“Siapa disana?” orang-orang itu berseru kearah Ling Xifeng.
Namun bukannya lari, Ling Xifeng mendarat didepan mereka dan berjalan dengan santai mendekati orang-orang itu.
“Apa kalian anak buah tuan Chong?” tanya Ling Xifeng.
Orang-orang itu saling pandang dan mengangguk sebagai jawabban namun tidak menurunkan tingkat kewaspadaan mereka.
“Kita memiliki tujuan yang sama, tidak perlu waspada terhadapku. Aku juga ingin mencari tau tentang tuan Rain yang dimaksud oleh orang-orang.” Ucap Ling Xifeng.
Mereka saling pandang lagi akhirnya menurunkan kewaspadaan mereka terhadap Ling Xifeng karena merasa mereka bukan musuh.
“Lalu kenapa kau disini? Dan kenapa kau tau kami anah buah tuan Chong?” tanya salah satu dari mereka.
“Aku kesini bertemu kalian hanya kebetulan, dan aku tau kalian karena lambing segitiga di jubah kalian.” jawab Ling Xifeng/
Setelah mengobrol beberapa patah kata akhirnya mereka kembali berpisah menyelidiki orang yang bernama Tuan Rain ini dengan cara masing-masing.
Sebenarnya Ling Xifeng bisa saja menerobos masuk kediaman yang sedang ia awasi itu namun ia tak ingin ada orang yang tau identitas sebenarnya apalagi ia sedang menyamar di kediaman Zhang.
Ia menyamar bukan karena tujuan tidak jelas, selama ini ia memang mencari tau keberadaan orang yang dipanggil Tuan Rain tersebut sampai ia mengetahui bahwa keluarga Zhang juga memiliki konflik dengan orang itu, ia pun masuk ke dalam keluarga Zhang menjabat sebagai ksatria bayang, pelindung kepala keluarga Zhang.
Sekarang tujuannya tercapai, ia ditugaskan secara pribadi untuk menyelidiki Tuan Rain tersebut. Jadi ia bisa terang-terangan menyelidiki orang itu yang sudah ia cari selama beberapa tahun terakhir.
Tuan Rain bukanlah orang yang mudah, dia sudah menjadi buronan selama beberapa tahun terakhir namun tak ada yang berani menangkapnya bahkan orang-orang dari aliran putihpun hanya mendiamkannya saja.
Tuan Rain adalah ketua pembunuh berantai/pembunuh bayaran. Kejahatan yang ia lakukan sangatlah banyak bahkan dewapun tak sanggup menghitung dosanya. Meskipun begitu Tuan Rain ini sangat sulit di tangkap dan dikendalikan.
Ia tidak menetap disuatu tempat dan sangat sulit dicari keberadaannya, makanya pasukkan kekaisaran atau orang-orang aliran putih tak bisa menemukan dan menangkapnya.
Akhir-akhir ini banyak gosip yang mengatakan bahwa Tuan Rain ini berada di sebuah kediaman yang letaknya ada di wilayah barat Kekaisaran Han.
Kediaman yang dimaksud tepat didepan mata Ling Xifeng, wanita abadi itu tidak akan melewatkan kesempatan untuk bertemu pria yang selama ini ia cari. Karena ada rahasia besar yang ada di tangan pria itu.
“Seumur hidup aku tak akan melepaskanmu Rain!” gumamnya.
Dengan mengendap-ngendap ia masuk ke area kediaman Tuan Rain. Banyak penjaga yang berpatroli, semuanya tampak waspada dan berhati-hati takut penyusup berhasil memasuki wilayah mereka.
Namun kecerdikan dan pengalaman Ling Xifeng mengalahkan kehati-hatian mereka. Ling Xifeng yang telah hidup lama berhasil masuk ke wilayah mereka dan bersembunyi di balik tembok.
Saat merasa aman ia kembali berjalan dari satu tempat ke tempat persembunyian lainnya. Sampai ia sampai di sebuah ruangan yang tampak besar. Tak ada cahaya terpancar dari ruangan itu.
Ling Xifeng menyunggingkan senyumnya, ia tau pria itu ada di dalam ruangan tersebut.
“Rain, aku datang!” gumamnya, ia pun masuk ke dalam ruangan itu dengan terang-terangan apalagi tidak ada penjaga sama sekali yang berjaga didepan ruangan tersebut.
“Siapa disana?” seru seorang pria berparas tampan yang memiliki kulit pucat seperti mayat.
Ling Xifeng dengan santainya duduk disebuah kursi di pojok sana sambil membuka topengnya. Saat topeng terbuka ia tersenyum menawan menatap pria tampan berwajah pucat itu.
“Ternyata ratu kegelapan.” Ucap pria itu dengan senyuman yang terbit diwajahnya.
“Jangan panggil aku seperti itu, panggil aku seperti biasa kau memanggilku.” Ucap Ling Xifeng.
“Baiklah Xixi.” Jawab pria tampan itu.
“Kemana saja kau selama ini? Sudah lama aku tak menemukanmu.” Tanya Ling Xifeng.
“Seperti biasa, aku mencari wanita itu.” Jawab pria itu dengan wajah lesuh.
“Sudah puluhan tahun kau mencarinya namun kau belum juga bertemu dengannya?” tanya Ling Xifeng dengan raut wajah penuh arti.
“Ya begitulah, jika aku tidak menemukannya aku akan terus-terusan mengambil darah manusia karena tidak ada yang bisa membunuhku selain wanita itu.” Ujar pria tersebut.
“Sebenarnya kau mencarinya karena mencintainya atau karena kau ingin mengakhiri keabadianmu?” tanya Ling Xifeng mengernyit penuh tanda tanya.
“Keduanya, sejak ia mengetahui kalau dia penyebab kematianku dia tidak lagi muncul dihadapanku dan hilang bagai ditelan alam.” Ucap pria itu.
“Rain, kenapa kau tidak menyerah saja dan terima saja takdir abadimu itu?” tanya Ling Xifeng kepada pria yang ternyata adalah orang yang di panggil Tuan Rain itu.
“Aku lelah menjalani hidupku dan aku benar-benar ingin mati saja, lagipula meskipun aku hidup akan lebih banyak darah manusia yang aku butuhkan, meskipun aku seorang vampire aku juga tidak ingin mengambil banyak nyawa manusia.” Ujar Rain.
“Benar juga katamu, kalau begitu lebih baik kau mengakhiri hidupmu saja. Meski keberadaan wanita itu tidak ditemukan kau tenang saja, aku akan membantumu menemukannya tapi kau juga harus memberitahuku sebuah rahasia yang kau sendiri tau aku sangat menginginkan rahasia itu.” Ujar Ling Xifeng.
“Baik aku terima.” Ujar Rain, Ling Xifeng cukup kaget mendengar jawabban Rain dulu saja setiap ia ingin mengetahui rahasia itu pasti Rain akan menjauh dan menghilang.
“Kematianmu ada ditangan orang yang kau anggap paling berharga bagimu.” Ucap Rain.
Jadi Ling Xifeng mencari Rain selama ini hanya ingin mengetahui cara bagaiaman dia mati?
“Tapi tetap saja kutukkan tetaplah kutukkan, sangat sulit untuk mematahkannya. Apalagi orang yang kau anggap berharga itu tidak akan membunuhmu karena aku yakin jika kau saja menganggapnya berharga maka dia pun akan menganggap dirimu lebih berharga dari dirinya sendiri. Jika firasatku benar kau tidak akan pernah mati!” perkataan Rain benar-benar mutlak tak terbantahkan.
Pikiran Ling Xifeng jauh menerawang kedepan, berpikir siapa orang yang saat ini ia anggap berharga? Dan apakah dirinya benar-benar akan hidup abadi tanpa bisa menerobos ketahap langit abadi?
“Kenapa nasib kita berdua sangat rumit? Aku merasa seperti sedang dipermainkan oleh dewa.” Ucap Ling Xifeng, hembusan nafas beratnya jelas membuat Rain hanya bisa mengangguk setuju.
“Kenapa kau tidak menjabat sebagai ratu kegelapan saja? Bukankan dulu kau hidup tenang saat menjadi ratu kegelapan?” tanya Rain
“Tidak, aku tidak akan menjadi orang jahat lagi. Mana mungkin aku membantai manusia tak bersalah, dan juga saat ini aku tidak ingin muridku tau rahasia besar itu. Aku tidak ingin mengecewakannya.” Ucap Ling Xifeng.
“Apa sekarang kau sudah menjadi orang baik dari aliran putih?” tanya Rain
“Tidak juga, aku tidak jadi baik dan tidak jahat juga. Aku hanya menjalani hidup sesuai keinginanku. Lagipula kau yang diberi gelar ketua pembunuh berantai pun sebenarnya tidak memiliki niat jahat terhadap manusia kan?” ucap Ling Xifeng.
“Kau benar, jika aku tidak meminum darah manusia maka tubuhku akan melemah dan dikuasi oleh iblis yang nanti membuat hancur seluruh dunia. Lebih baik aku mengambil satu-satu saja.”ucap Rain.
Dunia ini memang penuh tanda tanya. Terkadang orang yang dianggap jahat sekalipun belum tentu jahat. Begitu pula sebaiknya, justru orang-orang yang dianggap pahlawan itulah yang akan mengacaukan dunia.
Iri, keserakahan dan ambisi manusia itu sendirilah nantinya yang akan memimpin kekacauan terjadi.
Awal kekacauan pun akan dimulai!!!
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
ⁱ'ᵐ ᵗʰᵉ ⁿⁱᵍʰᵗ ᵈᵉᵛⁱˡ
lambang
2022-04-07
1
wong ndéso
muridnya kah
2022-01-23
0
Jeky
👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥🌹🌹🌹
2022-01-04
1