.
.
“Maksud nak Farel – ” ayahnya Andy menoleh pada Andy, Andy segera mengangguk cepat mengiyakan ucapan Fano, karena... yah, itu kan faktanya.
“Itu benar ayah, Indra yang –”
“Sialan! Kenapa dia jadi menyeret putraku yang tidak bersalah” gumam ayahnya Andy kesal.
“Sepertinya Indra akan menyalahkan Andy deh, kan Andy selama ini ketua mereka” celetuk Fano semakin memanas-manasi ayah Andy yang sudah tersulut emosi.
Ayahnya Andy menepuk bahu Andy dengan dramatis “Tentang saja Andy, itu tidak akan terjadi akan ku pastikan semua kesalahan ditanggung oleh orang yang benar-benar harus disalahkan” kata ayah Andy, kemudian dia keluar dari UKS.
Andy sudah ingin mengikuti ayahnya tapi Fano dengan cepat menahan lengannya lalu berbisik dengan nada menyeramkan.
“Mau kemana? Heum?”
Takut-takut Andy menoleh pada Fano, kini ekspresi Fano bukan anak polos tanpa dosa lagi, tapi kembali menjadi psikopat.
“Fa.. fano..”
“Aku sudah menyelamatkanmu lho, kau berhutang budi padaku kan?”
Setelah itu Fano tertawa, namun Andy malah takut mendengar suara tawa Fano.
“Aku.. akan melakukan apapun un.. untukmu..”
Fano menyeringai “Bagus itu yang aku mau, sekarang kau jadi bawahanku, kau harus menurut padaku kalau tidak – kau ingin merasakan ikat pinggang atau belati? atau.. sesuatu yang lebih menyakitkan?”
Andy buru-buru menggeleng “Tidak! Ampuni aku.. Fa.. fano..”
Fano puas melihat ekspresi ketakutan Andy.
Fano tau ayahnya Andy yang menjunjung tinggi reputasi baik akan melakukan apapun agar reputasi anaknya bersih. Dengan begini, masalah Indra akan ditangani oleh ayahnya Andy, Fano tidak perlu campur tangan. Ayahnya Andy sangat menjaga reputasinya, dan itulah yang sedang Fano manfaatkan.
[Misi penting terselesaikan! Hadiah 260 koin dan motor sport ditambahkan!]
[Motor akan dikirim ke parkiran apartemen, surat-suratnya juga dikirim langsung ke apartemen]
Senyum Fano bertambah puas.
Misi terselesaikan!
“Duduk” perintah Fano, takut-takut Andy duduk di ranjang UKS tapi agak jauh dari Fano. Menurut Andy, Fano berubah sejak jatuh dari atap, mungkin ada sel-sel otaknya yang rusak jadi dia bertingkah seperti ini.
Fano yang sekarang terlihat sangat menakutkan, untuk bergerak sedikit saja Andy sangat takut.
“Kau kelihatannya takut sekali padaku ya” Fano terkekeh pelan melihat tingkah Andy yang tidak biasanya, padahal dalam ingatan Fano, Andy biasanya terlihat menyeramkan, tatapannya tajam dan semua orang harus tunduk padanya.
Tapi sekarang apa?
Andy tidak lebih dari seekor anak ayam yang gemetaran karena bertemu predator.
“Kena.. kenapa.. kau memilih menolongku?” tanya Andy dengan agak terbata-bata.
Fano tertawa lagi “Menolong? Apa itu bisa disebut menolong ya? Yah sebut saja seperti simbiosis mutualisme, aku memerlukan ayahmu yang ambisius dan sangat mementingkan reputasi baik itu untuk dimanfaatkan.. lagipula, apa aku berbohong? Tidak bukan? Memang Indra yang mendorongku dengan keinginannya sendiri, bukan kau.. sudah sepatutnya ayahmu berusaha agar putranya tidak diseret karena kesalahan orang lain”
“Lalu –”
“Lalu kau juga yang paling sedikit menggangguku beda dengan tiga yang lain, aku tau kau hanya ikut-ikutan saja kan?”
Andy mengangguk “Aku sebenarnya tidak mau begini, tapi jika aku tidak ikut mereka akan balik menggangguku”
“Bodoh, mereka hanya menginginkan uangmu saja – kau pikir mereka berani melakukan sesuatu padamu? Kau memiliki tatapan menyeramkan yang alami, mereka juga ingin memanfaatkan itu, karena jika kau menjadi ketua mereka, mereka akan jadi ditakuti banyak orang – tapi aku tidak membenarkanmu, karena kau juga menikmati perbuatan yang kalian lakukan”
Andy menundukkan kepalanya, Fano benar. Meski tatapan Andy sangat tajam, sebenarnya dia cukup penakut, dia takut pada banyak hal. Dulu yang memintanya bergabung adalah Indra, Andy yang sebenarnya ketakutan hanya menuruti mereka saja hingga lama-kelamaan mereka menjadikannya ketua.
Kelakuan mereka semakin hari semakin tidak terkendali, sebenarnya Andy tidak mau melakukannya – bukan karena dia tidak suka mengganggu anak lain, tapi lebih karena takut ayahnya akan marah padanya. Andy masih jadi anak baik di depan orangtuanya. Andy bahkan memohon pada guru atau kepala sekolah agar kelakuannya tidak dibocorkan pada orangtuanya.
Dan tadi di ruangan kepala sekolah adalah pertama kalinya ayah Andy tau jika Andy melakukan banyak kenalakan. Ayahnya sangat marah lalu menyeret Andy untuk meminta maaf pada Fano.
PUK
Andy menoleh pada Fano yang kini duduk dekat dengannya, saat ini bukan hanya ayahnya.. Andy sekarang juga takut dengan sosok baru Fano.
Andy berusaha keras menyembunyikan kegugupannya karena Fano dekat sekali dengannya.
“Hei Andy.. bukankah ayah dan ibumu ingin kau jadi anak baik? Jika tidak berhenti sekarang, kau akan terjerumus dan tidak akan tau jalan untuk kembali – karena itu, sebelum terlambat lebih baik kau benar-benar menjadi anak yang baik mulai sekarang, bagaimana?”
Itu kata-kata memotivasi yang harus bisa menyentuh hati, namun.. Fano mengatakan kata-kata itu dengan seringai mengerikan seolah itu adalah ancaman, jika Andy tidak melakukannya maka dia tamat.
Tapi Andy tau Fano ada benarnya.
“Aku.. akan berusaha”
“Berusaha saja tidak akan membawa hasil, kau harus menuruti ucapaku – pertama-tama..minta maaf pada Angel dan semua yang telah kau ganggu selama ini, aku tau tidak semua bisa maafkanmu.. itu normal untuk masih tidak mempercayaimu, yang penting kau sudah minta maaf”
Andy menatap Fano tidak percaya, meski seram tapi tersirat kepedulian dalam ucapan Fano.
“Kenapa kau peduli sekali padaku Fano?”
Fano tersenyum lalu membatin ‘karena sistem yang menyuruhku’
...--*--...
...MISI PENTING!...
...Membuat Andy menjadi berpihak padamu, jadikan dia anak yang baik sesuai keinginan orangtuanya. Jika tidak dari sekarang mungkin nanti lama kelamaan dia bisa saja menjadi sepertimu, bukan kau yang sekarang, tapi Albert....
...Hadiah: 500 koin dan mobil sport mewah!...
...Hukuman: eum.. untuk sementara tidak ada, kau bisa memilih untuk tidak melakukannya...
...--*--...
Fano memilih untuk melakukan misi itu karena dia tidak mau ada orang lain yang menjadi sama sepertinya. Andy masih muda, masih belum terlambat untuknya berubah menjadi anak baik. Jauh berbeda dengan Albert.
Jika bukan karena ibunya.. mungkin sekarang Albert sudah menjadi abu neraka dan menyesali perbuatannya.
“Peduli? Aku hanya kasihan pada anak-anak yang kau ganggu, mulai sekarang kau harus jadi anak baik dan kalau bisa mencegah anak kelas lain untuk mengganggu yang lemah, kau bisa menjadi hero atau apa agar orangtuamu senang kan?”
“Tapi aku mendapat skors”
“Karena itu kau harus minta maaf sekarang juga”
Andy mengangguk pelan “Terima kasih, Fano”
Fano menatap Andy dengan dahi berkerut, ternyata Andy bisa ringan sekali mengucapkan kata terima kasih.. beda dengan dirinya yang untuk mengucapkan terima kasih dan maaf saja harus disuap dulu oleh sistem.
[Itu karena Andy masih punya jiwa anak baik, beda denganmu yang terlanjur kotor]
‘Diam! Kau menyebalkan!’
“Jangan berterima kasih dulu, kau harus minta maaf dulu, aku akan mengawasimu”
Andy hanya mengangguk pasrah “Baiklah”
Setelah itu Fano mengawasi Andy yang meminta maaf kepada beberapa anak culun yang biasa dia ganggu, termasuk Angel. Angel saja sampai tidak percaya dengan apa yang terjadi, dia menatap Fano minta penjelasan tapi Fano hanya tersenyum kecil dan mengedikkan bahu saja pura-pura tidak tau.
Untuk masalah Indra sudah ditangani oleh ayahnya Andy.
Sangat disayangkan karena tidak bisa dipenjara karena banyak sekali kendalanya. Mereka tidak punya bukti yang kuat, meski sudah ada pengakuan dari korban serta dikuatkan dengan anggukan dari Andy, Zion dan Rano sebagai saksi... tapi, karena Fanonya baik-bak saja jadi tidak terlalu valid. Jika menggunakan keterangan rumah sakit sebenarnya bisa saja tapi jadi agak aneh... karena ada perubahan besar.
Fano yang harusnya tidak selamat jadi selamat dan tidak ada penjelasan ilmiah mengenai itu, bisa dikatakan Fano selamat dengan keajaiban.
Mana bisa dikatakan seperti itu dihadapan pengadilan.
Jadi Fano memilih untuk melepas Indra, asal Indra dikeluarkan dari sekolah.
Lagipula saat ini Indra masih berlindung dibawah orangtuanya, masih bisa dikatakan anak dibawah umur, dipenjara pun pasti dapat keringanan.
Tapi, yang namanya bocah pasti tidak akan terima bukan?
Bisa saja Indra akan membalas dengan melakukan hal lain yang lebih buruk.
Karena itu Fano menunggunya... karena perbuatan selanjutnya tidak akan dia lepaskan, dia pikir dia bisa melakukan sesuatu pada Fano? Itu konyol.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Babah Gumilang
fano kasih hadiah rumah villa dari sistem
2024-10-21
0
Harman Loke
sadar
2024-09-21
0
Raysonic Lans™
okelah
2024-05-07
2