Memulai kehidupan baru

.

.

Mereka sudah sampai di gudang, suster menunjukkan sebuah koper lusuh pada Fano.

“Suster, kapan aku boleh pergi dari rumah sakit?” tanya Fano

“Eh? Sebenarnya besok sudah boleh pergi tapi.. kau mau tinggal dimana? Maksudku – pamanmu bilang..”

“Suster jangan khawatir, itu akan menjadi urusanku”

Suster tersebut menatap Fano dengan tatapan kasihan, jika dulu ada yang menatapnya seperti itu sudah akan ditebas habis olehnya, tapi sekarang berbeda, dia sudah berada di tubuh orang lain, dan juga ia tidak bisa sembarangan berbut buruk, dia diawasi oleh sistem. Lagipula, dia setuju jika Fano memang patut dikasihani, memang kasihan sekali hidupnya.. sudah ditinggal orangtua, dianiaya saudaranya sendiri, dibully dan hampir dibunuh preman sekolah – tidak.. Fano asli sudah dibunuh.

Fano membawa kopernya menuju ruangan yang dia tempati, kemudian ada suster lain membawakannya makan siang. Kali ini makan siangnya berupa bubur, Fano sudah mengira jika buburnya akan biasa saja dan hambar, tapi ternyata tidak. Di atas buburnya ada potongan daging ayam kecil, tirisan telur.. ingatan Fano asli menyebutnya bubur ayam, padahal ayamnya sedikit sekali, kenapa disebut bubur ayam ya?

Bodo amat, yang penting enak saat disantap.

Saat makanannya habis ada suster lain yang datang untuk mengambil makanan dan sendoknya.

Setelah suster pergi, Fano membuka kopernya, ada sebuah map yang terlihat baru disana, dia membukanya dan ternyata itu memang sertifikat apartemen hadiah miliknya. Dia tidak terlalu berharap, mau apartemennya bagus atau tidak, yang penting dia mendapat tempat untuk bernaung, dia tidak akan sudi bersama dengan paman dan bibinya Fano.

Kalau memaksa tinggal bersama mereka lagi yang ada dia tidak akan bisa menahan dirinya untuk menebas kepala mereka.

Jika dia tidak bisa menghukum mereka dengan kekerasan.. berarti hanya bisa dengan memenjarakan mereka. Tapi dia tidak punya bukti kuat.

Untuk menuduh preman sekolah juga ia tidak punya bukti meski jelas-jelas mereka yang salah. Jika Fano hanya datang pada polisi yang ada dia akan kalah, karena pemimpin preman itu adalah anak dari seorang pengusaha, orang kaya.

Sebagai mantan ketua mafia, dia bisa mengerti jika orang-orang kaya bisa melakukan apapun untuk menghindari hukum. Jadi jika tidak punya bukti kuat dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia harus cari cara...

Itu bisa dipikirkan nanti setelah keluar dari sini.

Oh iya, Fano baru saja naik kelas tiga SMA, umurnya sudah 18 tahunan, jadi buku-buku untuk kelas tiga sudah dia dapatkan dari uang tabungannya sendiri. Karena Fano tidak memegang uang peninggalan orangtuanya, Fano berusaha keras untuk mencari tambahan uang sendiri, meski kadang direbut preman sekolah atau sepupunya.

Setelah umur 17 Fano membuat rekening sendiri karena sudah punya KTP, tapi.. ya, uang yang ada didalamnya miris sekali, hanya ada sekitar 200 ribu.

Untungnya dokter yang menangani Fano baik sekali mau membantu biaya Fano di rumah sakit, Fano dengar dari suster yang membantunya mengambil koper, jika Fano tidak bangun tadi pagi, mungkin dokter sudah membayar biaya untuk oprasi Fano.

Ternyata dokter tampan dan muda tersebut adalah anak bungsu dari pemilik rumah sakit besar ini. Dokter tersebut memang sangat baik dan ramah, banyak suster menyukainya.

Tentu saja, orang-orang menyukai orang baik seperti itu.

Di dalam koper lusuh itu hanya ada beberapa lembar baju, semua buku-bukunya, ponsel butut.. itu bisa digunakan tidak ya?

Fano mengambil ponsel tersebut dan berusaha menyalakannya, ternyata bisa nyala.

Batrainya ada 50% dan butuh dicharge, tidak ada yang menarik di dalam ponsel ini.. untungnya semua pengetahuan Fano masih menempel, jika tidak dia akan seperti orang kuno tidak bisa menggunakan ponsel.

Dulu saat jamannya Albert masih hidup, telepon genggam tidak seperti ini, sangat berbeda dan tidak umum digunakan. Tapi sekarang bahkan bocah SMP saja memiliki ponsel.

Dunia sudah berubah dalam beberapa tahun, semuanya sekarang serba canggih.

Fano menyimpan ponselnya kembali.

Besok dia sudah keluar, setelah itu rencana sudah harus disusun.

***

Di pagi hari Fano sudah membereskan diri untuk keluar dari rumah sakit, ada dokter dan suster yang menyempatkan diri mereka untuk mengantar kepergian Fano. Dokter tampan dan muda itu memberikan kartu namanya, dia bilang jika ada sesuatu Fano bisa menghubunginya, begitu juga dengan suster.

Selain kartu nama dokter yang ternyata bernama Tio tersebut memberinya uang 500 ribu, Fano sudah ingin menolaknya, tapi dokter dan suster memaksanya, katanya untuk ongkos naik angkot.

Padahal dalam ingatan Fano naik angkot tidak sampai 50 ribu kok.

Tapi karena mengerti dia tidak memiliki uang tunai sepeserpun akhirnya Fano menerima uang itu, dan mengucapkan terimakasih pada mereka dengan sopan.

Untuk informasi, sistem memberinya misi untuk berterima kasih dan berlaku sopan pada mereka, dengan begitu sistem akan memberi 100 koin untuk Fano. Fano belum mengerti koin itu untuk apa tapi dia menurut saja dari pada dihukum.

Sistem tidak salah, Fano.. bukan, jiwa Albert memang cukup susah untuk berterima kasih pada kebaikan orang lain, kemarin berkali-kali dibantu suster saja dia tidak mengucap terimakasih sedikitpun. Mungkin sistem sudah jengkel, dia memberi nasihat jika berterima kasih itu baik dan wajib diucapkan.

Padahal Fano pikir tidak sewajib itu.

Fano pun pergi menggunakan taxi, suster yang memesankan taxi untuknya.

Saat supir taxi menanyakan dimana Fano ingin diturunkan, Fano menjawabnya dengan alamat apartemen mewah yang dia dapatkan kemarin.

Supir taxi terlihat agak terkejut, tapi Fano tidak terlalu peduli.

Tidak lama kemudian mereka sampai di depan gedung apartemen mewah, gedungnya sangat besar dan terlihat berkelas.

Fano pun membayar taxi, ada lebihan sedikit, jadi Fano bilang agar supir itu ambil saja kembaliannya.

“Terima kasih tuan! Tuan baik sekali”

Lagi-lagi dia disebut baik, itu sangat canggung.

Fanopun keluar membawa koper lusuhnya, taxi itu juga segera pergi.

Seorang satpan datang menghampiri Fano yang berjalan mendekat, satpam tersebut bingung melihat pemuda berpakaian lusuh datang ke gedung apartemen mewah begini.

“Berhenti! Ada keperluan apa adik datang kemari?”

Fano tau satpam ini terlihat meremehkannya, pandangannya menatap Fano rendah.

Tidak mau repot-repot menjawab, Fano mengeluarkan sertifikat apartemen, satpam tersebut terlihat terkejut, dengan tangan gemetar dia mempersilahkan Fano untuk memasuki gedung apartemen.

“Si.. silahkan tuan..”

Fano memasukkan kembali sertifikatnya lalu melanjutkan jalan.

Dia pikir apartemen ini bagus juga dan sangat moderen, bahkan pemilik tubuh asli juga pertama kali melihat kemewahan seperti ini, luar biasa!

“Kenapa ada orang lusuh masuk sini sih? Pengemis ya?” seorang remaja sok tampan yang menggandeng seorang gadis menor berkata, merasa tidak kenal, Fano hanya melewatinya begitu saja.

Karena kesal remaja asing tersebut ingin menarik bahu Fano, tapi Fano lebih cepat menangkap tangannya lalu memelintirnya, remaja itu mengaduh kesakitan lalu Fano melepasnya.

“Ups! Maaf refleks, ku pikir serangga” ucap Fano dengan nada datar saja

“Cih! Bagaimana pengemis sepertimu berada disini sih? Dimana satpamnya kenapa tidak bekerja?!” kata remaja itu lagi.

Fano merogoh saku kemeja lusuhnya lalu mengeluarkan sebuah kunci apartemen “Jadi aku pengemis?”

“It.. itu..” remaja laki-laki dan gadis menor itu mengenali kunci yang Fano pegang sebagai kunci dari salah satu unit termewah di gedung ini.

“Itu kan unit yang lebih bagus dari apartemenmu!” kata gadis menor itu

Karena kesal dan merasa kalah, juga karena malu, remaja laki-laki itupun menyeret si gadis agar segera pergi dari sana.

Fano menyeringai melihat raut mereka, terlihat malu sekali.

“Tuan ada yang bisa dibantu?” seorang resepsionis cantik datang pada Fano.

“Tentu, aku baru membeli salah satu apartemen, bisa antarkan aku kesana?”

“Tentu saja tuan! Boleh saya melihat surat-suratnya terlebih dahulu?”

Fano pun memperlihatkan sertifikatnya, setelah wanita tersebut yakin itu sertifikat asli, dia pun mengantar Fano menuju unit apartemen yang Fano beli.

Wanita cantik itu membawa Fano memasuki sebuah lift, memencet tombol lantai 10 dan lift pun naik dengan perlahan.

Tidak membutuhkan waktu lama mereka telah sampai di lantai sepuluh, wanita itu membawa Fano menuju salah satu unit.

Wanita itu juga menjelaskan berbagai fasilitas lain yang dimiliki apartemen ini seperti kolam indoor, jogging track, gym, supermarket besar yang ada di sebelah. Pokoknya apartemen ini memiliki banyak fasilitas yang akan memudahkan Fano nantinya.

Setelah berterima kasih pada wanita tersebut, Fano pun memasuki apartemennya.

.

.

Terpopuler

Comments

Mamat Stone

Mamat Stone

ditunggu Aksinya Fano 😎

2024-10-25

0

Harman Loke

Harman Loke

lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttttttt

2024-09-21

0

nisyaa

nisyaa

ini pasti seru

2023-11-26

3

lihat semua
Episodes
1 Kesempatan kedua dan hukuman
2 Diawasi oleh sistem
3 Memulai kehidupan baru
4 Siapa gadis ini?
5 Pergi belanja seragam baru
6 Membeli ponsel 15 juta
7 Memberi pelajaran pada pembully
8 Sebuah rencana
9 Bermain menjadi korban
10 Memanfaatkan kelemahan
11 Mau jadi temanku?
12 Sistem naik level 2
13 Asal kau tersenyum bahagia
14 Bermain bola
15 Cara untuk membalas
16 Bathbomb ajaib
17 Tantangan pertandingan game
18 Alfredo Maverick
19 Berubah menjadi bidadari
20 Misi selesai, bisnis lancar
21 Membeli desserts
22 Malam minggu bersama teman
23 Kostum maid untuk Angel
24 Memenangkan pertandingan game
25 Berusaha menahan diri
26 Skill baru yang unik
27 Merawat rambut rusak
28 Ahli waris Verdinand
29 Penghianat dari masa lalu
30 Tawaran The Royal Group
31 Merawat anak kecil demam
32 Melihat gedung baru
33 Kamu cemburu?
34 Percayalah padaku
35 Menghadiri rapat pemegang saham
36 Bertemu keluarga Queenza
37 Rumah pohon dan burger
38 Penggemar Fano
39 Menjadi babysitter
40 Bocah yang sangat aktif
41 Bermain di kebun buah
42 Pria dengan rantai di leher
43 Sore yang indah di villa
44 Villa di tepi pantai
45 Deline Jewelry
46 Hukuman pertama: Hunter Game
47 Mencari informasi dengan skill baru
48 Tidak memiliki pilihan lain
49 Apa ini hanya prank?
50 Dia mencurigakan, tapi..
51 Ichigo daifuku
52 Ruangan aneh dan bola kristal
53 Dimanakah Alfred?
54 Razia obat terlarang
55 Terjebak tuduhan palsu
56 Penyamaran yang berbahaya
57 Karyawan baru
58 Secangkir teh pagi
59 Penghianatan seorang teman
60 Kenapa pergi begitu saja?
61 Merenungkan berbagai hal
62 Berpikir sebelum bertindak
63 Keluarga tapi bukan keluarga
64 Pemikiran yang aneh
65 Di tepi pantai
66 Bertemu utusan Deline
67 Afredo Maverick yang asli
68 Tidak sesuai harapan
69 Berbeda dengan yang dulu
70 Membawa kabur Alfred
71 Menolong Kucing kecil
72 Mendapat kesepakatan
73 Kenapa percaya reinkarnasi?
74 Ada yang tidak beres
75 Rencana dimulai
76 Membantu dengan tulus
77 Tidak mendapat restu?
78 Hadiah naik level
79 One year later
80 Meet Felix and Cris
81 Fakta yang mengejutkan
82 Pesan ancaman
83 Berangkat ke Korea
84 Aku merindukanmu
85 Tidur di sofa
86 Papa, mama dan baby
87 Mengusir dengan 'halus'
88 Fano versi imut, Noa
89 Keluarga yang harmonis
90 Cerita tentang Noa
91 Gadis mirip boneka
92 Ada aku, kau tidak sendirian
93 Memberi kesempatan kedua
94 Namsan tower
95 Mimpi buruk dan penyesalan
96 Seseorang untuk bersandar
97 Menjebak dan dijebak
98 Hadiah kotak misterius
99 Teror masa lalu
100 Jangan terlalu serius
101 Mansion paling mewah
102 Kita gak mirip!
103 Lelaki buaya darat
104 Wujud asli Lylac
105 Tidak diakui oleh anak
106 Menolong seorang nenek
107 Merombak dan memulai kembali
108 Bagaimana menghancurkan rantai?
109 Sistem bermasalah
110 Aku? aku Raja
111 Anak korban orangtua
112 Tidak bisa tidur
113 Ini sangat aneh
114 Lylac kenapa?
115 Kastil permata Floutessia
116 Teh mawar biru
117 Perasaan yang aneh
118 Camping di tepi pantai
119 Lomba memancing berhadiah
120 Di pagi hari yang ....
121 Siaran langsung 2 menit
122 Bertemu Lady Lydia
123 Hubungan yang rumit
124 Kabur dan menjadi buron
125 Pagi hari yang ribut
126 Saat bersama sahabat
127 Jumlah energi sihir
128 Peningkatan sihir
129 Pangeran bertopeng
130 Menangkan pertandingan
131 Gadis misterius dan obat mata
132 Pesta kejutan untuk Fano
133 Kecewa namun tidak terkejut
134 Ternyata bukan Kim Yena, tapi -
135 Di atas bukit perkemahan
136 Hantu di perkemahan
137 Melawan beruang iblis
138 Menghilangkan rasa bosan
139 Lylac kembali dan merusuh
140 Cantik keturunan bidadari
141 Gender anak pertama
142 Masa lalu yang kelam
143 Cerita tentang Yoshi
144 Bertemu kakeknya Yoshi
145 Musuh mulai menyerang
146 Rumah besar keluarga Doma
147 Membantu menangkap yakuza
148 Pantai pribadi dan resort
149 Mencari mutiara di dalam laut
150 Dijebak seorang mermaid
151 Biarkan Fano tidur
152 Ingatan indah menjadi pahit
153 Ruangan cermin besar
154 Meracuni pikiran bocah
155 Belanja di Shibuya
156 Penculik berbahaya
157 Menangkap pembunuh
158 Penerbangan yang ribut
159 Berhasil menahan godaan
160 Kembali ke apartemen kecil
161 Emosi di pagi hari
162 Ternyata Lily itu ...?
163 Adik yang lebih menyeramkan
164 Obrolan di villa
165 Perubahan mendadak sistem
166 Dungeon untuk berlatih sihir
167 Pagi yang sangat sibuk
168 Penelfon misterius
169 Menjinakkan sebuah bom
170 Ruang bawah tanah
171 Gua dengan hiasan berlian
172 Peri kupu-kupu
173 Tawaran bermain drama
174 Sungai susu dan berlian putih
175 Memulai siaran langsung
176 Mencari desainer perhiasan
177 Makan malam dengan lobster
178 Memilih gaun di butik
179 Pesta pernikahan di kerajaan
180 Pangeran Arthur dan tantangan
181 Seperti batu opal
182 Antara Fano dan Kaisar
183 Berburu di dalam hutan
184 Sebenarnya, Kaisar itu....
185 Cara mendekati Fano?
186 Tidak bermaksud menyakitimu
187 Mimpi buruk dan sleep walking
188 Cerita masing-masing
189 Apa kau merasa senang?
190 Dalam masa pubertas
191 Permainan yang canggung
192 Lylac ingin menyerah?
193 Seperti apa ayah Albert
194 Bukan anak kecil
195 Kenyataan yang aneh
196 mengkhawatirkan Lylac
197 Apa yang Noa pikirkan
198 Tidak boleh macam-macam
199 Berita bagus dan mimpi buruk
200 Tanda-tanda jatuh cinta
201 Meski direstui, tapi....
202 Rencana baru Fano
203 Imajinasi atau nyata?
204 Perbincangan serius
205 Roti melon di kantin
206 Apa aku egois?
207 Pada akhirnya
Episodes

Updated 207 Episodes

1
Kesempatan kedua dan hukuman
2
Diawasi oleh sistem
3
Memulai kehidupan baru
4
Siapa gadis ini?
5
Pergi belanja seragam baru
6
Membeli ponsel 15 juta
7
Memberi pelajaran pada pembully
8
Sebuah rencana
9
Bermain menjadi korban
10
Memanfaatkan kelemahan
11
Mau jadi temanku?
12
Sistem naik level 2
13
Asal kau tersenyum bahagia
14
Bermain bola
15
Cara untuk membalas
16
Bathbomb ajaib
17
Tantangan pertandingan game
18
Alfredo Maverick
19
Berubah menjadi bidadari
20
Misi selesai, bisnis lancar
21
Membeli desserts
22
Malam minggu bersama teman
23
Kostum maid untuk Angel
24
Memenangkan pertandingan game
25
Berusaha menahan diri
26
Skill baru yang unik
27
Merawat rambut rusak
28
Ahli waris Verdinand
29
Penghianat dari masa lalu
30
Tawaran The Royal Group
31
Merawat anak kecil demam
32
Melihat gedung baru
33
Kamu cemburu?
34
Percayalah padaku
35
Menghadiri rapat pemegang saham
36
Bertemu keluarga Queenza
37
Rumah pohon dan burger
38
Penggemar Fano
39
Menjadi babysitter
40
Bocah yang sangat aktif
41
Bermain di kebun buah
42
Pria dengan rantai di leher
43
Sore yang indah di villa
44
Villa di tepi pantai
45
Deline Jewelry
46
Hukuman pertama: Hunter Game
47
Mencari informasi dengan skill baru
48
Tidak memiliki pilihan lain
49
Apa ini hanya prank?
50
Dia mencurigakan, tapi..
51
Ichigo daifuku
52
Ruangan aneh dan bola kristal
53
Dimanakah Alfred?
54
Razia obat terlarang
55
Terjebak tuduhan palsu
56
Penyamaran yang berbahaya
57
Karyawan baru
58
Secangkir teh pagi
59
Penghianatan seorang teman
60
Kenapa pergi begitu saja?
61
Merenungkan berbagai hal
62
Berpikir sebelum bertindak
63
Keluarga tapi bukan keluarga
64
Pemikiran yang aneh
65
Di tepi pantai
66
Bertemu utusan Deline
67
Afredo Maverick yang asli
68
Tidak sesuai harapan
69
Berbeda dengan yang dulu
70
Membawa kabur Alfred
71
Menolong Kucing kecil
72
Mendapat kesepakatan
73
Kenapa percaya reinkarnasi?
74
Ada yang tidak beres
75
Rencana dimulai
76
Membantu dengan tulus
77
Tidak mendapat restu?
78
Hadiah naik level
79
One year later
80
Meet Felix and Cris
81
Fakta yang mengejutkan
82
Pesan ancaman
83
Berangkat ke Korea
84
Aku merindukanmu
85
Tidur di sofa
86
Papa, mama dan baby
87
Mengusir dengan 'halus'
88
Fano versi imut, Noa
89
Keluarga yang harmonis
90
Cerita tentang Noa
91
Gadis mirip boneka
92
Ada aku, kau tidak sendirian
93
Memberi kesempatan kedua
94
Namsan tower
95
Mimpi buruk dan penyesalan
96
Seseorang untuk bersandar
97
Menjebak dan dijebak
98
Hadiah kotak misterius
99
Teror masa lalu
100
Jangan terlalu serius
101
Mansion paling mewah
102
Kita gak mirip!
103
Lelaki buaya darat
104
Wujud asli Lylac
105
Tidak diakui oleh anak
106
Menolong seorang nenek
107
Merombak dan memulai kembali
108
Bagaimana menghancurkan rantai?
109
Sistem bermasalah
110
Aku? aku Raja
111
Anak korban orangtua
112
Tidak bisa tidur
113
Ini sangat aneh
114
Lylac kenapa?
115
Kastil permata Floutessia
116
Teh mawar biru
117
Perasaan yang aneh
118
Camping di tepi pantai
119
Lomba memancing berhadiah
120
Di pagi hari yang ....
121
Siaran langsung 2 menit
122
Bertemu Lady Lydia
123
Hubungan yang rumit
124
Kabur dan menjadi buron
125
Pagi hari yang ribut
126
Saat bersama sahabat
127
Jumlah energi sihir
128
Peningkatan sihir
129
Pangeran bertopeng
130
Menangkan pertandingan
131
Gadis misterius dan obat mata
132
Pesta kejutan untuk Fano
133
Kecewa namun tidak terkejut
134
Ternyata bukan Kim Yena, tapi -
135
Di atas bukit perkemahan
136
Hantu di perkemahan
137
Melawan beruang iblis
138
Menghilangkan rasa bosan
139
Lylac kembali dan merusuh
140
Cantik keturunan bidadari
141
Gender anak pertama
142
Masa lalu yang kelam
143
Cerita tentang Yoshi
144
Bertemu kakeknya Yoshi
145
Musuh mulai menyerang
146
Rumah besar keluarga Doma
147
Membantu menangkap yakuza
148
Pantai pribadi dan resort
149
Mencari mutiara di dalam laut
150
Dijebak seorang mermaid
151
Biarkan Fano tidur
152
Ingatan indah menjadi pahit
153
Ruangan cermin besar
154
Meracuni pikiran bocah
155
Belanja di Shibuya
156
Penculik berbahaya
157
Menangkap pembunuh
158
Penerbangan yang ribut
159
Berhasil menahan godaan
160
Kembali ke apartemen kecil
161
Emosi di pagi hari
162
Ternyata Lily itu ...?
163
Adik yang lebih menyeramkan
164
Obrolan di villa
165
Perubahan mendadak sistem
166
Dungeon untuk berlatih sihir
167
Pagi yang sangat sibuk
168
Penelfon misterius
169
Menjinakkan sebuah bom
170
Ruang bawah tanah
171
Gua dengan hiasan berlian
172
Peri kupu-kupu
173
Tawaran bermain drama
174
Sungai susu dan berlian putih
175
Memulai siaran langsung
176
Mencari desainer perhiasan
177
Makan malam dengan lobster
178
Memilih gaun di butik
179
Pesta pernikahan di kerajaan
180
Pangeran Arthur dan tantangan
181
Seperti batu opal
182
Antara Fano dan Kaisar
183
Berburu di dalam hutan
184
Sebenarnya, Kaisar itu....
185
Cara mendekati Fano?
186
Tidak bermaksud menyakitimu
187
Mimpi buruk dan sleep walking
188
Cerita masing-masing
189
Apa kau merasa senang?
190
Dalam masa pubertas
191
Permainan yang canggung
192
Lylac ingin menyerah?
193
Seperti apa ayah Albert
194
Bukan anak kecil
195
Kenyataan yang aneh
196
mengkhawatirkan Lylac
197
Apa yang Noa pikirkan
198
Tidak boleh macam-macam
199
Berita bagus dan mimpi buruk
200
Tanda-tanda jatuh cinta
201
Meski direstui, tapi....
202
Rencana baru Fano
203
Imajinasi atau nyata?
204
Perbincangan serius
205
Roti melon di kantin
206
Apa aku egois?
207
Pada akhirnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!