Jian Kun merasa kewalahan, energinya juga sudah banyak terkuras sampai ia benar-benar tak bisa menciptakan bayangan lagi dan hal itu membuat Mye Ai dengan mudah melumpuhkannya. Pedang yang tergores di dadanya itu jelas terlihat sangat menyakitkan.
“Menepilah, aku akan melawannya!” ucap Ryu Shi, ia tak mau melihat kawannya mati begitu saja.
“Baik” ucap Jian Kun, namun sayang sekali saat ia berbalik kepalanya menggelinding ke tanah dan itu membuat darah Ryu Shi mendidih.
“Wanita ini!!!” geramnya, dengan rasa marah ia menyerang Mye Ai dengan penuh nafsu membunuh.
Serangannya semakin cepat dan tak berarah membuat Mye Ai melihat celah darinya. Hal tu dimanfaatkan Mye Ai dengan sangat baik, dalam satu kali serangan tingkat menengah berhasil memotong tangan Ryu Shi.
“ARGGHHHH!!” Ryu Shi menjerit dengan keras, ia berguling-guling ditanah sambil memegangi lengannya yang putus.
Mye Ai pun berhenti menyerang dan memasukkan pedangnya ke dalam sarungnya. Ia tersenyum sinis sambil mendekati Ryu Shi.
“Aku tak perlu mengulangi pertanyaanku yang tadi bukan?” tanyanya dengan seutas senyum dingin.
“Aku tidak akan mengatakan apapun!” ucap pemuda itu, matanya penuh amarah dan ia tak bisa melakukan apapun untuk melawan wanita didepannya.
Disisi lain, 10 pendekar langit dari gunung bunga persik kini sudah berhasil melumpuhkan pasukan musuh yang sebenarnya tidak terlalu banyak.
Begitu juga dengan Sun, ia berjalan mendekati tuan mudanya dan tampak khawatir menatap Jing Zishu.
“Tuan muda, anda baik-baik saja kan?” tanyanya, ia memegang tubuh Jing Zishu dan melihat-lihat barangkali ada luka yang bisa segera ia obati.
“Aku baik-baik saja, tapi teman ini…” ia melirik Zhou Shiyue dengan sedih.
“Siapa dia?” tanya Sun sambil mengernyit
“Dia teman yang kemarin sudah menyelamatkanku. ” jawab Jing Zishu membuat Sun sedikit terkejut
Itu artinya saat ia pergi tuan mudanya tengah diserang dan pria tampan inilah yang menyelamatkan tuan mudanya, ia harus berbelas budi pada pemuda itu. Pikirnya.
Kembali ke tempat Mye Ai.
“Baiklah kalau kau masih bersikeras, maka aku juga akan bersikeras.” Ucap Mye Ai, ia mengeluarkan garam dari cincin penyimpanannya.
Tanpa belas kasih ia menaburkan garam itu ke luka Ryu Shi, membuat pemuda itu berteriak keras. Tetapi Ryu Shi tidak mudah menyerah bahkan tak ada rasa takut dimatanya. Ia benar-benar pria yang tak kenal rasa takut namun sayangnya pemuda itu berada di aliran sesat.
“Kalau garam tidak bisa membuatmu bicara, bagaimana dengan ini?” Mye Ai menciptakan api kecil ditangannya. Ia tersenyum mengerikan dan membakar luka Ryu Ai dengan kejam, sungguh tidak seperti orang aliran putih.
Akhirnya cara itu berhasil membuat Ryu Shi berbicara.
“Aaaa hentikann, aku bicara aku bicara…” ucapnya memohon.
“Baik, katakanlah!” ucap Mye Ai.
“Kami dari partai pedang iblis, gerbang neraka, dan partai beracun.” Jawab Ryu Shi dengan terpaksa, lagipula jika ia membohongin wanita itu, maka tidak akan berakhir baik baginya.
“Bagus-bagus, setelah sekian lama tidak menampakan diri ternyata kalian memiliki rencana yang licik. Aku pastikan kalian akan rata dengan tanah!” ucap Mye Ai dengan sinisnya.
“Dan pertanyaan terakhirku adalah dimana letak markas kalian?” tanya Mye Ai.
“Aku tidak akan mengatakannya bahkan jika kau mengancam ingin membunuh sekalipun!” sarkas Ryu Shi dengan cepat.
Mengatakan siapa mereka saja itu akan membuat murka para ketua partai apalagi jika mengatakan markas mereka. Ayahnya sendiri bahkan akan membunuhnya.
Mye Ai yang mendengar jawabban itupun hanya tersenyum tipis lalu mengambil pedangnya dan memotong satu persatu bagian tubuh Ryu Shi. Walaupun tubuhnya sudah tak sempurna, Ryu Shi tetap kokoh dengan pendiriannya. Ia tetap bungkam tidak mengatakan apa-apa sampai Mye Ai merasa muak dan meninggalkannya pergi.
“Dengan tubuh seperti ini aku tidak akan ada gunanya lagi bahkan ayah sekalipun akan merasa jijik padaku, sebaiknya aku mengakhiri semua ini.” Gumam Ryu Shi dengan wajah muram, ia pun bunuh diri dengan menggigit lidahnya sendiri.
Pertarungan itu sudah berakhir, kelompok gunung bunga persik bersama Jing Zishu kembali menuju sakte. Jing Zishu mau tidak mau harus ikut karena dia bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada Zhou Shiyue, bagaiamana mungkin ia bisa duduk tenang jika tak melihat langsung kondisi kesehatan Zhou Shiyue secara langsung.
Ada raut wajah gelisah tersirat di wajah Mye Ai, wanita itu seperti tengah memikirkan sesuatu yang membuatnya kacau.
Beberapa jam perjalanan akhirnya kelompok mereka pun tiba di sakte. Jing Zishu dipersilahkan untuk beristirahat di ruang tamu tetapi pemuda itu menolak dengan alasan ingin menjaga Zhou Shiyue secara langsung.
Akhirnya pihak sakte tidak bisa memaksa keinginan pemuda tersebut dan turut serta membawanya ke ruang pengobatan.
Di sana ada Mye Jing Chen, Yi Heng, dan beberapa murid tingkat langit. Mye Jing Chen yang mengetahui penyebab Zhou Shiyue keracunan sedikit mengerutkan kening.
“Pemuda ini terkena racun laba-laba darah, setahuku racun ini sangat berbahaya dan tidak ada di kekaisaran han. Bagaimana bisa ada racun mematikan ini di wilayah kekaisaran han?” ucap Mye Jing Chen, ia menatap bingung dan penuh pertanyaan.
“Apa mungkin kelompok itu memiliki dukungan kuat dari kekaisaran lain?” sahut Yi Heng mencoba berasumsi.
“Tapi jika seperti itu, bukankah itu sama saja mengibarkan bendera di wilayah kekaisaran han? Itu termasuk menantang secara langsung.” Ucap Mye Ai
“Hal ini harus kita sampaian pada yang mulia agar ia bisa menindak lanjutinya.” Ucap Mye Jing Chen
“Ya, kita memang harus memberitahunya, tapi sebelum itu lebih baik kita memikirkan cara untuk menyembuhkan pemuda ini. Dia cukup beruntung karena masih bisa bernafas saat terkena racun mematikan, jika orang lain bahkan aku sendiripun tak akan bisa bertahan.” Ucap Yi Heng, ia tau betul betapa berbahayanya racun tersebut.
“Tapi kita tidak memiliki penawarnya!” sahut Mye Ai
Jing Zishu yang tadinya diam kini berbicara
“Kalian tidak memiliki penawarnya, lalu bagaiaman bisa menyembuhkannya?” tanyanya, ia merasa bahwa dengan membawa Zhao Shiyue ke sakte itu adalah sia-sia.
“Jangan sembarangan bicara, kami memang tidak memiliki penawarnya tapi kami bisa mencarinya lebih cepat dari orang biasa.” Sahut Yi Heng merasa sedikit tak suka dengan perkataan pemuda itu.
Jing Zishu ingin menyahutinya tapi Sun dengan terburu-buru mencegahnya dan memintanya untuk diam karena sekarang bukanlah waktunya bertengkar.
“Pergilah ke sakte emei disana ada akar cendana merah, kau bisa memintanya sedikit untuk menyembuhkan pemuda ini.” Lirik Mye Jing Chen kearah Mye Ai.
“Hm baiklah.” Jawab Mye Ai
Sisanya pun hanya bisa menunggu, Jing Zishu diantar ke ruang tamu bersama Sun. Sedangkan Mye Jing Chen pergi menemui ketua sakte di lembah bulan untuk meminta penawar penunda racun.
Walau penawar tersebut tidak bisa menyembuhkan setidaknya itu bisa menunda lebih lama menjalarnya racun ke seluruh tubuh. Hal itu dilakukan agar Zhou Shiyue bisa bertahan selama lebih dari satu bulan karena Mye Ai tidak akan kembali dengan cepat mengingat jarak dari sakte gunung bunga persik ke sakte emei sangatlah jauh.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
Petuah:
~Gak semua awalan itu manis, terkadang yang manis di awal akan pahit diakhir. Sama juga dengan kekuatan. Awalnya lemah dan diremehkan tapi lihat saja diakhir😏~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Edy Sulaiman
ai mc kita baru sekali ikut bertarung sudah keok, ..
2024-11-03
0
I Dw Ny Manasamadhi
MCnya Layu sebelum berkembang hadeh,,so jago tapi kolot😂😂😂
2024-08-20
1
Agus Pribadi
baru turun gunung agar bisa berguna bagi orang malah buat susah
2022-06-18
0