Bertemu sesepuh (S1)

Ditengah hutan rimbun, ia memerhatikan sekelilingnya hingga matanya tak sengaja melihat muara gua disana. Ia pun menghampiri gua tersebut namun sayangnya ia dikejutkan oleh seorang wanita cantik yang sedang memakan buah didalam gua tersebut.

“Apa yang kau lihat?” tegur wanita itu sambil mengernyit.

“Maaf nona jika aku mengganggu, aku hanya ingin menghampiri gua ini tadinya dan tak sengaja mengganggu kenyamananmu.” Sahut Zhou Shiyue merasa tak enak hati.

“Ohh, kalu begitu makanlah. Kau terlihat sangat kurus” ucap wanita dengan santai sambil melempar beberapa buah yang ia miliki.

“Terima kasih nona, kau baik sekali semoga panjang umur.” Ucap Zhou Shiyue merasa sangat beruntung.

“Asal kau tau saja, usiaku bahkan sudah ratusan tahun.” Ucap wanita itu dengan santai sambil memakan buahnya.

Zhou Shiyue tidak percaya namun ia juga tak berani menyangkal, ia hanya mengangguk dan duduk disebelah wanita itu.

“Kau jangan memanggilku nona, kau itu lebih cocok jadi cucu buyutku” ucap wanita itu lagi membuat Zhou Shiyue tersedak, untung saja ia tidak mati karena tersedak.

“Ehm, baik nek kalau begitu Shiyue akan memanggil kau dengan sebuatn Nenek” jawab Shiyue sambil tersenyum tipis.

“Nenek nenek, memang aku nenekmu!” wanita cantik itu memelototkan matanya.

Sudut bibir Zhou Shiyue berkedut mendengar perkataan wanita itu. Dalam hati ia hanya menggerutu.

“Tadi dipanggil nona marah, di panggil nenek juga marah terus maunya apa?”

“Aku tau kau sedang memakiku dipikiranmu” ucap wanita itu sambil mengerucutkan bibirnya.

‘Apa dia bisa membaca pikiran?’ batin Zhou Shiyue melirik wanita itu.

“Tentu saja, aku bahkan bisa merubah wujud.” Ucap wanita itu ketus.

Ternyata wanita itu cukup mudah bergaul, sama seperti Zhou Shiyue. Ketika keduanya telah larut dalam obrolan, matahari pun mulai tenggelam.

“Sesepuh jika aku boleh bertanya, siapakah sebenarnya sesepuh ini?” tanya Zhou Shiyue, setelah sekian lama berdebat akhirnya wanita itu setuju jika Zhou Shiyue memanggilnya sesepuh saja.

“Dulu aku adalah putri dari kekaisaran, namun saat aku dituduh telah meracuni permaisuri akupun diasingkan ke ujung kekaisaran, hingga tanpa sengaja aku bertemu seorang pria tua. Pria tua itu membesarkanku dan mengajariku berbagai ilmu dan pengetahuan yang ia miliki.” Ucap sesepuh cantik mulai bercerita.

“Jujur saja ya, sebenarnya aku kurang percaya namun aku juga tidak menganggap ceritamu bohong. Aku hanya penasaran kenapa kau bisa hidup selama ini?” tanya Zhou Shiyue dengan terus terang.

Sesepuh cantik itu tidak tersinggung, ia hanya tersenyum simpul mendengar perkataan Zhou Shiyue.

“Aku hidup lama karena aku telah terkena kutukkan, namun beruntung walau umurku tua namun fisikku tidak menua.” Jelas sesepuh cantik.

“Ngomong-ngomong hari mulai gelap, apa kau tidak mau kembali ke ruamhmu?” tanya Zhou Shiyue.

“Kau pikir aku punya rumah? Haha yang benar saja, aku ini adalah pendekar kelana jadi aku tak hanya berdiam di suatu tempat.” Kekeh sesepuh cantik itu.

“Hah benarkah? Kau seorang pendekar?” ucap Zhou Shiyue dengan ekspresi kejutnya.

“Apa gunanya juga aku membohongimu” sinis sesepuh cantik itu.

“Ehehe iya juga ya? Kalau begitu..”

Zhou Shiyue membungkuk sambil menunjukkan tanda hormat layaknya seorang pendekar pada umumnya.

“Terimalah Shiyue jadi murid sesepuh!!” ucap Zhou Shiyue dengan tegas.

Sesepuh cantik itu hanya mengernyit namun ia tak menyahut. Hanya mengucapkan beberapa patah kata saja.

“Dulu aku belajar seni beladiri untuk balas dendam, namun setelah hidup selama ratusan tahun aku barus sadar bahwa semua yang aku miliki saat ini tidak ada artinya lagi.” Ucap sesepuh cantik itu dengan penuh arti.

Zhou Shiyue tidak menyerah, walaupun sesepuh cantik itu tidak merima dan tidak menolaknya juga jadi ia akan terus berusaha untuk meyakinkan sesepuh cantik itu bahwa ia layak menjadi muridnya.

“Sekarang sudah malam, tidurlah!” ucap sesepuh cantik sambil mebaringkan tubuhnya diatas tanah.

Zhou Shiyue menurut, ia juga berbaring diatas tanah. Tak ada rasa jijik atau apapun meski ia tidur diatas tanah. Lagipula hal yang lebih menjijikan pernah ia rasakan saat ia tinggal dirumah keluarga Zhou. Memikirkan keluarga Zhou ia hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya.

“Percayalah, apapun yang sekarang kau alami tidak kalah buruk dari yang aku alami dulu.” Ucap sesepuh cantik mulai bercerita.

“Kurasa sekarang kita adalah teman, kau sendiri bahkan mau bercerita dengan orang asing sepertiku.” Ucap Zhou Shiyue.

“Ya, anggap saja seperti itu. Kau sendiri kenapa berjalan ditengah hutan seperti tak ada tujuan?” tanya sesepuh cantik.

“Hari ini adalah hari paling sial sekaligus beruntung. Kau tau kenapa? Awalnya aku diusir dan dipermalukan namun aku beruntung bertemu denganmu” ucap Zhou Shiyue.

“Memangnya kenapa kau diusir?” tanya sesepuh cantik itu penasaran, meski kemungkinan wanita itu sudah mengetahui jawabannya, hanya saja ia ingin pemuda itu mengatakannya sendiri.

“Beberapa hari yang lalu aku dan adik perempuanku sedang bermain, adiku mengejarku hingga tak sengaja ia menabrak sebuah guci milik pria iblis itu. Lalu aku dihukum dan dikurung selama berhari-hari hingga hal buruk pun terjadi pagi hari tadi, dua saudaraku berhati iblis itu menemuiku diruangan yang bau itu, mereka memberiku makanan anjing meski itu makanan anjing aku tetap memakannya karena sangat lapar, akan tetapi satu dari salah satu saudaraku menendang makananku dan tentu saja aku marah, aku pun menonjoknya hingga membuatnya tak sadarkan diri. Selanjutnya kau pasti bisa menebaknya sendiri” ucap Zhou Shiyue, tersirat rasa benci dan amarah dimatanya.

“Ternyata yang kau alami lebih buruk dari yang kualami dulu, tapi tetap saja aku merasa semesta tidak adil dan bahkan mengutukku untuk hidup abadi.” Ucap sesepuh cantik sambil menggelengkan kepalanya.

“Begitulah dunia, tapi setidaknya aku juga pernah merasa bahagia. Tapi itu hanya bisa ku alami saat diluar kediaman Zhou. Aku memiliki banyak teman yang kukenal, mereka cukup baik hanya saja orang tua mereka melarangnya untuk bermain denganku.” Ucap Zhou Shiyue sambil tersenyum miris.

“Apapun yang terjadi kita hanya bisa mengikhlaskannya” ucap sesepuh cantik.

“Hari sudah gelap, sekarang tidurlah dengan nyenyak karena besok kau akan mengalami beberapa hal buruk.” Ucap sesepuh cantik dengan senyum tipis. Terlintas pikiran jahat untuk menjahili calon muridnya itu.

Zhou Shiyue sedikit curiga dengan perkataan sesepuh cantik itu. Namun ia tak menyangkalnya, ia hanya menutup kedua kelopak matanya lalu tidur dengan nyenyak.

Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!

Terpopuler

Comments

Nurul Pky

Nurul Pky

bagus

2024-09-30

0

Jade Meamoure

Jade Meamoure

bagus Thor bahasa d novel anda sangat baik

2024-07-23

2

Lanjutkan

2023-10-31

1

lihat semua
Episodes
1 Di usir dari keluarga (S1)
2 Bertemu sesepuh (S1)
3 Pergi ke Puncak Gunung Xuanjun (S1)
4 Perubahan dalam satu waktu (S1)
5 Kembali berlatih (S1)
6 Melatih teknik seni bela diri (S1)
7 Masuk ke hutan dan bertemu hewan roh (S1)
8 Berkultivasi (S1)
9 Bertemu gadis aneh (S1)
10 Batu Jiwa (S1)
11 Bertemu seorang tuan muda (S1)
12 Jing Zishu (S1)
13 Rencana tiga partai dijalankan (S1)
14 Pertarungan dimulai (S1)
15 Racun laba-laba darah (S1)
16 Takdir langit (S1)
17 Festival bulan merah? (S1)
18 Tamu khusus restoran syurga (S1)
19 Ling Xifeng dan Tuan Rain (S1)
20 Wanita pencuri ciuman pertamaku (S1)
21 Xiao Ai (S1)
22 Pria berjubah abu-abu (S1)
23 Kisah tiga saudara seperguruan (S1)
24 Permandiam air panas (S1)
25 VISUAL TOKOH-TOKOH PENDEKAR LEGENDA
26 Persiapan festival bulan merah (S1)
27 Festival bulan merah I (S1)
28 Festival bulan merah II (S1)
29 Festival bulan merah III (S1)
30 Festival bulan merah IV (S1)
31 Festival bulan merah V (S1)
32 Festival bulan merah VI (S1)
33 2 minggu setelah festival bulan merah (S1)
34 Mengetahui kebenaran (S1)
35 Teknik pedang naga (S1)
36 Pedang Api (S1)
37 Roh jahat di desa Jongnam I (S1)
38 Roh jahat di desa Jongnam II (S1)
39 Masalah di desa Jongnam selesai (S1)
40 Rencana besar aliran putih (S1)
41 Racun dingin Huang Ran (S1)
42 Ular roh suci (S1)
43 Melawan rubah roh suci (S1)
44 Naga Hijau (S1)
45 Melanjutkan perjalanan (S1)
46 Patuah naga putih (S1)
47 Gunung Api (S1)
48 Rahasia ras naga (S1)
49 Tujuh pendekar wudang (S1)
50 Mencari bukti (S1)
51 Desakkan Sakte Wudang & Emei (S1)
52 Perubahan Rencana (S1)
53 Akhir tiga partai sesat (S1)
54 Marahnya Kaisar (S1)
55 Keluarga kecil Yun Yunzhi (S1)
56 Menyelamatkan Yun Yunzhi (S1)
57 Pertemuan kembali guru dan murid (S1)
58 Dahsyatnya pedang naga (S1)
59 Meminta bantuan Kaisar Mo Jingtian (S1)
60 Putri Song Jixi (S1)
61 Gejolak Ibukota I (S1)
62 Gejolak Ibukota II (S1)
63 Gejolak Ibukota III (S1)
64 Gejolak Ibukota IV (S1)
65 Gejolak Ibukota V (S1)
66 Gejolak Ibukota VI (S1)
67 Gejolak Ibukota Berakhir (S1)
68 2 minggu setelah akhir perang (S1)
69 Mencari bukti (S1)
70 Aku kembali, apa kamu menginginkan hadiah? (S1)
71 Wang Min Ji (S1)
72 Pesta Pelantikan Zhou Lan( (S1)
73 Hukuman keluarga Zhou (S1)
74 "Aku tidak akan pernah menyesal" (Ending S1)
75 Hidup kembali (S2)
76 Flashback (S2)
77 Sedih (S2)
78 Ingin Pulang (S2)
79 Gunung Perbatasan (S2)
80 Sad End
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Di usir dari keluarga (S1)
2
Bertemu sesepuh (S1)
3
Pergi ke Puncak Gunung Xuanjun (S1)
4
Perubahan dalam satu waktu (S1)
5
Kembali berlatih (S1)
6
Melatih teknik seni bela diri (S1)
7
Masuk ke hutan dan bertemu hewan roh (S1)
8
Berkultivasi (S1)
9
Bertemu gadis aneh (S1)
10
Batu Jiwa (S1)
11
Bertemu seorang tuan muda (S1)
12
Jing Zishu (S1)
13
Rencana tiga partai dijalankan (S1)
14
Pertarungan dimulai (S1)
15
Racun laba-laba darah (S1)
16
Takdir langit (S1)
17
Festival bulan merah? (S1)
18
Tamu khusus restoran syurga (S1)
19
Ling Xifeng dan Tuan Rain (S1)
20
Wanita pencuri ciuman pertamaku (S1)
21
Xiao Ai (S1)
22
Pria berjubah abu-abu (S1)
23
Kisah tiga saudara seperguruan (S1)
24
Permandiam air panas (S1)
25
VISUAL TOKOH-TOKOH PENDEKAR LEGENDA
26
Persiapan festival bulan merah (S1)
27
Festival bulan merah I (S1)
28
Festival bulan merah II (S1)
29
Festival bulan merah III (S1)
30
Festival bulan merah IV (S1)
31
Festival bulan merah V (S1)
32
Festival bulan merah VI (S1)
33
2 minggu setelah festival bulan merah (S1)
34
Mengetahui kebenaran (S1)
35
Teknik pedang naga (S1)
36
Pedang Api (S1)
37
Roh jahat di desa Jongnam I (S1)
38
Roh jahat di desa Jongnam II (S1)
39
Masalah di desa Jongnam selesai (S1)
40
Rencana besar aliran putih (S1)
41
Racun dingin Huang Ran (S1)
42
Ular roh suci (S1)
43
Melawan rubah roh suci (S1)
44
Naga Hijau (S1)
45
Melanjutkan perjalanan (S1)
46
Patuah naga putih (S1)
47
Gunung Api (S1)
48
Rahasia ras naga (S1)
49
Tujuh pendekar wudang (S1)
50
Mencari bukti (S1)
51
Desakkan Sakte Wudang & Emei (S1)
52
Perubahan Rencana (S1)
53
Akhir tiga partai sesat (S1)
54
Marahnya Kaisar (S1)
55
Keluarga kecil Yun Yunzhi (S1)
56
Menyelamatkan Yun Yunzhi (S1)
57
Pertemuan kembali guru dan murid (S1)
58
Dahsyatnya pedang naga (S1)
59
Meminta bantuan Kaisar Mo Jingtian (S1)
60
Putri Song Jixi (S1)
61
Gejolak Ibukota I (S1)
62
Gejolak Ibukota II (S1)
63
Gejolak Ibukota III (S1)
64
Gejolak Ibukota IV (S1)
65
Gejolak Ibukota V (S1)
66
Gejolak Ibukota VI (S1)
67
Gejolak Ibukota Berakhir (S1)
68
2 minggu setelah akhir perang (S1)
69
Mencari bukti (S1)
70
Aku kembali, apa kamu menginginkan hadiah? (S1)
71
Wang Min Ji (S1)
72
Pesta Pelantikan Zhou Lan( (S1)
73
Hukuman keluarga Zhou (S1)
74
"Aku tidak akan pernah menyesal" (Ending S1)
75
Hidup kembali (S2)
76
Flashback (S2)
77
Sedih (S2)
78
Ingin Pulang (S2)
79
Gunung Perbatasan (S2)
80
Sad End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!