“Hei, bocah!! Bangun!!!” suara perempuan terdengar sangat mengganggu ditelinga Zhou Shiyue yang masih terlelap dalam tidurnya.
“Huaahmm,, pergi kau nenek tua!!” gumam Zhou Shiyue masih dalam keadaan setengah sadar.
“Nenek tua nenek tua!! BANGUNNNN!!” Teriak sesepuh cantik tepat ditelinga Zhou Shiyue hingga membuat pemuda itu dengan reflek mengarahkan kepalan tangannya kearah wanita itu.
“SHIYUEEE.!!” Sesepuh cantik itu berteriak dengan keras sambil mengelus hidungnya yang memerah.
“Ehh??” dengan reflek Zhou Shiyue langsung mengambil posisi duduk, ia membelalakkan matanya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika melihat keadaan sesepuh cantik yang tengah kesakitan.
“Maaf sesepuh, aku tidak sengaja” ucapnya, ia segera menghampiri sesepuh cantik berusaha untuk mengelus hidung wanita tersebut, namun naas niat baiknya dibalas dengan tendangan dari sesepuh cantik membuatnya terhempas beberapa meter kebelakang.
“Rasakan itu..” ucap sesepuh cantik dengan senyum miring.
“Tega sekali kau..” ucap Zhou Shiyue berpura-pura menderita meski beneran sakit.
Saat Zhou Shiyue masih tertidur, sesepuh cantik pergi mencari apapun yang bisa dimakan diluaran sana. Jadi saat keduanya sudah merasa segar, akhirnya mereka pun makan bersama. Selesai makan
“Ikut aku ke puncak gunung xuanjun” ucap sesepuh cantik itu sambil melangkah dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh. Sedangkan Zhou Shiyue sendiri hanya bisa berlari mengikutinya.
Siapa sangkan waktu yang ditempuh untuk sampai ke puncak gunung xuanjun hampir setengah hari atau 12 jam perjalanan.
“Akhirnya sudah sampai, andai aku pergi sendiri pasti aku sudah sejak siang tadi.” Ucap sesepuh cantik tersenyum lega.
“Huhh.. huh.. kenapa tempat ini jauh sekali!!” keluh Zhou Shiyue dengan nafas tak beraturan.
“Kaunya saja yang lambat” sinis sesepuh cantik itu melirik Zhou Shiyue.
Lalu mereka berduapun berjalan beriringan, hingga sampailah mereka disebuah gerbang yang ada disana.
“Puncak Gunung Xuanjun” ucap Zhou Shiyue dengan pelan.
“Selamat datang dikediamanku” ucap sesepuh cantik tersenyum kearah Zhou Shiyue.
Sesepuh cantik itu pun kembali melangkah kedepan melewati gerbang, sedangkan Zhou Shiyue kini tengah sibuk dengan pikirannya.
‘bukankah dia bilang kemarin kalau dia itu adalah pendekar kelana dan tidak punya tempat untuk berdiam diri?’ tanyanya pada diri sendiri.
“Heii, cepat kemari!” teriak sesepuh cantik itu melihat Zhou Shiyue tertinggal jauh.
“Baiklah!” jawab Zhou Shiyue sembari berlari menyusul sesepuh cantik.
Hingga mereka pun sampai di sebuah rumah yang cukup besar dengan berbagai macam bunga disekitarnya. Rumah yang sangat indah dan damai, cocok untuk orang yang suka ketenangan.
Sesepuh cantik menyuruh Zhou Shiyue untuk memilih kamar yang ia sukai. Tak lupa juga ia menyuruh Zhou Shiyue untuk pergi menemuinya di halaman rumah saat tengah malam nanti.
Zhou Shiyue pun menurut, ia juga pergi ke sebuah kamar yang tak terlalu besar, namun cukup nyaman untuk ditinggali.
‘nampaknya tak ada orang lain yang tinggal disini selain sesepuh’ batinnya bergumam.
Menunggu tengah malam tiba, Zhou Shiyue pun berencana untuk tidur sebentar upaya menghilangkan lelah sejenak.
Beberapa jam kemudian Zhou Shiyue terbangun, ia melihat sinar bulan menembus jendelanya. Setelah merasa cukup sadar ia pun berjalan keluar menuju halaman rumah.
Disana ia melihat sesepuh cantik sedang berdiri menghadap sebuah kolam kecil dengan tanaman bunga yang mengelilingi kolam tersebut.
“Cepat kemari, jangan hanya termenung disana!” panggil sesepuh cantik yang sudah menyadari keberadaan Zhou Shiyue.
Zhou Shiyue dengan patuh menghampiri sesepuh cantik itu.
“Sebelumnya aku sudah mengatakan bahwa apapun yang ingin kau miliki, setelah kau memilikinya maka tidak akan ada artinya lagi. Aku harap kau tidak pernah menyesal!” ucap sesepun cantik seolah sedang memperingati Zhou Shiyue.
Namun Zhou Shiyue terlihat telah memiliki tekad dan tidak akan menarik kembali niat yang sudah ia bentuk.
“Aku tidak akan menyesalinya!” jawab Zhou Shiyue dengan tegas.
“Baiklah kalau begitu. Sekarang masuk ke dalam kolam dan berdiri ditengahnya, tenang saja kolam itu tidak dalam.” Ucap sesepuh cantik yang langsung dituruti oleh Zhou Shiyue.
“Lalu apa yang harus kulakukan?” tanya Zhou Shiyue.
“Masukkan kepalamu ke dalam air, sebelum kau mendengar bunyi ledakan maka jangan kau keluarkan kepalamu. Jika kau melanggar maka hukumannya akan berat.” Ucap sesepuh cantik membuat Zhou Shiyue memelototkan matanya.
“Kenapa? Kau menyerah?” tanya sesepuh cantik sambil mengernyit menatap pemuda tersebut.
“Tidak akan” jawabnya dengan percaya diri dan langsung menyeburkan kepalanya ke dalam air.
1 jam kemudian..
BRUASSS…..
“Uhukk uhukkk!!!” Zhou Shiyue terbatuk karena tersedak air, matanya juga memerah. Namun sayang nampaknya ia akan terkena hukuman sebab ia keluar sebelum bunyi ledakkan.
‘matilah aku’ batinnya.
“Shiyuee!!! Selama seminggu kau harus bertugas membersihkan kediaman.” Ucap sesepuh cantik dengan tegas, namun terlihat dari sorot mata wanita itu nampak niat jahil yang terselip.
“Baik sesepuh.” Sahut Zhou Shiyue.
“Sekarang kembali rendam kepalamu! Ingat jika tak ada ledakkan maka jangan keluarkan kepalamu, jika tidak hukumannya akan bertambah.” Ucap sesepuh cantik itu tanpa merasa kasihan.
Zhou Shiyue menurut.
Satu jam kemudian di dalam air, Zhou Shiyue kembali ingin mengeluarkan kepalanya namun ia teringat akan hukuman yang menantinya jadi ia tak jadi mengeluarkan kepalanya.
Ia memikirkan sebuah cara untuk bertahan lama dalam air. Tiba-tiba ia teringat dengan sebuah buku yang pernah ia baca saat umur 13 tahun. Buku milik seseorang yang tertinggal di tengah jalan waktu itu adalah buku seni beladairi yang isinya adalah latihan dasar seni beladiri.
Matanya berbinar tanpa sadar sudut bibirnya tersenyum tipis. Yang ia ingat saat itu, cara untuk menahan nafas dalam air ialah dengan mengumpulkan seluruh energi ke arah jantung, dan menutup jalan masuknya air dari hidung.
Jantungnya pun berdetak dengan normal, air tak lagi berusaha masuk ke dalam hidung. Sedangkan ia sendiri yang merasa seolah sedang bernafas merasa beruntung karena dulu pernah membaca buku yang sangat berguna untuknya.
Sedangkan sesepuh cantik sendiri merasa heran dan perasaan khawatir menyelimuti dirinya.
“Apa bocah itu baik-baik saja? Matahari bahkan hampir terbit” gumamnya pada diri sendiri.
Karena merasa cemas ia pun menembakkan energi spiritualnya kearah batu hingga menimbulkan bunyi ledakkan yang cukup nyaring.
BRUASSSSS…
Zhou Shiyue pun keluar dari dalam air dengan senyum terbit di bibirnya.
“Sesepuh aku telah berhasil? Apa aku lolos ujian kali ini?” tanya Zhou Shiyue dengan gembira, ia juga perlahan keluar dari kolam tersebut.
Sedangkan sesepuh cantik hanya bisa menghela nafas lega dan mengangguk pelan mengiyakan perkataan Zhou Shiyue.
“Pergilah membersihkan diri, setelah itu makan. Aku telah menyiapkannya dikamarmu.” Ucap sesepuh cantik.
“Baiklah.” Jawab Zhou Shiyue dengan senang. Ia melangkahkan kakinya dengan ringan menuju kamarnya.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Jade Meamoure
nah lho si murid nakal juga 🤣🤣🤣
2024-07-23
2
Harman LokeST
seeeeeeeeerriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiuuuuuuuuuuuusss teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
2023-09-16
0
Harman LokeST
seeeeeeeeerriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiuuuuuuuuuuuusss teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
2023-09-16
0