Legenda Kesatrya Jatayu

Senja sudah mulai turun, matahari berjalan kembali ke peraduannya, serangga-serangga malam menyambut dengan riang gelap malam, derik dan bunyi-bunyian serangga menjadikan semarak pada malam itu di hutan Pancer.

Cakra mulai menyalakan obor dari biji buah jarak yang di susun dengan lidi, nyalanya cukup terang untuk menerangi pondok sederhana di dasar jurang yang di tinggali oleh Cakra dan gurunya eyang Bagaskara, dengan penerangan obor itulah Cakra bisa belajar aksara kepada gurunya, memang eyang Bagaskara selain mengajari Cakra dengan ilmu kanuragan, juga dia membekali Cakra dengan ilmu pengetahuan, aksara dan sastra-sastra dari kitab yang di miliki, hal ini di lakukan oleh eyang Bagaskara karena tidak hanya ingin menjadikan Cakra pendekar pilih tanding tapi juga memberi pengetahuan yang luas agar Cakra menjadi seorang yang bijaksana dan berhati mulia.

Seperti malam itu Cakra sedang duduk berhadapan dengan gurunya untuk mendengarkan cerita-cerita yang di ambil dari kitab Ramayana.

***

Bayangan besar nan gagah dengan cepat melesat di angkasa, matanya yang tajam mengawasi wilayah yang di laluinya, kepak sayap yang lebar dan kokoh menjadikan dirinya lebih cepat melesat dan terlihat gagah.

Sayup-sayup terdengar suara teriakan seorang perempuan meminta tolong, dengan seksama Jatayu, sosok yang tadi terbang, menajamkan pendengarannya untuk memastikan dari mana asal suara itu bermula.

Jauh di samping kirinya, Jatayu melihat setitik hitam yang terbang dengan cepat, melihat itu Jatayu melesat untuk mengejar dan memastikqn apa yang terjadi di sana, dia kepakkan sayapnya lebih cepat agar segera bisa menyusul orang yang terbang tadi.

Semakin dekat dia melihat seorang wanita tidak sadarkan diri berada di gendongan lelaki raksasa, dengan cepat dia mencegat raksasa itu.

Sedikit kaget Jatayu melihat wanita yang ada di gendongan raksasa itu, dia sangat kenal terhadap wanita itu yang tak lain adalah dewi Sinta, istri dari rama atau menantu dari Raja Dasarata.

"Siapa kamu ? dan mau kau bawa kemana wanita itu ? " tanya Jatayu.

"Aku Raja Dasamuka, apa urusannya denganmu ? "

Jatayu agak kaget dengan jawaban itu, dia tidak menyangka bahwa orang yang di hadapannya adalah Raja raksasa dari kerajaan Alengka.

" Harus kau ketahui bahwa kau telah menculik Dewi Sinta, menantu dari Raja Dasarata sahabatku, maka aku tidak akan tinggal diam membiarkan kau membawa dia pergi" ucap Jatayu sambil langsung memberikan serangan dengan mengayunkan cakarnya ke tubuh Raja Dasamuka.

Duukh... suara tangan yang beradu karena pada saat datangnya serangan Jatayu, Raja Dasamuka telah menggerakan tangan kirinya untuk menangkis serangan Jatayu.

Sadar ayunan tangannya bisa di tangkis, Jatayu segera mengayunkan kaki kirinya mengarah perut sisi kanan Raja Dasamuka yang terbuka.

Wuuushh... Namun dengan lincah Raja Dasamuka menghindarinya dengan menaikan tubuhnya keatas, kemudian Raja Dasamuka membalas tendangan Jatayu dengan sepakan kaki kanan yang mengarah ke kepala Jatayu.

Duukh,,, Aaakhh,,, dengan telak kepala jatayu terkena sepakan kaki Raja Dasamuka, tubuhnya terpental ke kanan sejauh sepuluh tombak, kepalanya menjadi pening dan telinganya berdenging padahal dia sudah menyalurkan tenaga dalam sesaat sebelum kaki itu hinggap di kepalanya.

"Kurang ajar," Jatayu mengumpat kemudian melesat menyerang Raja Dasamuka.

Terjadilah pertempuran di atas udara, keduanya saling pukul dan tendang.

Namun keuntungan di pihak Jatayu, karena dia bertarung di udara yang memang itu wilayahnya, di tambah Raja Dasamuka sedang menggendong Dewi Sinta hingga beberapa kali Raja Dasamuka terdesak.

Hingga akhirnya pada jurus ke seribu, cakar jatayu mengarah ke leher Raja Dasamuka, cakar yang sekeras baja itu di aliri dengan tenaga dalam tinggi sehingga dengan mudah memenggal kepala Raja Dasamuka.

Terpisahlah kepala dan tubuh Raja Dasamuka, dengan cepat dua tubuh terjatuh ke bawah, dengan sigap Jatayu menangkap tubuh Dewi Sinta, kemudian melesat dengan cepat membawa tubuh itu pergi.

Namun satu hal yang tidak di ketahui oleh Jatayu, bahwa sesaat setelah tubuh raksasa jatuh menyentuh tanah, tubuh dan kepala yang sebelumnya terpisah kini segera menyatu kembali, itusemua terjadi karena Raja Dasamuka mempunyai ilmu Rawarontek yang menyebabkan dirinya tidak bisa mati jika tubuhnya masih menyentuh tanah.

Raja Dasamuka sangat murka, dengan cepat dia melesat mengejar Jatayu yang telah merebut Dewi Sinta dari tangannya. Jatayu yang tidak sadar dirinya di kejar oleh Raja Dasamuka, dia terbang dengan hati-hati agar Dewi Sinta ketakutan pada saat dia siuman.

Tidak begitu lama Raja Dasamuka bisa mengejar Jatayu, dengan kekuatan penuh dia menerjangkan kakinya ke arah punggung Jatayu.

Buuukh... telak punggung Jatayu terkena terjangan kaki Raja Dasamuka, membuat Jatayu terpental jatuh menabrak tanah di bawahnya sehingga menjadikan bekas tanah tadi menjadi parit kecil sepanjang tiga ratus tombak, beruntung pada saat jatuh, Jatayu membalikan tubuhnya sehingga punggungnya yang terbentur dengan tanah, sedangkan tubuh Dewi Sinta yang di gendong dengan kedua tangannya tidak mengalami luka.

Jatayu terkapar di tanah, dan punggungnya terasa sakit seakan patah, Namun Raja Dasamuka tidak menunggu lawannya untuk bangun, dia menjejakkan kakinya mengarah tepat di dada Jatayu, tak mau menambah parah lukanya, Jatayu yang sadar dirinya dalam bahaya segera menghindar dan melesat ke angkasa, meninggalkan tubuh Dewi Sinta di tanah.

Braaaak... suara jejakan Raja Dasamuka yang hanya mengenai tanah yang sebelumnya ada Jatayu di sana.

Sadar jejakannya di hindari, Raja Dasamuka segera memburu Jatayu ke angkasa sambil menghunus pedangnya.

Jatayu yang berharap bisa menang di angkasa, sengaja meninggalkan tubuh Dewi Sinta agar tidak menjadi beban saat dia bertarung.

Melihat lawannya telah datang, Jatayu sudah menyiapkan kuda-kuda, dia menyiapkan cakar dan paruhnya yang sekuat baja sebagai senjata.

Terjadilah pertempuran yang agak berat sebelah itu, Jatayu di serang dengan bertubi-tubi dengan pedang di tangan kanan Raja Dasamuka, tak ingin terkena sabetan pedang, Jatayu mengerahkan perisai di dada untuk melindungi tubuhnya.

Dengan bertenaga Jatayu memapaki serangan pedang Raja Dasamuka.

Cring cring suara benturan pedang dengan cakar Jatayu, kadang Jatayu menyerang dengan Paruhnya namun dapat di hindari, hingga suatu saat serangan Raja Dasamuka mampu mengenai perisai Jatayu, walaupun perisai Jatayu sangat kuat, namun serangan Raja Dasamuka yang datang bertubi-tubi mau tidak mau memunculkan retak di perisainya.

Hingga akhirnya Praaaakh... perisai itu pecah dan Jatayu terpental kebelakang, tidak sampai di situ Raja Dasamuka terus memburu tubuh Jatayu dan menyarangkan pedangnya di dada tepat di jantung Jatayu, kemudian sekali tebas terpotonglah sayap kiri Jatayu sehingga dia harus jatuh dan terbentur dengan keras di tanah.

Setelah mengalahkan Jatayu Raja Dasamuka segera menghampiri tubuh Dewi Sinta, kemudian melesat membawa tubuh itu ke kerajaan Alengka.

Tidak begitu lama, Rama dan adiknya Laksmana yang tengah mengejar penculik Dewi Sinta istrinya, menemukan tubuh Jatayu yang tengah terluka parah, Rama segera menolong Jatayu dengan menyalurkan tenaga dalamnya.

" Cukup Rama, jangan buang-buang tenagamu untuk menolongku, mungkin ini adalah akhir dari hidupku, aku sudah tidak kuat, " ucap Jatayu dengan suara yang terputus-putus akibat luka yang di alaminya.

"Tidak paman, engkau adalah sahabat dari romo prabu Dasarata, sudah semestinya aku menolongmu paman," jawab Rama.

"Tidak Rama, jika engkau ingin menemukan istrimu, maka segeralah kau mengejar Raja Dasamuka ke kerajaan Alengka, dialah yang menculik istrimu, dan dialah yang membuat aku menjadi begini" ucap Jatayu

"Aku akan berusaha menyembuhkanmu paman, karena paman telah berusaha menyelamatkan istriku" tegas Rama.

"Aku sudah tidak kuat lagi Rama,, aaakhh" pekik Jatayu mengakhiri ucapannya karena dia telah menutup mata untuk selamanya.

Gugurlah Jatayu di pangkuan Rama di iringi deraian air mata Rama dan Laksmana.

Terpopuler

Comments

Andi Kusnadi

Andi Kusnadi

ko, sampai ke zaman Pewayangan ????

2022-10-01

1

Onez Dewa Ganaz Trisula

Onez Dewa Ganaz Trisula

Mantap...

2022-05-08

1

Agus Aguskurnia

Agus Aguskurnia

jd panjang dongengnya semangat thor

2022-04-18

1

lihat semua
Episodes
1 PRAHARA
2 SANG PERTAPA
3 Doa Yang Terkabulkan
4 MENEMPA DIRI
5 Legenda Kesatrya Jatayu
6 Hadiah untuk Eyang Guru 1
7 Hadiah Untuk Eyang Guru 2
8 Kayu Gung Suhuhe Angin 1
9 Kayu Gung Susihe Angin 2
10 Jurus Bumantara
11 Potongan Sayap Jatayu
12 Meninggalkan Hutan Pancer
13 Petuah Luhur
14 Padepokan Tameng Landak
15 Menghancurkan Padepokan Tameng Landak
16 Pertemuan Yang Tidak Terduga 1
17 Pertemuan Tidak Terduga 2
18 Menuju Gunung Gembolo Arum
19 Ujian Sebelum Masuk Gua
20 Menerima Pusaka 1
21 Menerima Pusaka 2
22 Meluapkan Rindu 1
23 Meluapkan Rindu 2
24 Meluapkan Rindu 3
25 Memulai Tugas
26 Mulai Penyelidikan 1
27 Mulai Menyelidiki 2
28 Putra Mahkota 1
29 Putra Mahkota 2
30 Bergabung Dengan Putra Mahkota 1
31 Bergabung Dengan Putra Mahkota 2
32 Menyusun Rencana
33 Mencari Bantuan 1
34 Mencari Bantuan 2
35 Nyi Selasih
36 Satu Langkah Awal
37 Desa Ringin Anom 1
38 Desa Ringin Anom 2
39 Menuju Hutan Kuncoro 1
40 Menuju Hutan Kuncoro 2
41 Menuju Hutan Kuncoro 3
42 Tiba di Hutan Kuncoro
43 Mempersiapkan Pasukan
44 Di Satroni Musuh
45 Mulai Bergerak
46 Penyerangan Awal
47 Batu Penghalang
48 Pencerahan
49 Semangat Baru
50 Dendam yang Membinasakan 1
51 Dendam yang Membinasakan 2
52 Markas Baru
53 Shindung Bawana
54 Desa Mojosari
55 Dewa Tongkat Rotan
56 Umpan yang Tersambar
57 Mengatur Siasat
58 Sanja Kelana
59 Perang Terbuka 1
60 Perang Terbuka 2
61 Perang Terbuka 3
62 Perang Terbuka 4
63 Tewasnya Sangga Bhumi
64 Sumpah Jati Kusuma
65 Membangun Pemerintahan
66 Dendam Datuk Sesat 1
67 Dendam Datuk Sesat 2
68 Kabar Yang Mengejutkan
69 Pembantaian
70 Membantu Romo
71 Membantu Romo 2
72 Merenung
73 Serangan Fajar.
74 Tibanya pertolongan
75 Menggempur Musuh 1
76 Menggempur musuh 2
77 Tercerai Berai
78 Serangan Pamungkas 1
79 Serangan Pamungkas 2
80 Serangan Pamungkas 3
81 Akhir Dari Perang
82 Cinta Buta
83 Kecamuk Perang Di Hati
84 Merindukan Eyang Bagaskara
85 Menyelidiki Kematian Eyang Guru
86 Jalan Yang Terjal
87 Melacak Jejak Pembunuh
88 Empat Setan Gendut
89 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 1
90 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 2
91 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 3
92 Rahasia Pendekar Seruling Bambu 4
93 Perebutan Patung Garuda Emas 1
94 Perebutan Patung Garuda Emas 2
95 Perebutan Patung Garuda Emas 3
96 Balas Budi Kawan Lama
97 Roh Garuda Agni 1
98 Roh Garuda Agni 2
99 Roh Garuda Agni 3
100 Roh Garuda Agni 4
101 Mencoba Kekuatan Baru
102 Menuju Gunung Semeru
103 Menuju Gunung Semeru 2
104 Perjalanan Yang Tertunda
105 Menghadapi Ki Ambiseno ( Gagak Merah )
106 Semeru Menunggu
107 Fitnah
108 Pengkhianatan Permana
109 Jati Diri Empu Songgo Langit
110 Serangan Licik
111 Matinya Murid Durhaka
112 Tugas Baru
113 Wujud Pedang Garuda Yang Baru
114 Meninggalkan Padepokan Gunung Semeru
115 Desa Randu Alas 1
116 Desa Randu Alas 2
117 Desa Randu Alas 3
118 Desa Randu Alas 4
119 Penculikan
120 Lautan Api di Hutan Murwo
121 Pertarungan Sepasang Pendekar
122 Pertarungan Sepasang Pendekar 2
123 Teror Siluman Kera
124 Teror Siluman Kera 2
125 Teror Siluman Kera 3
126 Raja Siluman Kera 1
127 Raja Siluman Kera 2
128 Raja Siluman Kera 3
129 Resi Wisrawa
130 Mustika Sodo Jagad
131 Mustika Sodo Jagad 2
132 Serangan Mendadak
133 Serangan Mendadak 2
134 Serangan Mendadak 3
135 Penobatan
136 Membangun Tatanan Baru
137 Menunjukkan Kekuatan Baru
138 Kebun Istana
139 Memenuhi Undangan
140 Memenuhi Undangan 2
141 Mengakhiri Pertarungan.
142 Lawan Menjadi Kawan
143 Restu Orang Tua
144 Restu Orang Tua 2
145 Restu Orang Tua 3
146 Restu Orang Tua 4
147 Kejutan 1
Episodes

Updated 147 Episodes

1
PRAHARA
2
SANG PERTAPA
3
Doa Yang Terkabulkan
4
MENEMPA DIRI
5
Legenda Kesatrya Jatayu
6
Hadiah untuk Eyang Guru 1
7
Hadiah Untuk Eyang Guru 2
8
Kayu Gung Suhuhe Angin 1
9
Kayu Gung Susihe Angin 2
10
Jurus Bumantara
11
Potongan Sayap Jatayu
12
Meninggalkan Hutan Pancer
13
Petuah Luhur
14
Padepokan Tameng Landak
15
Menghancurkan Padepokan Tameng Landak
16
Pertemuan Yang Tidak Terduga 1
17
Pertemuan Tidak Terduga 2
18
Menuju Gunung Gembolo Arum
19
Ujian Sebelum Masuk Gua
20
Menerima Pusaka 1
21
Menerima Pusaka 2
22
Meluapkan Rindu 1
23
Meluapkan Rindu 2
24
Meluapkan Rindu 3
25
Memulai Tugas
26
Mulai Penyelidikan 1
27
Mulai Menyelidiki 2
28
Putra Mahkota 1
29
Putra Mahkota 2
30
Bergabung Dengan Putra Mahkota 1
31
Bergabung Dengan Putra Mahkota 2
32
Menyusun Rencana
33
Mencari Bantuan 1
34
Mencari Bantuan 2
35
Nyi Selasih
36
Satu Langkah Awal
37
Desa Ringin Anom 1
38
Desa Ringin Anom 2
39
Menuju Hutan Kuncoro 1
40
Menuju Hutan Kuncoro 2
41
Menuju Hutan Kuncoro 3
42
Tiba di Hutan Kuncoro
43
Mempersiapkan Pasukan
44
Di Satroni Musuh
45
Mulai Bergerak
46
Penyerangan Awal
47
Batu Penghalang
48
Pencerahan
49
Semangat Baru
50
Dendam yang Membinasakan 1
51
Dendam yang Membinasakan 2
52
Markas Baru
53
Shindung Bawana
54
Desa Mojosari
55
Dewa Tongkat Rotan
56
Umpan yang Tersambar
57
Mengatur Siasat
58
Sanja Kelana
59
Perang Terbuka 1
60
Perang Terbuka 2
61
Perang Terbuka 3
62
Perang Terbuka 4
63
Tewasnya Sangga Bhumi
64
Sumpah Jati Kusuma
65
Membangun Pemerintahan
66
Dendam Datuk Sesat 1
67
Dendam Datuk Sesat 2
68
Kabar Yang Mengejutkan
69
Pembantaian
70
Membantu Romo
71
Membantu Romo 2
72
Merenung
73
Serangan Fajar.
74
Tibanya pertolongan
75
Menggempur Musuh 1
76
Menggempur musuh 2
77
Tercerai Berai
78
Serangan Pamungkas 1
79
Serangan Pamungkas 2
80
Serangan Pamungkas 3
81
Akhir Dari Perang
82
Cinta Buta
83
Kecamuk Perang Di Hati
84
Merindukan Eyang Bagaskara
85
Menyelidiki Kematian Eyang Guru
86
Jalan Yang Terjal
87
Melacak Jejak Pembunuh
88
Empat Setan Gendut
89
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 1
90
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 2
91
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 3
92
Rahasia Pendekar Seruling Bambu 4
93
Perebutan Patung Garuda Emas 1
94
Perebutan Patung Garuda Emas 2
95
Perebutan Patung Garuda Emas 3
96
Balas Budi Kawan Lama
97
Roh Garuda Agni 1
98
Roh Garuda Agni 2
99
Roh Garuda Agni 3
100
Roh Garuda Agni 4
101
Mencoba Kekuatan Baru
102
Menuju Gunung Semeru
103
Menuju Gunung Semeru 2
104
Perjalanan Yang Tertunda
105
Menghadapi Ki Ambiseno ( Gagak Merah )
106
Semeru Menunggu
107
Fitnah
108
Pengkhianatan Permana
109
Jati Diri Empu Songgo Langit
110
Serangan Licik
111
Matinya Murid Durhaka
112
Tugas Baru
113
Wujud Pedang Garuda Yang Baru
114
Meninggalkan Padepokan Gunung Semeru
115
Desa Randu Alas 1
116
Desa Randu Alas 2
117
Desa Randu Alas 3
118
Desa Randu Alas 4
119
Penculikan
120
Lautan Api di Hutan Murwo
121
Pertarungan Sepasang Pendekar
122
Pertarungan Sepasang Pendekar 2
123
Teror Siluman Kera
124
Teror Siluman Kera 2
125
Teror Siluman Kera 3
126
Raja Siluman Kera 1
127
Raja Siluman Kera 2
128
Raja Siluman Kera 3
129
Resi Wisrawa
130
Mustika Sodo Jagad
131
Mustika Sodo Jagad 2
132
Serangan Mendadak
133
Serangan Mendadak 2
134
Serangan Mendadak 3
135
Penobatan
136
Membangun Tatanan Baru
137
Menunjukkan Kekuatan Baru
138
Kebun Istana
139
Memenuhi Undangan
140
Memenuhi Undangan 2
141
Mengakhiri Pertarungan.
142
Lawan Menjadi Kawan
143
Restu Orang Tua
144
Restu Orang Tua 2
145
Restu Orang Tua 3
146
Restu Orang Tua 4
147
Kejutan 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!