Zhou Shiyue yang masih setengah sadar tak menyadari siapa yang ada di hadapannya. Ia hanya mengutuk orang itu sambil melemparkan ranting kayu yang ada disampingnya karena merasa kaget.
“Dasar setan nenek peot!! Siapa yang berani mengusik tidurku!!!” umpatnya merutuki orang itu.
“Hei, kau berlebihan aku tak tau kau ada disini!” jawab orang itu karena merasa reaksi Zhou Shiyue sangat berlebihan.
“Ehh??” Zhou Shiyue membuka matanya dengan lebar karena mendengar jawaban orang itu.
“Kau? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Zhou Shiyue merubah nada bicaranya menjadi lebih santai.
“Aku hanya lari dari kejaran seseorang, tolong jangan beritahu siapapun bahwa aku ada disini!” pintanya pada Zhou Shiyue dengan wajah cemas, orang itu juga lekas pergi lebih dalam lagi ke dalam gua untuk bersembunyi.
Zhou Shiyue hanya menatap aneh orang itu. Selang beberapa lama kemudian terdengar banyak langkah kaki dari luar gua yang semakin dekat kearahnya. Hingga 8 orang pria sampai di depannya.
“Hei bocah, apa kau melihat seorang perempuan yang lewat?” tanya salah satu dari mereka.
“Tidak ada.” Jawabnya acuh sambil mendekat kearah api, ia mengambil pakaian atasnya yang tampak kering lalu memakainya begitu saja.
“Jawab pertanyaanku dengan jujur, jika tidak kau akan menanggung akibatnya!!” ucap orang itu lebih tegas.
“Apa kalian tuli? Aku bilang aku tidak ada melihat orang lewat. Dan bagaimana aku tau sedangkan aku ada di dalam gua?” jawab Zhou Shiyue dengan nada kesal.
“Kalian telah menggangguku, cepat pergi!” usirnya.
“Mungkin bocah itu orang gila, sebaiknya kita tidak berbuat masalah dengan orang tidak waras!” bisik salah satu rekan mereka pada orang yang berbicara pada Zhou Shiyue tadi.
Tanpa menghiraukan Zhou Shiyue akhirnya merekapun pergi meninggalkan Zhou Shiyue seorang diri. Selang beberapa menit kemudian orang yang tadi bersembunyipun muncul dihadapan Zhou Shiyue.
“Terima kasih telah membantuku!” ucap wanita itu dengan tulus.
“Kalau boleh bertanya, kenapa orang-orang kerajaan itu mengejarmu?” tanyanya, ia jelas tau bahwa 8 orang tadi adalah prajurit kerajaan.
“Aku… aku hanya membuat sedikit masalah dikota.” Jawab perempuan itu setelah menemukan jawabban yang tepat.
Zhou Shiyue tau bahwa wanita itu sedang berbohong tetapi ia juga tak ingin mencampuri urusan orang lain. Jadi ia hanya ber oh ria menjawabnya.
“Kau sendiri, apa yang kau lakukan di tengah hutan sendirian malam-malam begini?” tanya wanita itu sambil mengernyit.
“Aku sedang meningkatkan kekuatanku” jawab Zhou Shiyue tanpa menutupi apapun.
“Oohh!!” wanita itu mengambil posisi duduk menghadap api.
“Kenapa kau tidak pergi juga?” tanya Zhou Shiyue mengernyit heran menatap wanita itu yang mungkin masih berusia 18 tahun.
“Aku… apa kau melihat diluar sedang hujan deras?” tanyanya mengalihkan pembicaraan.
“Cihh, alasanmu cukup masuk akal. Tapi jangan harap aku akan percaya bahwa kau tetap disini hanya karena hujan!” ucap Zhou Shiyue memandang sinis wanita itu, hingga beberapa saat kemudian suasana kembali hening.
Tak menunggu lama akhirnya hujanpun reda dan sinar matahari mulai menerobos celah-celah dedaunan dan juga pohon di muara gua.
“Aku akan kembali melanjutkan perjalananku dan kita akan berpisah disini, meski kau bukan temanku aku hanya berharap kau baik-baik saja setelah keluar dari hutan ini.” Ucap Zhou Shiyue sebelum meninggalkan wanita yang sepertinya tak ingin berpisah darinya.
Wanita itu hanya bisa menghembuskan nafas dengan berat, tadinya ia berharap pria itu bisa menolongnya tetapi sekarang ia hanya bisa pasrah menerima keadaan.
“Meskipun ini sulit bagiku, setidaknya aku bisa bebas daripada di dalam istana.” Gumam wanita itu sebelum melangkahkan kakinya untuk menuju suatu tempat.
Zhou Shiyue sendiri sudah sampai ke sungai yang sempat ia jadikan tempat tidur, ia mencuci wajahnya disana dan meneguk air sungai sampai puas. Walaupun air sungai tidak direbus setidaknya itu bisa meredakan rasa haus.
“Waktunya mencari mangsa!” ucapnya sembari tersenyum penuh antusias.
Ia melangkahkan kakinya dengan ringan memasuki hutan. Berjalan-jalan seperti biasa untuk memancing mangsanya. Hingga tak lama kemudian sesuai dugaannya seekor rubah roh berekor Sembilan menampakkan diri.
Sebenarnya ada perasaan ngeri di hati Zhou Shiyue saat melihat betapa besarnya rubah itu, hanya saja ia tak bisa jika hanya terus terkejut jika bertemu dengan hewan-hewan buas raksasa.
Tanpa basa-basi ia menyerang rubah itu dengan beberapa teknik petir yang sudah ia ketahui. Dengan kekuatannya sekarang bukan mustahil baginya jika hanya untuk memusnahkan seekor rubah raksasa.
Pergerakannya cukup lincah namun ia juga tak mungkin mengalahkan rubah itu dengan mudah. Tentu ia juga harus mengeluarkan sebagian energinya agar bisa melumpuhkan mangsanya kali ini.
Sekitar 20 menit setelahnya, akhirnya Zhou Shiyue berhasil memenangkan pertarungan. Ia dengan senang hati berjalan mendekati rubah itu dan mengambil inti Kristal yang bersinar putih terang tersebut.
Ia pun kembali melanjutkan misinya untuk mencari mangsa-mangsa yang lain. Tanpa terasa seminggu sudah ia berada di dalam hutan. Ia juga mengalami peningkatan besar.
Tadinya kekuatannya hanya berada di tingkat langit level awal, dan ia sangat tidak menyangka bahwa kekuatannya saat ini sudah berada di tingkat raja level akhir yang mana artinya saat ini ia sudah setara dengan komandan pasukan kerajaan.
Tetapi meningat lebih banyak tingakat kekuatan diatasnya yang masih belum ia capai, ia tak bisa berpuas diri dan terus melakukan misi meski ia sedang dalam perjalanan pulang.
Ia tak menyia-nyiakan kesempatan ketika bertemu hewan roh di tengah perjalanannya. Bahkan ia mendapatkan sebuah inti Kristal berwarna merah yang ia dapatkan dari seekor ular roh. Ia tak menggunakannya dan membawanya pulang sebagai hadiah untuk sang guru.
Tanpa terasa ia sudah sampai di pinggir hutan dan ia dengan senang berlari menuju kediaman sang guru.
Sesampainya disana ia tak jadi bersemangat ketika melihat sang guru tengah melakukan semedi di bawah pohon besar yang ada di halaman depan.
Namun ia tak berniat mengganggu gurunya. Berpikir bahwa ia tak memiliki pekerjaan jadi ia pergi ke dapur dan memasak beberapa jenis makanan.
Satu jam lamanya sudah ia memasak. Setelah selesai ia memutuskan untuk menunggu sang guru selesai dari semedinya baru mereka makan siang bersama.
Karena Ling Xifeng belum juga selesai Zhou Shiyue pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya dan mengambil buku yang berisi teknik petir didalamnya. Mumpung ia memiliki waktu luang ia pun pergi ke halaman belakang untuk melatih teknik selanjutnya dari teknik yang sudah ia pelajari.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
Ok guys, jadi sebenarnya saya mau up 3 episode tapi file episode 10 nya masih di laptop, kebetulan saya lagi sibuk di luar rumah jadi gak bisa nyalin filenya.
Maaf buat yang kemarin reques up 3 episode soalnya saya lagi di luar rumah hehe.
Selamat beraktivitas🤗🤗...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Muhammad Taufik
up
2022-01-24
1
3 jagoan
kren lanjutkan bro💪💪💪💪💪💪💪
2022-01-03
3
I Komang Suparmi
bravo thour
2022-01-01
1