Hari-hari berlalu, Joni mulai terbiasa dengan pekerjaannya, ia bekerja dari pagi hingga sore untuk membersihkan kantor dan melayani para Karyawan.
Joni baru menyadari, pekerjaannya sekarang jauh lebih nikmat daripada hanya duduk di kursi kerja dan hanya bisa memerintah. Bahkan membesarkan kesalahan kecil.
Seragam biru yang ia kenakan, terasa lebih nyaman di kenakan, ketimbang setelan jas yang mewah yang sebelumnya selalu ia kenakan.
Saat sedang menyapu lantai tak sengaja Joni di tabrak Jonathan yang baru masuk ke dalam kantor. Dokumen yang di bawahnya pun berhamburan ke lantai, dengan sigap Joni membantu Jonathan memunguti kertas-kertas yang berhamburan sambil terus meminta maaf. Saat hendak menyarahkan kertas yang sudah dipungutnya dan ingin menyerahkannya, Joni baru menyadari bahwa itu adalah Jonathan, laki-laki yang selalu ingin ia hindari, karena setiap melihat wajahnya ingin sekali Joni m ngajarnya.
“Kamu... Bukannya kamu suaminya Arumi?” tanya Jonathan sambil menunjuk ke arah Joni.
“Iya saya Joni, suami Arumi.” Jawab Joni sambil membenarkan posisi kacamata yang selalu ia kenakan dan Jonathan malah tertawa dengan angkuhnya.
“Ternyata suami Arumi sekarang menjadi seorang OB disini. Bagaimana bisa Arumi menikah dengan kamu dan apa kamu bisa mencukupi kebutuhan Arumi yang sejak lahir sudah hidup dengan berkecukupan dan sekarang hidup melarat denganmu. Aku kasih saran ya, lebih baik kamu lepaskan Arumi, aku akan membahagiakannya dan aku pastikan dia tak akan hidup kekurangan, lihatlah aku di sini aku sebagai manager sedangkan kamu hanya seorang OB, gaji yang aku dapat empat kali lebih besar dari gaji yang kamu dapat selama sebulan.”
Joni menaikkan alisnya, saat Jonathan begitu menyombongkan diri. Andai dia tahu siapa yang sedang di hinanya mungkin dia akan meringkuk di sudut seperti kucing ketakutan, “Dengarkan aku pak Jonathan, biarpun aku bekerja sebagai OB di perusahaan ini, aku masih mampu membiayai hidup Arumi, dan jangan harap kamu bisa mendapatkan Arumi karena sampai kapanpun aku tak akan melepaskannya." jawab Joni dengan santai.
“Ada ribut-ribut apa ini di kantor? Cepat kembali bekerja.” tiba-tiba saja, Mahendra datang ke kantor bersama dengan Akas asisten pribadi Kelvin sebelumnya.
Joni menatap Mahendra papanya, yang tiba-tiba datang menghampirinya. Namun Joni memilih diam tak menyapa.
Jonathan dan juga Joni langsung membungkuk untuk memberi hormat lalu mereka kembali bekerja. Akas menatap Joni yang kembali bekerja sebelum mengikuti Mahendra.
“Siapa dia? Sepertinya aku mengenalnya, dari cara berjalannya cukup tak asing.” Gumam Akas sambil terus mengingat-ingat OB yang dia perhatikan.
Mahendra masuk ke ruangan tempat dimana dulu akan menjadi ruangan Kelvin bekerja. Mahendra menebarkan pandangan matanya ke seluruh ruangan, yang selalu mengingatnya dengan Kelvin.
“Kelvin maafkan papa nak, papa tidak bermaksud membiarkan kamu menjadi orang susah di luar sana, padahal kamu bisa menikmati semua fasilitas yang papa berikan padamu, Semua ini papa lakukan agar kamu tidak mengalami gangguan mental, itu sangat menyakitkan buat papa jika itu terjadi padamu nak” Mahendra memejamkan mata namun air mata masih menerobos keluar dan membasahi pipi.
“Tuan, anda tidak papa?” tanya akas yang nampak kuatir.
"Jaga dan awasi OB yang bekerja di sini yang bernama Joni." ucap Mahendra dan Akas pun mematuhinya.
Akas yang masih penasaran dengan OB yang di maksud Mahendra dan dia pun segera mencari keberadaannya dan menemukannya sedang membersihkan meja di dapur. Akas terus memperhatikan gerak gerik Joni yang terasa tak asing dan sangat mengenalnya.
“Pak Kelvin” panggil Akas dan saat itu juga Joni menghentikan pergerakan tangannya dan menoleh ke arah sumber suara.
Akas menghampiri dan langsung memeluk Joni, “kemana saja bapak Selama ini. Aku kira bapak tidak akan kembali lagi.”
Joni hanya terdiam mendapatkan pelukan dari Akas, walaupun sebenarnya dia juga merindukan Akas namun ia tidak bisa membuka identitasnya, cukup kecolongan sekali dan tak boleh ada yang mengetahuinya terlebih dahulu.
Joni mendorong tubuh Akas untuk menjauh, hal tersebut membuat Akas terkejut.
“Maaf pak, saya bukan pak Kelvin, saya Joni dan saya hanya seorang OB di sini.”
“Aku yakin kamu pasti pak Kelvin kan, aku sangat hafal dengan bapak, cara jalan bapak, dan cincin yang bapak kenakan itu adalah cincin persahabatan kita jadi sudah membuktikan kalau bapak adalah pak Kelvin, kenapa bapak harus menyamar jadi OB, ini perusahaan milik bapak, seharusnya bapak duduk dan di bekerja di ruangan bapak dan bukan membersihkan dapur kantor dan mencuci gelas di sini.”
Joni pun kecolongan untuk kedua kalinya dan terpaksa ia harus mengakuinya di hadapan Akas, namun Joni memberi alasan kenapa dia lakukan itu dan memaksa Akas untuk menjaga rahasia.
Bagi Akas saat ini perkataan Joni adalah perintah dan harus ia patuhi dan harus siap siaga di saat dia membutuhkan, saat ini Joni hanya meminta Akas untuk menjaga papanya. Sedangkan dirinya akan tetap menjadi seorang OB.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
On fire
Xxx
2024-05-25
1
Ranny
papanya minta Akas menjaga dan mengawasi Joni sedangkan Joni meminta Akas menjaga papanya yg mana yg akan di jaga Akas terlebih dahulu Thor....
2024-03-11
0
Wislan Thu Wislan
next thor
2022-09-30
0