Hari ini adalah hari akhir pekan, setelah sepekan Joni bekerja full time, akhirnya ia bisa meluangkan waktu untuk pergi ke suatu tempat dengan di temani Akas, Joni pergi ke salah satu tempat pemakaman umum.
"Pak kenapa kita pergi kesini?" tanya Akas yang sebelumnya tak diberitahu Joni. Joni tak menjawab pertanyaan Akas namun ia malah mengambil buket bunga yang sudah ia beli sebelumnya. Joni pun segera masuk kedalam area pemakaman dan diikuti Akas yang penasaran, sebab setahu Akas mama kandungnya tidak di makamkan di tempat pemakaman tersebut.
Setelah berjalan menyusuri jalan setapak yang ada di area makam, Joni berhenti disalah satu makam. Joni berjongkok dan meletakkan buket bunga tersebut di samping nisannya dan di nisan tersebut masih ada foto pemilik makam tersebut.
Akas ikut jongkok dan menatap foto tersebut lalu menatap bosnya, berulang kali Akas melakukan itu karena masih tak percaya mereka sangat mirip.
"Jon, maaf baru kali ini aku bisa datang menjenguk kamu. Aku kesini sesuai janjiku, terimakasih sudah rela mendonorkan mata dan juga ginjalmu untukku, aku berjanji sampai kapanpun aku akan tetap mengingatmu sebagai penyelamatku. Terimakasih sudah meminjamkan identitas namamu untuk aku pakai, ya walaupun sebenarnya itu bukan ke inginku melainkan semua rencana dokter Herlambang." sambil mengusap nisan Joni bersamanan Kelvin saat mengalami kecelakaan.
"Pak ini siapa? kenapa bapak datang ke makam ini, saya tahu betul kalau tidak ada keluarga Anda yang dimakamkan di sini?" tanya akas.
"Dia adalah penolongku, seumur hidupku, aku tak akan bisa membalas semua pengorbanan yang ia lakukan padaku. Dia sudah menyelamatkan hidupku dengan memberikan donor mata untukku, jadi dia sekarang adalah bagian dariku."
"Maksud bapak? Saat bapak kecelakaan orang yang bernama Joni mendonorkan matanya untuk bapak?" Akas seolah-olah tak paham dengan paham dengan kata-kata Joni, padahal makam ini adalah makam orang lain yang di sewa Mahendra.
"Ya, dokter Herlambang bercerita, saat aku mengalami kecelakaan pertama kali dan saat itu organ ginjal ku rusak karena tertusuk pecahan kaca. Seseorang bernama Joni datang untuk mendonorkan ginjalnya dengan Arga terbilang cukup murah dengan alasan uangnya untuk pengobatan anaknya yang sedang sakit. Setelah itu saat aku kembali dari Amerika dan mengalami kecelakaan kembali dan mengalami kerusakan di bagian bola mataku, dia datang lagi dan menawarkan untuk donor mata dia dia minta untuk di suntik mati dengan alasan anaknya sudah meninggal dan dia sudah tidak memiliki semangat hidup. Akhirnya Joni mengorbankan ginjal dan matanya agar aku bisa tetap hidup dengan normal." Jelas Kelvin panjang lebar. Namun Akas sedikit tak percaya dengan cerita Kelvin, sebab saat kecelakaan pertama saat Kelvin tidak mengalami luka pada ginjalnya hanya mengalami pendarahan otak saja. Namun Akas memilih dia ia takut jika menjawab Kelvin malah akan mempengaruhi saraf otaknya.
Setelah cukup puas Kelvin menangis, ia pun melepas cincin yang ada di jari kanannya dan meletakkannya di nisan Joni. " Ini hadiah kecil dariku, setelah aku memakai namamu. Dengan ini aku akan melepas nama Joni dan akan kembali menjadi diriku sendiri yaitu Kelvin Casandro."
"Selanjutnya apa yang ingin bapak lakukan? apa bapak akan tetap menjadi Joni? atau kembali menjadi Kelvin." tanya Akas
"Aku akan memakai identitas asliku, tapi tak menutup kemungkinan nama Joni bisa saja aku pakai kembali. Aku akan berada dimana saja sesuai keadaan. Tapi aku akan kembali menemui papa, untuk menunjukkan keberadaan ku bahwa aku masih hidup, ya walaupun aku harus mengalah lebih dulu dengan Marcel, tapi itu akan menjadi awal untuk kehancuran Marcel, aku janji akan membuat Marcel kembali di posisinya sama seperti sebelum kenal dengan papa. Dan aku akan menghancurkan perusahaan Ekor grup, aku ingin melihat tanpa ekor grup, derajat mereka akan di posisi mana."
"Seharusnya kamu lah yang harus di kasihani karena kamu menangisi diri kamu sendiri. Joni itu adalah dirimu yang lain yang kamu lupakan selama enam tahun ini dan kini kamu kembali dengan ingat baru dan mengira kamu baru terbangun dari koma, andai aku bisa menjelaskannya, tapi apa dayaku ini adalah terapi yang harus kamu jalani, sebelum kamu kembali pada dirimu yang dulu." gumam Akas lalu mengikuti Kelvin kembali.
"Kenapa aku sedikit curiga dengan dokter Herlambang, sepertinya ada yang di sembunyikan, apa tujuannya dia membohongi Kelvin dengan mengatakan Joni adalah penyelamatnya yang telah mendonorkan organ tubuhnya. Ini tidak masuk akal, pasti ini ada konspirasi terselubung." Gumam Akas.
Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan makam dan melanjutkan tujuan selanjutnya, yaitu menemui dokter Herlambang, dokter bedah yang mengoperasi Joni dan Kelvin. Kelvin menitipkan barang yang ia bawa saat kecelakaan dan akan mengambilnya setelah semuanya selesai.
Sesampainya di rumah sakit, Kelvin langsung menemui Herlambang dan kebetulan saat itu Herlambang sedang ada waktu senggang.
"Dok! apa dokter masih ingat saya." ucap Kelvin saat masih berdiri di depan pintu ruang kerjanya. Herlambang menatap Kelvin dan ia pun mengangguk.
"Silahkan duduk, bagaimana kabarmu, dan apa sudah selesai?" tanya Herlambang yang mengetahui semuanya, bahkan Herlambang lah yang membantu mengurus pemakaman Joni.
"Iya, sudah semua dok, dan sekarang aku ingin mengambil barang yang aku titipkan pada anda." Herlambang yang paham langsung mengeluarkan sebuah dompet yang berisi semua kartu-kartu yang sangat penting buat Kelvin.
"Terimakasih dok, dan saya harap dokter tetap merahasiakan semuanya, dan jangan sampai ada satu orang pun yang tahu."
"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku sampaikan, tapi tidak sekarang, bukti yang aku miliki belum akurat, nanti setelah semuanya benar-benar valid akan aku beritahu padamu tentang Joni."
"Baik dok, aku tunggu kabar itu, sampai kapanpun!"
Setelah mengambil dompetnya, Kelvin dan Akas pun pergi ke rumah sakit dan saat itu ia berselisih dengan Arumi yang baru datang ke rumah sakit. Arumi membawa Ayana untuk cek kondisi matanya.
"Ma, Ayana kangen papa, kenapa papa gak pernah pulang? apa papa kerjanya jauh sekali?" tanya anak kecil yang baru berusia lima tahun.
"Papa, sedang kerja jauh sayang, papa sedang cari uang yang banyak untuk mengobati mata Ayana dan biar Ayana bisa melihat lagi."
"Iya mama, tapi nanti saat Ayana akan operasi, papa ada kan ma, buat temani Ayana. Ayana ingin bisa melihat papa." Arumi hanya bisa menitikkan air mata, walau kehadiran Ayana tidak dinginkan, namun Ayana mempu membuat Arumi sadar bahwa kehadirannya adalah sebuah anugerah, walaupun tak tahu siapa ayah kandung Ayana yang sebenarnya, tapi di mata semuanya termasuk Ayana, Joni adalah papanya.
_TBC
✔️ jangan lupa tinggalkan jejak
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
On fire
Wrth
2024-05-25
0
On fire
Ggh
2024-05-25
0
Ranny
apakah Ayana hasil dr pemerkosaan ya Thor
2024-03-11
0