidak mempedulikan ribut-ribut itu, Fano terus memutari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Angel.
Mereka kembali heboh saat kaki jenjang putih mulus Angel keluar dari mobil itu, apalagi setelah sosoknya telah keluar.
“Siapa itu hei?!”
“Bidadari?? Gila cantik banget!!”
“Pacarnya apa ya? Astaga, aku mundur kalo saingannya seorang dewi kayak gini”
“Murid baru ya? Cantik banget!”
Sepanjang perjalanan menuju kelas semua orang akan berhenti untuk menonton mereka, memotret mereka dengan kamera ponsel masing-masing, berbisik-bisik yang sebenarnya terlalu keras hingga bisa didengar semua orang.
Fano menyeringai dalam hati melihat mereka pangling tidak mengenali Angel, pasti mereka akan menyesal setelah tau jika yang mereka sebut sebagai ‘bidadari’ adalah Angel yang masih kemarin mereka sebut gendut dan jelek.
Anak-anak di kelas juga sama tidak mengenali Angel.
Vero yang biasanya suka mengejek, menghina dan membully Angel sekarang bisa tercekat, terpana akan kecantikan Angel yang baru datang.
Semua berbisik-bisik mengira jika yang datang adalah murid baru.
Mereka semua terkejut setelah Angel duduk di bangkunya yang biasa, di sebelah Fano. Mereka memiliki satu meja dan satu kursi untuk masing-masing anak.
“Kenapa duduk disana ya?”
“Apa si gendut gak masuk?”
“Maaf.. itu kursinya si babi gendut di kelas ini, kamu jangan duduk sana, nanti ketularan kayak dia lagi” kata salah satu siswi yang biasanya bersama denan Vero membully Angel.
Fano tertawa mendengarnya, mereka mengalihkan perhatian pada Fano.
“Kenapa kamu tertawa?” tanya Vero, yang sudah mulai melirik Fano karena akhir-akhir ini Fano makin ganteng saja. Bodo amat miskin yang penting ganteng.
“Kenapa kalian melarang Angel duduk di tempatnya sendiri? Hahaha siapa juga yang kalian sebut babi gendut?” kata Fano
Sontak mereka semua terkejut dengan ucapan Fano.
“Tidak mungkin dia Angel!” kata Vero
“Ini aku, Angel..” kata Angel.
Mereka semua makin terkejut mendengar suara Angel yang biasanya keluar dari bibir perempuan cantik yang mereka pikir murid baru.
“Dia benar-benar Angel?”
“Ini tidak masuk akal! Pasti oprasi plastik deh”
“Gak mungkin oprasi plastik dalam semalam aja!”
“Angel cepat katakan kenapa kau bisa berubah seperti ini?!”
Angel yang didesak seperti itu ketakutan, tapi kemudian mereka diam setelah Fano menggebrak mejanya “Diam!”
“Angel menggunakan perawatan mahal yang kalian tidak akan bisa membelinya” kata Fano
“Tidak mungkin! Jika dia saja bisa, aku juga bisa membelinya” kata Vero
Fano menyeringai, kemudian dia mengeluarkan satu kotak bathbomb lavender dari dalam ranselnya, yang sebenarnya ia keluarkan dari penyimpanan sistem.
“Ini adalah produk premium berharga dua juta satu kotak, khasiatnya membuat rileks dan mengeluarkan kotoran serta lemak yang tidak dibutuhkan tubuh, Angel sudah memakai beberapa kali, makanya dia bisa seperti itu... tapi – untuk menjadi cantik bukan hanya mengurangi lemak saja, buktinya kalian kurus tapi biasa-biasa saja tuh”
Mereka sedikit geram dengan ucapan Fano, tapi diam saja karena Fano tidak salah juga.
“Aku akan membelinya!” teriak seorang siswi dari luar kelas mereka.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Mamat Stone
asyik
2024-10-25
0
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp
2024-09-21
0
MOCH ABDURRACHMAN
laa anju uut kaaaan
2024-09-19
0