Pagi ini Ling Xifeng menghampiri Zhou Shiyue di kamarnya. Ia juga membawa daging panggang diatas nampan.
Mendengar ketukan pintu dari luar, Zhou Shiyue dengan cepat terbangun darib tidurnya dan membuka pintu.
“Ada apa sesepuh? Kenapa datang pagi-pagi sekali?” tanya Zhou Shiyue merasa sedikit heran.
“Aku hanya ingin memberimu daging panggang ini, dan juga berpamitan.” Jawab Ling Xifeng, ia berjalan mendekati meja dan menaruh daging panggang itu disana. Setelah itu ia berbalik menatap muridnya.
“Kedepannya aku tidak bisa mengawasimu, jadi aku harap selama aku tidak ada kau bisa menjaga dirimu dengan baik. Kemungkinan besar aku akan kembali setelah urusanku selesai.” Ucap Ling Xifeng sambil menepuk pundak Zhou Shiyue.
“Baik sesepuh, Shiyue mengerti.” Jawabnya dengan patuh.
“Hmm. Sekarang aku berangkat, jaga dirimu baik-baik.” Ucap Ling Xifeng sambil melangkah keluar kediaman.
Zhou Shiyue mengikutinya sampai halaman depan, ia melambai-lambaikan tangannya dengan senyum tulus dibibirnya. Setelah Ling Xifeng mulai hilang dari pandangan akhirnya ia pun hanya bisa menghela nafas berat, menerima jika sekarang ia harus berlatih keras seorang diri.
“Baiklah, sekarang kehidupanku yang sesungguhnya akan dimulai.” Ucapnya dengan semangat.
Zhou Shiyue pun kembali ke kamarnya, memakan daging panggang tadi lalu membersihkan diri. Setelah merasa segar iapun menuju halaman belakang tempat biasa ia berlatih.
Sejak kepergian Ling Xifeng, Zhou Shiyue terus berlatih dari tahap ke tahap. Awal mula ia belajar meringkankan tubuh. Meskipun awalnya ia merasa kesulitan akan tetapi pada akhirnya ia berhasil melayang diudara.
Kadang Zhou Shiyue masuk ke hutan untuk berburu hewan roh, mengumpulkan inti Kristal dan meningkatkan kekuatan. Setiap harinya waktu yang ia miliki benar-benar banyak dipakai untuk berlatih.
Terkadang ia melatih semua teknik yang ingin ia kuasai, berkat usahanya ia berhasil menguasai beberapa teknik seperti teknik api, air, angin,dan bahkan teknik pedang. Namun karena ia tak memiliki pedang yang berkualitas jadi ia terpaksa menggunakan pedang seadanya yang ada di gudang kediaman.
Sebulan telah berlalu, kini kekuatan Zhou Shiyue jauh meningkat pesat dan sungguh perkembangan diluar dugaan. Kekuatannya sekarang sudah berada di tingkat kaisar level akhir. Sedikit lagi ia akan menembus tingkat suci.
Jika awalnya Zhou Shiyue merasa gugup saat berhadapan dengan hewan-hewan roh raksasa. Maka sekarang keadaan sudah terbalik, aura yang ia pancarkan berhasil membuat beberapa hewan roh menggigil.
Beberapa hari ini ia sedang berada dalam kebingungan, ia merasa heran mengapa ia tak bisa menerobos ke tingkat suci padahal ia menggunakan inti Kristal yang sangat berkualitas.
Sampai akhirnya ia berpikir untuk turun gunung mencari pengalaman, sekaligus mengenal tempat-tempat yang belum pernah ia datangi.
Siang ini Zhou Shiyue telah mengunci rapat seluruh pintu di kediaman Ling Xifeng yang juga sudah menjadi kediamannya. Ia membawa cincin penyimpanan yang disiapkan oleh Ling Xifeng di dalam laci meja. Tak lupa ia juga membawa sebuah kipas berukiran naga ditangannya.
Merasa sudah siapa, ia pun mulai melayang keudara menuju daratan dibawah sana. Tak perlu waktu lama untuk seorang pendekar sepertinya sampai di daratan rendah. Melihat di depan ada sebuah pemukiman iapun mendarat dibawah sana. Takut jika ada warga biasa berpikiran buruk terhadapnya saat melihat ia diudara.
“Desa Yulu?” ia bergumam pelan saat melihat gerbang yang bertuliskan Desa Yulu.
Ia memasuki desa itu dengan berjalan pelan, yang ia ketahui saat ini ia berada di wilayah selatan yang ibukotanya adalah Kota Yuhan.
Namun sebelum itu ia ia berjalan ke tempat yang sepi dan memeriksa apakah cincin penyimpanan itu ada uang atau tidak. Setelah selesai memerika beberapa koin emas dan perak muncul di atas tanah. Ia cukup kaget melihat uang yang sangat banyak itu. Tak menyangka bahwa gurunya ternyata seorang yang kaya dan tidak pelit.
Dengan cepat ia kembali memasukkan tumpukkan uang itu ke dalam penyimpanan.
Tentu saja ia sudah tau cara menggunakan cincin penyimpanan itu jadi ia tak perlu bertanya pada siapapun dengan bagaiaman cara menggunakannya.
“Huhh, syukurlah”
Ia pun dengan percaya diri memasuki desa yulu. Sudah lama ia tak menginjakkan kaki di keramaian. Kebetulan ia merasa lapar jadi ia memasukki salah satu restoran yang cukup besar. Walaupun hanya desa tetapi desa itu tak kalah dengan kota kecil yang ada di kekaisaran han.
“Selamat datang tuan muda, sepertinya anda orang baru biarkan kami menjamu anda dengan baik.” Seorang pelayan wanita memberi hormat padanya saat melihat tampilan Xiang Huo yang tampan dan rapi.
“Baiklah” jawabnya singkat, ia tak menolak tawaran tersebut.
Pelayan tersebut membawanya untuk duduk lalu pergi setelah mendengar permintaan Zhou Shiyue yang menginginkan makanan terbaik di restoran ini.
Zhou Shiyue merasa cukup puas dengan pelayanan di restoran ini, ramah dan hormat pada pelanggan. Karena indranya yang begitu tajam tak sengaja ia mendengar percakapan beberapa orang yang ada di pojok ruangan tersebut.
“Tuan muda sebaiknya kita tak usah ikut campur dengan urusan kelompok itu.” Ucap seorang pria berpakaian hitam.
“Tidak, aku harus tetap mencegah mereka untuk melakukan pembantaian lagi. Bagaimana bisa aku diam saja saat penduduk Yuhan ingin di bantai?” jawab orang yang di panggil tuan muda itu.
“Tapi tuan..” saat pria berpakaian hitam itu ingin menjelaskan perkataannya disela oleh tuan mudanya.
“Tidak ada kata tapi, walaupun kelompok itu adalah orang-orang kuat sekalipun aku akan tetap melawan mereka setidaknya bisa menahan mereka sampai ayah dan kakakku mengirim petarung untuk melawan mereka.” Ucap tuan muda itu.
Obrolan merekapun terhenti dan pria berpakaian hitam itu hanya bisa menghembuskan nafas berat berharap nanti tidak akan terjadi sesuatu yang buruk pada tuan mudanya.
Seorang pelayan membawa dua buah nampan ditangannya yang berisi makanan dan juga arak.
“Silahkan menikmati hidangan terbaik kami tuan muda, semoga anda bisa menikmatinya.” Ucap pelayan itu membungkuk setelah menaruh nampan tersebut, lalu pelayan itu pergi membiarkan pelanggannya memiliki ruang sendiri.
Zhou Shiyue hanya mengangguk dan dengan pelan memasukkan satu persatu makanan kemulutnya. Ia mengangguk setuju merasa bahwa makanannya memang memusakan. Namun pikirannya di penuhi dengan obrolan dua orang tadi.
‘sepertinya pria itu orang baik, aku akan membantunya nanti’
15 menit kemudian ia sudah selesai makan. Dua orang yang ingin ia bantupun juga beranjak untuk pergi. Zhou Shiyue dan tuan muda itu bertemu di meja kasir untuk membayar makanan mereka. Tuan muda itu sedikit menatapnya dengan penuh tanda tanya, tetapi ia tersenyum setelahnya.
Zhou Shiyue cukup kagum dengan keramahan tuan muda tersebut. Ia hanya mengangkan sedikit sudur bibirnya untuk membalas keramahan tersebut. Lalu setelah itu ia pergi meninggalkan mereka lebih dulu.
Di luar restoran Zhou Shiyue berdiri sambil bersedekap dada. Ia menunggu tuan muda yang ada di dalam itu untuk keluar. Tetapi tentu saja ia tak ingin terus terang bahwa ia ingin membantu pemuda tersebut.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Diah Susanti
xiang huo iku sopo?
2023-11-02
1
Harman LokeST
next
2023-09-17
0
vanessa
nice
2022-03-17
0