Baru saja tubuhku kembali meluncur tiba-tiba aku merasakan seseorang menahanku dengan memegangi ransel yang kupakai. Aku masih bergelantungan ditebing tapi lambat laun tubuhku mulai bergerak keatas.
Orang yang menarik ku sepertinya tidak ada kesulitan sehingga dalam hitungan detik aku sudah kembali ke atas dengan selamat tanpa terluka sedikitpun.
Aku sungguh bersyukur tidak jadi mati, saat berbalik dan ingin berterima kasih pada orang yang sudah menyelamatkanku, aku kembali tersentak. Aku membelalakkan mata saat mengetahui bahwa yang menarikku dari tebing bukanlah manusia melainkan seekor serigala paling besar yang pernah kulihat.
Tubuhnya hampir setinggi manusia, berbulu coklat dan matanya kuning keemasan. Matanya yang tajam menyala menatapku seolah aku santapannya. Aku yang masih terduduk di tanah berusaha bangun dengan perlahan.
Sulit kupercaya aku tidak jadi mati karena jatuh dari tebing tapi akan segera mati karena dimakan serigala. Nasib sungguh mempermainkanku.
Aku balas menatap serigala itu, mata kami bertemu dan sedikitpun aku tidak menunjukkan ketakutanku. Aku mundur selangkah dengan tidak melepaskan tatapan sengitku, jika aku lari sekarang dia akan mengejar dan menerkamku maka aku harus berusaha terlihat tangguh didepannya.
Aku kembali mengambil langkah mundur, sedikit demi sedikit hingga menciptakan jarak diantara kami, aku dan serigala itu. Dia masih terlihat memperhatikanku, tak melepaskan sedetikpun mangsanya. Aku mulai menyiapkan kuda-kuda dan bersiap lari sekencangnya.
Apapun yang terjadi aku tidak peduli aku harus meloloskan diri darinya.
Belum sempat aku berlari, serigala itu tiba-tiba pergi dari tempatnya. Dia menuruni tebing dan menghilang diantara pepohonan lebat.
Aku sedikit lega karenanya, dan kakiku yang sejak tadi menahan gemetar akhirnya menyerah juga.
Aku mengambil nafas dalam-dalam, dan dari kejauhan aku bisa mendengar anggota tim ku meneriakan namaku.
Tubuhku kembali terjatuh dan sesaat kemudian Andrew yang pertama kali menemukanku.
" Aluna kau baik-baik saja?."
Dia mencoba membantuku berdiri, anggota tim yang lain akhirnya sampai dan langsung mengerubungiku.
" Apa yang terjadi padamu? kenapa kau memisahkan diri terlalu jauh dari kami?."
Ucap ketua tim kami, aku sudah tahu apa yang akan dia katakan selanjutnya tapi aku masih dalam keadaan syok hingga aku mengurungkan diri untuk menceritakan apa yang terjadi padaku. Aku hanya ingin segera pergi dari tempat ini secepat mungkin.
" Mike, sebaiknya kita turun dulu dari sini. Aluna sepertinya sangat syok."
Andrew seperti bisa membaca pikiranku. Setelah itu kami pun bergegas untuk kembali.
Waktu sudah hampir malam saat kami tiba di penginapan terdekat yang kami sewa. Setelah membersihkan diri kini saatnya aku akan diinterogasi oleh semua orang.
Aku keluar dari kamarku dan melihat semua orang sudah duduk menungguku diruang tamu. Andrew yang menyadari kedatanganku berusaha menenangkanku lewat tatapan matanya dan aku pun duduk bergabung dengan mereka.
Kulihat satu per satu wajah seniorku, dari mereka ada yang menatapku dengan tatapan khawatir ada pula yang terlihat marah siapa lagi jika bukan ketua tim kami, Mike.
" Kami menunggu penjelasanmu."
Hanya itu kata-kata yang keluar dari Mike.
" Eem.. sebelumnya saya minta maaf senior karena sudah membuat kalian semua khawatir."
ucapku terbata karena gugup.
" Aluna, tidak apa-apa. Kami bukan ingin menghakimimu tapi kami ingin tahu apa yang terjadi padamu."
Miranda, seniorku dan satu-satunya wanita selain aku di tim ini. Dia selalu membuatku nyaman untuk berbicara dengannya kepribadiannya sangat dewasa dan bijaksana aku sangat mengaguminya.
Aku mulai menceritakan semuanya mulai dari aku yang merasakan sedang diikuti oleh seseorang, hingga aku yang jatuh dari tebing karena ada yang mendorongku lalu diselamatkan oleh seekor serigala besar.
Semua orang terlihat terkejut namun aku tahu mereka tidak sepenuhnya mempercayaiku dan menganggapku gila terlebih Mike yang sejak awal memang tidak ingin mendengarkanku.
" Omong kosong, hutan itu adalah hutan yang dilindungi. Tidak pernah ada dalam sejarah serigala tinggal ditempat seperti itu dan bahkan dalam ratusan tahun terakhir tidak ada laporan serigala hidup di daerah ini."
" Itulah yang ingin ku percayai, Mike. Tapi aku melihatnya langsung dia setinggi ini dan aku hampir menjadi santapannya."
Aku terbawa emosi hingga melupakan sopan santunku kepada senior sekaligus atasanku.
" Sudahlah.. pembicaraan ini cukup sampai disini aku tidak ingin dengar lagi. Dan kau Aluna, kau tahu apa yang paling kubenci. Aku membenci orang yang tidak bertanggungjawab sepertimu. Kau memisahkan diri dari tim hanya untuk mengikuti instingmu dan itu tidak bisa dimaafkan karena kau bisa saja membuat dirimu dan orang lain terluka."
Aku tak bisa berkata-kata lagi, memang benar yang dikatakan Mike semua yang terjadi adalah kesalahanku sendiri. Pembicaraan itu akhirnya berhenti begitu saja dan kami pun mengubah topik pada masalah pekerjaan.
Hampir tengah malam semua orang sudah memasuki kamar masing-masing dan karena pekerjaan kami yang melelahkan aku yakin semua dari mereka sudah menyelami alam mimpi.
Aku yang tidak bisa menutup mataku barang sedetikpun memutuskan untuk keluar kamar mencari udara segar. Kubuka satu jendela diruang tamu dan aku berdiri menatap lurus ke hutan yang bisa kulihat dari penginapanku meski dalam kejauhan.
Pikiranku kembali ke masa itu, kejadian tiga tahun lalu yang kualami di hutan. Aku menyibak rambut yang kini panjangnya sudah sepunggung tanda itu masih terlihat sama seperti tiga tahun lalu.
Lucu, aneh, dan ajaib. Jika dikaitkan dengan hal mistis tentu aku tidak akan percaya meskipun aku menyukai cerita seperti itu. Aku yakin ada sesuatu yang belum kuketahui secara pasti dan jawaban itu masih kucari sampai hari ini.
" Aluna.."
Aku terkejut Andrew sudah berada dibelakangku tapi aku tidak merasakan kedatangannya.
" Sedang apa kau disini?."
" Dikamar sangat pengap jadi aku mencari udara segar."
" Kau pasti masih memikirkan kejadian tadi sampai-sampai aku menghampirimu kau tidak sadar. Aluna.. kejadian yang menimpamu apakah itu sungguh, maksudku aku sangat mempercayaimu tapi sebagian diriku sulit untuk menerima. "
" Iya aku mengerti, lagi pula ini bukan sekali terjadi padaku. Kau tahu sejak dulu aku tidak punya banyak teman karena mereka pikir aku orang aneh. Aku suka menyendiri, kutu buku, menyukai hal-hal yang tidak biasa seperti komik horor, novel thriller bahkan fiksi. Diantara semua kejadian yang pernah menimpaku ada beberapa yang sangat nyata tapi tidak untuk orang lain. Mereka tidak mempercayaiku dan bilang aku delusi bahkan gila.
Sangat lucu jika kuingat-ingat tapi bukan hal penting mereka mempercayainya atau tidak karena yang terpenting bagiku adalah mencari jawabannya dan aku harus menemukannya."
" Menurutku kau tidak aneh, kau orang yang jujur pada dirimu sendiri dan sangat gigih. Kau meyakini apa yang kau yakini meskipun orang lain menganggapmu gila tapi itu yang membuatmu berbeda, Aluna.."
Senang sekali rasanya saat ada seseorang meski hanya satu orang yang mau mempercayaimu. Aku tidak perlu membuktikan apapun pada mereka yang tidak ingin percaya aku hanya ingin membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku benar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments