MENEMPA DIRI

Suara kokok ayam hutan pertama kali baru terdengar sayup-sayup dari kejauhan. Hutan Pancer masih gelap dan sunyi, namun sepasang kaki kecil dengan lincah berlari, seikat kayu bakar yang berada di punggungnya seakan bukan sebuah beban dan halangan bagi anak bertubuh kecil itu untuk berlari, akar-akar yang menonjol dan ranting yang bergelantungan di pohon begitu mudahnya dia hindari.

Inilah rutinitas setiap pagi yang harus di lakukan oleh Cakra, dia di perintahkan oleh eyang Bagaskara mencari kayu bakar di selatan jurang yang berjarak cukup jauh, kayu bakar yang di bawa harus lebih besar dari ukuran pahanya, itupun harus dia kumpulkan sebanyak seratus potong kayu yang kemudian di ikat jadi satu dan harus di panggul di punggungnya.

Hal ini di lakukan oleh eyang Bagaskara untuk melatih kekuatan fisik Cakra dan agar mata Cakra terbiasa dengan kegelapan sehingga otot-otot tubuh Cakra menjadi lebih kuat sebelum dia di beri latihan ilmu kanuragan dan untuk melatih pandangan mata Cakra menjadi lebih tajam seperti mata burung garuda.

Sudah hampir setengah purnama, cakra melakukan aktifitas itu, setiap sebelum ayam berkokok dia sudah keluar pondok untuk mencari kayu bakar dan kembali ke pondok sebelum fajar menyingsing, kini otot-otot Cakra mulai berisi, dia mulai terbiasa berjalan jauh dan kuat mengangkat 150 potong kayu yang lebih berat hampir empat kali lipat dari pada berat badannya.

Graaadaaakh,,, suara kayu terbentur dengan tumpukan kayu lainnya akibat cakra melempar kayu bakar yang ada di punggungnya.

"Kau sudah pulang Cakra ? " tegur eyang Bagaskara

"Bersihkanlah tubuhmu di mata air itu !, setelah itu makanlah bersamaku !"

"Baik eyang, saya pergi mandi dulu" jawab Cakra sambil melangkah ke mata air yang berada di jurang itu.

Setelah mandi, Cakra segera menghampiri eyang Bagaskara yang sedang membolak-balikan seekor ayam hutan di atas perapian, beruntung bagi Cakra hari ini, karena kemarin eyang Bagaskara mendapatkan buruan ayam hutan, kalau tidak biasanya dia hanya akan makan ketela, singkong, gembili dan umbi-umbian lain yang tumbuh di hutan Pancer.

"Bagaimana perjalananmu tadi saat mencari kayu bakar, Cakra ?" tanya eyang Bagaskara membuka percakapan di pagi hari itu, memang eyang Bagaskara berusaha tidak menjaga jarak dengan Cakra agar lebih akrab antara guru dan murid.

"Baik eyang, tidak ada halangan, semua aman" jawab Cakra jujur, memang perjalanan tadi pagi tidak begitu ada kendala, berbeda di awal-awal Cakra melakukan dulu, di awal dia masih kesulitan karena beban yang berat dan langkahnya lambat karena kakinya sering tersandung akar yang mencuat atau batang pohon yang rubuh dan sering tersangkut cabang atau ranting yang bergantungan di pohon.

"Syukurlah kalau begitu, tapi kau harus tetap berhati-hati, jangan sampai kau mengusik hewan buas dan hewan berbisa yang berada di hutan ini" nasehat eyang Bagaskara.

"Baik eyang"

"Ini makanlah Cakra" ucap eyang Bagaskara sambil menyodorkan paha ayam yang sudah matang kepada Cakra.

"Terima kasih eyang, enak sekali rasanya eyang"

Mereka berdua pun memakan seekor ayam dengan lahap sampai habis sambil mengobrol.

Setelah makan, eyang Bagaskara pun mengajak Cakra ke tanah lapang di dekat mata air, tempat Cakra jatuh dulu, di sebuah batu hitam yang agak besar di pinggir mata air itu, eyang Bagaskara menyuruh Cakra berdiri.

"Berdirilah di atas batu itu Cakra!"

"Baik eyang" seru Cakra dengan semangat karena sebentar lagi dia akan memulai latihannya sambil menaiki batu hitam tersebut yang tidak terlalu tinggi.

"Renggangkan kakimu, rendahkan badanmu dan rentangkan tanganmu ke kanan dan ke kiri! " terdengar petunjuk dari eyang Bagaskara kepada Cakra.

Cakra pun mengikuti apa yang di perintahkan gurunya itu, kemudian eyang Bagaskara meletakan batu sebesar buah mangga di kedua buah telapak tangan Cakra.

"Tetaplah seperti ini Cakra, jangan kau rubah posisimu sampai aku datang kesini lagi! " perintah eyang bagaskara sambil berjalan meninggalkan Cakra sendirian di sana.

Waktu berjalan dengan lambat, matahari yang sudah setinggi sepenggalah, rasanya sangat berat untuk merangkak naik, sehingga waktu pun terasa lama.

Tubuh mungil yang bertelanjang dada masih berdiri walau tubuhnya menggigil menahan beban berat di kedua tangan dan pahanya, tubuhnya bermandikan cahaya matahari yang menyengat membuat keringatnya menjadi bercucuran. Hanya karena tekad yang kuat dan tidak mau mengecewakan eyang gurunya yang telah bersedia melatihnyalah membuat dia masih bertahan di situ.

Melihat muridnya sudah hampir kelelahan, eyang Bagaskara segera muncul menghampiri Cakra.

"Apakah kamu masih kuat Cakra ? "

"Masih eyang" jawab Cakra menyembunyikan kelemahannya.

Ha ha ha ha ha , terdengar suara tawa eyang Bagaskara yang menertawakan kekerasan hati muridnya.

"Dengarkan Cakra, tarik nafasmu secara teratur, rasakan setiap aliran udara yang masuk ke dalam tubuhmu, fokus dan konsentrasi ! " ucap eyang Bagaskara memberi petunjuk kepada Cakra.

Cakra pun mencoba apa yang di perintahkan gurunya, namun karena tubuh kecilnya masih belum terbiasa menahan kelelahan, maka dia kesulitan untuk konsentrasi.

"Cukup Cakra, beristirahatlah dulu, nanti kita lanjutkan lagi latihannya! " perintah eyang Bagaskara.

Mendengar itu Cakra langsung menuruti perintah gurunya, dia turun dari batu itu, mengambil air untuk di minumnya, sungguh segar air itu sedikit mengurangi rasa letih di badannya, kemudian dia merebahkan tubuhnya di bawah pohon yang rindang sambil menikmati belaian angin yang berhembus pelan, tanpa sadar Cakra ketiduran di bawah pohon itu.

Terpopuler

Comments

saka

saka

sip

2022-05-26

2

Agus Aguskurnia

Agus Aguskurnia

sukses thor

2022-04-18

1

aris munandar

aris munandar

👍👍 untuk cersil Nusantara

2022-01-23

1

lihat semua
Episodes
1 PRAHARA
2 SANG PERTAPA
3 Doa Yang Terkabulkan
4 MENEMPA DIRI
5 Legenda Kesatrya Jatayu
6 Hadiah untuk Eyang Guru 1
7 Hadiah Untuk Eyang Guru 2
8 Kayu Gung Suhuhe Angin 1
9 Kayu Gung Susihe Angin 2
10 Jurus Bumantara
11 Potongan Sayap Jatayu
12 Meninggalkan Hutan Pancer
13 Petuah Luhur
14 Padepokan Tameng Landak
15 Menghancurkan Padepokan Tameng Landak
16 Pertemuan Yang Tidak Terduga 1
17 Pertemuan Tidak Terduga 2
18 Menuju Gunung Gembolo Arum
19 Ujian Sebelum Masuk Gua
20 Menerima Pusaka 1
21 Menerima Pusaka 2
22 Meluapkan Rindu 1
23 Meluapkan Rindu 2
24 Meluapkan Rindu 3
25 Memulai Tugas
26 Mulai Penyelidikan 1
27 Mulai Menyelidiki 2
28 Putra Mahkota 1
29 Putra Mahkota 2
30 Bergabung Dengan Putra Mahkota 1
31 Bergabung Dengan Putra Mahkota 2
32 Menyusun Rencana
33 Mencari Bantuan 1
34 Mencari Bantuan 2
35 Nyi Selasih
36 Satu Langkah Awal
37 Desa Ringin Anom 1
38 Desa Ringin Anom 2
39 Menuju Hutan Kuncoro 1
40 Menuju Hutan Kuncoro 2
41 Menuju Hutan Kuncoro 3
42 Tiba di Hutan Kuncoro
43 Mempersiapkan Pasukan
44 Di Satroni Musuh
45 Mulai Bergerak
46 Penyerangan Awal
47 Batu Penghalang
48 Pencerahan
49 Semangat Baru
50 Dendam yang Membinasakan 1
51 Dendam yang Membinasakan 2
52 Markas Baru
53 Shindung Bawana
54 Desa Mojosari
55 Dewa Tongkat Rotan
56 Umpan yang Tersambar
57 Mengatur Siasat
58 Sanja Kelana
59 Perang Terbuka 1
60 Perang Terbuka 2
61 Perang Terbuka 3
62 Perang Terbuka 4
63 Tewasnya Sangga Bhumi
64 Sumpah Jati Kusuma
65 Membangun Pemerintahan
66 Dendam Datuk Sesat 1
67 Dendam Datuk Sesat 2
68 Kabar Yang Mengejutkan
69 Pembantaian
70 Membantu Romo
71 Membantu Romo 2
72 Merenung
73 Serangan Fajar.
74 Tibanya pertolongan
75 Menggempur Musuh 1
76 Menggempur musuh 2
77 Tercerai Berai
78 Serangan Pamungkas 1
79 Serangan Pamungkas 2
80 Serangan Pamungkas 3
81 Akhir Dari Perang
82 Cinta Buta
83 Kecamuk Perang Di Hati
84 Merindukan Eyang Bagaskara
85 Menyelidiki Kematian Eyang Guru
86 Jalan Yang Terjal
87 Melacak Jejak Pembunuh
88 Empat Setan Gendut
89 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 1
90 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 2
91 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 3
92 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 4
93 Perebutan Patung Garuda Emas 1
94 Perebutan Patung Garuda Emas 2
95 Perebutan Patung Garuda Emas 3
96 Balas Budi Kawan Lama
97 Roh Garuda Agni 1
98 Roh Garuda Agni 2
99 Roh Garuda Agni 3
100 Roh Garuda Agni 4
101 Mencoba Kekuatan Baru
102 Menuju Gunung Semeru
103 Menuju Gunung Semeru 2
104 Perjalanan Yang Tertunda
105 Menghadapi Ki Ambiseno ( Gagak Merah )
106 Semeru Menunggu
107 Fitnah
108 Pengkhianatan Permana
109 Jati Diri Empu Songgo Langit
110 Serangan Licik
111 Matinya Murid Durhaka
112 Tugas Baru
113 Wujud Pedang Garuda Yang Baru
114 Meninggalkan Padepokan Gunung Semeru
115 Desa Randu Alas 1
116 Desa Randu Alas 2
117 Desa Randu Alas 3
118 Desa Randu Alas 4
119 Penculikan
120 Lautan Api di Hutan Murwo
121 Pertarungan Sepasang Pendekar
122 Pertarungan Sepasang Pendekar 2
123 Teror Siluman Kera
124 Teror Siluman Kera 2
125 Teror Siluman Kera 3
126 Raja Siluman Kera 1
127 Raja Siluman Kera 2
128 Raja Siluman Kera 3
129 Resi Wisrawa
130 Mustika Sodo Jagad
131 Mustika Sodo Jagad 2
132 Serangan Mendadak
133 Serangan Mendadak 2
134 Serangan Mendadak 3
135 Penobatan
136 Membangun Tatanan Baru
137 Menunjukkan Kekuatan Baru
138 Kebun Istana
139 Memenuhi Undangan
140 Memenuhi Undangan 2
141 Mengakhiri Pertarungan.
142 Lawan Menjadi Kawan
143 Restu Orang Tua
144 Restu Orang Tua 2
145 Restu Orang Tua 3
146 Restu Orang Tua 4
147 Kejutan 1
Episodes

Updated 147 Episodes

1
PRAHARA
2
SANG PERTAPA
3
Doa Yang Terkabulkan
4
MENEMPA DIRI
5
Legenda Kesatrya Jatayu
6
Hadiah untuk Eyang Guru 1
7
Hadiah Untuk Eyang Guru 2
8
Kayu Gung Suhuhe Angin 1
9
Kayu Gung Susihe Angin 2
10
Jurus Bumantara
11
Potongan Sayap Jatayu
12
Meninggalkan Hutan Pancer
13
Petuah Luhur
14
Padepokan Tameng Landak
15
Menghancurkan Padepokan Tameng Landak
16
Pertemuan Yang Tidak Terduga 1
17
Pertemuan Tidak Terduga 2
18
Menuju Gunung Gembolo Arum
19
Ujian Sebelum Masuk Gua
20
Menerima Pusaka 1
21
Menerima Pusaka 2
22
Meluapkan Rindu 1
23
Meluapkan Rindu 2
24
Meluapkan Rindu 3
25
Memulai Tugas
26
Mulai Penyelidikan 1
27
Mulai Menyelidiki 2
28
Putra Mahkota 1
29
Putra Mahkota 2
30
Bergabung Dengan Putra Mahkota 1
31
Bergabung Dengan Putra Mahkota 2
32
Menyusun Rencana
33
Mencari Bantuan 1
34
Mencari Bantuan 2
35
Nyi Selasih
36
Satu Langkah Awal
37
Desa Ringin Anom 1
38
Desa Ringin Anom 2
39
Menuju Hutan Kuncoro 1
40
Menuju Hutan Kuncoro 2
41
Menuju Hutan Kuncoro 3
42
Tiba di Hutan Kuncoro
43
Mempersiapkan Pasukan
44
Di Satroni Musuh
45
Mulai Bergerak
46
Penyerangan Awal
47
Batu Penghalang
48
Pencerahan
49
Semangat Baru
50
Dendam yang Membinasakan 1
51
Dendam yang Membinasakan 2
52
Markas Baru
53
Shindung Bawana
54
Desa Mojosari
55
Dewa Tongkat Rotan
56
Umpan yang Tersambar
57
Mengatur Siasat
58
Sanja Kelana
59
Perang Terbuka 1
60
Perang Terbuka 2
61
Perang Terbuka 3
62
Perang Terbuka 4
63
Tewasnya Sangga Bhumi
64
Sumpah Jati Kusuma
65
Membangun Pemerintahan
66
Dendam Datuk Sesat 1
67
Dendam Datuk Sesat 2
68
Kabar Yang Mengejutkan
69
Pembantaian
70
Membantu Romo
71
Membantu Romo 2
72
Merenung
73
Serangan Fajar.
74
Tibanya pertolongan
75
Menggempur Musuh 1
76
Menggempur musuh 2
77
Tercerai Berai
78
Serangan Pamungkas 1
79
Serangan Pamungkas 2
80
Serangan Pamungkas 3
81
Akhir Dari Perang
82
Cinta Buta
83
Kecamuk Perang Di Hati
84
Merindukan Eyang Bagaskara
85
Menyelidiki Kematian Eyang Guru
86
Jalan Yang Terjal
87
Melacak Jejak Pembunuh
88
Empat Setan Gendut
89
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 1
90
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 2
91
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 3
92
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 4
93
Perebutan Patung Garuda Emas 1
94
Perebutan Patung Garuda Emas 2
95
Perebutan Patung Garuda Emas 3
96
Balas Budi Kawan Lama
97
Roh Garuda Agni 1
98
Roh Garuda Agni 2
99
Roh Garuda Agni 3
100
Roh Garuda Agni 4
101
Mencoba Kekuatan Baru
102
Menuju Gunung Semeru
103
Menuju Gunung Semeru 2
104
Perjalanan Yang Tertunda
105
Menghadapi Ki Ambiseno ( Gagak Merah )
106
Semeru Menunggu
107
Fitnah
108
Pengkhianatan Permana
109
Jati Diri Empu Songgo Langit
110
Serangan Licik
111
Matinya Murid Durhaka
112
Tugas Baru
113
Wujud Pedang Garuda Yang Baru
114
Meninggalkan Padepokan Gunung Semeru
115
Desa Randu Alas 1
116
Desa Randu Alas 2
117
Desa Randu Alas 3
118
Desa Randu Alas 4
119
Penculikan
120
Lautan Api di Hutan Murwo
121
Pertarungan Sepasang Pendekar
122
Pertarungan Sepasang Pendekar 2
123
Teror Siluman Kera
124
Teror Siluman Kera 2
125
Teror Siluman Kera 3
126
Raja Siluman Kera 1
127
Raja Siluman Kera 2
128
Raja Siluman Kera 3
129
Resi Wisrawa
130
Mustika Sodo Jagad
131
Mustika Sodo Jagad 2
132
Serangan Mendadak
133
Serangan Mendadak 2
134
Serangan Mendadak 3
135
Penobatan
136
Membangun Tatanan Baru
137
Menunjukkan Kekuatan Baru
138
Kebun Istana
139
Memenuhi Undangan
140
Memenuhi Undangan 2
141
Mengakhiri Pertarungan.
142
Lawan Menjadi Kawan
143
Restu Orang Tua
144
Restu Orang Tua 2
145
Restu Orang Tua 3
146
Restu Orang Tua 4
147
Kejutan 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!