Di dalam restoran, suasana sangat riuh banyak pelanggan di dalam restoran tersebut. Dua orang wanita cantik berjalan mendekati Zhou Shiyue, apalagi paras pemuda itu terbilang sangat menawan dan menarik hati membuat kedua wanita itu bertingkah centil membuat Zhou Shiyue merasa geli.
‘aku merasa aku bukan lagi remaja 16 tahun’ pikirnya berekecamuk.
“Tuan muda sepertinya anda orang baru, biarkan Yin dan Mei melayani anda.” Ucap salah satu wanita tersebut.
“Ya, terserah kalian.” jawabnya kebingungan, mau menolak juga tidak enak apalagi naluri seorang pria tidak bisa dihilangkan dari dirinya. Memang siapa yang akan menolak wanita cantik? Apalagi Zhou Shiyue seorang yang belum memiliki pasangan.
Kedua wanita itu merasa kegirangan dan menggandengang Zhou Shiyue dari sebelah kanan dan kiri pemuda itu lalu membawanya ke sebuah ruangan kosong.
“Duduk disini ya tuan muda, kami akan membawakan hidangan dan hiburan kemari.” Ucap wanita itu sambil memegang dagu Zhou Shiyue tanpa ragu, lalu setelahnya meninggalkan pemuda itu yang jantungnya sudah terpompa dengan cepat.
“Apakah begini dunia orang dewasa? Setelah fisikku berubah drastis nampaknya aku bukan lagi seorang remaja” gumamnya, ia tersenyum geli memikirkan hal lainnya.
Beberapa orang wanita masuk kembali bersama dua wanita cantik tadi yang tengah membawakan nampan berisi hidangan dan arak ditangan mereka. Setelah menaruh nampak tersebut, kedua wanita itu pun bergelayut manja ditangan Zhou Shiyue sedangkan wanita lainnya tengan memainkan alat music serta menampilkan tarian yang indah.
Tak lama kemudian seorang wanita dewasa yang berparas bak seorang dewi memasuki ruangan tersebut dengan senyum manis dibibirnya.
“Aku dengar ada seorang tuan muda baru dan tampan datang kemari, jadi aku sendiri akan menemani anda.” Ucap wanita itu, dua wanita yang bergelayut manja itupun segera beranjak menjauhi Zhou Shiyue karena nyonya mereka telah mengincarnya.
“Ehm, sebelumnya saya minta maaf hanya saja saya harap anda sekalian tidak melakukan hal yang berlebih. Sisanya saya akan menerima dengan baik.” Ucap Zhou Shiyue
Tak mungkin ia akan berbuat senonoh begitu saja bukan dengan orang yang tidak dikenal. Meski seorang pria ia juga bukan pria murahan namun masih bisa menerima perlakuan yang masih ada batasannya.
“Sesuai keinginan tuan muda” jawab wanita dewasa itu, ia duduk di samping Zhou Shiyue dan menuangkan arak ke dalam gelas lalu memberikannya kepada Zhou Shiyue.
“Terima kasih” Zhou Shiyue menyambutnya dengan baik, walau ia sebenarnya merasa pahit oleh arak itu tapi ia mencoba menutupinya jika tidak ingin merasa malu apalagi dihadapan wanita.
Zhou Shiyue menikmati hiburan yang disuguhkan oleh tuan rumah itu, namun ia meminta para wanita itu untuk meninggalkannya. Sedangkan ia sendiri menahan nyonya mereka.
“Maaf nyonya jika saya tidak sopan meminta mereka untuk pergi, saya hanya penasaran dan ingin menanyakan beberapa hal.” Ucap Zhou Shiyue.
“Tidak perlu sungkan, kami memperlakukan pelanggan kami dengan baik jadi tak ada yang akan melawan perintah pelanggan.” Ucap nyonya cantik itu.
“Sebenarnya saya baru pertama kali masuk ke tempat seperti ini, kalau boleh tau kenpa pelayanan disini juga ada hiburan dan banyak wanita?” tanya Zhou Shiyue yang kepribadiannya masih polos.
“Jika orang lain mengatakan restoran tempat makan itu hanya formalitas, kebenarannya tempat ini adalah tempat hiburan bagi pria kesepian namun tidak ada hal-hal diluar batasan di restoran sini. Hiburan yang dimaksud hanya beberapa pertunjukan seperti seni tari dan lainnya. Namun yang paling inti adalah restoran ini tempat paling penting bagi seorang pendekar ataupun pejabat untuk mencari informasi.” Nyonya itu menjelaskan dengan detail tanpa ada yang ditutupi.
“Bukankah itu hal rahasia? Kenapa anda memberitahu saya?” tanya Zhou Shiyue.
“Kamu benar, tapi aku memberitahumu secara khusus karena aku memiliki firasat bahwa kaulah orang yang dimaksud guru besar.” Jawab nyonya itu dengan penuh arti.
“Memang apa yang dikatakan guru besar itu?” tanya Zhou Shiyue merasa aneh.
“Untuk hal ini aku tidak bisa memberitahumu, namun jika suatu saat kau membutuhkan informasi penting tempat inilah pilihan yang tepat. Mulai saat ini kami akan memperlakukanmu dengan khusus.” Ucap wanita itu membuat Zhou Shiyue semakin merasa kebingungan.
“Baiklah, kalau anda mempercayakan itu maka aku akan terus terang jika aku ini masih remaja 16 tahun, jadi lain kali tidak perlu memberiku arak hehe..” kekeh Zhou Shiyue dikalimat akhir.
“Aku tau” jawab nyonya itu tersenyum.
“Entah kenapa aku merasa kita tidak seperti orang asing jadi jangan terlalu hormat dan formal padaku meski aku pelanggan disini.” Ucap Zhou Shiyue, ia merasaudah pernah berhubungan lama dengan wanita itu.
“Iya iya, sekarang aku mau menjamu tamuku yang lain. Kau sendiri disini tidak masalah kan? Dan hidangan hari ini tidak perlu dibayar, anggap saja sebagai tanda pertemanan.” Ucap nyonya itu dengan senyum diwajahnya, lalu wanita itupun pergi meninggalkan Zhou Shiyue.
“Entah mengapa aku tidak merasa asing dengan orang asing tetapi aku merasa asing dengan yang tidak asing.” Gumamnya sambil menggelengkan kepala mengingat masalalu.
“Daripada memikirkan hal yang tidak menyenangkan sebaiknya aku makan, apalagi ini gratisan lumayan tidak mengeluarkan uang hehe” ia tertawa sendiri memikirkan gratisan, lalu menyantap makanan yang ada di mejanya itu dengan lahapnya.
“Yang gratisan memang terasa lebih enak” gumamnya dengan mulut penuh makanan.
Kepribadiannya yang supel dan periang membuat terlihat sangat menyenangkan. Berbeda dengan pria dingin, cuek, dan pendiam. Didekati wanita saja ia akan marah dan menjauh, bukankan itu disebut pria tidak normal sebagai seorang pria.
Malam sudah tiba, Zhou Shiyue memutuskan untuk bermalam didesa. Usai keluar dari restoran ia mencari penginapan yang bagus untuk ditempati malam ini.
Sekarang ia sudah berada di kamar penginapan, ia hanya merebahkan tubuh sambil berjelajah dalam pikiran. Banyak hal yang ia pikirkan dengan rencana-rencana yang akan ia lakukan.
Ia teringat dengan Ling Xifeng, sesepuhnya itu sudah lama tidak terlihat. Ia sangat merindukannya namun ia juga tak tau dimana keberadaan wanita itu.
“Sejauh apapun keberadaan sesepuh aku hanya berharap dia selalu baik-baik saja.” Gumamnya.
Dikejauhan Ling Xifeng duduk diatas atap rumah, lokasinya cukup ramai namun karena malam hari jadi cukup sepi. Ia memakai topeng hitam menutupi wajahnya dan hanya menyisakan mata dan mulutnya saja.
Ada dua pedang di punggungnya, ia terlihat seperti ksatria bayang yang sering dibicarakan. Sepertinya guru Zhou Shiyue itu sedang mengamati beberapa orang yang sedang berjalan dibawah sana.
Sampai orang-orang itu menyadari keberadaannya.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Mike Sj
tdk tanggunjawab...disuruh jaga rumah dan latihan malah kabur....
2022-06-01
1
Edi Muchtar
sampai chapter ini kayanya author ngga peduli dgn .masukan reader😆😆
2022-04-30
1
erick
knpa ngk meningkatkan ajh kekuatanya.. kok malah keluyuran ngk jls.. pdhl masih rendh levelnya
2022-04-27
1