Delusi

Hosh..hosh.. nafasku tersenggal namun kakiku tidak ingin menyerah. Aku terus berlari membelah hutan yang gelap dan sepi.

Hah mimpi ini lagi.

Sebelum aku sampai ditempat yang menurutku aman, kaki sialan ini tersandung ranting membuatku terjatuh hingga berguling. Sangat dramatis karena ini adalah mimpi.

Aku berbaring meringkuk saat kulihat lututku penuh darah yang mengucur. Lalu lolongan anjing menyeramkan mulai terdengar aku melihat sekeliling dan ternyata aku sudah dikepung oleh bayangan manusia tinggi dan besar. Aku tidak tahu makhluk apa mereka namun aku yakin itu berbentuk manusia, sama sepertiku.

Aku mengerjap berkali-kali menyadarkan diri dari mimpi itu. Aku ternyata sudah berada dikamarku.

Aku terdiam cukup lama mengingat yang terjadi barusan. Tidak.. tadi bukan mimpi aku jelas-jelas berada dihutan terakhir kali kesadaranku masih penuh. Aku bangun dari kasur saat melewati cermin besar disudut ruangan aku sadar sudah berganti pakaian.

Ada apa ini. Aku kebingungan dan mulai memijat kepalaku yang pusing tanganku tanpa sengaja menyentuh leher dan aku kesakitan.

Aw.. apa ini. Aku mendekatkan diri ke cermin dan saat kusibak rambutku sebuah tanda merah keunguan berada disana. Memarnya cukup besar dan bahkan ada 2 luka kecil seperti tusukan benda tajam.

Aku mulai merinding memikirkannya. Setengah berlari aku berniat menemui ibuku dan saat ku lihat dia sedang menyiapkan makan malam kami.

" IBU!!"

" Astaga.. kau kenapa. Mengagetkanku saja."

" Bu, apa kau tahu apa yang baru saja ku alami. Aku tadi.. dihutan.. seseorang menggigit.. lalu.. aku dikamar.."

Aku mendadak tidak bisa menyusun kata-kata dengan baik saking terkejutnya, dan sama hal nya denganku ibuku hanya menatap kebingungan.

" Kau sepertinya bermimpi lagi. Sudah kubilang jangan tidur saat menjelang matahari terbenam."

Ibu kembali dengan kesibukannya menyiapkan makanan meninggalkanku yang penuh perasaan campur aduk. Bagaimana aku menjelaskannya pada ibu. Aku menyerah dan akhirnya kembali ke kamar.

Sepanjang malam aku memikirkannya merasa kebingungan apakah hal yang ku alami itu mimpi atau nyata.

Beberapa hari berlalu sejak insiden itu. Aku duduk di sebuah cafe dipusat kota menunggu temanku, Sarah.

" Aluna..."

Suara cempreng itu bergema diseluruh cafe membuat semua orang disana menatap kami. Aku menunduk karena malu, namun bukan hal aneh juga bagiku yang sudah bersahabat dengannya sejak masuk sekolah menengah atas.

" Ya ampun aku sangat merindukanmu, beberapa minggu sejak kelulusan kita tidak bertemu,kan?."

Gadis ceria yang energik ini sangat sulit ku kendalikan. Mulutnya seperti toserba 24 jam tidak pernah bisa tertutup tapi inilah yang kusukai darinya.

Kami berbincang banyak sekali hal, atau lebih tepatnya dia yang berbicara aku sebagai pendengar.

Sarah mulai kelelahan bicara ia sampai meneguk habis minuman yang dipesannya. Inilah kesempatan baik untukku agar bisa bicara.

" Sarah, aku akan kuliah di Universitas Highlands."

Uhuk..uhuk.. dia yang sedang mengunyah cake tiba-tiba tersedak. Dengan sigap aku memberikan minumanku padanya karena miliknya sudah tandas.

" Apa? Tapi bukankah kau akan mengambil jurusan seni disini? Lalu bagaimana denganku, kau bilang kita akan terus bersama kau jahat sekali...huuuaa.."

Sarah menangis tersedu-sedu aku yang sudah tahu hal ini akan terjadi hanya bisa memijat pangkal hidungku. Aku berusaha menenangkannya dengan menepuk-nepuk punggungnya. Untuk kedua kalinya tatapan orang-orang disekitar kami kembali mengintimidasi tapi sekarang aku tidak peduli karena sahabatku lebih penting dari itu.

Setelah dia merasa lebih tenang aku menjelaskan alasanku memilih universitas yang jauh dari kota kami itu. Sarah sangat tahu kesukaanku pada tanaman dan hutan jadi tidak sulit membuatnya untuk mengerti.

Kami kembali berbincang tentang hal-hal yang menyenangkan hingga kami melupakan fakta bahwa aku akan segera meninggalkan Sarah dan juga ibuku di kota ini sendiri.

" Hhmm.. Sarah kau percaya pada werewolf, manusia serigala atau semacamnya?."

" Ya Tuhan, kau masih saja membaca tentang mereka. Ini sudah jaman apa, nona."

" Aku kan hanya bertanya, aku juga hanya tertarik pada cerita mereka bukan berarti aku percaya keberadaannya. Tapi ada sesuatu yang aneh yang ku alami baru-baru ini."

" Apa itu?."

Sarah mendekatkan tubuhnya.

" Beberapa hari yang lalu aku pergi ke hutan belakang rumahku, saat akan pulang aku mendengar suara geraman entah itu anjing atau serigala. Lalu tiba-tiba ada seorang pria yang memelukku dari belakang dan menggigit leherku. Dia mengatakan 'aku menemukan mu, Luna-ku' dan setelah itu aku pingsan."

" Lalu saat sadar kau dimana?."

" Itulah yang aneh, saat sadar ternyata aku sudah dirumahku."

" Sudah kuduga, kau delusi. Aku beberapa kali bilang padamu jangan terlalu terbawa perasaan saat kau membaca buku. Kau bahkan tidak bisa membedakan sesuatu yang nyata dan tidak."

" Kau tidak percaya padaku? Sarah aku bersumpah laki-laki itu melakukan itu padaku..."

" Stop. Laki-laki itu seperti apa?"

Sarah menyela perkataanku dengan mengangkat tangannya.

" Aku melihatnya hanya dari samping, penampilannya seperti Jason Momoa."

" Jason Momoa? Aquaman? Wolves?. Jadi laki-laki setampan Jason Momoa berkeliaran dihutan, memelukmu dari belakang dan menggigit lehermu."

Aku mengangguk pada setiap kata yang diucapkan Sarah, wajah Sarah menjadi serius lalu dia menatapku dan membelai kepalaku.

" Gadisku ini sudah gila rupanya. Berhenti menonton film tentang manusia serigala dan temukan laki-laki jika kau begitu kesepian."

" Sarah aku serius.."

" Kau pasti menganggapku begitu bodoh sampai-sampai kau bicara hal konyol. Kalau memang ada laki-laki seperti itu dihutan aku akan dengan senang hati setiap hari menemuinya."

Aku bernafas panjang, sia-sia sekali tenagaku menceritakan hal itu pada gadis bodoh ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!