.
.
Setelah membicarakan usaha apa saja yang mungkin bisa mereka buka, mereka kembali pergi untuk melihat ke toko lain, karena Fano ingin membeli sepatu dan juga ponsel baru.
Fano tidak menyangka jika Angel ternyata memiliki banyak ide usaha, dia bukan hanya sekedar anak orang kaya tapi dia juga berpotensi menjadi orang kaya dengan usahanya sendiri. Tidak seperti anak orang kaya lain yang bisanya hanya menghamburkan uang dan berlindung di bawah uang orangtuanya.
Angel sangat cerdas dan memiliki banyak ide yang cemerlang, yah.. meski dia tidak memiliki keberanian untuk memulainya.
Karena itu, Fano tidak ingin melepas Angel, dia bisa selalu membantu Fano suatu saat nanti.
Bisa dibilang.. dia teman pertama Fano?
Karena Fano yang asli juga jarang memiliki teman, apalagi yang tulus.
Mereka sampai di tempat konter HP, ada banyak ponsel yang dijual mulai dari yang second hingga yang paling mahal ada disana.
Bukan hanya Fano, ada beberapa orang lain yang juga melihat-lihat ponsel, tapi para pelayannya hanya sibuk menawari orang-orang yang terlihat berduit saja.
Fano biasa saja sih, karena kebetulan pelayannya juga tidak banyak, dan dia juga datang terakhir.
“Ponsel apa yang bagus ya? Bagaimana menurutmu?” tanya Fano, dia tidak begitu paham ponsel yang bagus yang mana, yang dia tau hanya mahal belum tentu kualitasnya bagus, tapi kualitasnya bagus pasti mahal.
Heum.. pilih yang mana?
“Yang ini juga bagus, ku rasa warnanya cocok untukmu” kata Angel, dia menunjuk ponsel hitam harga tiga jutaan.
“Menurutmu begitu? Aku sebenarnya suka warna merah.. seperti darah”
“Serius?”
“Tidak, hanya bercanda”
Itu serius sih, Fano menyukai warna merah dan hitam.
“Oh, yang ini sepertinya bagus” Fano menunjuk ponsel hitam yang berharga 15 jutaan, sepertinya itu ponsel keluaran terbaru.
“Fano, lihat harganya” bisik Angel
“Memang kenapa harganya?”
“Kau yakin punya uang sebanyak itu?”
Fano mengangguk yakin, malah membuat Angel khawatir, meski jika uang Fano kurang Angel bisa menambahinya tapi tetap saja.
‘Bisa kau tukarkan 30 koin dengan uang tunai?’
[Kata kuncinya?]
‘Tolong’
[30 koin berhasil ditukarkan dengan uang tunai sebesar 15 juta rupiah]
‘Terima kasih’
[Hehe sama-sama]
“Kalau gak punya duit gak usah sok beli ponsel mahal deh!” sindir perempuan aneh lain yang bergelayut manja pada pacarnya yang berpenampilan necis dengan kemeja dan dasi.
Fano dan Angel diam saja malas untuk menyahuti.
“Sayang, beliin aku yang itu dong, biru lucu banget” kata perempuan itu lagi pada pacarnya, menunjuk ponsel serupa yang Fano inginkan hanya saja warnanya biru muda.
“Beb yang lain aja ya, aku gak bawa uang sebanyak itu” bisik si pacar.
Fano terkekeh pelan, perempuan itu berdecak kesal.
“Aku membeli ponsel ini, ini uangnya” Fano mengeluarkan uang 15 jutanya tepat di hadapan wanita itu.
“Untungnya kita punya uang ya Angel..” kata Fano lagi, sengaja agak dikeraskan.
Perempuan tadi tidak jadi membeli ponsel dan menyeret pacarnya menjauh karena sangat malu.
“Masnya jadi beli ponsel ini?” tanya pelayan.
“Benar, bisa pindahkan sim card yang ada disini juga?”
“Baik mas, sebentar ya”
Setelah membeli ponsel, Fano lanjut lagi membeli beberapa pasang pakaian, mengingat pakaian miliknya sedikit sekali dan semuanya hampir tidak ada yang pantas digunakan di luar, kalau digunakan di rumah saja sih masih oke.
Sampai orang-orang mengira dia gembel segala.
Fano salut dengan Angel yang betah menemaninya yang berpenampilan lusuh ini.
“Fano, jika kau masih belum tau ingin buka usaha apa.. itu – kau bisa bekerja di perusahaan ayahku” kata Angel setelah mereka sampai di depan gedung apartemen lagi.
“Menjadi cleaning service? Itu boleh juga..”
“Tidak.. itu – Fano kan sangat pintar juga bisa mengetik dengan cepat, jadi.. ku rasa kau akan mendapatkan posisi yang bagus”
“Bagaimana jika karyawan lain iri? Itu bisa saja terjadi”
“Benar juga”
“Lebih baik kita fokus dengan ujian nasional saja, itu sebentar lagi bukan? Kau harus lulus dengan nilai yang bagus, jangan pikirkan aku.. untuk usaha bisa dipikir belakangan”
Angel hanya mengangguk, Fano pun berpamitan dan keluar dari mobil sambil membawa barang belanjaannya yang lumayan banyak.
Sepanjang perjalanan hingga ke lift, orang-orang nyinyir masih saja bergunjing, mengatakan yang tidak-tidak tentang Fano. Kalian beruntung karena Fano dilarang menyakiti orang, kalau tidak sudah tinggal nama kalian semua.
Jadi orang baik itu susahnya minta ampun.
***
Hari telah berganti pagi, Fano sudah terbangun di pagi hari berkat alarm ponsel yang berbunyi nyaring sekali, suara berisiknya memenuhi kamar yang Fano tempati.
Oh iya, apartemen ini seperti apartemen mewah kebanyakan, kamarnya tidak hanya satu, ada dua kamar utama dan dua kamar tamu, kamar mandi ada lima, ada balkon, ada dapur yang bagus, ruang tamu, ruang tengah, ruang makan.
Fasilitasnya lengkap.
Baru saja Fano berniat memasak sarapan lalu mandi, layar sistem kembali muncul menganggu hidupnya yang damai.
Ah, mana pernah hidup Albert maupun Fano damai?
Mimpi!
[Aku akan memberi misi untukmu]
“Misi apa?”
[Misimu adalah misi pagi, yaitu olah raga agar tubuhmu jadi lebih bugar]
Fano menganggukan kepalanya, dia setuju dengan sistem, karena meski Fano memiliki tinggi sekitar 180 cm, dia ini cukup kurus dan tidak terlihat fit sama sekali, terlihat menyedihkan.. hanya saja karena dia tampan jadi sedikit tertolong.
[Misi pagi adalah push up 20x, sit up 20x, squat jump 20x, lalu lari mengelilingi jogging track yang ada di apartemen ini sebanyak 5x putaran]
[Jika kau selesai mengerjakan semuanya, aku akan memberikan 100 koin untukmu]
“Koinku sekarang ada berapa?”
[Ada 290 koin]
“Kalau aku tidak mau mengerjakan?”
[Tidak masalah, tapi jika tiap pagi mengerjakannya akan selalu mendapat 100 koin]
“Tidak ada hukuman ya?”
[Tidak, karena ini misi pilihan, bisa diabaikan jika tidak mau]
“Akan ku lakukan, tapi eum – bukankah sistem bisa naik level? Jika level naik apa misi pagi juga ikut naik?”
[Otak Fano memang bekerja dengan baik, itu benar!]
“Hei kenapa kau hanya memuji otak Fano?”
[Cepat kerjakan jika tidak mau telat]
Fano pun bergegas bangkit dari ranjangnya, membiarkan selimutnya tak beraturan seperti itu dan langsung pergi ke kamar mandi untuk cuci muka. Fano mengerjakan push up, sit up dan squat di dalam apartemennya, setelah itu untuk jogging dia terpaksa turun ke bawah setelah memakai celana training hitam panjang dan kaos putih polos.
Ternyata bagi Fano lari 5 kali putaran saja sudah melelahkan, tubuh ini butuh banyak-banyak olah raga. Jika otot-ototnya tidak dilatih percuma saja Fano yang sekarang mendapatkan skill beladiri dari Albert. Sama saja bohong.
Karena itu Fano sudah memutuskan untuk mengambil misi pagi setiap hari saja, jika tidak begitu tubuh Fano akan kaku dan lemah.
Setelah selesai olah raga Fano membeli bahan-bahan untuk membuat sandwich di supermarket karena buka 24 jam. Sebenarnya disini dijual sandwich yang sudah jadi, tinggal hangatkan saja di microwave. Tapi mengingat Fano sudah punya skill memasak jadi ia urungkan niat itu.
Fano, atau pemilik tubuh asli sudah bisa memasak bahkan sejak masih ada orangtuanya, ibu dan ayah Fano keduanya pandai memasak dan sering mengajari Fano. Jadi ketika Fano tinggal bersama paman dan bibi, Fano juga menjadi juru masak disana.
Fano tidak keberatan kok, karena jika Fano membiarkan bibi atau sepupunya yang memasak, apalagi pamannya.. wah, bisa rusak nanti lambung Fano.
Lebih baik dia memasak seperti pembantu daripada merasakan makanan yang menyiksa lambung dan indra perasanya.
Karena itu, Fano yang sekarang penasaran juga dengan keahlian memasak yang dia miliki.
Dia membuat sandwich hanya dengan roti, telur, sosis, daun bawang dan wortel.. tentu saja dengan bumbu lain.
Dan hasilnya sangat memuaskan.
“Ternyata aku berbakat memasak, sekarang saatnya mandi dan pergi sekolah, kita bantai semua preman yang membully Fano dan Angel”
Seringai tempan muncul di wajah Fano.
“Tumben kau tidak menegurku?”
[Untuk apa? Mereka berhak kau bantai]
Fano tertawa melihat balasan dari sistemnya “Jadi kau setuju denganku?”
[Kau bisa melakukan apapun pada mereka selain membunuh, mencekik, menusuk, memotong.. kalau goresan dan memar aku tidak masalah]
Fano semakin bahagia karena mendapat izin seperti itu, yah.. meski agak kecewa karena tidak bisa memotong sesuatu tapi itu sudah lumayanlah.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Mamat Stone
😈😈😈
2024-10-25
0
Sebut Saja Chikal
🤣🤣🤣🤣🤣
2024-10-21
0
Harman Loke
seeeeemaaaaaaaaaangaaaaaaaaattt
2024-09-21
1