Pagi hari, Joni sudah bersiap untuk berangkat bekerja, karena rumah dan tempatnya bekerja cukup jauh. Tak ada sarapan pagi di meja, membuat Joni hanya bisa menggelengkan kepalanya. Arumi masih marah padanya saat mengetahui Joni bekerja sebagai OB di perusahaan CS di mana di perusahaan tersebut ada laki-laki yang hendak dijodohkan dengan dirinya.
“Arumi, aku berangkat bekerja dulu, jaga Ayana dan jangan lupa buatkan sarapan untuknya.” Ucap Joni, lalu pergi berangkat kerja.
Dengan menggunakan sepeda motor butut yang ia miliki Joni berharap bisa sampai lebih awal sebelum karyawan kantor datang.
Sesampainya di sana Joni langsung bekerja, sebelumnya Hendra sudah memberitahu security akan ada OB baru yang akan bekerja di sana.Joni kembali menjalani pekerjaannya yang sudah ia jalani selama lima tahun namun di tempat kerja yang berbada. Kini Joni harus bergelut lagi dengan pekerjaan yang menggunakan sapu dan lap.
Ingat Joni yang kembali secara acak kadang membuatnya lupa dari mana ia memulai pekerjaannya, padahal sudah pernah menjadi OB selama lima tahun lebih Tapi untung saja ada Adi, yang juga seorang OB. Adi membagi tugasnya dengan Joni sehingga bisa menyelesaikan pekerjaan dengan sama-sama. Joni segera menyapu lantai dan membersihkan meja para karyawan, membersihkan kaca, tak lupa Joni membuatkan kopi dan juga teh, setiap karyawan yang datang tercengang dengan apa yang di lakukan Joni, setiap meja sudah terdapat minuman yang selalu di minta untuk menemani para Karyawan bekerja atas informasi dari Adi.
Seorang pria dengan mengenakan setelan jas masuk ke dalam kantor dan semua karyawan yang ada langsung memberi hormat, ia pun langsung masuk ke dalam ruangan.
Joni ingat bahwa itu adalah Marcel, Kakak tirinya yang sangat ia benci, karena dia, dirinya di kirim papanya ke Amerika untuk tinggal bersama dengan Kakeknya. Joni hanya bisa menatap Marcel yang saat ini tetap menduduki posisi direktur CS company dan Jonathan laki-laki yang ingin di jodohkan dengan Arumi bekerja menjadi manager, Joni yang kurus dan memiliki kumis, membuat siapapun tak akan mengenal jika dirinya adalah Kelvin pemilik CS company.
“Semenjak pak Marcel yang memegang perusahaan ini semuanya pada mengeluh." Ucap Hendra yang tiba-tiba saja berada di samping Joni.
“Bapak minta di buatkan minuman apa? Tanya Joni untuk mengalihkan pembicaraan.
“Aku ...” Hendra menunjuk ke dirinya sendiri, “Tidak aku tidak mau minum apa-apa, antarkan kopi buat pak Marcel sekarang atau dia akan teriak-teriak” Setelah memberi perintah Hendra pun pergi, ia merasa canggung untuk memerintah Joni.
Joni pun membuatkan cappucino minuman kesukaannya, ingin rasanya Joni memberi racun di minuman tersebut agar ia bisa segera menyingkirkan orang yang paling ia benci. Namun itu tak ada gunanya yang ada ia akan masuk dalam penjara.
Joni segera mengantarkan cappucino ke ruangan Marcel namun belum sempat kakinya melangkah, seorang wanita yang ia kenal masuk ke dalam kantor dan segera menuju ke ruangan Marcel. Joni pun segera mengikuti dan berada di belakang wanita tersebut.
Pemandangan di luar dugaan, wanita yang selama ini ia cintai, begitu mudahnya ia berpaling meninggalkan dirinya. Rasa sakit di hati Joni langsung berlipat ganda. Setelah meletakkan capuccino di meja Marcel, Joni pun langsung keluar, ia hanya bisa meremas nampan yang ia bawa untuk pelampiasan.
“Kamu benar-benar tega sis, Ternyata kamu sudah menduakan aku, di saat aku pergi tanpa kabar kamu malah bermain hati dengan yang lain. Tunggu waktunya, aku akan membalas semua rasa sakit ini agar kamu tahu apa yang aku rasakan saat ini.” Gumam Joni dan kembali ke pekerjaannya.
Joni tak ingat bahwa dia telah meninggal Siska selama enam tahun, dan semua perjalanan selama enam tahun, hilang dari memory otaknya,
Kembalinya memori ingatan yang secara acak membuat Kelvin sangat kesulitan, mengurutkan kejadian yang ia ingat. Kecelakaan beberapa kali sudah membuatnya sering mengalami sakit kelapa jika ia terlalu keras memikirkan kejadian yang hilang.
Joni pun menyelesaikan pekerjaannya sampai jam kerja selesai, saat ia hendak pulang, Lisa yang bekerja sebagai resepsionis datang menghampiri Joni yang sedang menghidupkan motornya.
“Tunggu ...” ucap Lisa saat menghampiri Joni.
“iya, ada apa mbak? “ tanya Joni dengan sopan.
“Kamu OB baru di sini kan? Apa aku bisa minta tolong?”
“ Minta tolong apa mbak? selagi saya bisa bantu akan saya bantu.”
“Bisakah kamu antarkan saya pulang, saya sedang buru-buru harus pulang dan gak sempat kalau harus nunggu angkot.”
“Tapi saya hanya bawa motor butut mbak, apa mbak gak malu saya bonceng pakai motor ini.” Lisa pun menggeleng dan langsung duduk di boncengan motor Joni. Dengan terpaksa Joni mengantarkan Lisa pulang ke rumahnya yang kebetulan searah dengan jalan pulang.
Namun di jalan Joni berpapasan dengan Bily dan melihat Joni sedang membonceng wanita. Tanpa sepengetahuan Joni, Bily mengambil gambar mereka dan langsung mengirimkannya pada Arumi.
“Mampus kau Joni, sebentar lagi Arumi pasti akan minta cerai darimu. Sudah jadi laki-laki miskin masih saja belagu dan sombong. Apa yang bisa kamu banggakan dengan dasar sampah.” Ucap Bily menghina.
Setelah mengantar Lisa, Joni pun segera pulang ke rumah dan lagi-lagi bukan sambutan hangat yang dia terima tapi amarah sang istri yang ia dapatkan.
“Ini siapa mas, kenapa kamu berbohong denganku, kamu bilang bekerja jadi OB kenapa sekarang kamu pulang dengan perempuan? Jawab mas, aku tidak suka di bohongi, jika mas sudah tidak sanggup hidup denganku lebih baik ceraikan aku. Benar apa yang dikatakan mama, mas laki-laki tak berguna, yang tak akan bisa menepati janji, jika tahu begini akhirnya sudah dari dulu aku minta cerai darimu mas.” Ucap Arumi.
“Cukup Arumi, kenapa datang-datang langsung menyerangku, jika kamu butuh jawaban bertanyalah dengan baik-baik, aku akan menjelaskannya. Dia Lisa resepsionis di kantor tempatku bekerja, dia minta tolong untuk di antarkan pulang dan kebetulan rumahnya searah dengan jalan pulang, apa begitu saja kamu cemburu. Tunggu dulu darimana kamu tahu aku pulang dengan Lisa, siapa yang memberitahumu.”
“Ah... Sudahlah gak usah ditanya aku tahu dari mana, sekarang yang harus mas pikiran bagaimana bisa membelikan hadiah untuk mama, aku tak punya uang untuk membelinya.”
“Biar aku pikirkan nanti, sekarang biarkan aku masuk ke rumah, aku sangat lelah dan aku juga lapar.” Joni pun masuk ke rumah di ikuti Arumi di belakang.”
Setelah membersihkan diri dan makan malam, Joni tak lupa menemani Ayana sebelum tidur, Joni membacakan dongeng untuknya hingga Ayana terlelap dalam tidurnya. Setelah dirasa Ayana sudah tidur Joni keluar dan duduk di teras, ia merenung dengan hidup yang ia jalani.
“Aku harus bertahan, sampai aku benar-benar merasa lelah dan bosan” Gumam Joni sambil memandang langit yang di penuhi bintang.
“Mas... “ panggil Arumi sambil membawakan segelas kopi hitam, “ aku minta maafkan karena sudah curiga padamu, aku benar-benar terbawa emosi saat ada kiriman foto mas dengan wanita lain.”
“Aku juga minta maaf sudah membentak kamu, aku juga minta maaf sampai sekarang belum bisa membahagiakan kamu, aku hanya seorang OB dengan gaji yang pas-pasan dan tampang pun pas-pasan, mama pasti akan malu melihat aku di sana, lebih baik nanti kamu saja yang datang biar aku di rumah saja, aku gak mau mempermalukan kamu dihadapan orang banyak.
“ Gak mas, kamu juga harus datang, kamu juga salah satu menantunya.”
Joni hanya mengangguk dan tersenyum, dibalik Arumi yang cuek dan seperti tak perduli tapi di dalam hatinya masih terselip rasa sayang.
_TBC
✔️ jangan lupa tinggalkan jejak
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
On fire
👍
2024-05-25
1
On fire
😀
2024-05-25
0
Made Yogi
alurnya kurangvsmoothh tapi lumayan untukbhiburan
2023-09-18
0