Di sebuah tempat yang sangat jauh, seorang pria berwibawa yang sudah berusia senja itu melontarkan kata-kata puitis yang yang sulit dimengerti.
“Kehidupan ini sangat singkat namun seisinya tidak mengerti dan terus melakukan hal terbaik untuk orang-orang sekitarnya padahal ia sendiripun lupa akan dirinya yang juga butuh menikmati hidup sendiri. Adakalanya sesuatu yang hitam tidaklah jahat dan malah sebaliknya bahwa yang putih itu terlihat tenang namun berbahaya. Jika saja semua orang berpandangan luas maka tak akan ada namanya persaiangan dan pertempuran.” Pria seja itu terus bergumam seolah ia telah hidup sangat lama.
“Suatu saat akan ada bencana yang hanya bisa dicegah oleh takdir langit itu.” Gumamnya untuk terakhir kali sebelum menghilang ditelan udara.
Ditempat lain, tempat yang sangat gelap. Zhou Shiyue duduk ditengah-tengah kegelapan itu. Ia duduk dengan sosok bayangan didepannya.
“Anak muda, kau adalah manusia istimewa. Bahkan dewa takdirpun menolak kematianmu. Saat ini kau harus memikirkan cara keluar dari sini karena jika terlambat akan terjadi bencana besar diluar sana.” Ucap bayangan itu.
“Tapi bagaimana caranya?” tanya Zhou Shiyue, meski ia dilanda berbagai macam pertanyaan tetapi ia lebih mengutamakan cara untuk keluar dari tempat gelap tersebut.
“Aku tidak bisa memberitahumu tapi aku akan memberi petunjuk, karena aku disini tidak lama dan akan kembali sebentar lagi.” Ucap sosok tersebut.
“Baik.” Jawabnya.
“Sebuah antonim. Jika kau membutuhkan cahaya di kegelapan maka itu benar, tapi jika kau membutuhkan gelap yang paling gelap diantara kegelapan maka itu salah. Jika kau mengikuti yang kau tidak yakini maka kau akan tersesat.” Ucap sosok tersebut sampai benar-benar hilng tanpa jejak.
“Tuan bayang?? Tuan bayang?? Anda dimana?” seru Zhou Shiyue terus menerus.
Zhou Shiyue menghela nafas dengan panjang, ia dibuat bingung dan kalut oleh teka-teki yang dilontarkan sosok bayangan. Ia berpikir apa maksud dari perkataan sosok itu.
“Antonim? Cahaya? Gelap? Maksudnya apa?” gumamnya pada diri sendiri.
Ia merasa tubuhnya sangat dingin serasa menusuk tulang. Ia mencoba menghangatkan diri tapi sepertinya di tempat gelap ini ia tak bisa menggunakan kekuatannya.
Detik terus berjalan dan sudah berjam-jam Zhou Shiyue berpikir namun otaknya buntu tidak menemukan ide cemerlang. Yang ia rasakan saat ini udara didekatnya semakin dingin dan pernafasannya juga terasa sesak.
Ia terus berpikir sampai ia benar-benar merasa bodoh telah melupakan kata pertama yang diucapkan sosok bayangan itu.
“Sebuah antonim. Ya semua kalimat itu adalah sebuah antonim.” Ucapnya, ia benar-benar merasa paling bodoh karena tidak teliti.
“Kalau begitu jika aku berpikir aku mencari cahaya maka aku salah karena dalam kalimat tuan bayang jika aku membutuhkan cayahaya di kegelapan itu benar karena kebalikan dari kata “Salah” adalah “Benar”. Kalau begitu yang benar adalah aku membutuhkan gelap yang paling gelap di kegelapan. Lalu jika kalimat tuan bayang mengatakan bahwa jika mengikuti yang tidak diyakini akan tersesat itu artinya aku harus mengikuti yang aku yakini karena kebalikan dari “tidak yakin” adalah “yakin” sedangkan kebalikan dari “sesat” adalah “benar/lurus”. ” gumamnya.
“Itu artinya jika disimpulkan aku harus mencari gelap yang paling gelap dari kegelapan , dan mengikuti apa yang aku yakini agar mendapat jalan yang benar.” Ucapnya, ia tersenyum setelah merasa sudah menemukan cara.
Tanpa kekuatan yang ia punya dan bermodalkan fisik serta kepintarannya ia pun melihat sekeliling dengan indera penglihatannya. Setelah ia lihat dengan benar sekelilingnya itu tidaklah gelap tetapi masih abu-abu yang hampir menjadi gelap. Ia pun semakin memfokuskan penglihatannya sampai ia melihat asap berbentuk kelereng yang benar-benar gelap ia pun melangkah mendekatinya.
Kelereng itu bergerak ke suatu arah seolah sedang menuntun Zhou Shiyue ke sebuah tempat. Sampai akhirnya asap hitam itu berhenti di dekat asap putih.
Dunia yang saat ini Zhou Shiyue injaki benar-benar seperti hitam dan putih. Namun ada pembatas dari keduanya yang membuat dunia tersebut tidak bisa menyatu.
Asap kelereng hitam itu berhenti tepat di pembatas tersebut. Ia bergerak kearah wilayah putih seakan menyuruh Zhou Shiyue untuk masuk kesana.
Zhou Shiyue tanpa ragu dengan instingnya ia meninggalkan wilayah kegelapan itu dan menginjakkan kedua kakinya di wilayah putih.
Matanya terasa silau ia menutup kedua matanya sampai sayup-sayup ia mendengar suara-suara manusia di sekitarnya.
Ia mengerjapkan matanya dan melihat Jing Zishu yang duduk disampingnya.
“Dia sudah sadar!” ucap Jing Zishu dengan senyum mengambang.
Zhou Shiyue merasa aneh, ia beranjak duduk dibantu oleh Jing Zishu. Beberapa orang berjalan mendekatinya dan berkata.
“Kamu istirahat dulu dan pulihkan energimu.” Ucap pria yang kiranya berusia 30 tahun.
“Baik” Zhou Shiyue tau betul saat ini kondisinya sedang lemah, ia berpikir untuk memulihkan kondisinya dulu baru ia bertanya apa yang sudah terjadi dan dimana ia berada saat ini.
Para tetua sakte dan juga Jing Zishu serta kakaknya, Jing Jichen kini sedang berkumpul di ruangan tempat Zhou Shiyue beristirahat.
Beberapa setelah meditasi Zhou Shiyue akhirnya sadar dengan kondisi yang sudah membaik. Setidaknya energinya sudah kembali 80%.
“Kalau boleh tau sebenarnya apa yang terjadi dengan saya?” tanyanya sopan menatap orang-orang yang ada disana.
“Kau tidak sadarkan diri selama satu bulan lebih setelah pertempuran waktu itu. Kami membawamu kemari untuk disembuhkan.” Jawab Mye Jing Chen selaku tetua sakte.
“Terima kasih telah menyelamatkan saya, hanya saja anda sekalian siapa?” tanyanya.
“Aku Mye Jing Chen, tetua sakte gunung bunga persik.” Ucap Mye Jing Chen terlebih dulu.
“Aku Yi Heng, tetua juga.” Ucap Yi Heng
“Aku Mye Ai, aku juga tetua.” Ucap perempaun 22 tahun itu.
“Aku Sun, pengawal tuan muda Jing Zishu.” Ucap Sun ramah
“Kalau aku Jing Jichen kakaknya Zishu.” Ucap pemuda berkharisma itu. Waktu itu saat ia sampai di desa Yuli, pertarungan sudah berakhir saat ia mendapat kabar adiknya berada di sakte gunung bunga persik akhirnya ia menyusul sang adik.
“Salam kenal semua, maaf jika keberadaanku disini telah merepotkan kalian.” ucap Zhou Shiyue tidak enak hati.
“Tidak perlu minta maaf, kami sudah seharusnya membantumu.” Ucap Mye Jing Chen mewakili.
“Hmm, terima kasih banyak.” Jawabnya.
“Kalau boleh tau kau berasal darimana sepertinya aku tak asing dengan wajahmu.” Ucap Jing Jichen merasa familiar.
“Anggap saja aku pendekar kelana, aku tidak punya kediaman dan identitas. Tapi aku punya nama, namaku Shiyue.” Ucap Zhou Shiyue, ia tidak mau menceritakan seacara rinci tentang dirinya apalagi mereka baru saling kenal.
“Ooh, mungkin hanya perasaanku saja.” Ucap Jing Jichen.
“Sekarang keadaanku sudah membaik, aku akan pergi siang nanti. Kalian tidak perlu mengkhawatirkanku, saat ini aku sudah cukup merepotkan kalian.” ucap Zhou Shiyue.
“Sebenarnya tidak ada yang merepotkan, tetapi baiklah kami tidak akan mengganggumu. Semuanya ayo pergi beri dia ruang untuk beristirahat.” Ajak Mye Jing Chen
Merekapun pergi namun tidak dengan Jing Zishu dan Sun yang masih setia menemani Zhou Shiyue.
“Hei teman, maafkan aku karena aku kau jadi dalam masalah dan hampir kehilangan nyawa.” Ucap Jing Zishu tak enak hati.
“Tidak perlu sungkan, kau sudah ku anggap saudara jadi apapun masalahmu aku akan mencoba membantu.” Ucap Zhou Shiyue dengan senyum ramah, ia memang pandai bergaul namun tetap saja hal yang rahasia harus ia jaga.
“Karena kau sudah sembuh maka aku akan kembali ke kota, ayahku sedang menungguku disana. Kau bisa ikut kami jika kau mau.” Ucap Jing Zishu sekaligus mengajak temannya itu.
“Terima kasih, tapi tidak perlu karena aku harus kembali melanjutkan perjalananku. Lain kali aku akan berkunjung.” Jawab Zhou Shiyue.
Mereka mengobrol beberapa jam sampai matahari berada tepat di atas kepala baru Jing Zishu dan Sun berpamitan pada Zhou Shiyue kalau mereka akan ke kota sekarang. Tak lupa Sun juga mengucapkan banyak terima kasih karena telah menyelamatkan tuan mudanya waktu itu.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Edy Sulaiman
sepeertinya mc kita agak Lemot juga..hhhh
2024-11-03
0
Gatot Suharyono
payah . . . !?
mc nya kok letoy begitu . . . !?
2022-04-25
2
wong ndéso
bingung
2022-01-23
0