Setelah sah menjadi pasangan suami istri, Arumi dan Joni di bawa kembali ke rumah keluarga Santoso.
"Mau kemana kamu?" tanya Sukma yang melihat Joni mengikuti Arumi menuju ke kamar.
"Mau ke kamar ma. Mau istirahat sebentar." jawab Joni, sedangkan Arumi acuh dan mendahuluinya masuk kedalam kamar.
"Enak sekali kamu, datang-datang langsung mau ke kamar, sana pergi ke dapur dan buatkan kami minuman, jangan mentang-mentang kamu menantu di keluarga ini kamu bisa seenaknya saja di sini." ucapan Sukma begitu pedas di telinga Joni. Wanita didepannya yang saat ini berstatus sebagai ibu mertua terang-terangan mengungkapkan ketidak sukanya terhadap menantunya ini.
Joni tak menjawab hanya menjalankan perintah Sukma dengan pergi ke dapur dan membuatkan minuman untuknya.
Flashback on***
"Bisakah kamu buatkan aku kopi, semalaman aku bergadang dan sebentar lagi aku berangkat bekerja Setidaknya biar sedikit fresh." ucap Joni saat mesum ke dalam rumah. Hari ini untuk kali pertamanya Joni kembali ke dalam rumah dan seisi rumah memperlakukan dirinya seperti seorang pelayan bahkan yang memberikannya gelar menantu sampah.
"Tunggu sebentar, aku akan meminta bibi untuk membuatnya." jawab Arumi dan hendak melangkahkan kakinya. Namun langkahnya terhenti saat Joni mengatakan tak ingin orang lain yang membuatnya, Joni hanya ingin Arumi yang membuatkan untuk dirinya, " baiklah aku akan membuatnya untukmu."
Joni tersenyum penuh kemenangan, akhirnya dirinya bisa memulai rencana, salah satunya targetnya adalah Arumi, wanita yang sudah menjebak dan menjeratnya dalam keluarga yang licik dan bermulut pedas.
"Ini mas kopinya." Arumi meletakkan secangkir kopi di atas meja tepat di depan Joni. Joni langsung ingin mencoba dan menyesap kopi dalam cangkir. Namun secara mendadak Joni menyemburkannya dan tak sengaja menenai baju Arumi.
"Kopi apa ini? Apakah di dalam rumah sebesar ini tidak bisa membeli gula? kenapa rasanya sangat pahit."
"Maafkan aku mas, aku sudah memberi gula sesuai ukuran, seperti biasa saat aku membuatkannya untukmu dulu." jelas Arumi. sambil membersihkan baju yang terkena noda kopi akibat semburan Joni.
"Tapi ini tak sama, atau karena seisi rumah ini begitu pahit, hingga rasa kopi yang seharusnya manis menjadi pahit." sindir Joni namun Arumi tak memahami maksud Joni.
"Akan aku buatkan yang baru untukmu. tunggu sebentar." Arumi mengambil cangkir yang tadi di berikan pada Joni dan berencana menggantinya namun di tolak joni.
"Tidak usah membuat lagi, aku harus pergi bekerja sekarang. Bilang pada Ayana aku akan datang malam nanti setelah selesai pekerjaanku." Joni pun meninggalkan Arumi dan keluar dari rumah Santoso.
Tak jauh dari tempat tersebut , Akas sudah menunggu. Joni pun segera masuk kedalam mobil lalu pergi.
Joni menghembuskan nafas dengan kasarnya, setelah sandiwara yang ia buat, "Sepertinya aku perlu ikut casting audisi menjadi aktor, setelah aksiku barusan tadi." Kelvin tertawa sambil melepas kacamata dan juga kumisnya.
Akas melirik Kelvin dari spion dan memperhatikan wajah puas dari bosnya," Mau kemana kita pak, ke kantor atau ketempat lain?" tanya Akas.
"Antar aku kembali ke apartemen, aku Inging istirahat sejenak, semalaman bergadang membuat kepalaku sedikit pusing." Akas pun segera melaju menuju apartemen Kelvin.
Saat hampir mencapai apartemen, Akas tiba-tiba saja mendadak berhenti membaut wajah Kelvin hampir menghantam sandaran kursi depan, jika saja saja tidak mengenakan sabuk pengaman mungkin wajah Kelvin akan memiliki banyak tato.
"Apa-apaan kamu Akas," Kelvin nampak marah dengan yang dilakukan Akas.
"Maaf tuan, sepertinya kita hampir menabrak orang." jelas Akas, lalu ia turun untuk melihat kondisinya.
Kurang lebih lima menit Akas memeriksa baru ia menghampiri Kelvin. Kelvin menurunkan kaca mobilnya saat akas mengetuk, " pak, kita hampir menabrak seorang wanita, dia sekarang pingsan tapi tidak memiliki luka berat, apa yang harus saya lakukan?" tanya Akas yang tak berani mengambil keputusan.
"Kamu terlalu ceroboh, bagaimana itu bisa terjadi. Ya sudah bawa dia ke rumah sakit, setelah kamu mengantarku kembali ke apartemen, dan urus seluruh biaya rumah sakitnya dan juga antarkan dia kembali kerumahnya jika sudah sadar." perintah Kelvin, akas pun mengangguk paham.
Karena jalan saat itu sedang sepi, Akas pun langsung mengangkat tubuh wanita tersebut dan membawanya ke dalam mobil, sedangkan Kelvin berpindah ke depan.
Akas segera mengantarkan Kelvin lalu segera membawa wanita tersebut ke rumah sakit. Tak lupa Kelvin berpesan untuk mengabari dirinya sangat wanita itu sadar.
Kelvin masuk ke dalam apartemen. Ia langsung membersihkan diri. Kelvin merebahkan tubuhnya di atas kasur king size. Dan segera tenggelam dalam alam bawah sadar dan bermimpi sesuatu yang indah, dan melupakan kejadian yang sudah membuat telinganya panas karena ocehan dari keluarga Arumi. Ingin sekali rasanya Kelvin menyimpan mulut mereka satu persatu agar tidak bisa menghina orang dengan seenaknya saja.
Sedangkan Kelvin menunggu wanita yang dibawanya sadar. Setelah kurang lebih dua puluh menit, akhirnya wanita itu sadar dan langsung ketakutan, " Kenapa aku ada di sini? apa yang kalian lakukan?" tanya wanita itu dengan ketakutan.
"Tenang nona, aku tidak akan menyakitimu, aku hanya membawamu ke rumah sakit karena kamu tadi pingsan dan hampir membuat mobil kami kecelakaan, apa anda paham" jawab Akas
"Tuan, tolong selamatkan aku, dia hampir membunuhku." wanita itu memohon dengan wajah memelas dan bibir bergetar.
"Iya-iya aku akan membantumu, jika boleh tahu apa yang terjadi dan kenapa kamu sampai ketakutan bahkan hampir mati ketabrak mobil kami." wanita itu tak menjawab, ia duduk dan memeluk lututnya, sepertinya wanita itu sedang mengalami trauma berat sayang sedang dialaminya.
Akas mencoba menenangkannya, agar bisa di ajak bicara baik-baik. Namun sepertinya wanita itu sedang trauma akan sesuatu.
akhirnya Akas tak bisa memaksanya, hanya menunggu wanita itu tenang agar bisa mengantarkannya pulang. Tak lupa Akas pun memberitahu Kelvin mengenai kondisi wanita tersebut. Perintah Kelvin hanya meminta Akas untuk menyelesaikan masalah tersebut sampai tuntas.
Setelah beberapa jam, akhirnya Akas berhasil mendapatkan informasi mengenai alamat tinggalnya dan sesegera mungkin mengantarkannya kembali ke tempat tinggal asalnya.
Akas mengantarkannya sampai ke depan halaman tempat tinggalnya.
"Sakali lagi aku minta maaf karena hampir mencelakai nona. Kalau begitu saya permisi, karena saya harus kembali bekerja." ucap Akas dengan sopan.
"Terimakasih juga sudah mau menolong saya dan juga mengantarkan saya pulang. kalau boleh tahu siapa nama anda, jika suatu hari nanti bertemu saya akan membalas semua kebaikan anda."
"Akas, panggil saya Akas." Akas pun segera pergi setelah memberitahu namanya tanpa mengetahui nama perempuan tersebut. Akhirnya Akas kembali menemui Kelvin di Apartemen.
_TBC
✔️terimakasih sudah mampir, Jangan lupa tinggalkan jejak LIKE 👍 komen📝 hadiah🎁 vote🔖 dan juga ❤️ terimakasih 🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
On fire
💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼
2024-05-25
0
Wislan Thu Wislan
next thor
2022-09-30
0
S Budhy
semoga succes tuk karya"ssselanjut x...
2022-09-21
0