.
.
Ting!
[Harusnya kau mendapat hukuman karena
menyerang pemuda di bawah tadi, tapi karena dia sangat menyebalkan dan kau juga berterima kasih pada kakak cantik tadi, maka aku tidak akan menghukummu]
Fano tersenyum melihat pemberitahuan sistem.
“Aku tadi refleks, kau tau sendiri kemampuan Albert masih melekat padaku”
[Iya aku mengerti.. tapi lain kali kau harus hati-hati, jangan ulangi lagi, jika yang kau sakiti orang baik dan tidak bersalah kau akan mendapat hukuman besar]
“Kau perhatian sekali ya”
[Aku tidak perhatian! Ugh, aku pergi]
“Kau mau pergi kemana? Kau harus disini mengawasiku kan?”
[Benar juga.. ish, aku sial sekali]
Fano tertawa melihat tulisan itu, dia juga setuju jika sistem memang sial karena melekat padanya, dia pasti sangat merepotkan.
“Terima kasih ya sudah tidak menghukumku”
[Sama-sama]
Fano pun kembali berjalan, menyeret kopernya menuju kamar yang paling besar, kemudian melemparkan dirinya ke atas ranjang.
Sangat empuk! Dan nyaman..
Dia bisa tidur seharian disini..
“Oh iya, aku tadi mendapat koin kan? koin untuk apa?”
[Kau bisa menukarkan koin menjadi uang tunai]
“Satu koin berapa rupiah? Bisa dikirim ke rekeningku? Biar tidak sedikit jumlahnya”
[Tentu saja bisa, satu koin berharga 500.000 rupiah]
[Kau memiliki 100 koin sekarang, mau ditukarkan?]
“Tukarkan 10 koin ke rekening, lima koin berupa tunai, bisa kan?”
[Tentu..]
Ddrttt ddrtt
Fano membuka kopernya, melihat ponselnya yang barusan bergetar, ada pemberitahuan dari mbanking jika saldonya bertambah 5 juta rupiah.
Kemudian, uang 2,5 juta juga muncul di atas ranjang.
“Wah, keren...”
Setelah itu Fano memeriksa layar sistemnya, karena dia melihat di layar ada berbagai menu.
[Status] [Misi] [Toko] [Penyimpanan]
Fano membuka menu status.
...--*--...
...Nama: Farelino Adhitama / Alberto...
...Maverick...
...Umur: 18 tahun / -...
...Level: 1...
...Koin: 85...
...Skill:...
...- Skill bertarung level 10...
...- Skill kecerdasan level 7...
...- Skill memasak level 7...
...- Skill kharisma level 8...
...- Skill mengemudi level 7...
...--*--...
Sepertinya semua skill itu campuran dari milik Albert atau milik Fano, milik Albert adalah bertarung, kharisma dan mengemudi, lainnya milik Fano.
Tapi hebat juga bisa memasak levelnya sudah 7.
“Yang level satu ini maksudnya apa?”
[Level sistem]
[Semakin tinggi level sistem, misi dan hadiah juga semakin besar nantinya, dan juga bisa mengakses beberapa barang langka di toko]
“Toko?”
Fano membuka toko sistem, banyak barang yang dikunci, yang tidak dikunci hanya ramuan energi dan penyembuh tingkat rendah saja.
“Ramuan penyembuh ini.. apa bisa menyembuhkanku?”
[Karena tubuhmu memiliki beberapa kerusakan ringan akibat jatuh, jadi tidak ada salahnya meminumnya]
Fano pun mencoba membeli ramuan itu seharga satu koin, yang datang adalah botol kecil dengan cairan berwarna biru. Fano meminumnya, ternyata tidak pahit, malah rasanya enak dan segar. Setelah meminumnya pun dia merasa sangat segar, kepalanya tidak lagi berat, otot-ototnya tidak lagi kaku, ringan digerakkan.
“Ini tingkat rendah tapi sangat bagus ya... oh iya, bagaimana dengan sekolahku?”
[Kamu harus kembali ke sekolah besok, tapi seragammu sudah tidak bisa digunakan]
“Harus membeli yang baru ya? Aku juga harus membeli ponsel yang lebih bagus”
Fano membolak-balik ponsel butut di tangannya hingga kemudian ponsel itu bergetar kembali.
Seseorang menelfon, tidak ada namanya, hanya nomor saja.
Fano pun mengangkatnya karena siapa tau penting.
“Fano? Kau benar-benar sudah sadar dan sehat? Tidak mati?”
Fano bisa mengenali suara itu sebagai suara bibinya Fano.
“Tenang saja, aku tidak akan mengganggu hidup kalian, aku juga tidak akan pulang kesana, terima kasih atas semuanya, jangan menelfonku lagi”
Setelah itu dengan kesal Fano menutup telfon itu.
Sialan! Dia berharap keponakannya mati, apa itu? Jangan-jangan dia membeli asuransi atas Fano! Menyebalkan!
Fano berusaha menenangkan dirinya, karena sistem memberinya peringatan lagi, keinginan ingin membunuhnya naik lagi. Bagaimana tidak naik jika – ah, sudahlah.. keputusan baik untuk pergi jauh dari mereka.
Ponsel berdering lagi.
Kali ini nomor berbeda, jangan-jangan ini paman.. dengan kesal Fano mengangkat telfon itu
“Apa lagi?”
“A.. anu.. itu.. Fa.. Farel..”
Fano menatap ponselnya tidak mengerti, kali ini suara asing menyambutnya, suara perempuan, sangat merdu dan lembut untuk didengar.
Bidadari kah?
“Maaf ini siapa ya?”
“Aku Angel..”
Tuh kan! bidadari!
“Angel?” tanya Fano untuk memastikan, Fano berusaha mencari seseorang bernama Angel dalam ingatannya tapi agak susah. Apa dia tidak mengenal Angel ya?
“Iya, Angelina.. aku.. anu.. itu..”
“Apa kau temanku?”
“Eh? Itu..”
“Jika kau temanku, mau membantuku? Aku mengalami kesulitan saat ini” kata Fano
“Tentu! Aku akan membantumu apapun itu”
“Bagus, aku akan mengirim alamatnya lewat pesan ya, pakai baju yang bagus”
“Tapi.. Farel –”
“Aku biasa dipanggil Fano, sudah ya, aku tunggu satu jam lagi, tidak perlu makan dulu kita makan siang di luar” setelah mengatakan itu Fano sudah ingin memencet tombol putuskan telfon, tapi sistem memberinya misi sulit lagi.
[Mintalah sesuatu dengan mengucapkan ‘Tolong’ atau ‘Ku mohon’ jika kau melakukannya kau akan mendapat hadiah 100 koin dan jika tidak berhasil, kau akan mendapatkan hukuman berat]
“To.. to.. tolong, Angel”
“Baiklah! Aku akan segera kesana, Fano..”
Fano pun menutup telfonnya begitu saja.
“Kau sudah puas?” tanya Fano jengkel, dulu albert sama sekali tidak bisa mengucapkan kata-kata keramat itu, please, karena itu membuatnya merasa rendah. Dia sudah biasa memerintah orang lain dengan arogan.
[Yup! Hadiah 100 koin telah ditambahkan, sekarang koinmu ada 184 koin, ingin ditukarkan menjadi uang?]
“Aku harus belanja beberapa kebutuhan, jadi.. eum – 15 koin saja lah, tambahkan ke rekening ya”
[Oke!]
Setelah itu pemberitahuan Mbanking datang, 7,5 juta telah ditambahkan, jadi saldo Fano saat ini adalah 12,7 juta. Lalu uang tunai juga ada dua juta lebih, jadi aman soal uang.
Meski ini adalah hukuman baginya, sistem ini boleh juga.
Setelah memberitahu alamat apartemennya pada entah siapa itu bernama Angel, Fano juga menyimpan nomor Angel. Lalu dia bersiap untuk pergi.
Sekitar tiga puluh menit kemudian Fano kembali turun dari apartemennya. Dia hanya membawa dompet, ponsel dan kunci apartemennya saja.
Setelah Fano sampai di bawah satpam yang tadi bertemu dengannya tersenyum sopan dan menunduk padanya, tapi Fano tidak mempedulikan dia dan terus saja berjalan menuju tampat yang ia janjikan pada Angel, di depan gedung apartemen ini.
Fano menelfon nomor Angel, lalu ponsel serorang perempuan yang baru datang berdering, dia mengangkatnya “Halo Fano?”
Fano menutup ponselnya lalu menghampiri gadis itu.
“Fano? Kenapa kamu ada disini?” tanya gadis itu.
Fano tidak merasa menemukan ingatan tentang gadis ini, dia gadis yang biasa saja, dengan badan gemuk dan wajah kusam. Tapi penampilan gadis ini rapi dan sopan, suara indahnya sama dengan yang ada di telfon.
“Kamu ini.. siapa? Kenapa ingin membantuku?” tanya Fano
Gadis itu mendadak terlihat gugup dan panik “Itu.. aku..”
“Katakan saja jangan bertele-tele”
Ting!
[Yang lembut dengan seorang gadis!]
Fano memutar bola matanya kesal, padahal dia sudah merasa biasa saja, tidak membentak atau apapun tapi dia masih salah?
“Aku.. aku merasa bersalah karena – karena aku kau mengalami semua itu”
Fano mengernyitkan dahinya tidak mengerti “Bisa kau jelaskan lebih detail?”
“Mereka.. kesal karena aku tidak masuk jadi – jadi mereka mengganggumu, itu salahku jadi maafkan aku..”
Oh jadi begitu.
Preman itu biasa mengganggu gadis ini, tapi jika gadis ini tidak ada mereka baru menggnggu Fano? Pantas saja dalam ingatannya Fano tidak setiap hari diganggu.
“Bagaimana bisa itu salahmu sih? Kau tidak salah, mereka yang salah, mereka yang harus dihukum, aku hampir mati karena mereka!”
Angel menunduk, mungkin dia ingin menangis, semua perempuan sama saja, sangat cengeng dan mudah mengeluarkan air mata.
“Aku tidak marah padamu.. aku hanya marah pada mereka, pokoknya kita kesampingkan masalah itu dulu, aku butuh bantuanmu”
Angel kembali mendongakkan kepalanya, memperlihatkan wajah sedihnya “Apa kau ingin aku membelikanmu apartemen disini? Aku.. aku akan membelikannya untukmu aku tau kau diusir dari rumah pamanmu –”
“Tidak, astaga Angel.. biarkan aku menyelesaikan ucapanku dulu – aku membutuhkan bantuanmu untuk membeli seragam baru, seragam yang lama sudah tidak bisa dipakai lagi, aku juga tidak sudi memakai seragam penuh darah, tunjukkan aku dimana aku bisa membelinya”
Angel mengangguk, dia sudah tersenyum sedikit “Baik, ayo kita ke mall untuk membeli seragam, aku akan membelikan –”
“Tidak – aku punya uang sendiri.. aku hanya ingin diantarkan saja”
“Tapi..”
“Aku punya uang, serius”
Meski tidak terlalu percaya Angel mengangguk saja “Oke.. supirku menunggu disana” Angel menunjuk sebuah mobil putih yang terlihat sangat bagus.
“Kenapa kau punya mobil?”
“Eh? Itu..”
“Kau menyewanya?”
Angel menggeleng pelan.
Fano tidak tau apapun tentang gadis ini, apa dia sekelas dengan Fano? Tapi masalahnya, Fano penyendiri, dia tidak kenal anak-anak di kelasnya siapa saja selain preman-preman yang sering mengganggunya.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Mamat Stone
🤔🤔🤔
2024-10-25
0
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
sistemnya cewek nih 🤭😂😂
2024-10-03
0
Harman Loke
seeeeemaaaaaaaaaangaaaaaaaaattt
2024-09-21
0