Sebuah tradisi dalam keluarga Santoso yang sudah di lakukan turun temurun yaitu memamerkan hadiah pemberian dari anak-anaknya. Tujuannya hanya untuk membandingkan kesuksesan anak-anaknya dengan sebuah hadiah. Dan juga hadiah dari orang-orang yang di anggap spesial.
Setelah acara demi acara sudah berlalu, yang paling di tunggu dalam momen spesial ya itu buka kado dari anak-anaknya.
Yang pertama kali Sukma buka adalah hadiah pemberian dari Bily dan Ayu, mereka memberikan sebuah tas Hermes, tas yang di inginkan Sukma sebelumnya, pujian pun tak henti-hentinya di berikan kepada mereka berdua.
Setelah tahu hadiah dari Bily dan Ayu, kini giliran membuka hadiah dari Ardian dan Riska. Ternyata mereka menghadiahkan sebuah cincin permata. Sebuah cincin yang indah dan Sukma pun langsung memakainya.
Selanjutnya Sukma membuka hadiah dari Raka dan juga Karina, mereka memberi hadiah sepatu dari brend terkenal. Yang sangat cocok di kenakan di kaki Sukma.
Tiba giliran Arumi dan juga Joni, namun tak terlihat Arumi memegang kado untuk Sukma.
“Mana kado untuk mama Arumi?” tanya Sukma, membuat Arumi kebingungan.
“Maaf ma, mas Joni belum datang, mas Joni yang bawa kadonya buat mama.” Jawab Arumi.
Sukma menoleh ke kanan dan ke kiri juga ke arah pintu memang tidak mendapati Joni, “Sepertinya dia tak akan datang. Menantu sialan, dia sudah mempermalukan ku di depan para tamu dengan ketidak hadirannya.” Gumam Sukma.
Saat ada kesempatan, Jonathan dengan percaya diri menghampiri Sukma dan memberikan sebuah hadiah untuknya.
“Ini hadiah saya Tante, semoga Tante suka, walaupun terlihat kecil tapi ini sangat berharga.” Ucap Jonathan sambil menyerahkan kotak hadiah yang mungil. Segera saja Sukma menerima dan membukanya, ternyata sebuah anting berlian yang Jonathan berikan, sukma pun merasa senang.
“Lihatlah Jonathan, dia belum jadi anggota keluarga ini saja sudah bisa memberi hadiah yang pantas untuk mama, dia benar-benar calon menantu idaman, tidak seperti Joni. Sudah miskin tapi gayanya masih sok-sokan, di tambah sekarang mempermalukan mama dengan tidak datang bahkan hadiah pun tidak ada.” Ucap Sukma dihadapan para undangan, membuat Arumi merasa sangat malu telah dipermalukan orang tuanya.
Tak lama kemudian, dengan kondisi sedikit basah, Joni buru-buru masuk ke dalam ruangan dan masih mengenakan seragam OB yang ia miliki, memakai kaca mata dan menyelempang sebuah tas hitam. Semua mata tertuju padanya dan mereka pun saling berbisik mempertanyakan pakaian yang dikenakan Joni.
Joni segera menghampiri Sukma dan mengeluarkan hadiah dari dalam tas.
Sebuah kotak warna hitam yang di ikat sebuah pita warna merah, Joni berikan kepada Sukma, “ ini ma, hadiah dari kami, semoga mama menyukainya. Sebelumnya maaf ma, aku terlambat, karena hujan terlalu deras dan tidak mungkin aku menerobos hujan mengunakan sepeda motor.” Ucap Joni malah membuat keluarga Sukma merasa malu.
Tanpa berkata apa-apa, Sukma mengambil hadiah dari Joni dan langsung membukanya, saat itu juga membuat mata Sukma melotot tak percaya. Sukma mengeluarkan barang tersebut dari kotaknya dan ia tunjukkan kepada semuanya hadiah dari Joni.
Satu set perhiasan, diberikan Joni, jika dihitung nilainya lumayan mahal. Arumi pun ikut syok dengan apa yang diberikan Joni, tak menyangka bahwa suaminya membawakan hadiah perhiasan.
“Mencuri darimana kamu Jon, mana mungkin orang seperti dirimu bisa membelikan perhiasan mewah buat Tante Sukma, atau jangan-jangan itu hanya imitasi saja, biar kelihatan asli.” Ucap Jonathan secara tiba-tiba memancing suasana karena hadiah darinya jauh lebih kecil dari milik Joni.
“Jaga mulutmu Jonathan, aku ingin memberikan sesuatu yang berharga untuk mama mertua, apa itu salah.” Saut Joni yang merasa kesal atas tuduhan Jonathan.
“Tidak salah, tapi hadiah yang kamu berikan salah, kamu yang hanya bekerja sebagai OB, buat makan saja masih susah, sok-sokan memberi hadiah perhiasan. Aku yakin perhiasan itu palsu Tante, mana sanggup Joni memberi hadiah seperti itu jika asli." Jhonatan terus memancing Sukma.
“Iya mas, katakan padaku darimana mas dapatkan perhiasan itu, kenapa mas tidak jujur, mas hanyalah seorang OB bagaimana bisa mas memberikan hadiah seperti itu, jangan membuat aku malu mas, lebih baik gak usah bawa apa-apa daripada memberi hadiah imitasi.” Saut Arumi yang kecewa saat sedikit menjauh dari Joni.
“Apa kamu juga tak percaya Arumi, kamu hidup bersama denganku selama bertahun-tahun, dan saat ini kamu nyatakan bahwa kamu tak mempercayai ku?” Joni nampak kecewa dengan keraguan Arumi.
“Bagaimana aku bisa percaya, lihat baju yang aku kenakan ini, baju pembelianmu tahun lalu dan kali ini aku pakai lagi di acara ulang tahun mama. Sedangkan perkerjaan mas hanya seorang OB dengan gaji yang pas-pasan , bagaimana kamu bisa membelikan hadiah mewah buat mama.” ungkap Arumi penuh kekecewaan.
Ardian datang memeriksa perhiasan yang diberikan Joni dan ia menyimpulkan perhiasan itu imitasi, “ ini gak asli ma, ini hanya imitasi. Menantu mama yang satu ini benar-benar mempermainkan mama.
“Apa imitasi?” Sukma pun melemparkan perhiasan tersebut hingga jatuh ke lantai, “ambil barangmu itu, aku gak Sudi menerima barang imitasi. Lihatlah ketiga iparmu semua memberikan hadiah yang layak buatku sedangkan kamu untuk membeli baju saja kesusahan dasar OB rendahan.
“Cukup ma, jangan menghina pekerjaanku ma, menjadi OB itu sumber pemasukanku ma, untuk memenuhi kebutuhan istri dan anakku. Apa salahnya aku menjadi OB, apa karena pekerjaan yang seperti seorang pelayan? Bagiku itu masih lebih baik daripada hidup dengan keluarga, yang selalu memperlakukan aku seperti seorang pelayan. Cukup mama menghinaku setiap waktu, aku ini juga manusia ada batas kesabarannya. Jika aku sudah lelah aku akan menyerah. Selama ini kalian semua keterlaluan selalu menghinaku dan selalu menganggap ku seperti sampah. Apa kalian tak pernah terbesit dalam pikiran kenapa sampai Arumi mau menikah denganku yang dia tahu aku ini orang miskin, kenapa tak kalian tanyakan kenapa Arumi masih ingin bertahan denganku. Disini aku korban, aku yang kalian jadikan tumbal untuk menutupi aib keluarga, seharusnya kalian berterima kasih padaku, bukan malah menghina pekerjaan dan juga kehidupanku.” Didepan semua orang Joni mempermalukan keluarga Santoso.
_TBC
✔️ JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
On fire
👍👍👍
2024-05-25
0
On fire
🙏🙏
2024-05-25
0
On fire
👍👍
2024-05-25
0