Terulang Kembali

Aluna terbangun lebih cepat dari biasanya karena sesuatu telah menggangu tidurnya malam itu. Saat melihat jam ternyata langit masih gelap belum ada tanda-tanda fajar akan segera terbit.

Samar-samar ia mendengar riuh percakapan beberapa orang diluar. Karena penasaran ia pun mengintip jendela kamarnya dan dibawah terlihat beberapa orang penjaga berlari kesana kemari untuk mengejar sesuatu. Dean yang masih mengenakan pakaian tidurpun terlihat berlari ke arah hutan namun ada hal yang mencengangkan yang Aluna lihat. Kecepatan berlari Dean sangat diluar batas manusia normal berkali-kali Aluna mengerjapkan matanya karena tidak percaya dengan apa yang baru saja ia saksikan.

Tanpa berpikir panjang segera ia keluar dari kamarnya untuk melihat lebih dekat apa yang sedang terjadi. Baru ia membuka pintu utama rumah itu, seorang penjaga menghalanginya.

" Maaf nona sebaiknya anda kembali ke kamar."

" Sebenarnya apa yang terjadi."

" Ada penyusup yang berhasil masuk demi keselamatan anda tuan berpesan agar anda tidak keluar rumah ."

Penjaga itu lalu menuntun Aluna kembali ke dalam rumah ia mengeluarkan senjatanya sebelum meninggalkan Aluna untuk kembali berjaga diluar.

" Penyusup.." gumamnya.

Setengah berlari Aluna kembali ke dalam kamarnya. Ia berjalan mondar-mandir didepan jendela kamar itu menunggu Dean. Lama sekali Aluna menanti dengan khawatir, sosok yang ia nantikan akhirnya muncul. Dengan bertelanjang dada Dean berjalan santai menuju rumahnya melihat hal itu Aluna spontan berlari keluar untuk menemuinya.

Saat pintu terbuka Dean terlihat sedang memberi instruksi kepada beberapa orang penjaga itu namun saat melihat Aluna Dean menghentikan perkataannya dan langsung menghampiri Aluna.

" Kau pasti terkejut. Aku baik-baik saja sekarang kau bisa tenang."

" Bagaimana kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu?." Aluna menatap Dean dengan raut kebingungan. Ia menelisik dari atas sampai bawah tubuh Dean yang penuh dengan keringat namun ia terlihat biasa saja.

" Itu terlihat jelas diwajahmu." ucap Dean.

Aluna hanya diam dengan penuh pertanyaan di wajahnya.

" Aku akan masuk sekarang."

Dean terlihat seperti menghindarinya dengan langkah cepat ia meninggalkan Aluna diluar rumahnya.

" Ada apa sebenarnya." lirih Aluna.

Beberapa hari berlalu namun pikiran Aluna masih saja terganggu oleh kejadian itu terlebih Dean sangat jarang berada dirumah sejak saat itu. Ada hal-hal diluar nalarnya yang selama ini ia abaikan namun saat ini ia tidak bisa lagi menahannya.

Perasaanku aneh saat berada disekitarnya aku tidak menyukainya tapi aku selalu ingin didekatnya. Perasaan apa ini yang membuatku sangat terobsesi dengan keberadaannya. Dia selalu tahu apapun tentangku membaca pikiranku dan menebak ekspresiku dengan tepat. Aku yakin dia bukan orang yang belajar psikologi atau semacamnya. Cara bicaranya, kebiasaannya bukan seperti manusia pada umumnya. Apa mungkin...tapi tidak mungkin juga .

" Astaga.. apa yang kulakukan?."

Aluna yang sejak tadi tenggelam dalam pikirannya lupa bahwa ia sedang menuang air digelasnya. Saat sadar ternyata ia sudah menumpahkan semua isinya hingga membasahi sebagian bajunya.

" Bisa gila aku."

Sementara itu di markas werewolf beberapa orang berada didalam ruangan bersama Dean Sang Alpha termasuk Joe. Matthew, Joseph, Vincent dan Irene adalah werewolf yang berada dibawah Sang Alpha mereka adalah werewolf terkuat setelah Dean didalam kelompoknya. Wajah tegang dari semua orang disana tidak dapat disembunyikan lagi terutama Dean sebagai pemimpin.

" Kejadian lebih dari 100 tahun lalu akhirnya terulang. Ada beberapa anggota dari kelompok lain yang menghilang. Sampai saat ini kita tidak tahu siapa pelakunya makhluk apa mereka sebenarnya." ucap Dean dengan mata menyala penuh amarah.

" Sejak saat itu populasi kita semakin berkurang karena pembantaian itu sampai-sampai kita kehilangan keluarga." lanjut Joe penuh kesedihan.

" Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi pada kita. Kalian harus mempersiapkan diri dari sekarang. Matt, akan ada 3 orang dari kelompok lain yang akan bergabung karena Alpha mereka melarikan diri. Latih mereka agar sekuat kita meskipun hanya 12 orang werewolf yang tersisa didunia ini aku akan melindungi semuanya hingga akhir."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!