Sungguh luar biasa anak ini, struktur tulangnya sangat kuat dan kokok, sangat cocok anak ini untuk belajar beladiri dan kanuragan, semoga ini adalah jawaban atas doa-doa yang aku panjatkan kepada Sang Hyang Widi di dalam semedi yang aku lakukan bertahun tahun, semoga dia memang anak yang telah di ilhamkan kepadaku untuk aku tunggu di dasar jurang ini selama bertahun-tahun.
Dia sangat tepat mewarisi semua ilmu-ilmuku, aku akan mengangkat murid dan melatihnya, menjadikan dia pendekar pilih tanding yang menegakkan kebenaran dan memerangi keangkara murkaan.
Sangat beruntung anak ini tidak mengalami tidak mengalami cedera yang parah pada saat jatuh dari jurang, hanya luka memar di tubuhnya yang mungkin 3 hari akan segera menghilang, tidak ada patah tulang atau benda lancip yang menancap di tubuhnya, beruntunglah dia.
Namun ada satu hal yang di khawatirkan oleh kakek pertapa itu, walaupun tidak ada luka yang berarti di tubuh anak ini, tapi kenapa anak ini masih belum siuman dari painsannya ?, apakah ada organ dalam dari anak ini yang terluka ?, tapi tidak mungkin karena kakek itu sudah memeriksanya sambil memborehkan ramuan di tubuh anak itu yang memar, namun semua baik-baik saja.
"Iiikhhh... sakit biyung" terdengar rintihan dari mulut Cakra yang tengah terbaring, membuyarkan lamunan dan aktifitas memborehkan ramuan sang pertapa.
Dengan cekatan kakek pertapa itu memberikan air rebusan jahe yang telah dia buat sebelumnya sambil mengangkat sedikit kepala anak tersebut.
"Minumlah air jahe ini anakku !, agar tubuhmu kembali menjadi segar bugar dan rasa sakit yang ada di tubuhmu menjadi hilang," ucap pertapa itu.
"Terima kasih eyang, aku dimana ini eyang ? " tanya dia
"Tiga hari yang lalu kau terjatuh dari jurang hutan Pancer ini anakku, selama itu pula kau tidak sadarkan diri, " jawab kakek pertapa.
"Oh, bagaimana dengan Romo dan Biyungku kek? " tanya anak itu karena dia baru tersadar kalau dirinya sudah terpisah dari Romo dan Biyungnya.
"Tenang saja anakku, aku yakin mereka baik-baik saja, tinggalah bersamaku disini, jadilah muridku untuk ku warisi ilmu-ilmu kanuragan yang aku miliki! " pinta pertapa itu.
"Tapi aku merindukan Romo dan biyungku eyang, aku ingin berkumpul lagi dengan mereka" ucap anak itu.
"Belajar kanuragan dululah bersamaku, setelah itu baru carilah orang tuamu!, agar kamu bisa melindungi orang tuamu, menegakan keadilan, menyebar kedamaian dan mempersatukan bumi Nusantara"
Mendengar itu Cakra menjadi bersemangat, dengan susah payah dia berusaha duduk di depan kakek pertapa walau sambil menahan rasa sakit di tubuhnya untuk memberikan sembah bekti kepada kakek yang sekarang menjadi gurunya.
"Siapa namamu ? " tanya Ki Bagaskara.
"Namaku Cakra Wiryamanta eyang, biasanya di panggil Cakra" jawab Cakra.
" Cakra sekarang kau resmi menjadi muridku, panggil saja aku eyang Bagaskara," ucap Ki Bagaskara.
"Terima kasih eyang, Cakra berjanji akan menjadi murid yang taat dan patuh kepada eyang, Cakra akan berusaha menjadi murid yang berbakti kepada eyang, " jawab Cakra sambil meletakan dahinya di tanah sebagai bentuk bakti kepada gurunya.
"Bangunlah Cakra, kau telah menyenangkan hatiku, aku akan sepenuh hati mengajarimu sehingga kamu menjadi seorang pendekar yang pilih tanding dan berhati mulia, "
"Minumlah dan makanlah singkong bakar ini Cakra ! " perintah Ki Bagaskara sambil menyodorkan singkong bakar yang baru matang di atas daun pisang.
Cakra pun segera menerimanya, dengan lahapnya dia memakan seluruh singkong bakar itu sampai habis, karena selama tiga hari dia tidak sadarkan diri, tidak sedikitpun makanan masuk ke dalam perutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Yamti Suwadi
ternyata si Cakra jatuh ke jurang akibat doa dari sang pertapa
2022-06-18
5
Elmo Damarkaca
Turunkan Semua ilmunya Ki Buat Cakra..
lanjut thor ....
2022-05-29
1
Onez Dewa Ganaz Trisula
Lanjuutt...
2022-05-08
1