Petuah Luhur

Langkah demi langkah terlampaui, dengan santai Cakra berjalan sambil menikmati suasana alam di luar hutan Pancer, ini kali pertama bagi Cakra keluar dari hutan Pancer seorang diri, banyak pemandangan pemandangan baru yang di temui.

Aliran sungai yang jernih, menggoda Cakra untuk menceburkan diri di sana, dia tanggalkan pakaiannya kemudian dia mandi sepuas puasnya.

Setelah mandi dia segera melanjutkan perjalanannya, kini hamparan sawah yang menghijau subur menyambut kedatangannya, sejauh mana dia memandang, padi yang baru muncul bulirnya lah yang terlihat, di beberapa tempat terdapat saung yang di gunakan para petani beristirahat, di belai angin yang lembut dan sejuk khas persawahan mejadikan para petani itu terlelap, walau sebagian ada yang masih terjaga sambil berbincang bincang dengan kawannya, ada yang baru membuka nasi kiriman dari istrinya ada juga yang menghalau burung burung emprit yang memakan bulir padi.

Sungguh suasana yang tentram penuh kedamaian. umpama di dunia ini penuh dengan kedamaian seperti ini pasti dunia akan nyaman untuk di tinggali.

Cakra terus berjalan menyusuri pematang sawah, Tidak begitu lama dia melihat rumah sederhana tidak jauh dari situ. rumah dari anyaman bambu dan beratap daun ilalang kering itu terlihat bersih dan nyaman.

"Permisi" sapa Cakra.

Seorang kakek yang sedang duduk di lincak bambu depan rumahnya sambil menghisap rokok klobot menoleh kearah Cakra.

"Monggo, silahkan ! mau mencari siapa ? " tanya kakek itu.

"Tidak kek, saya cuma mau numpang istirahat" jawab Cakra.

"Oh ... silahkan ..silahkan duduk di sini ! " ucap kakek itu mempersilahkan Cakra duduk di sampingnya sambil membersihkan lincak itu menggunakan tangannya.

Cakra menghenyakkan tubuhnya di lincak bambu, untuk 'melepas lelah.

"Maaf kek, saya telah merepotkan, Nama saya Cakra kek" kenal Cakra sebagai bentuk sopan santun sebelum menanyakan nama orang dia menyebutkan namanya sendiri.

"Ah tidak usah sungkan, aku biasa di panggil mbah Gerit oleh orang orang kampung sini, kamu dari mana ? " tanya kakek itu yang ternyata namanya mbah Gerit.

" Saya pengembara dari hutan Pancer kek, " Cakra menjelaskan asal usulnya karena merasakan kakek ini orang yang baik.

"Jauh sekali, pasti kau lelah menempuh perjalanan jauh, "

Mbah Gerit segera beranjak ke belakang rumahnya, tidak begitu lama dia membawa sebutir buah kelapa, dengan cekatan dia mengupas kelapa itu dengan golok dan menyerahkan kepada Cakra.

"Minumlah ini agar tenagamu segera pulih! "

Tidak menunggu di tawari kedua kali, Cakra langsung menerima buah kelapa itu dan meneguk airnya, rasa segar langsung menjalari tenggorokannya.

"Terima kasih kek, air kelapa ini sungguh segar rasanya.

"Apa yang ingin kau cari ngger? " tanya mbah gerit seakan faham tujuan perjalanan Cakra.

"Tidak kek, saya hanya ingin mencari pengalaman hidup dan juga arti dari kehidupan ini" jawab Cakra berusaha menutupi tujuan utamanya.

"He he he, gurumu sudah banyak mengajarimu tentang pitutur luhur dan arti hidup, saat ini kamu tinggal melaksanakan apa yang sudah di bekalkan gurumu, semoga sesuatu yang kamu cari nanti bisa menjadikan tambahan bekal dirimu mengabdi kepada masyarakat, karena sejatinya Urip iku Urup ( sejatinya hidup adalah bermanfaat bagi orang lain) "

Mendengar itu Cakra terkesiap, tujuan utama yang dia ingin capai ternyata di ketahui oleh kakek itu.

"Ngger, di jaman dimana yang jelek meraja lela dan yang baik tinggal sedikit ini, kamu harus berhati hati, banyak perkara baik di anggap buruk dan perkara buruk di sangka baik, kau harus berpegang teguh kepada keyakinan yang terpatri dalam jiwamu, jadikan kalbumu yang bersih itu sebagai arah kemana kamu mau melangkah, "

"Ngger. ojo katungkul marang kalungguhan, kedonyan lan kemareman ( jangan mengejar ngejar kedudukan, harta benda dan kepuasan duniawi ), karena hal seperti itu bisa menjadikan manusia tamak, yang baik bisa berbalik menjadi buruk dan manusia itu terkungkung oleh hawa nafsunya. "

Cakra mendengarkan petuah luhur itu dengan seksama, dia merasa di siang hari ini tidak hanya mendapat kesegaran badan setelah beristirahat dan minum air kelapa, juga dia merasa mendapatkan mutiara kata yang indah dan bercahaya di hatinya, menerangi kalbu mengusir gelapnya nafsu.

Dia bersyukur kepada Sang Hyang Widi, yang telah mempertemukannya dengan mbah Gerit.

Terpopuler

Comments

Onez Dewa Ganaz Trisula

Onez Dewa Ganaz Trisula

Kereennn...

2022-05-10

2

Nuri Hidayatulloh

Nuri Hidayatulloh

penuh pesan pesan yg tersirat dalam cerita.. sangat bagus.. selamat berkarya🙏🙏

2022-04-22

1

Agus Aguskurnia

Agus Aguskurnia

petuah yg berguna thanks thor

2022-04-18

1

lihat semua
Episodes
1 PRAHARA
2 SANG PERTAPA
3 Doa Yang Terkabulkan
4 MENEMPA DIRI
5 Legenda Kesatrya Jatayu
6 Hadiah untuk Eyang Guru 1
7 Hadiah Untuk Eyang Guru 2
8 Kayu Gung Suhuhe Angin 1
9 Kayu Gung Susihe Angin 2
10 Jurus Bumantara
11 Potongan Sayap Jatayu
12 Meninggalkan Hutan Pancer
13 Petuah Luhur
14 Padepokan Tameng Landak
15 Menghancurkan Padepokan Tameng Landak
16 Pertemuan Yang Tidak Terduga 1
17 Pertemuan Tidak Terduga 2
18 Menuju Gunung Gembolo Arum
19 Ujian Sebelum Masuk Gua
20 Menerima Pusaka 1
21 Menerima Pusaka 2
22 Meluapkan Rindu 1
23 Meluapkan Rindu 2
24 Meluapkan Rindu 3
25 Memulai Tugas
26 Mulai Penyelidikan 1
27 Mulai Menyelidiki 2
28 Putra Mahkota 1
29 Putra Mahkota 2
30 Bergabung Dengan Putra Mahkota 1
31 Bergabung Dengan Putra Mahkota 2
32 Menyusun Rencana
33 Mencari Bantuan 1
34 Mencari Bantuan 2
35 Nyi Selasih
36 Satu Langkah Awal
37 Desa Ringin Anom 1
38 Desa Ringin Anom 2
39 Menuju Hutan Kuncoro 1
40 Menuju Hutan Kuncoro 2
41 Menuju Hutan Kuncoro 3
42 Tiba di Hutan Kuncoro
43 Mempersiapkan Pasukan
44 Di Satroni Musuh
45 Mulai Bergerak
46 Penyerangan Awal
47 Batu Penghalang
48 Pencerahan
49 Semangat Baru
50 Dendam yang Membinasakan 1
51 Dendam yang Membinasakan 2
52 Markas Baru
53 Shindung Bawana
54 Desa Mojosari
55 Dewa Tongkat Rotan
56 Umpan yang Tersambar
57 Mengatur Siasat
58 Sanja Kelana
59 Perang Terbuka 1
60 Perang Terbuka 2
61 Perang Terbuka 3
62 Perang Terbuka 4
63 Tewasnya Sangga Bhumi
64 Sumpah Jati Kusuma
65 Membangun Pemerintahan
66 Dendam Datuk Sesat 1
67 Dendam Datuk Sesat 2
68 Kabar Yang Mengejutkan
69 Pembantaian
70 Membantu Romo
71 Membantu Romo 2
72 Merenung
73 Serangan Fajar.
74 Tibanya pertolongan
75 Menggempur Musuh 1
76 Menggempur musuh 2
77 Tercerai Berai
78 Serangan Pamungkas 1
79 Serangan Pamungkas 2
80 Serangan Pamungkas 3
81 Akhir Dari Perang
82 Cinta Buta
83 Kecamuk Perang Di Hati
84 Merindukan Eyang Bagaskara
85 Menyelidiki Kematian Eyang Guru
86 Jalan Yang Terjal
87 Melacak Jejak Pembunuh
88 Empat Setan Gendut
89 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 1
90 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 2
91 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 3
92 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 4
93 Perebutan Patung Garuda Emas 1
94 Perebutan Patung Garuda Emas 2
95 Perebutan Patung Garuda Emas 3
96 Balas Budi Kawan Lama
97 Roh Garuda Agni 1
98 Roh Garuda Agni 2
99 Roh Garuda Agni 3
100 Roh Garuda Agni 4
101 Mencoba Kekuatan Baru
102 Menuju Gunung Semeru
103 Menuju Gunung Semeru 2
104 Perjalanan Yang Tertunda
105 Menghadapi Ki Ambiseno ( Gagak Merah )
106 Semeru Menunggu
107 Fitnah
108 Pengkhianatan Permana
109 Jati Diri Empu Songgo Langit
110 Serangan Licik
111 Matinya Murid Durhaka
112 Tugas Baru
113 Wujud Pedang Garuda Yang Baru
114 Meninggalkan Padepokan Gunung Semeru
115 Desa Randu Alas 1
116 Desa Randu Alas 2
117 Desa Randu Alas 3
118 Desa Randu Alas 4
119 Penculikan
120 Lautan Api di Hutan Murwo
121 Pertarungan Sepasang Pendekar
122 Pertarungan Sepasang Pendekar 2
123 Teror Siluman Kera
124 Teror Siluman Kera 2
125 Teror Siluman Kera 3
126 Raja Siluman Kera 1
127 Raja Siluman Kera 2
128 Raja Siluman Kera 3
129 Resi Wisrawa
130 Mustika Sodo Jagad
131 Mustika Sodo Jagad 2
132 Serangan Mendadak
133 Serangan Mendadak 2
134 Serangan Mendadak 3
135 Penobatan
136 Membangun Tatanan Baru
137 Menunjukkan Kekuatan Baru
138 Kebun Istana
139 Memenuhi Undangan
140 Memenuhi Undangan 2
141 Mengakhiri Pertarungan.
142 Lawan Menjadi Kawan
143 Restu Orang Tua
144 Restu Orang Tua 2
145 Restu Orang Tua 3
146 Restu Orang Tua 4
147 Kejutan 1
Episodes

Updated 147 Episodes

1
PRAHARA
2
SANG PERTAPA
3
Doa Yang Terkabulkan
4
MENEMPA DIRI
5
Legenda Kesatrya Jatayu
6
Hadiah untuk Eyang Guru 1
7
Hadiah Untuk Eyang Guru 2
8
Kayu Gung Suhuhe Angin 1
9
Kayu Gung Susihe Angin 2
10
Jurus Bumantara
11
Potongan Sayap Jatayu
12
Meninggalkan Hutan Pancer
13
Petuah Luhur
14
Padepokan Tameng Landak
15
Menghancurkan Padepokan Tameng Landak
16
Pertemuan Yang Tidak Terduga 1
17
Pertemuan Tidak Terduga 2
18
Menuju Gunung Gembolo Arum
19
Ujian Sebelum Masuk Gua
20
Menerima Pusaka 1
21
Menerima Pusaka 2
22
Meluapkan Rindu 1
23
Meluapkan Rindu 2
24
Meluapkan Rindu 3
25
Memulai Tugas
26
Mulai Penyelidikan 1
27
Mulai Menyelidiki 2
28
Putra Mahkota 1
29
Putra Mahkota 2
30
Bergabung Dengan Putra Mahkota 1
31
Bergabung Dengan Putra Mahkota 2
32
Menyusun Rencana
33
Mencari Bantuan 1
34
Mencari Bantuan 2
35
Nyi Selasih
36
Satu Langkah Awal
37
Desa Ringin Anom 1
38
Desa Ringin Anom 2
39
Menuju Hutan Kuncoro 1
40
Menuju Hutan Kuncoro 2
41
Menuju Hutan Kuncoro 3
42
Tiba di Hutan Kuncoro
43
Mempersiapkan Pasukan
44
Di Satroni Musuh
45
Mulai Bergerak
46
Penyerangan Awal
47
Batu Penghalang
48
Pencerahan
49
Semangat Baru
50
Dendam yang Membinasakan 1
51
Dendam yang Membinasakan 2
52
Markas Baru
53
Shindung Bawana
54
Desa Mojosari
55
Dewa Tongkat Rotan
56
Umpan yang Tersambar
57
Mengatur Siasat
58
Sanja Kelana
59
Perang Terbuka 1
60
Perang Terbuka 2
61
Perang Terbuka 3
62
Perang Terbuka 4
63
Tewasnya Sangga Bhumi
64
Sumpah Jati Kusuma
65
Membangun Pemerintahan
66
Dendam Datuk Sesat 1
67
Dendam Datuk Sesat 2
68
Kabar Yang Mengejutkan
69
Pembantaian
70
Membantu Romo
71
Membantu Romo 2
72
Merenung
73
Serangan Fajar.
74
Tibanya pertolongan
75
Menggempur Musuh 1
76
Menggempur musuh 2
77
Tercerai Berai
78
Serangan Pamungkas 1
79
Serangan Pamungkas 2
80
Serangan Pamungkas 3
81
Akhir Dari Perang
82
Cinta Buta
83
Kecamuk Perang Di Hati
84
Merindukan Eyang Bagaskara
85
Menyelidiki Kematian Eyang Guru
86
Jalan Yang Terjal
87
Melacak Jejak Pembunuh
88
Empat Setan Gendut
89
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 1
90
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 2
91
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 3
92
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 4
93
Perebutan Patung Garuda Emas 1
94
Perebutan Patung Garuda Emas 2
95
Perebutan Patung Garuda Emas 3
96
Balas Budi Kawan Lama
97
Roh Garuda Agni 1
98
Roh Garuda Agni 2
99
Roh Garuda Agni 3
100
Roh Garuda Agni 4
101
Mencoba Kekuatan Baru
102
Menuju Gunung Semeru
103
Menuju Gunung Semeru 2
104
Perjalanan Yang Tertunda
105
Menghadapi Ki Ambiseno ( Gagak Merah )
106
Semeru Menunggu
107
Fitnah
108
Pengkhianatan Permana
109
Jati Diri Empu Songgo Langit
110
Serangan Licik
111
Matinya Murid Durhaka
112
Tugas Baru
113
Wujud Pedang Garuda Yang Baru
114
Meninggalkan Padepokan Gunung Semeru
115
Desa Randu Alas 1
116
Desa Randu Alas 2
117
Desa Randu Alas 3
118
Desa Randu Alas 4
119
Penculikan
120
Lautan Api di Hutan Murwo
121
Pertarungan Sepasang Pendekar
122
Pertarungan Sepasang Pendekar 2
123
Teror Siluman Kera
124
Teror Siluman Kera 2
125
Teror Siluman Kera 3
126
Raja Siluman Kera 1
127
Raja Siluman Kera 2
128
Raja Siluman Kera 3
129
Resi Wisrawa
130
Mustika Sodo Jagad
131
Mustika Sodo Jagad 2
132
Serangan Mendadak
133
Serangan Mendadak 2
134
Serangan Mendadak 3
135
Penobatan
136
Membangun Tatanan Baru
137
Menunjukkan Kekuatan Baru
138
Kebun Istana
139
Memenuhi Undangan
140
Memenuhi Undangan 2
141
Mengakhiri Pertarungan.
142
Lawan Menjadi Kawan
143
Restu Orang Tua
144
Restu Orang Tua 2
145
Restu Orang Tua 3
146
Restu Orang Tua 4
147
Kejutan 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!