Hadiah Untuk Eyang Guru 2

Braaak...

"Tolong ampuni saya tuan, " ucap seorang pedagang tua di pasar Andong Kuning.

"Apa kamu tidak sadar sudah dua kali kamu tidak membayar pajak keamanan kepada kami, haah mau beralasan apa lagi kamu ? " bentak gendon, lelaki bermuka hitam anggota preman pasar yang ada di situ.

"Ampun tuan, memang sejak tadi pagi daganganku belum ada yang laku, banyak dagangan buahku yang mulai membusuk karena dari kemaren belum ada yang laku, jangankan untuk memberi tuan, untuk tengkulak besok aja aku tidak tau bisa atau tidak, " jawab pedagang itu dengan takut.

"Jangan banyak alasan, sini bayar pajakmu!, kalau tidak akan ku hajar kau, aku tendang kau sampai keluar dari pasar ini, dasar pedagang tidak berguna" hardik gendon lagi.

Berpasang pasang mata melihat kejadian itu dengan iba, bukannya mereka tidak mau membantu pedagang buah itu, namun nasib mereka pun tidah lebih baik di bandingkan dengan nasib pedagang buah, mereka sama sama mengalami perlakuan sama dari gendon dan kawan kawannya.

Gendon dengan tidak sabar mengayunkan kakinya berniat menendang pedagang buah yang sedang meringkuk di depannya.

Duukhh aaakh,,,

Sesaat sebelum kaki Gendon mengenai pedagang tadi, sebuah kerikil kecil mengenai pergelangan kaki Gendon, menjadikan kaki itu berubah arah tidak mengenai pedagang buah dan menjadikan Gendon kesakitan sambil jingkrak jingkrak.

" Kurang ajar, siapa yang berani membokong kami ? " teriak salah satu teman Gendon.

" Hayo siapa yang berani macam macam sama kelompok bajul sengoro, kalau tidak orang ini bakal mati" teriaknya lagi sambil mengacungkan goloknya dan di tempelkan ke leher pedagang itu.

"Tidak usah teriak teriak begitu, aku tidak budeg, " jawab seorang kakek berpakaian serba putih yang tiba tiba muncul di belakang kelompok preman bajul sengoro.

Mendengar itu serempak empat teman Gendong menoleh ke belakang, mereka begitu kaget melihat ada seorang kakek yang berani menantang mereka.

"Hai kakek, sebaiknya sayangi nyawamu, pulanglah kerumah bermain dengan cucumu sambil menunggu kematianmu di rumah!, tidak perlu kau mempercepat kematianmu disini" ucap salah satu orang kelompok bajul sengoro menakuti kakek itu.

"He he he, kamu kira aku anak kecil, yang jika kau bentak lalu pulang ketakutan, heehh? dengar baik baik, aku eyang Bagaskara akan menguliti kalian, " balas gertak sosok kakek itu yang ternyata eyang Bagaskara.

Mendengar itu nyali preman bajul sengoro mulai menciut, sudah lama mereka mendengar nama besar eyang Bagaskara, namun baru kali ini mereka apes bertemu dengannya.

Namun tidak mau malu di depan para pedagang di pasar itu mereka mulai memberanikan diri,

"Tidak usah banyak omong tua bangka, serang! " teriak Gendon yang masih menahan sakit, memberi perintah kepada teman temannya.

Empat orang maju menyerang eyang Bagaskara, dengan golok di tangan mereka mengeroyok eyang Bagaskara.

Dengan tenang eyang Bagaskara meladeni seranganan itu, berkelebatan golok silih berganti datang, namun tidak ada satu pun yang bisa mengenai kulit eyang Bagaskara.

Melihat serangan teman temannya tidak membuahkan hasil, Gendon pun ikut menyerang, namun hal itu tidak berarti apa apa bagi eyang Bagaskara.

Mulai bosan bermain main, akhirnya eyang Bagaskara mulai membalas serangan.

Plaakh plaakh plaakh plakkh plaakh....

Sekali serang kelima orang itu terpelanting terkena tamparan eyang Bagaskara, mereka berlima terkapar tanpa bisa bangun lagi karena pinsan, beruntung bagi mereka, tamparan itu tidak di barengi dengan tenaga dalam, jika tidak, sudah pecah batok kepala mereka.

Setelah ke lima orang itu terkapar, eyang Bagaskara menghampiri pedagang tersebut.

"Terima kasih eyang, engkau telah menyelamatkan nyawa saya,"

"Tidak perlu sungkan, sudah sepatutnya kita saling menolong, terimalah ini, sedikit uang kepeng untuk keperluan modal daganganmu, belilah dagangan buah dan sayur yang bagus dan segar, agar daganganmu laris" ucap eyang Bagaskara sambil menyodorkan sekantong uang kepeng kepada pedagang itu.

Sebenarnya pedagang itu malu untuk menerima pemberian eyang Bagaskara, namun karena desakan eyang Bagaskara akhirnya dia menerima pemberian itu.

* * *

Kreseeek.. Kreseeek....

Telinga Cakra yang terlatih menangkap bunyi yang mengarah padanya, bunyi langkah yang berat menabrak ranting ranting yang berserakan di sekitar situ.

Bunyi yang semakin mendekat menjadikan Cakra lebih waspada.

Ghreeeeerrrr,,, aauuuumm. ...

Suara seekor harimau yang meloncat hendak menerkam Cakra yang sedang terbaring di bawah pohon.

Dengan sigap Cakra segera mengelit ke samping, hingga lolos lah dia dari terkaman harimau, segera dia berdiri dan menyiapkan kuda kudanya.

Harimau sebesar anak sapi yang di hadapi Cakra saat ini mulai waspada, segera dia memutari badan Cakra, Cakra yang tahu harimau itu sedang menyiapkan serangannya lagi, dia meningkatkan kepekaannya.

Whuuaam,,

Harimau itu menerkam, dengan sigap Cakra bersalto ke belakang menghindari cakaran harimau, sambil dia berusaha membalas dengan menendangkan kakinya ke perut sisi bawah harimau.

Buukh. . .

Tendangan itu mengenai harimau itu, hingga harimau itu terpental berjungkir balikan, hal ini menjadikan harimau lebih murka, walau tendangan itu tidak berasa di badannya, namun dia tidak bisa menerkam lawannya.

Hingga akhirnya terjadilah pertarungan seru antara anak manusia dan hewan penghuni hutan, beberapa kali pukulan dan tamparan Cakra mengenai tubuh harimau itu, namun semua itu seakan tidak berefek,

harimau itu tetap bergerak dengan gesit dan beringas.

" Jika terus terusan seperti ini, aku pasti akan kehabisan tenaga dan bisa bisa habis aku di makan harimau" gumam Cakra

"Aku harus mencari akal agar aku tidak mati di terkam harimau ini"

Akhirnya Cakra pun mendapat cara, dia segera menerapkan jurus langkah kilat menapak angin, jurus meringankan tubuh yang di ajarkan oleh Eyang Bagaskara.

Sekali hentak tubuh Cakra mencelat ke atas pohon, harimau itupun tidak mau kehilangan mangsanya, dia berusaha mengejar Cakra, dengan ringan Cakra meloncat dari satu pohon ke pohon lain menghindari kejaran harimau.

Hingga pada suatu saat Cakra melihat celah, segera dia menjejakan kakinya ke batang pohon dan menambah daya lontarnya, dia meluncur dengan cepat kearah harimau itu sambil mengeluarkan jurus cakar garuda membelah badai.

Tepat saat itu harimau mengangkat kaki depannya untuk menyongsong tubuh Cakra, mengetahui itu Cakra berkelit dan Craaaash. . . .

Darah segar mengucur dengan deras dari leher harimau itu, sebentar harimau itu mengerang kesakitan sesaat setelah itu dia tak bergerak karena sudah tidak bernyawa.

Melihat itu, Cakra segera mengeluarkan belati kecil dari balik bajunya, dia menguliti harimau itu dan membawa pulang ke pondok.

* * *

Saat eyang Bagaskara sampai di pondok, dia terkejut, karena menemukan kulit harimau yang besar di rentangkan dengan kayu di halaman agar cepat kering.

Dia segera masuk ke pondok mencari murid satu satunya yang dia khawatirkan.

Di depan dia tidak menemukan muridnya, dia mencari di dapur pondok, hatinya sangat lega karena menemukan Cakra di sana sedang memasak air dan membakar talas di perapian.

"Cakra, apa kamu tidak apa apa ?" sergah eyang Bagaskara.

" Seperti yang eyang lihat, tidak ada sesuatu yang kurang eyang" jawab Cakra sambil tertawa terkekeh.

"Syukurlah kalau begitu, aku khawatir kau terluka"

"Kenapa di luar ada kulit harimau" tanya eyang.

Sambil nyengir Cakra menceritakan tentang perkelahiannya dengan harimau di hutan sebelah utara.

Eyang Bagaskara geleng geleng kepala mendengar cerita dari muridnya, dia bersyukur muridnya bisa membunuh harimau itu.

"Aku sengaja membawa kulit harimau itu sebagai hadiah untuk guru, untuk alas duduk dan tidur guru agar eyang guru merasa lebih nyaman. " ucap Cakra.

"Terima kasih Cakra, kau sungguh berbakti, tapi lain kali kau tidak boleh lagi seperti itu, sangat berbahaya jika itu terjadi lagi, " saut eyang Bagaskara.

Cakra pun berjanji untuk tidak mengulangi lagi, segera dia mempersilahkan minum kepada eyang Bagaskara yang baru pulang dari desa Andong Kuning, kemudian menyiapkan talas bakar yang sudah matang di taruh di atas daun jati untuk di makan oleh eyang Bagaskara gurunya.

Terpopuler

Comments

Onez Dewa Ganaz Trisula

Onez Dewa Ganaz Trisula

Lanjuutt..

2022-05-08

2

Agus Aguskurnia

Agus Aguskurnia

siiip thor

2022-04-18

1

🔥⭐ SANG PENGINTIP⭐🔥

🔥⭐ SANG PENGINTIP⭐🔥

semoga semakin menarik👍👍👍

2022-02-16

4

lihat semua
Episodes
1 PRAHARA
2 SANG PERTAPA
3 Doa Yang Terkabulkan
4 MENEMPA DIRI
5 Legenda Kesatrya Jatayu
6 Hadiah untuk Eyang Guru 1
7 Hadiah Untuk Eyang Guru 2
8 Kayu Gung Suhuhe Angin 1
9 Kayu Gung Susihe Angin 2
10 Jurus Bumantara
11 Potongan Sayap Jatayu
12 Meninggalkan Hutan Pancer
13 Petuah Luhur
14 Padepokan Tameng Landak
15 Menghancurkan Padepokan Tameng Landak
16 Pertemuan Yang Tidak Terduga 1
17 Pertemuan Tidak Terduga 2
18 Menuju Gunung Gembolo Arum
19 Ujian Sebelum Masuk Gua
20 Menerima Pusaka 1
21 Menerima Pusaka 2
22 Meluapkan Rindu 1
23 Meluapkan Rindu 2
24 Meluapkan Rindu 3
25 Memulai Tugas
26 Mulai Penyelidikan 1
27 Mulai Menyelidiki 2
28 Putra Mahkota 1
29 Putra Mahkota 2
30 Bergabung Dengan Putra Mahkota 1
31 Bergabung Dengan Putra Mahkota 2
32 Menyusun Rencana
33 Mencari Bantuan 1
34 Mencari Bantuan 2
35 Nyi Selasih
36 Satu Langkah Awal
37 Desa Ringin Anom 1
38 Desa Ringin Anom 2
39 Menuju Hutan Kuncoro 1
40 Menuju Hutan Kuncoro 2
41 Menuju Hutan Kuncoro 3
42 Tiba di Hutan Kuncoro
43 Mempersiapkan Pasukan
44 Di Satroni Musuh
45 Mulai Bergerak
46 Penyerangan Awal
47 Batu Penghalang
48 Pencerahan
49 Semangat Baru
50 Dendam yang Membinasakan 1
51 Dendam yang Membinasakan 2
52 Markas Baru
53 Shindung Bawana
54 Desa Mojosari
55 Dewa Tongkat Rotan
56 Umpan yang Tersambar
57 Mengatur Siasat
58 Sanja Kelana
59 Perang Terbuka 1
60 Perang Terbuka 2
61 Perang Terbuka 3
62 Perang Terbuka 4
63 Tewasnya Sangga Bhumi
64 Sumpah Jati Kusuma
65 Membangun Pemerintahan
66 Dendam Datuk Sesat 1
67 Dendam Datuk Sesat 2
68 Kabar Yang Mengejutkan
69 Pembantaian
70 Membantu Romo
71 Membantu Romo 2
72 Merenung
73 Serangan Fajar.
74 Tibanya pertolongan
75 Menggempur Musuh 1
76 Menggempur musuh 2
77 Tercerai Berai
78 Serangan Pamungkas 1
79 Serangan Pamungkas 2
80 Serangan Pamungkas 3
81 Akhir Dari Perang
82 Cinta Buta
83 Kecamuk Perang Di Hati
84 Merindukan Eyang Bagaskara
85 Menyelidiki Kematian Eyang Guru
86 Jalan Yang Terjal
87 Melacak Jejak Pembunuh
88 Empat Setan Gendut
89 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 1
90 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 2
91 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 3
92 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 4
93 Perebutan Patung Garuda Emas 1
94 Perebutan Patung Garuda Emas 2
95 Perebutan Patung Garuda Emas 3
96 Balas Budi Kawan Lama
97 Roh Garuda Agni 1
98 Roh Garuda Agni 2
99 Roh Garuda Agni 3
100 Roh Garuda Agni 4
101 Mencoba Kekuatan Baru
102 Menuju Gunung Semeru
103 Menuju Gunung Semeru 2
104 Perjalanan Yang Tertunda
105 Menghadapi Ki Ambiseno ( Gagak Merah )
106 Semeru Menunggu
107 Fitnah
108 Pengkhianatan Permana
109 Jati Diri Empu Songgo Langit
110 Serangan Licik
111 Matinya Murid Durhaka
112 Tugas Baru
113 Wujud Pedang Garuda Yang Baru
114 Meninggalkan Padepokan Gunung Semeru
115 Desa Randu Alas 1
116 Desa Randu Alas 2
117 Desa Randu Alas 3
118 Desa Randu Alas 4
119 Penculikan
120 Lautan Api di Hutan Murwo
121 Pertarungan Sepasang Pendekar
122 Pertarungan Sepasang Pendekar 2
123 Teror Siluman Kera
124 Teror Siluman Kera 2
125 Teror Siluman Kera 3
126 Raja Siluman Kera 1
127 Raja Siluman Kera 2
128 Raja Siluman Kera 3
129 Resi Wisrawa
130 Mustika Sodo Jagad
131 Mustika Sodo Jagad 2
132 Serangan Mendadak
133 Serangan Mendadak 2
134 Serangan Mendadak 3
135 Penobatan
136 Membangun Tatanan Baru
137 Menunjukkan Kekuatan Baru
138 Kebun Istana
139 Memenuhi Undangan
140 Memenuhi Undangan 2
141 Mengakhiri Pertarungan.
142 Lawan Menjadi Kawan
143 Restu Orang Tua
144 Restu Orang Tua 2
145 Restu Orang Tua 3
146 Restu Orang Tua 4
147 Kejutan 1
Episodes

Updated 147 Episodes

1
PRAHARA
2
SANG PERTAPA
3
Doa Yang Terkabulkan
4
MENEMPA DIRI
5
Legenda Kesatrya Jatayu
6
Hadiah untuk Eyang Guru 1
7
Hadiah Untuk Eyang Guru 2
8
Kayu Gung Suhuhe Angin 1
9
Kayu Gung Susihe Angin 2
10
Jurus Bumantara
11
Potongan Sayap Jatayu
12
Meninggalkan Hutan Pancer
13
Petuah Luhur
14
Padepokan Tameng Landak
15
Menghancurkan Padepokan Tameng Landak
16
Pertemuan Yang Tidak Terduga 1
17
Pertemuan Tidak Terduga 2
18
Menuju Gunung Gembolo Arum
19
Ujian Sebelum Masuk Gua
20
Menerima Pusaka 1
21
Menerima Pusaka 2
22
Meluapkan Rindu 1
23
Meluapkan Rindu 2
24
Meluapkan Rindu 3
25
Memulai Tugas
26
Mulai Penyelidikan 1
27
Mulai Menyelidiki 2
28
Putra Mahkota 1
29
Putra Mahkota 2
30
Bergabung Dengan Putra Mahkota 1
31
Bergabung Dengan Putra Mahkota 2
32
Menyusun Rencana
33
Mencari Bantuan 1
34
Mencari Bantuan 2
35
Nyi Selasih
36
Satu Langkah Awal
37
Desa Ringin Anom 1
38
Desa Ringin Anom 2
39
Menuju Hutan Kuncoro 1
40
Menuju Hutan Kuncoro 2
41
Menuju Hutan Kuncoro 3
42
Tiba di Hutan Kuncoro
43
Mempersiapkan Pasukan
44
Di Satroni Musuh
45
Mulai Bergerak
46
Penyerangan Awal
47
Batu Penghalang
48
Pencerahan
49
Semangat Baru
50
Dendam yang Membinasakan 1
51
Dendam yang Membinasakan 2
52
Markas Baru
53
Shindung Bawana
54
Desa Mojosari
55
Dewa Tongkat Rotan
56
Umpan yang Tersambar
57
Mengatur Siasat
58
Sanja Kelana
59
Perang Terbuka 1
60
Perang Terbuka 2
61
Perang Terbuka 3
62
Perang Terbuka 4
63
Tewasnya Sangga Bhumi
64
Sumpah Jati Kusuma
65
Membangun Pemerintahan
66
Dendam Datuk Sesat 1
67
Dendam Datuk Sesat 2
68
Kabar Yang Mengejutkan
69
Pembantaian
70
Membantu Romo
71
Membantu Romo 2
72
Merenung
73
Serangan Fajar.
74
Tibanya pertolongan
75
Menggempur Musuh 1
76
Menggempur musuh 2
77
Tercerai Berai
78
Serangan Pamungkas 1
79
Serangan Pamungkas 2
80
Serangan Pamungkas 3
81
Akhir Dari Perang
82
Cinta Buta
83
Kecamuk Perang Di Hati
84
Merindukan Eyang Bagaskara
85
Menyelidiki Kematian Eyang Guru
86
Jalan Yang Terjal
87
Melacak Jejak Pembunuh
88
Empat Setan Gendut
89
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 1
90
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 2
91
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 3
92
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 4
93
Perebutan Patung Garuda Emas 1
94
Perebutan Patung Garuda Emas 2
95
Perebutan Patung Garuda Emas 3
96
Balas Budi Kawan Lama
97
Roh Garuda Agni 1
98
Roh Garuda Agni 2
99
Roh Garuda Agni 3
100
Roh Garuda Agni 4
101
Mencoba Kekuatan Baru
102
Menuju Gunung Semeru
103
Menuju Gunung Semeru 2
104
Perjalanan Yang Tertunda
105
Menghadapi Ki Ambiseno ( Gagak Merah )
106
Semeru Menunggu
107
Fitnah
108
Pengkhianatan Permana
109
Jati Diri Empu Songgo Langit
110
Serangan Licik
111
Matinya Murid Durhaka
112
Tugas Baru
113
Wujud Pedang Garuda Yang Baru
114
Meninggalkan Padepokan Gunung Semeru
115
Desa Randu Alas 1
116
Desa Randu Alas 2
117
Desa Randu Alas 3
118
Desa Randu Alas 4
119
Penculikan
120
Lautan Api di Hutan Murwo
121
Pertarungan Sepasang Pendekar
122
Pertarungan Sepasang Pendekar 2
123
Teror Siluman Kera
124
Teror Siluman Kera 2
125
Teror Siluman Kera 3
126
Raja Siluman Kera 1
127
Raja Siluman Kera 2
128
Raja Siluman Kera 3
129
Resi Wisrawa
130
Mustika Sodo Jagad
131
Mustika Sodo Jagad 2
132
Serangan Mendadak
133
Serangan Mendadak 2
134
Serangan Mendadak 3
135
Penobatan
136
Membangun Tatanan Baru
137
Menunjukkan Kekuatan Baru
138
Kebun Istana
139
Memenuhi Undangan
140
Memenuhi Undangan 2
141
Mengakhiri Pertarungan.
142
Lawan Menjadi Kawan
143
Restu Orang Tua
144
Restu Orang Tua 2
145
Restu Orang Tua 3
146
Restu Orang Tua 4
147
Kejutan 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!