Sebuah rencana

.

.

“Kau tidak punya bukti untuk menuduhku dasar cupu!”

Fano menyeringai semakin lebar “Aku.. tidak menuduh siapapun, apa aku menyebutkan namamu? Tidak kan?”

Menyadari hal itu Indra merasa tertipu, dengan segenap kekuatannya yang masih tersisa dia meraih kerah seragam Fano “Sialan!”

Dengan sekali hentak Fano berhasil menyingkirkan tangan Indra dari seragamnya “Ini masih peringatan pertama, kalian beruntung aku ‘sangat baik’ jadi aku tidak berbuat apapun pada kalian tapi – jika kalian berani macam-macam denganku lagi, aku tidak akan segan-segan melaporkan perbuatan kalian hingga kalian menghabiskan sisa umur kalian di jeruji besi”

“Kau tidak akan bisa melakukannya, ayahku tidak akan membiarkan itu terjadi!” kata Indra

Fano hanya mendengus saja memberikan sesuatu pada mereka “Minum ini”

“Aku tidak sudi!” kata Andy

Fano tertawa keras sebelum kemudian mengeluarkan sesuatu yang berhasil membuat mereka bungkam, sebuah belati kecildari saku celananya.

“Minum.. atau pisau ini akan menggores kulit kalian”

***

[Hei]

[Fano]

‘Diam!’

...--*--...

...MISI PENTING!...

...Membuat para perundung kapok dan minimal mendapatkan skors dari kepala sekolah, kalau bisa dikeluarkan dari sekolah terutama Indra (Karena dia yang mencelakai Fano)...

...Hadiah: 260 koin dan motor sport keren...

...--*--...

Ayolah ini sudah jam pelajaran dan sistem terus saja muncul menunjukkan misi penting itu pada Fano sampai membuat Fano tidak bisa konsentrasi pada pelajaran bahasa Inggris yang untungnya sangat mudah tersebut.

‘Apa maumu sistem?’

[Kau harus mengerjakan misi ini]

‘Aku sudah melihat misi itu penting, sekarang bisakah kau tidak menggangguku?’

[Lagipula kau hanya melamun]

‘Aku sudah punya rencana yang bagus, percaya saja padaku’

[Pada penjahat sepertimu?]

‘OY!’

[Apa aku salah?]

‘Tidak!’

[Jika kau menyelesaikan misi ini kau bisa naik level dua]

‘Keuntungan naik level dua?’

[Banyak kok, salah satunya kau bisa membeli berbagai barang baru di toko sistem]

‘Oh’

[Yang semangat dikit dong!]

Fano tidak mau menggubris sistem lagi, jam istirahat sudah berdering, jadi dia membereskan buku-buku pelajarannya dan bersiap untuk makan diang di kantin.

Hmm? Ingatan pemilik tubuh asli muncul, Fano sangat membenci makan di kantin, karena para pengganggu sering mempermalukannya di kantin dan lagipula kantin sangat ramai.

‘Kasihan sekali pemilik tubuh ini’

[Aku tidak yakin kau sungguhan merasa kasihan pada seseorang]

‘Jangan bercanda! Aku tau aku tidak pernah mengasihani orang lain, tapi sekarang sudah berbeda kasusnya, orang yang aku kasihani adalah diriku sendiri saat ini’

[Benar juga]

[Kau harus menyetujui misi penting tadi]

‘Iya iya cerewet’

“Fano..”

Fano mendongak, Angel sudah berdiri di sampingnya sambil membawa kotak bekal yang cukup besar “Iya?”

“Itu.. mau makan bersamaku?”

Lagipula Fano tidak punya teman kok “Baiklah, kau biasa makan dimana?”

“Tempat sepi” jawab Angel

“Benar.. mau makan di atap? Disana sepi” tawar Fano

Angel agak terkejut dengan saran Fano barusan “Tapi.. disana kan – itu.. ada hantunya”

Sontak Fano tertawa keras mendengar ucapan Angel barusan, hingga Angel dan beberapa anak kelas kaget dengan suara tawa Fano.

“Hahah.. kau sungguh percaya disana ada hantunya? Hahaha lucu sekali –disana tidak ada hantu, ayo kalau tidak percaya kita buktikan”

“Tapi Fano..”

Fano menyeret Angel menuju atap yang Angel pikir berhantu tersebut.

Fano mengingat tempat sepi di atap, memang jarang didatangi para siswa-siswi dan disana juga menjadi tempat meja kursi yang tidak terpakai serta benda-benda tak dipakai lainnya.

Banyak yang mengira atap berhantu, padahal tidak ada apa-apa disana, karena Fano yang asli sering sembunyi disana.

Oh iya, atap gedung tempat Fano yang asli terjatuh itu bukan di atap tempat tujuan mereka, itu adalah atap gedung satunya yang lebih sering dikunjungi para siswa terutama siswa yang suka membolos.

Mereka sampai di atap, sangat sepi, sunyi..

Tidak aneh jika banyak yang berpikir tempat ini berhantu.

“Kau takut hantu ya?” tanya Fano

Angel mengangguk pelan, Fano tertawa lagi “Haha tenang saja, para hantu takut padaku kok, mereka tidak akan menakut-nakuti kita”

“Jadi sungguhan ada hantu?”

“Tentu saja tidak”

Angel mulai tenang kembali “Syukurlah kalau begitu.. Fano, ayo kita makan..”

“Kau mau membagi makananmu denganku?”

tanya Fano

Angel mengangguk “Iya! Ini aku membawa porsi yang banyak sekali”

Sebenarnya itu tidak seberapa banyak, Fano tidak yakin Angel bisa membagi makanan itu dengannya.

“Apa kau pikir aku banyak makan jadi bekal ini tidak cukup?”

Ah, sial! Kenapa Angel bisa menebaknya dengan benar ya?

“Sebenarnya aku tidak banyak makan kok” kata Angel lagi, Fano menatap Angel tidak percaya sampai kemuudian Angel melanjutkan “Tapi banyak nyemil”

“Pantesan!”

“Hehe ayo kita makan!”

Mereka duduk di meja kayu yang paling kokoh, berbagi bekal sambil menatapi pemandangan indah dari atap gedung.

“Fano..”

“Hmm?”

“Kau tidak takut berada di atap?”

Fano menoleh menatap Angel tidak mengerti “Maksudmu? Kenapa aku harus takut?”

“Karena kau – itu.. jatuh dari atap juga kan?”

Fano terkekeh mendengar pertanyaan Angel “Jadi maksudmu karena itu aku jadi trauma?” tanya Fano, Angel mengangguk pelan “Hmm”

“Tidak, aku tidak selemah itu”

“Kau tidak punya trauma?”

Fano berpikir, apakah dia memiliki trauma?

“Menurutku, takut pada sesuatu bukan berarti kau lemah.. takut pada sesuatu akan membuatmu menjadi kuat nantinya” kata Angel.

Fano tidak mengerti maksud Angel, karena menurutnya jika takut pada sesuatu berarti dia lemah bukan? Takut berarti pecundang dan payah.

“Aku tidak mengerti Angel”

“Begini.. eum – misalnya aku takut jika nilaiku buruk, apa itu berarti aku lemah dalam pelajaran? Tidak tentu bukan? Dengan aku takut pada nilaiku buruk, aku menjadikan itu pijakan agar aku terus berusaha dan berusaha untuk menghindari nilai buruk dan mendapatkan nilai yang bagus – apa kau mengerti? Apa penjelasanku bertele-tele? Maaf Fano..” Angel menundukkan kepalanya, sepertinya dia terlalu banyak bicara.

Hanya karena Fano mau menemaninya bukan berarti Fano akan mendengarkan omong kosong yang ia ucapkan.

“Kau orang yang berpikiran postif.. jauh berbeda dariku” kata Fano, Angel kembali mendongakkan kepalanya, menatap pada wajah tampan Fano yang sedang menatap langit.

“Aku orang yang berpikiran buruk, selalu mencurigai orang, tidak mau memaafkan atau memberi kesempatan pada orang, aku orang yang keras dan –” Fano menghentikan ucapannya saat ia merendahkan kepalanya dan matanya bertemu dengan kedua mata jernih milik Angel.

“Tidak apa jika kita berbeda, berbeda bukan berarti buruk kan? berbeda artinya kita bisa saling melengkapi – oh, maksudku.. itu..”

“Kau mau melengkapiku?”

Angel kembali menoleh pada Fano, bola matanya membesar, tidak percaya dengan apa yang barusan Fano ucapkan, tidak mungkin Fano juga menyu –

“Mau menjadi temanku Angel?”

Oh tentu saja, Fano pasti hanya menganggap Angel sebagai teman, gadis gendut dan jelek sepertinya tidak mungkin bisa disukai seseorang seperti Fano.

Angel menarik bibirnya untuk tersenyum “Tentu saja”

“Ngomong-ngomong, apa kau yang memasak sendiri? Atau koki di rumahmu? Ini sangat enak” kata Fano, dia memakan telur gulung isi sosis dari kotak bekal miliki Angel.

“Maaf aku tidak bisa memasak, ini buatan koki di rumahku” kata Angel

“Kenapa kau minta maaf? Kau tidak bersalah – tidak semua orang bisa memasak, jangan khawatir.. aku bisa memasak”

Angel menatap Fano tidak percaya.

“Angel, tatapanmu seolah kau tidak percaya padaku!”

“Memang”

“Cih, lain kali akan ku tunjukkan masakanku padamu”

Angel tersenyum “aku akan menantikannya”

“Sebutkan makanan kesukaanmu, aku akan menyiapkannya” kata Fano dengan percaya diri

“Aku suka seafood”

“Itu mudah”

Obrolan mereka berhenti saat tiba-tiba suara nyaring pemberitahuan lewat speaker menyebutkan nama Fano.

“Itu namamu, Farelino! Kenapa kau diminta ke ruang kepala sekolah?”

Fano juga tidak tau tapi... hmm – tidak, sepertinya dia tau apa itu.

Seringai kembali tercetak di bibirnya “Aku akan kesana”

“Kau yakin?” tanya Angel, dia kembali terlihat khawatir seperti saat tadi pagi Fano dibawa pergi oleh preman sekolah.

“Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja, justru kau yang harus jaga diri, cepat kembali ke kelas – meski kelas tidak aman juga sih..”

“Jangan pikirkan aku, cepat ke ruang kepala sekolah”

Fano mengangguk “Aku pergi dulu” ucapnya sebelum melahap telur gulung terakhir.

Fano berjalan menjauh dari tempat itu dengan wajah sumringah, dia tau hal baik akan terjadi.

‘Kena kalian’

.

.

Terpopuler

Comments

Mamat Stone

Mamat Stone

👌👌👌

2024-10-25

0

Ahmad Tamby

Ahmad Tamby

/Good/ Mantaaaaap * Sehat Wal'afiat Selalu Thooor & Sukseees Menyrtaimuuuu./Heart//Heart//Heart/

2024-09-26

1

Harman Loke

Harman Loke

lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttttttt

2024-09-21

0

lihat semua
Episodes
1 Kesempatan kedua dan hukuman
2 Diawasi oleh sistem
3 Memulai kehidupan baru
4 Siapa gadis ini?
5 Pergi belanja seragam baru
6 Membeli ponsel 15 juta
7 Memberi pelajaran pada pembully
8 Sebuah rencana
9 Bermain menjadi korban
10 Memanfaatkan kelemahan
11 Mau jadi temanku?
12 Sistem naik level 2
13 Asal kau tersenyum bahagia
14 Bermain bola
15 Cara untuk membalas
16 Bathbomb ajaib
17 Tantangan pertandingan game
18 Alfredo Maverick
19 Berubah menjadi bidadari
20 Misi selesai, bisnis lancar
21 Membeli desserts
22 Malam minggu bersama teman
23 Kostum maid untuk Angel
24 Memenangkan pertandingan game
25 Berusaha menahan diri
26 Skill baru yang unik
27 Merawat rambut rusak
28 Ahli waris Verdinand
29 Penghianat dari masa lalu
30 Tawaran The Royal Group
31 Merawat anak kecil demam
32 Melihat gedung baru
33 Kamu cemburu?
34 Percayalah padaku
35 Menghadiri rapat pemegang saham
36 Bertemu keluarga Queenza
37 Rumah pohon dan burger
38 Penggemar Fano
39 Menjadi babysitter
40 Bocah yang sangat aktif
41 Bermain di kebun buah
42 Pria dengan rantai di leher
43 Sore yang indah di villa
44 Villa di tepi pantai
45 Deline Jewelry
46 Hukuman pertama: Hunter Game
47 Mencari informasi dengan skill baru
48 Tidak memiliki pilihan lain
49 Apa ini hanya prank?
50 Dia mencurigakan, tapi..
51 Ichigo daifuku
52 Ruangan aneh dan bola kristal
53 Dimanakah Alfred?
54 Razia obat terlarang
55 Terjebak tuduhan palsu
56 Penyamaran yang berbahaya
57 Karyawan baru
58 Secangkir teh pagi
59 Penghianatan seorang teman
60 Kenapa pergi begitu saja?
61 Merenungkan berbagai hal
62 Berpikir sebelum bertindak
63 Keluarga tapi bukan keluarga
64 Pemikiran yang aneh
65 Di tepi pantai
66 Bertemu utusan Deline
67 Afredo Maverick yang asli
68 Tidak sesuai harapan
69 Berbeda dengan yang dulu
70 Membawa kabur Alfred
71 Menolong Kucing kecil
72 Mendapat kesepakatan
73 Kenapa percaya reinkarnasi?
74 Ada yang tidak beres
75 Rencana dimulai
76 Membantu dengan tulus
77 Tidak mendapat restu?
78 Hadiah naik level
79 One year later
80 Meet Felix and Cris
81 Fakta yang mengejutkan
82 Pesan ancaman
83 Berangkat ke Korea
84 Aku merindukanmu
85 Tidur di sofa
86 Papa, mama dan baby
87 Mengusir dengan 'halus'
88 Fano versi imut, Noa
89 Keluarga yang harmonis
90 Cerita tentang Noa
91 Gadis mirip boneka
92 Ada aku, kau tidak sendirian
93 Memberi kesempatan kedua
94 Namsan tower
95 Mimpi buruk dan penyesalan
96 Seseorang untuk bersandar
97 Menjebak dan dijebak
98 Hadiah kotak misterius
99 Teror masa lalu
100 Jangan terlalu serius
101 Mansion paling mewah
102 Kita gak mirip!
103 Lelaki buaya darat
104 Wujud asli Lylac
105 Tidak diakui oleh anak
106 Menolong seorang nenek
107 Merombak dan memulai kembali
108 Bagaimana menghancurkan rantai?
109 Sistem bermasalah
110 Aku? aku Raja
111 Anak korban orangtua
112 Tidak bisa tidur
113 Ini sangat aneh
114 Lylac kenapa?
115 Kastil permata Floutessia
116 Teh mawar biru
117 Perasaan yang aneh
118 Camping di tepi pantai
119 Lomba memancing berhadiah
120 Di pagi hari yang ....
121 Siaran langsung 2 menit
122 Bertemu Lady Lydia
123 Hubungan yang rumit
124 Kabur dan menjadi buron
125 Pagi hari yang ribut
126 Saat bersama sahabat
127 Jumlah energi sihir
128 Peningkatan sihir
129 Pangeran bertopeng
130 Menangkan pertandingan
131 Gadis misterius dan obat mata
132 Pesta kejutan untuk Fano
133 Kecewa namun tidak terkejut
134 Ternyata bukan Kim Yena, tapi -
135 Di atas bukit perkemahan
136 Hantu di perkemahan
137 Melawan beruang iblis
138 Menghilangkan rasa bosan
139 Lylac kembali dan merusuh
140 Cantik keturunan bidadari
141 Gender anak pertama
142 Masa lalu yang kelam
143 Cerita tentang Yoshi
144 Bertemu kakeknya Yoshi
145 Musuh mulai menyerang
146 Rumah besar keluarga Doma
147 Membantu menangkap yakuza
148 Pantai pribadi dan resort
149 Mencari mutiara di dalam laut
150 Dijebak seorang mermaid
151 Biarkan Fano tidur
152 Ingatan indah menjadi pahit
153 Ruangan cermin besar
154 Meracuni pikiran bocah
155 Belanja di Shibuya
156 Penculik berbahaya
157 Menangkap pembunuh
158 Penerbangan yang ribut
159 Berhasil menahan godaan
160 Kembali ke apartemen kecil
161 Emosi di pagi hari
162 Ternyata Lily itu ...?
163 Adik yang lebih menyeramkan
164 Obrolan di villa
165 Perubahan mendadak sistem
166 Dungeon untuk berlatih sihir
167 Pagi yang sangat sibuk
168 Penelfon misterius
169 Menjinakkan sebuah bom
170 Ruang bawah tanah
171 Gua dengan hiasan berlian
172 Peri kupu-kupu
173 Tawaran bermain drama
174 Sungai susu dan berlian putih
175 Memulai siaran langsung
176 Mencari desainer perhiasan
177 Makan malam dengan lobster
178 Memilih gaun di butik
179 Pesta pernikahan di kerajaan
180 Pangeran Arthur dan tantangan
181 Seperti batu opal
182 Antara Fano dan Kaisar
183 Berburu di dalam hutan
184 Sebenarnya, Kaisar itu....
185 Cara mendekati Fano?
186 Tidak bermaksud menyakitimu
187 Mimpi buruk dan sleep walking
188 Cerita masing-masing
189 Apa kau merasa senang?
190 Dalam masa pubertas
191 Permainan yang canggung
192 Lylac ingin menyerah?
193 Seperti apa ayah Albert
194 Bukan anak kecil
195 Kenyataan yang aneh
196 mengkhawatirkan Lylac
197 Apa yang Noa pikirkan
198 Tidak boleh macam-macam
199 Berita bagus dan mimpi buruk
200 Tanda-tanda jatuh cinta
201 Meski direstui, tapi....
202 Rencana baru Fano
203 Imajinasi atau nyata?
204 Perbincangan serius
205 Roti melon di kantin
206 Apa aku egois?
207 Pada akhirnya
Episodes

Updated 207 Episodes

1
Kesempatan kedua dan hukuman
2
Diawasi oleh sistem
3
Memulai kehidupan baru
4
Siapa gadis ini?
5
Pergi belanja seragam baru
6
Membeli ponsel 15 juta
7
Memberi pelajaran pada pembully
8
Sebuah rencana
9
Bermain menjadi korban
10
Memanfaatkan kelemahan
11
Mau jadi temanku?
12
Sistem naik level 2
13
Asal kau tersenyum bahagia
14
Bermain bola
15
Cara untuk membalas
16
Bathbomb ajaib
17
Tantangan pertandingan game
18
Alfredo Maverick
19
Berubah menjadi bidadari
20
Misi selesai, bisnis lancar
21
Membeli desserts
22
Malam minggu bersama teman
23
Kostum maid untuk Angel
24
Memenangkan pertandingan game
25
Berusaha menahan diri
26
Skill baru yang unik
27
Merawat rambut rusak
28
Ahli waris Verdinand
29
Penghianat dari masa lalu
30
Tawaran The Royal Group
31
Merawat anak kecil demam
32
Melihat gedung baru
33
Kamu cemburu?
34
Percayalah padaku
35
Menghadiri rapat pemegang saham
36
Bertemu keluarga Queenza
37
Rumah pohon dan burger
38
Penggemar Fano
39
Menjadi babysitter
40
Bocah yang sangat aktif
41
Bermain di kebun buah
42
Pria dengan rantai di leher
43
Sore yang indah di villa
44
Villa di tepi pantai
45
Deline Jewelry
46
Hukuman pertama: Hunter Game
47
Mencari informasi dengan skill baru
48
Tidak memiliki pilihan lain
49
Apa ini hanya prank?
50
Dia mencurigakan, tapi..
51
Ichigo daifuku
52
Ruangan aneh dan bola kristal
53
Dimanakah Alfred?
54
Razia obat terlarang
55
Terjebak tuduhan palsu
56
Penyamaran yang berbahaya
57
Karyawan baru
58
Secangkir teh pagi
59
Penghianatan seorang teman
60
Kenapa pergi begitu saja?
61
Merenungkan berbagai hal
62
Berpikir sebelum bertindak
63
Keluarga tapi bukan keluarga
64
Pemikiran yang aneh
65
Di tepi pantai
66
Bertemu utusan Deline
67
Afredo Maverick yang asli
68
Tidak sesuai harapan
69
Berbeda dengan yang dulu
70
Membawa kabur Alfred
71
Menolong Kucing kecil
72
Mendapat kesepakatan
73
Kenapa percaya reinkarnasi?
74
Ada yang tidak beres
75
Rencana dimulai
76
Membantu dengan tulus
77
Tidak mendapat restu?
78
Hadiah naik level
79
One year later
80
Meet Felix and Cris
81
Fakta yang mengejutkan
82
Pesan ancaman
83
Berangkat ke Korea
84
Aku merindukanmu
85
Tidur di sofa
86
Papa, mama dan baby
87
Mengusir dengan 'halus'
88
Fano versi imut, Noa
89
Keluarga yang harmonis
90
Cerita tentang Noa
91
Gadis mirip boneka
92
Ada aku, kau tidak sendirian
93
Memberi kesempatan kedua
94
Namsan tower
95
Mimpi buruk dan penyesalan
96
Seseorang untuk bersandar
97
Menjebak dan dijebak
98
Hadiah kotak misterius
99
Teror masa lalu
100
Jangan terlalu serius
101
Mansion paling mewah
102
Kita gak mirip!
103
Lelaki buaya darat
104
Wujud asli Lylac
105
Tidak diakui oleh anak
106
Menolong seorang nenek
107
Merombak dan memulai kembali
108
Bagaimana menghancurkan rantai?
109
Sistem bermasalah
110
Aku? aku Raja
111
Anak korban orangtua
112
Tidak bisa tidur
113
Ini sangat aneh
114
Lylac kenapa?
115
Kastil permata Floutessia
116
Teh mawar biru
117
Perasaan yang aneh
118
Camping di tepi pantai
119
Lomba memancing berhadiah
120
Di pagi hari yang ....
121
Siaran langsung 2 menit
122
Bertemu Lady Lydia
123
Hubungan yang rumit
124
Kabur dan menjadi buron
125
Pagi hari yang ribut
126
Saat bersama sahabat
127
Jumlah energi sihir
128
Peningkatan sihir
129
Pangeran bertopeng
130
Menangkan pertandingan
131
Gadis misterius dan obat mata
132
Pesta kejutan untuk Fano
133
Kecewa namun tidak terkejut
134
Ternyata bukan Kim Yena, tapi -
135
Di atas bukit perkemahan
136
Hantu di perkemahan
137
Melawan beruang iblis
138
Menghilangkan rasa bosan
139
Lylac kembali dan merusuh
140
Cantik keturunan bidadari
141
Gender anak pertama
142
Masa lalu yang kelam
143
Cerita tentang Yoshi
144
Bertemu kakeknya Yoshi
145
Musuh mulai menyerang
146
Rumah besar keluarga Doma
147
Membantu menangkap yakuza
148
Pantai pribadi dan resort
149
Mencari mutiara di dalam laut
150
Dijebak seorang mermaid
151
Biarkan Fano tidur
152
Ingatan indah menjadi pahit
153
Ruangan cermin besar
154
Meracuni pikiran bocah
155
Belanja di Shibuya
156
Penculik berbahaya
157
Menangkap pembunuh
158
Penerbangan yang ribut
159
Berhasil menahan godaan
160
Kembali ke apartemen kecil
161
Emosi di pagi hari
162
Ternyata Lily itu ...?
163
Adik yang lebih menyeramkan
164
Obrolan di villa
165
Perubahan mendadak sistem
166
Dungeon untuk berlatih sihir
167
Pagi yang sangat sibuk
168
Penelfon misterius
169
Menjinakkan sebuah bom
170
Ruang bawah tanah
171
Gua dengan hiasan berlian
172
Peri kupu-kupu
173
Tawaran bermain drama
174
Sungai susu dan berlian putih
175
Memulai siaran langsung
176
Mencari desainer perhiasan
177
Makan malam dengan lobster
178
Memilih gaun di butik
179
Pesta pernikahan di kerajaan
180
Pangeran Arthur dan tantangan
181
Seperti batu opal
182
Antara Fano dan Kaisar
183
Berburu di dalam hutan
184
Sebenarnya, Kaisar itu....
185
Cara mendekati Fano?
186
Tidak bermaksud menyakitimu
187
Mimpi buruk dan sleep walking
188
Cerita masing-masing
189
Apa kau merasa senang?
190
Dalam masa pubertas
191
Permainan yang canggung
192
Lylac ingin menyerah?
193
Seperti apa ayah Albert
194
Bukan anak kecil
195
Kenyataan yang aneh
196
mengkhawatirkan Lylac
197
Apa yang Noa pikirkan
198
Tidak boleh macam-macam
199
Berita bagus dan mimpi buruk
200
Tanda-tanda jatuh cinta
201
Meski direstui, tapi....
202
Rencana baru Fano
203
Imajinasi atau nyata?
204
Perbincangan serius
205
Roti melon di kantin
206
Apa aku egois?
207
Pada akhirnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!