.
.
Bau lavender masih sangat melekat bahkan setelah Fano sampai di sekolah, tapi untungnya aroma tersebut tidak terlalu mencolok. Aroma lavendernya sangat lembut dan wangi, tidak seperti parfum murahan yang baunya menyengat hidung.
“Aku suka baumu, kau memakai parfum apa?” tanya Yoshi
Hari ini Fano sebenarnya ingin berangkat naik mobil, tapi karena dia berangkat bersama Yoshi maka mereka hanya jalan kaki seperti biasa, lagipula jarak antara apartemen dan sekolah sangat dekat.
Jadi tidak terlalu seru jika naik mobil atau motor, kurang jauh.
Mungkin Fano akan memakainya saat hari libur nanti.
“Ini bukan parfum tapi bathbomb, aku memakai yang lavender, ada aroma lain seperti mawar merah dan jeruk, kau mau?” tawar Fano.
“Boleh, aku penasaran” kata Yoshi, benar.. dia benar-benar terlihat penasaran.
“Bagus, harganya satu juta ya” Fano
Yoshi berhenti berjalan, menatap Fano dengan raut terkejut yang lucu “Bathbombnya satu juta? Itu.. isinya ada berapa?”
“Hanya satu”
Yohi makin terkejut, tapi kemudian jadi bingung saat Fano tiba-tiba tertawa.
“Aku hanya bercanda.. ahaha mukamu lucu banget! hahaha” Fano mengusak kepala Yoshi gemas, saking gemasnya ingin Fano cubiti dan uyel-uyel. Tapi tidak lah, kasihan anak orang.
Yoshi yang kesal karena dikerjai menepis tangan Fano yang mengusak rambutnya lalu kembali merapihkan rambutnya.
“Jangan ngambek, aku akan memberi satu untukmu, mau yang aroma apa? Tapi bathbomb ini bagus jika kau sedang stress atau punya banyak pikiran” kata Fano lalu dia merangkul bahu Yoshi yang beberapa centi lebih pendek darinya.
“Kalau begitu bisa kau beri untuk ibuku saja? Ibuku kesusahan sejak cerai dengan ayahku, karena harus bekerja” kata Yoshi.
“Ibumu bekerja sebagai apa?” tanya Fano
“Ibuku adalah manager di salah satu toko milik H.Z Group, kau tau.. itu adalah perusahaan yang menjual berbagai barang-barang elektronik terbaik di negara ini, ibuku manager di salah satu toko cabangnya” kata Yoshi, dia terdengar sangat bangga dengan ibunya.
“Baiklah, aku akan memberi yang mawar merah untuk ibumu”
“Terima kasih ya kemarin kau sudah membantu kami... ayahku orangnya sangat keras dan seenaknya sendiri” Yoshi
“Dia ingin kau mengikutinya ke Jepang?” tanya Fano
“Iya, karena sebenarnya keluarga ayahku memiliki bisnis di Jepang sana, masalahnya kakekku tidak terlalu mempercayai ayah... tapi kakek memiliki harapan besar untukku, jika aku tidak bersama ayah maka ayah tidak bisa segera masuk ke dalam bisnis kakek – ini hal yang rumit, aku sendiri tidak bisa meninggalkan ibuku sendirian disini”
Mereka sudah sampai area sekolah, seperti biasa orang-orang melihat ke arah mereka saat mereka lewat, tapi Fano tidak terlalu peduli, mau mereka melihat atau tidak bukan urusannya.
“Lebih baik kau menjaga ibumu disini” kata Fano
“Aku juga berpikir begitu.. oh iya, kau kan diusir paman dan bibimu, tapi bagaimana kau bisa tinggal di apartemen itu?” tanya Yoshi.
Fano menatap Yoshi tidak percaya, bagaimana bisa dia juga tau tentang hal itu? Apa berita Fano diusir menjadi pemberitaan besar dan viral hingga semua orang jadi tau? Wah, kalau orang-orang tau dia memiliki mobil sport harga miliaran, pasti mereka curiga yang tidak-tidak lagi.
Menyusahkan saja.
“Aku sebenarnya ada tabungan, dan... eum – aku bisa punya apartemen karena warisan orangtua” Fano berharap Yoshi bisa mempercayainya kali ini, lagipula dia mendapat sistem kan karena ibunya juga... meski sistem itu ada untuk membantunya dan menghukumnya, tapi sistem itu juga memberikan koin dan hadiah. Jadi secara tidak langsung... itu bisa seperti warisan dari orangtua.
“Oh ya?”
“Diam-diam orangtuaku menyembunyikan harta, hanya aku yang tau... jadi – jangan beritahu siapa-siapa, kalau kau membocorkannya terutama pada paman dan bibiku, mereka pasti akan melakukan segala cara untuk merebutnya” kata Fano lagi, mengarang bebas, dia bisa jadi penulis novel jika terus seperti ini.
“Begitu ya... jadi karena itu kau biasa saja diusir oleh mereka?”
“Begitulah, mereka hanya memanfaatkanku selama ini, karena aku sudah umur 18 jadi aku memilih keluar saja sekalian – kenapa kau menatapku seperti itu? Kau kasihan padaku?”
Yoshi menatap Fano dengan tatapan mengasihani.
“Maaf..”
“Tidak apa, aku juga kasihan pada Fano – maksudku, diriku sendiri.. karena itu sekarang aku berniat untuk berubah dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya, aku tidak ingin menjadi pengecut lagi, kau juga begitu kan? kita sama-sama berjuang”
Yoshi mengangguk kecil lalu tersenyum, setelah itu mereka kembali berjalan menuju kelas.
Kelas mereka berdampingan, jadi mereka berjalan ke arah yang sama.
Setelah sampai kelas mereka pun berpisah. Mood Fano jadi hancur saat dia baru sampai kelas beberapa siswi tidak tau diri sedang mengganggu Angel, Angel sampai menangis.
“Apa yang kalian lakukan?”
Mereka semua menoleh pada Fano, lalu salah satu dari mereka yang Fano ingat sebagai perempuan tidak jelas yang dia temui saat membeli seragam.
“Kenapa? Kau mau menyelamatkannya seperti pahlawan begitu?” tanya perempuan itu, kalau Fano tidak salah ingat Angel menyebutnya Vero.
Fano mendekati mereka lalu membantu Angel untuk berdiri “Apa yang mereka lakukan padamu?”
Bukannya menjawab, Angel malah menghempaskan tangan Fano, lalu menyambar tasnya dan berlari pergi dari sana.
“Angel!”
“Dia hanya cengeng, biarkan saja dia perg –” Vero menghentikan ucapannya saat Fano menoleh padanya dan menatapnya tajam.
“Kau perempuan tidak tau diri yang merepotkan, aku tidak akan melepaskanmu lain kali” setelah berkata seperti itu dengan nada dingin menyeramkan Fano berlari keluar menyusul Angel.
[Dia ada di taman]
‘Makasih’
Fano pun segera berlari menuju taman, untungnya bel belum berdering.
[Jika kau menenangkan Angel, aku akan memberimu 100 koin, presentase kebaikan juga akan bertambah]
‘Aku memang akan melakukannya’
[Tumben?]
‘Entahlah, aku hanya tergerak sendiri’
[Itu bagus, kau sudah memiliki kemajuan]
Fano menemukan Angel, duduk di bangku
taman di bawah pohon besar, tempat yang agak tersembunyi. Fano mendekatinya dan duduk disana “Angel..”
“Kenapa kau kemari? Memangnya kau tidak malu berteman denganku?”
“Kenapa aku harus malu sih?”
“Aku gendut, jelek, sedangkan kau sangat tampan dan juga pintar! Mereka bilang kau hanya terpaksa berteman denganku... aku.. hiks, aku tidak pantas untukmu”
Fano masih tidak mengerti, apa hubungannya penampilan fisik dengan pertemanan? Aneh sekali... “Memangnya kenapa kalau kau gendut? Aku menyukaimu dan ingin menjadi temanmu karena kita cocok satu sama lain, kau juga orang yang baik jadi.. eum..”
Fano terdiam, tidak mungkin dia mengatakan ‘karena kau baik, jadi presentase kebaikanku bisa bertambah jika dekat denganmu’ tidak mungkin seperti itu kan?
“Maaf.. aku.. aku hari ini sangat sensitif, orangtuaku bertengkar karena ayahku terlihat dekat dengan sekertaris yang cantik”
“Apa ibumu juga gemuk sepertimu?” tanya Fano
Angel menggeleng “Aku jauh lebih gendut dan jelek..”
“Kau tidak jelek Angel.. sudahlah jangan sedih, mereka berkata buruk begitu hanya ingin melihatmu menangis, jika kau menangis seperti ini maka mereka menang, jangan biarkan mereka merasa menang seperti itu”
“Kau benar.. aku tidak boleh kalah”
Fano tersenyum lalu menepuk-nepuk bahu Angel “Jangan sedih.. aku punya sesuatu untukmu” kemudian Fano memberikan dua buah kotak yang cantik, yang di dalamnya berisi bathbomb aroma orange dan juga mawar merah.
“Apa ini?” tanya Angel kebingungan, dia semakin bingung melihat benda bulat dengan aroma yang harum di dalamnya.
“Itu adalah bathbomb, gunakan saat kau berendam di kamar mandi, agar kau rileks dan merasa tenang, ku sarankan ibumu juga sih.. agar kalian bisa kembali tenang dan berpikiran jernih”
Angel tersenyum lebar mendengar penjelasan Fano “Terima kasih Fano! Kau baik sekali... aku akan menggunakannya”
Fano melirik layar sistemnya, presentase kebaikan meningkat rupanya, itu terjadi setelah Angel terlihat bahagia.
Dari yang semula (50/100) menjadi (70/100) hanya dengan kebahagiaan Angel.
Mungkin begitu cara kerjanya, jika Fano berbuat baik dan membuat orang yang ditolongnya merasa senang presentase kebaikannya akan bertambah.
“Gunakan nanti sepulang sekolah ya..”
Angel mengangguk antusias, dia menatap dua kotak itu seakan itu adalah hartanya yang paling berharga.
“Ini berapa harganya Fano?”
“Dua juta”
“Eh serius?!”
Fano terkekeh melihat ekspresi terkejut Angel yang lucu “Aku hanya bercanda hahahah”
“Ih Fano!”
“Aku memberikan itu gratis untukmu, bayarannya hanyalah kau harus tersenyum dan berbahagia, mengerti?”
Angel tersenyum lagi lalu mengangguk “Oke!”
“Bagus..” Fano mengusak kepala Angel dengan lembut, membuat wajah Angel merona malu.
“Ayo kita kembali ke kelas” Fano berdiri lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Angel berdiri.
Angel memasukkan dua kotak dari Fano ke ranselnya lalu meraih tangan Fano untuk berdiri.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Mamat Stone
Damai itu indah
2024-10-25
0
Babah Gumilang
Dunia sangat indah ya
2024-10-21
0
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttttttt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss
2024-09-21
0