.
.
Fano menarik tangan siswa itu yang terkepal kuat, lalu meletakkan botol ramuan penyembuh di tangannya “Minum ini sekarang, ini obat”
Siswa itu menerimanya tapi dia diam saja, masih ragu untuk meminumnya. Kemudian Fano menoleh pada Yoshi, memberikan botol yang lain padanya “Kau juga minumlah”
“Apa ini?” tanya Yoshi, memperhatikan botol kaca berisi cairan berwarna biru yang cantik.
“Itu obat.. minum saja agar tidak sakit” kata Fano, melihat Yoshi dan siswa itu masih ragu untuk meminumnya Fano kembali berbicara “Kalian tidak percaya padaku?”
Mendengar itu Yoshi buru-buru meminumnya, ternyata Yoshi sudah percaya dengan Fano, kalau Fano nanti menghianatinya bagaimana ya?
Setelah meminum ramuan itu perlahan-lahan rasa sakit mereka menghilang, bekas luka juga perlahan memudar tapi mereka tidak menyadarinya karena Fano buru-buru membawa mereka keluar dari UKS. Tidak mungkin mereka makan bekal di UKS kan?
Jadi mereka mencari tempat sepi, ada di balkon yang tidak jauh dari UKS, oh iya, UKS nya ada di lantai dua ya. Di antara UKS dan perpustakaan, ada balkon kosong yang sepi dan jarang dikunjungi siswa siswi.
“Oh iya Fano, ini Dave.. dia masih kelas satu, dia juga tinggal di gedung apartemen kita” Yoshi mengenalkan bocah itu.
“Kalian belum mengatakan padaku, kenapa kalian dipukuli?” tanya Fano
“Hmm.. kroketnya enak!” Angel
“Ssshh Angel diam” Fano
“Maaf..” Angel
Dave memutuskan untuk menjawab pertanyaan Fano “Game.. karena Game”
“Maksudnya?” Fano tidak mengerti, kenapa bisa game menyebabkan dipukuli begitu? Bukankah game itu permainan biasa?
“Aku mengikuti kompetisi bermain papji yang jika menang akan mendapatkan hadiah jutaan rupiah, aku suka bermain game jadi aku pikir tidak ada salahnya ikut main, lagipula aku belum tentu menang tapi...” Dave menghentikan ucapannya, jadi Yoshi yang melanjutkan.
“Tapi Dave akhirnya menang di pertandingan satu orang, bukan kelompok. Di babak final Dave melawan seseorang, yang ternyata itu adalah preman kelas tiga IPS” kata Yoshi
“Karena dia tidak terima dia sampai mencariku, setelah menemukanku dia teman-temannya memukuliku” sahut Dave
Sebenarnya ada ingatan Fano bersama preman kelas tiga IPS yang mereka maksud, mereka pernah meminta Fano mengerjakan tugas mereka, tapi bukannya membayar, setelah selesai mereka malah memukuli Fano. Waktu itu Fano yang lemah hanya bisa pasrah saja.
“Rupanya kau pandai bermain game.. apa ada pertandingan lagi?” tanya Fano
“Ada tapi aku tidak akan ikut.. karena kali ini bukan lewat online, tapi ada tempat pertemuannya.. meski pertandingannya jauh lebih besar” kata Dave
“Kenapa? Mereka akan ikut juga?” Fano
Dave mengangguk pelan.
Fano menghela nafas berat, kemudian kembali memakan bekal yang ia buat, yang lain juga ikut makan. Untungnya Fano membuat cukup banyak bekal dan bisa dibagi dengan mereka.
“Kapan pertandingan itu?” tanya Fano lagi
“Kenapa kau tertarik? Kau ingin membalas mereka?” sahut Yoshi
“Kalian memangnya tidak mau? Kalian sudah dipukuli untuk sesuatu yang bukan salah kalian, kalian tidak ingin membalas? Jujur saja aku dulu sering membuatkan tugas mereka dan bukannya membayar mereka malah memukuliku..” kata Fano
“Kau membuat tugas anak IPS?” tanya Angel
Fano mengangguk “Benar, itu adalah tugas yang harusnya hanya bisa dikerjakan anak IPS, bukan IPA sepertiku. Tapi aku bisa mengerjakannya, aku menagih uangnya pada mereka tapi mereka malah memukuliku”
Mereka hanya diam mendengarkan ucapan Fano, sampai Fano kembali bersuara.
“Ayolah.. aku punya rencana yang bagus, kita harus membalas mereka”
“Fano, aku tau sekarang kau sudah berubah tapi.. kita kalah jumlah dan kekuatan, yang ada kita hanya akan babak belur lagi” kata Yoshi
Beginilah orang-orang lemah, ingin membalas.. tapi mereka tau kapasitas mereka seperti apa dan mereka menyerah duluan sebelum mencoba.
“Percaya saja padaku, okay?” Fano
“Itu hari minggu ini.. tapi, memangnya kau mau apa?” tanya Dave
Fano tersenyum “Berarti 3 hari lagi? Berarti itu cukup untuk kita bersiap dan bukan hanya mereka.. aku berniat untuk membalas semua yang sudah berani mengganggu kita, aku akan cari rencana yang bagus, kalian hanya perlu setuju dan mendukungku saja, bagaimana?”
Fano menatap layar sistem yang telah mengeluarkan misi baru untuk Fano.
...--*--...
...MISI PENTING:...
...Membalas mereka yang suka mengganggu...
...yang lebih lemah, yaitu Fano, Angel, Yoshi dan Dave. Waktu misi adalah satu minggu. Jika dalam waktu satu minggu belum selesai akan dianggap gagal....
...Hadiah: 15% saham H.Z Group...
...Hukuman: menahan sakit seperti ditusuk puluhan kali selama satu menit...
...--*--...
Fano mendadak ngilu melihat hukuman apa yang diberikan jika dia gagal. Itu artinya, dia harus membalas mereka yang suka mengganggu Fano, Angel, Yoshi dan Dave.Karena gengnya Andy kemarin sudah, berarti tinggal preman kelas IPS, geng anak perempuan di kelas yang suka mengganggu Angel, dan juga preman jalanan yang suka mencegat Yoshi dan Fano diujung gang dekat sekolah.
Fano harus memikirkan rencana yang benar-benar matang.
“Aku setuju” kata Dave
“Dave, kau yakin? Bagaimana jika kita kalah?” tanya Yoshi
Dave menggeleng “tidak masalah.. meski nantinya gagal, aku ingin sekali-kali melakukan sesuatu untuk membela diri, aku tidak ingin diam terus”
“Baiklah, kalau begitu aku juga..” Yoshi
“Angel?” tanya Fano
“Hmm? Aku?” Angel menunjuk dirinya sendiri
“Iya, kau tidak mau membalas mereka yang sering menghinamu?” tanya Fano
“Tapi.. bagaimana membalasnya?” Angel malah balik bertanya.
“Entah.. tapi akan ku pikirkan caranya nanti, kau hanya perlu menjawab mau atau tidak”
Angel mengangguk kecil “Mau.. aku akan mengikutimu”
Fano tersenyum “Kalau begitu sudah diputuskan, kita akan membalas mereka”
***
Meski telah berkata akan mencari cara, tapi kenyataannya Fano tidak menemukan cara yang tidak kejam untuk membalas para pembully. Jika mengorek-ngorek isi ingatan Fano yang asli, dia ingin segera menghabisi mereka semua.
Memang apa salah Fano sehingga mereka sejahat itu padanya? Padahal Fano sudah baik, dia juga pendiam dan tak suka mengusik orang lain. Banyak orang yang datang mengganggunya hanya karena alasan yang tidak logis.
Misalnya seperti mereka memukuli Fano hanya karena gadis yang dia suka melirik pada Fano, jika mereka lebih jelek dari Fano kan bukan salah Fano. Meski pun Fano dulu miskin dan buluk, tetap saja orang tampan ya tampan saja.
Fano bisa setampan itu juga karena berasal dari gen orangtuanya, ayah Fano sangat tampan dan gagah, ibunya juga sangat cantik dan lemah lembut.
Mereka dulu keluarga yang bahagia.
Agak berbeda dengan Albert yang hanya bahagia dengan ibunya saja, Albert tidak memiliki ayah sejak lahir, ayahnya meninggal entah karena apa ibunya tidak memberitahunya.
“Fano mau ice cream?”
Fano mendongak dari tidur-tiduran di sofa apartemennya.
Dia sudah pulang sekolah dan kini mau belajar bersama Dave dan Yoshi, biasalah anak-anak rajin selalu begini, belajar kerjaan sehari-harinya. Tadi sebelum ke apartemen Fano mereka turun dari gedung apartemen dulu untuk membeli ice cream di mini market di lantai dasar.
Fano bergerak untuk duduk lalu mengangguk pelan.
Yoshi memberikan ice cream bentuk ikan pada Fano.
“Ice creamnya lucu sekali” celetuk Fano.
“Itu ice cream yang sedang tren akhir-akhir ini, karena rasanya yang enak dan variannya unik-unik” sahut Dave, dia sendiri sedang memakan ice cream dalam cup kecil, sedangkan Yoshi ice cream ikan sama seperti Fano.
“Ini ice cream dari redpeach company, mereka memiliki produk camilan manis yang banyak disukai dan sedang tren, mereka juga punya cafe sendiri, cabangnya sudah tersebar di sekitar Jakarta, Bogor, Bekasi.. mana lagi aku lupa” sahut Yoshi
“Kenapa kau bisa tau?” tanya Fano yang sudah mulai memakan ice creamnya, rasa vanilla tapi krimnya terasa kental, tidak terlalu manis, juga tidak eneg, rasa vanillanya kaya dan yah... enak memang. Tidak aneh produk mereka sedang tren.
“Bagaimana aku tidak tau jika mama membicarakan hal itu terus-menerus... soalnya H.Z Group akan bekerjasama dengan Redpeach Company, mama senang sekali... dia kan juga sangat menyukai makanan dari Redpeach” kata Yoshi
Fano memperhatikan ice creamnya, jika dia berhasil membalaskan dendam di misi penting yang diberikan sistemnya, dia akan mendapatkan saham H.Z Group sampai 15%. Sepertinya jika Fano bisa mendapatkannya dia bisa mendapat banyak uang.
Fano harus mendapatkannya.
Ponsel Fano berdering, Dave mengambilkannya dari atas meja untuk Fano “Ini, dari kak Angel”
Kenapa Angel menelfon malam-malam begini? Ini sudah sekitar jam setengah tujuh malam, Fano, Yoshi dan Dave saja sudah makan malam jan enam tadi dengan masakan buatan Fano, mamanya Yoshi, Nia, sedang lembur hari ini. Orangtuanya Dave juga sedang sibuk di rumah sakit, keduanya adalah dokter.
“Hal Angel?”
“Kau yang bernama Fano?! Cepat kemari!! Putriku mengurung diri di kamarnya gara-gara kamu!!”
Suara seorang wanita yang sepertinya ibunya Angel, telfon segera ditutup setelahnya.
“Kenapa?” tanya Yoshi
“Sepertinya ada sesuatu yang buruk terjadi pada Angel.. aku harus kesana” kata Fano
“Kak Fano mau naik apa kesana? Rumahnya agak jauh kan?” tanya Dave
“Mobil... aku punya mobil, SIM juga sudah punya” kata Fano
“Ikut” Yoshi
“Aku juga” Dave
“Baiklah, ayo berangkat”
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Mamat Stone
supraisss 🎉🎉🎉
2024-10-25
0
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp banget
2024-09-21
0
MOCH ABDURRACHMAN
terskan
2024-09-19
0