Melatih teknik seni bela diri (S1)

Zhou Shiyue menghampiri satu persatu rak buku, ekspresinya berubah-ubah ketika membaca judul buku yang ia lihat. Sampai tatapannya berhenti ke sebuah buku yang cukup unik. Ia mengambilnya dan membawanya ke meja baca.

“Teknik pengendalian jiwa. Teknik apa ini?” gumamnya, ia pun membuka buku itu.

“Ini tulisan latin, aku tidak bisa membacanya.” Ucapnya sambil menatap datar buku itu. Padahal rasa penasarannya pada buku itu cukup besar.

“mungkin guru bisa membacakannya untukku, sebaiknya aku menyimpannya!” gumamnya.

Ia kembali berjalan menuju rak buku sambil memilih buku yang ingin ia baca. Matanya pun kembali terpaku pada sebuah buku yang sampulnya terlihat baru. Ia kembali membawanya kemeja baca sambil duduk santai di depannya.

“Petir Abadi. Dari judulnya cukup bagus, sebaiknya aku belajar teknik ini.” Gumamnya sambil berjalan menuju halaman belakang. Setelah keluar pintu ia tak melihat Ling Xifeng ditempat semula.

“Mungkin guru sudah tidur.” Gumamnya, ia kembali berjalan menuju halaman belakang untuk melatih teknik.

Sesampainya disana, ia membuka buku yang ia bawa itu. Matanya terlihat sangat fokus saat membaca, mungkin takut akan salah baca.

Ia mempraktikkan sesuai yang tertulis di dalam buku. Ia mengumpulkan energi Qi di dalam telapak tangannya sampai terlihat cahaya kebiruan. Ia merasa tangannya sangat keram. Karena tak tahan ia pun melemparkan energi Qi nya ke arah pohon besar yang ada disudut sana.

Namun kenyataan tak sesuai ekspestasinya, bukannya meledak pohon itu hanya bergoyang terkena energi yang ia lemparkan.

“Mungkin energi Qi yang ku kumpulkan kurang banyak.” Ucapnya menyemangati diri sendiri.

Ia pun kembali mengumpulkan energi Qi sebanyak mungkin, bahkan rasa keram yang sangat sakit pun ia tahan hanya ingin membentuk aliran petir yang bagus ditangannya.

Setelah ia rasa cukup, ia kembali mengarahkan tembakkan energi Qi nya kearah pohon yang tadi.

BOOMMM!!! Pohon itu pun tumbang dan berasap.

“Wowww, itu berhasil!” jeritnya, ia sangat senang karena usahanya tak sia-sia.

Ling Xifeng yang tadinya ingin tidur, ia terkejut ketika mendengar bunyi ledakan di belakang kediaman. Dengan cepat ia berlari untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Ia tersenyum tipis melihat muridnya yang tengah kegirangan di ujung sana.

‘ternyata anak itu yang membuat ledakan tadi, aku pikir siapa?’ batinnya, dalam diam ia merasa bangga pada muridnya.

Ia tak ingin mengganggu konsentrasi Zhou Shiyue, jadi ia kembali menuju kamarnya dan melanjutkan tidurnya. Padahal ia setiap hari tidur saat Zhou Shiyue sedang berlatih. Bahkan kemungkin jam tidurnya lebih banyak dari pada beraktivitas.

Setelah berhasil Zhou Shiyue merapikan kondisinya yang cukup kusam, tak lupa ia juga membersihkan ranting pohon berserakan itu. Takut kena marah sang guru.

“Lebih baik aku beristirahat yang cukup, karena sepertinya besok akan menguras banyak energi.” Ucap Zhou Shiyue, ia pun berjalan menuju kamarnya.

Keesokan paginya

Zhou Shiyue dan Ling Xifeng berkumpul di muara hutan yang berada dekat dengan kediaman Ling Xifeng. Seperti janjinya tadi malam, Ling Xifeng benar-benar akan melatih teknik seni beladiri terhadap muridnya.

“Sebelum kita berlatih teknik, aku ingin menannyakan beberapa pertanyaan padamu yang berhubungan dengan teknik seni beladiri.” Ucap Ling Xifeng membuka pembicaraan.

“Tentu sesepuh, kau bisa menanyakan apapun.” Ucap Zhou Shiyue tak menolak.

“Pertama, apa kau mengenal yang namanya energi Qi atau tenaga dalam?” tanya Ling Xifeng

“Ya, tentu. Energi Qi adalah sebuah energi yang menghasilkan kekuatan. Semakin besar energi Qi tersebut maka hasil kekuatannya juga akan menyesuaikan.” Jawab Zhou Shiyue seseuai pengetahuannya.

“Jawabanmu memang benar, namun ada beberapa hal yang belum kau ketahui. Asal kau tau nak, kalau besarnya energi Qi tergantung orang tersebut berada pada tingkatan atau tahap kekuatan apa.” Ucap Ling Xifeng memperjelas perkataan muridnya.

“Ohh, lalu tingkat kekuatan yang kau maksud itu bagaiamana sesepuh?” tanyanya

“Setiap pendekar atau seorang ahli bela diri memiliki tingkatan masing-masing dari yang terendah sampai tertinggi. Tingkat kekuatan yang paling rendah adalah tingkat bumi, kedua tingkat langit, ketiga tingkat raja, keempat tingkat kaisar, kelima tingkat suci, terakhir tingkat Mahayana. Namun tak hanya sampai itu, diatas Mahayana masih ada yang namannya tingkat bumi abadi, langit abadi, dan yang paling puncak adalah Nirwana.” Ling Xifeng menjelaskannya secara detail, agar muridnya mengetahuinya tanpa ada yang tertinggal.

“Nah, sekaranglah waktumu untuk meningkatkan kekuatan. Asal kau tau, saat ini kekuatanmu berada pada tingkat paling rendah.” Ucap Ling Xifeng dengan senyum getir.

“Hahaha, aku tau guru aku berada pada tingkatan apa. Jadi kau tak perlu memperjelasnya” kekeh Zhou Shiyue melihat sang guru seperti mengejek mengatakan tingkat kekuatannya.

“Hehee, aku tidak bermaksud begitu. Nah kau tau sendiri betapa rendahnya kekuatanmu. Maka sekaranglah waktunya untukmu meningkatkan kekuatan.” Ucap Ling Xifeng tersenyum memberi semangat.

“Baik guru, kau cukup memberiku arahan.” Ucap Zhou Shiyue patuh.

“Namun sebelum itu aku harus memberimu aura jiwa agar kau bisa berkultivasi atau meningkatkan energi saat menyerap inti kristal yang biasanya ada dalam tubuh binatang roh. Sekarang duduklah bersila” perintah Ling Xifeng yang langsung diturutinya.

Ling Xifeng juga ikut duduk di belakang Zhou Shiyue.

“Tahanlah sebentar, prosesnya akan cukup menyakitkan.” Ucap Ling Xifeng memperingati, takut sang murid akan terkejut saat merasakan sakit tiba-tiba.

“Hmm.” Jawabnya dengan deheman.

Proses itupun dimulai. Ling Xifeng menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung Zhou Shiyue, beberapa saat kemudian nampak cahaya keemasan dari telapak tangan Ling Xifeng yang mengalir ke punggung Zhou Shiyue hingga cahaya keemasan itu sampai di area jantung.

Saat itulah rasa sakit menjalar ke tubuh Zhou Shiyue. Keringat dingin bercucuran di dahinya. Serta rasa remuk redam yang ia rasakan semakin kuat. Hampir saja ia ingin memuntahkan darah segar namun untungnya Ling Xifeng tepat waktu memberinya energi Qi. Jika tidak mungkin tubuh Zhou Shiyue tidak bisa menahannya.

Beberapa saat kemudian cahaya keemasan itu menyatu dengan jantung Zhou Shiyue, dan rasa sakit yang ia rasakan juga semakin berkurang hingga tiba saat ia membuka matanya. Ia kebingungan dan ekspresi cemas terpampang jelas dimatanya.

“Tenanglah, kau sudah berhasil menerima aura jiwa. Sekarang kau bisa meningkatkan kekuatanmu.” Ucap Ling Xifeng seolah tau apa yang dipikirkan muridnya.

“Benarkah? Apa aku sudah jadi seorang pendekar guru??” tanyanya dengan ekspersi senang, dan dijawab anggukkan oleh sang guru.

Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!😁

Terpopuler

Comments

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

thor saat ini berapa tu usia nya Mc kita?."

2024-11-03

0

Sang M

Sang M

SKIP aja selama Host masih Bocil..

2025-03-29

0

Herry Mindmap

Herry Mindmap

oyiiii

2022-05-13

1

lihat semua
Episodes
1 Di usir dari keluarga (S1)
2 Bertemu sesepuh (S1)
3 Pergi ke Puncak Gunung Xuanjun (S1)
4 Perubahan dalam satu waktu (S1)
5 Kembali berlatih (S1)
6 Melatih teknik seni bela diri (S1)
7 Masuk ke hutan dan bertemu hewan roh (S1)
8 Berkultivasi (S1)
9 Bertemu gadis aneh (S1)
10 Batu Jiwa (S1)
11 Bertemu seorang tuan muda (S1)
12 Jing Zishu (S1)
13 Rencana tiga partai dijalankan (S1)
14 Pertarungan dimulai (S1)
15 Racun laba-laba darah (S1)
16 Takdir langit (S1)
17 Festival bulan merah? (S1)
18 Tamu khusus restoran syurga (S1)
19 Ling Xifeng dan Tuan Rain (S1)
20 Wanita pencuri ciuman pertamaku (S1)
21 Xiao Ai (S1)
22 Pria berjubah abu-abu (S1)
23 Kisah tiga saudara seperguruan (S1)
24 Permandiam air panas (S1)
25 VISUAL TOKOH-TOKOH PENDEKAR LEGENDA
26 Persiapan festival bulan merah (S1)
27 Festival bulan merah I (S1)
28 Festival bulan merah II (S1)
29 Festival bulan merah III (S1)
30 Festival bulan merah IV (S1)
31 Festival bulan merah V (S1)
32 Festival bulan merah VI (S1)
33 2 minggu setelah festival bulan merah (S1)
34 Mengetahui kebenaran (S1)
35 Teknik pedang naga (S1)
36 Pedang Api (S1)
37 Roh jahat di desa Jongnam I (S1)
38 Roh jahat di desa Jongnam II (S1)
39 Masalah di desa Jongnam selesai (S1)
40 Rencana besar aliran putih (S1)
41 Racun dingin Huang Ran (S1)
42 Ular roh suci (S1)
43 Melawan rubah roh suci (S1)
44 Naga Hijau (S1)
45 Melanjutkan perjalanan (S1)
46 Patuah naga putih (S1)
47 Gunung Api (S1)
48 Rahasia ras naga (S1)
49 Tujuh pendekar wudang (S1)
50 Mencari bukti (S1)
51 Desakkan Sakte Wudang & Emei (S1)
52 Perubahan Rencana (S1)
53 Akhir tiga partai sesat (S1)
54 Marahnya Kaisar (S1)
55 Keluarga kecil Yun Yunzhi (S1)
56 Menyelamatkan Yun Yunzhi (S1)
57 Pertemuan kembali guru dan murid (S1)
58 Dahsyatnya pedang naga (S1)
59 Meminta bantuan Kaisar Mo Jingtian (S1)
60 Putri Song Jixi (S1)
61 Gejolak Ibukota I (S1)
62 Gejolak Ibukota II (S1)
63 Gejolak Ibukota III (S1)
64 Gejolak Ibukota IV (S1)
65 Gejolak Ibukota V (S1)
66 Gejolak Ibukota VI (S1)
67 Gejolak Ibukota Berakhir (S1)
68 2 minggu setelah akhir perang (S1)
69 Mencari bukti (S1)
70 Aku kembali, apa kamu menginginkan hadiah? (S1)
71 Wang Min Ji (S1)
72 Pesta Pelantikan Zhou Lan( (S1)
73 Hukuman keluarga Zhou (S1)
74 "Aku tidak akan pernah menyesal" (Ending S1)
75 Hidup kembali (S2)
76 Flashback (S2)
77 Sedih (S2)
78 Ingin Pulang (S2)
79 Gunung Perbatasan (S2)
80 Sad End
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Di usir dari keluarga (S1)
2
Bertemu sesepuh (S1)
3
Pergi ke Puncak Gunung Xuanjun (S1)
4
Perubahan dalam satu waktu (S1)
5
Kembali berlatih (S1)
6
Melatih teknik seni bela diri (S1)
7
Masuk ke hutan dan bertemu hewan roh (S1)
8
Berkultivasi (S1)
9
Bertemu gadis aneh (S1)
10
Batu Jiwa (S1)
11
Bertemu seorang tuan muda (S1)
12
Jing Zishu (S1)
13
Rencana tiga partai dijalankan (S1)
14
Pertarungan dimulai (S1)
15
Racun laba-laba darah (S1)
16
Takdir langit (S1)
17
Festival bulan merah? (S1)
18
Tamu khusus restoran syurga (S1)
19
Ling Xifeng dan Tuan Rain (S1)
20
Wanita pencuri ciuman pertamaku (S1)
21
Xiao Ai (S1)
22
Pria berjubah abu-abu (S1)
23
Kisah tiga saudara seperguruan (S1)
24
Permandiam air panas (S1)
25
VISUAL TOKOH-TOKOH PENDEKAR LEGENDA
26
Persiapan festival bulan merah (S1)
27
Festival bulan merah I (S1)
28
Festival bulan merah II (S1)
29
Festival bulan merah III (S1)
30
Festival bulan merah IV (S1)
31
Festival bulan merah V (S1)
32
Festival bulan merah VI (S1)
33
2 minggu setelah festival bulan merah (S1)
34
Mengetahui kebenaran (S1)
35
Teknik pedang naga (S1)
36
Pedang Api (S1)
37
Roh jahat di desa Jongnam I (S1)
38
Roh jahat di desa Jongnam II (S1)
39
Masalah di desa Jongnam selesai (S1)
40
Rencana besar aliran putih (S1)
41
Racun dingin Huang Ran (S1)
42
Ular roh suci (S1)
43
Melawan rubah roh suci (S1)
44
Naga Hijau (S1)
45
Melanjutkan perjalanan (S1)
46
Patuah naga putih (S1)
47
Gunung Api (S1)
48
Rahasia ras naga (S1)
49
Tujuh pendekar wudang (S1)
50
Mencari bukti (S1)
51
Desakkan Sakte Wudang & Emei (S1)
52
Perubahan Rencana (S1)
53
Akhir tiga partai sesat (S1)
54
Marahnya Kaisar (S1)
55
Keluarga kecil Yun Yunzhi (S1)
56
Menyelamatkan Yun Yunzhi (S1)
57
Pertemuan kembali guru dan murid (S1)
58
Dahsyatnya pedang naga (S1)
59
Meminta bantuan Kaisar Mo Jingtian (S1)
60
Putri Song Jixi (S1)
61
Gejolak Ibukota I (S1)
62
Gejolak Ibukota II (S1)
63
Gejolak Ibukota III (S1)
64
Gejolak Ibukota IV (S1)
65
Gejolak Ibukota V (S1)
66
Gejolak Ibukota VI (S1)
67
Gejolak Ibukota Berakhir (S1)
68
2 minggu setelah akhir perang (S1)
69
Mencari bukti (S1)
70
Aku kembali, apa kamu menginginkan hadiah? (S1)
71
Wang Min Ji (S1)
72
Pesta Pelantikan Zhou Lan( (S1)
73
Hukuman keluarga Zhou (S1)
74
"Aku tidak akan pernah menyesal" (Ending S1)
75
Hidup kembali (S2)
76
Flashback (S2)
77
Sedih (S2)
78
Ingin Pulang (S2)
79
Gunung Perbatasan (S2)
80
Sad End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!