Penjaga Luna

" Ada banyak hal yang harus aku katakan padamu. Tapi untuk sekarang hanya itu aku tidak ingin membebanimu karena kau pasti butuh waktu untuk menerima semua ini."

Lanjut Miranda penuh perhatian. Aku memperhatikan seksama wajah cantiknya yang aku yakini sudah tidak muda lagi dan akupun teringat dengan ibuku.

" Miranda, berapa usiamu?."

" Kenapa tiba-tiba kau penasaran tentang itu."

" Tidak aku hanya teringat ibuku. Aku baru menyadarinya sekarang bahwa diapun tidak menua sejak aku kecil hingga sekarang."

" Usia manusiaku harusnya 76 tahun. Tapi aku tetap mempertahankan tubuh dan wajahku seperti 35 tahun. Karena itulah aku hidup berpindah-pindah dan harus memalsukan identitasku."

" Begitu ya. Lalu sekarang aku harus bagaimana?."

" Ada banyak hal yang harus kau pelajari mulai sekarang. Tapi kami akan memberimu waktu sampai kau siap. Bersiaplah karena kami akan mengantarmu pulang menemui ibumu."

Aku menatap bingung namun Miranda hanya tersenyum padaku. Sejak tadi ada yang aku lupakan, Dean.

" Dimana Dean?."

" Dia pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri."

Aku sudah berada didalam mobil dengan Miranda dan suaminya Matthew serta seorang lagi yang bernama Irene.

Mobil dibelakang kami pun mengikuti mereka adalah Joseph dan Vincent. Aku tidak mengerti mengapa aku bisa terperangkap disini bersama para werewolf kecuali Miranda. Aku melirik diam-diam gadis disampingku, Irene dia berkarisma kuat dengan make up smokey dan berambut silver namun jika diperhatikan dia sangat cantik hanya saja dia menutupinya dengan penampilan tomboynya.

Dia membalas dengan menatapku namun aku segera mengalihkan pandanganku keluar jendela mobil. Entah perasaanku saja dia seperti tersenyum melihatku. Aku beralih menatap suami Miranda yang sedang menyetir. Wajahnya terlihat di kaca spion lagi-lagi aku tertangkap sedang memperhatikannya.

" Sepertinya kau ingin mengatakan sesuatu."

ucap Matthew yang membuat semua orang melihat ke arahku.

" Ti-Tidak aku hanya takjub dengan warna mata kalian yang indah."

Aku asal bicara namun memang itu salah satu yang aku pikirkan. Warna mata Irene abu-abu dan Matthew berwarna kuning keemasan yang sangat jarang dimiliki orang lain.

Sebentar.. aku jadi mengingat sesuatu.

" Kuning keemasan." Aku kembali menatap mata Matthew tapi kali ini aku tidak peduli ketahuan olehnya.

" Kau yang dulu menolongku, kan?."

Semua orang tidak terkejut mendengar ucapanku. Justru mereka menyunggingkan senyum tipis.

" Kau akan tahu nanti." hanya itu jawaban Matthew.

Beberapa jam berlalu dan kini aku sudah sampai dirumah. Aku baru sampai teras dan ibuku datang membukakan pintu. Ia langsung memelukku erat dengan penuh kekhawatiran.

" Aluna maafkan ibu."

Itu yang berkali-kali ia katakan padaku sebelum ia mempersilahkan semua orang masuk.

Semua dari kami berkumpul diruang tamu kecuali Vincent dan Irene aku tidak tahu kemana mereka pergi.

Entah mengapa aku memilih duduk disamping Miranda daripada ibu. Aku merasa lebih aman didekatnya. Melihat itu raut wajah ibuku berubah menjadi sedih.

" Nyonya Emily, kami meminta maaf karena mendadak memberitahu Aluna tentang identitas kami termasuk anda. Ini semua karena keadaan darurat yang kita hadapi. Beberapa dari kita menghilang entah oleh siapa. Namun ini merujuk kepada kejadian 100 tahun lalu."

" Apa?." Ibuku tidak kuasa menahan rasa terkejutnya karena ucapan Matthew. Aku hanya bisa menyimak tanpa tahu apa sebenarnya yang sedang dibicarakan oleh mereka tentang kejadian 100 tahun lalu.

" Karena itu Aluna harus mengetahui semuanya sekarang juga."

" Tunggu.. apa sebenarnya yang sedang kalian bicarakan."

Aku menyela pembicaraan karena rasa penasaranku yang tinggi. Matthew menarik nafas panjang dan menerawang. Kulihat ekspresi semua orang disanapun berubah seiring Matthew mulai bercerita.

" Lebih dari 100 tahun yang lalu populasi kami cukup banyak. Namun kami hidup memisahkan diri dari manusia karena takut keberadaan kami mengancam kehidupan mereka. Tapi ada sekelompok orang yang sudah mengetahui keberadaan kami dan mereka membentuk aliansi untuk memusnahkan kami. Pembantaian werewolf tidak bisa terhindarkan dan yang selamat dari serangan itu hanya beberapa termasuk kami yang ada disini. Dean masih sangat muda saat itu tapi dia berhasil bertahan sendirian dia berkelana ke segala tempat dibelahan dunia untuk mencari yang tersisa dan kami pun membentuk kelompok yang sekarang dia pimpin. Dia adalah penyelamat hidup kami dia yang terkuat dan pemberani diantara kami dia memberi kami kehidupan baru dan membuka mata kami bahwa tidak semua manusia jahat dia yang mengajarkan kami untuk berbaur dengan manusia dengan begitu kami tidak akan dicurigai sebagai werewolf dan itu berhasil hingga hari ini."

Dean ternyata banyak hal yang sudah dilewatinya. Aku memandangi satu persatu setiap orang dimulai dari ibuku. Aku bahkan tidak menyadari hal itu sejak dulu, tapi sekarang aku mengerti dia hidup untuk melindungiku. Matthew perawakannya tinggi besar dengan rambut panjang dan jambang yang lebat dia terlihat seperti manusia. Begitu pun Joseph yang tampan dan muda seperti seusiaku. Matthew masih melanjutkan ceritanya namun pikiranku dipenuhi Dean yang sekarang entah dimana. Demi keselamatanku ternyata mereka bergantian menjagaku dan semua itu adalah perintah Dean.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!