Santoso yang tak ingin Joni mempermalukan keluarga langsung menghampiri Mahendra dan mencegahnya untuk bicara dengan Joni.
“Pak, anda tamu spesial kami, jadi biarkan kami menjamu anda, dan silahkan menikmati pesta kami. Jangan hiraukan masalah kecil yang barusan terjadi itu hanya urusan anak-anak muda.” Ucap Santoso mengalihkan perhatian sedangkan Ardian dan Raka segera menyeret Joni keluar.
“Cepat pergi dari sini. Dan jangan pernah kembali. Keluarga ini sudah tidak menerimamu kembali. Cepat”dengan kasar kedua ipar Joni mengusirnya.
“Tak perlu kalian mengusirku, akupun akan keluar dari tempat ini. Ingat kata-kataku, suatu hari nanti akan ku balas semua yang sudah kalian perbuat, bahkan akan ku buat hidup rumah tangga kalian berantakan sama seperti kalian menghancurkan kehidupan rumah tanggaku.” Joni pun pergi meninggalkan kediaman Santoso, walaupun hujan deras masih mengguyur kota, tak dipedulikan Joni lagi.
Sedangkan di dalam Mahendra beberapa kali menoleh ke arah luar dan mencari sosok OB yang bekerja di perusahaannya. “Apakah OB tadi itu menantu kamu?” tanya Mahendra pada Santoso.
“Eeeemmm iya, dia suami dari anak bungsu saya tuan. Sepertinya anda tertarik dengan Joni, tapi maaf tuan sebelumnya Joni adalah menantu paling tidak berguna di dalam keluarga ini. Bekerja di perusahaan pun dia tidak becus, ya memang dia layak hanya menjadi OB.” Jelas Santoso yang menjelekkan menantunya sendiri.
“Apa kau melihat pakaian yang ia kenakan?”
“Iya tuan, itu salah satu seragam OB di perusahaan CS, perusahaan milik bapak.Jawab Santoso.
“Kamu tahu, siapa saja yang bekerja di sana, mereka semua adalah orang-orang pilihan dan salah satu menantumu menjadi pilihan perusahaan, jangan pandang rendah status pekerjaannya, bukannya kalian harusnya bersyukur bisa memiliki dia, laki-laki yang tidak serakah dengan harta. Baiklah, kalau begitu saya permisi, terimakasih sudah mengundang saya. Tapi sepertinya pesta ini tidak sesuai dengan harapan saya. Oya aku membawakan kado untuk istrimu semoga dia suka , jangan melihat harga dan rupa, karena itu tidak ada gunanya jika sudah kehilangan benda yang paling berharga.” Mahendra pun meninggalkan pesta dan meninggalkan beberapa pesan yang harus di pahami.
Sebelum pergi Mahendra tanpa malu memunguti perhiasan yang bergeletakan di lantai dan memberikannya kepada Arumi yang masih terdiam memaku, Arumi masih tak percaya semuanya akan berakhir seperti malam ini.
Mahendra menyerahkan perhiasan tersebut ke tangan Arumi, “ jangan buang mas berharga ini, jika mamamu tak menginginkannya, lebih baik kamu simpan. Ini asli bukan imitasi karena aku sendiri yang memberikannya kepada Joni.” Ucap Mahendra lalu untuk meyakinkan Arumi, walaupun sebenarnya Mahendra tak tahu apa-apa. Mahendra pun melangkah pergi meninggalkan kediaman Santoso dan membatalkan rencananya untuk mengajak kerjasama perusahaan Ekor grup dengan CS grup.
Arumi menatap sebuah kalung yang indah dan juga sepasang anting dan cincin. “Mas Joni...” ucap Arumi yang baru menyadari bahwa dia sudah menyakiti hati Joni dengan tak menghargai usaha dan malah memojokkannya.
Arumi berlari ke tepi jalan mencari sosok Joni yang sudah hilang. “ Mas kamu dimana, maafkan aku mas, aku sudah salah menilai mu, kamu sudah berusaha tapi kenapa aku tega menghinamu bahkan tidak mempercayaimu.
Arumi kembali masuk dalam rumah setelah acara selesai. Ruangan sudah nampak sepi, hanya tinggal seluruh keluarga yang ada. Arumi menghampiri Bily, kakak tertuanya yang sudah memfitnah Joni.
Arumi tiba-tiba saja menampar wajah Bily yang tahu apa-apa.
“Apa yang kamu lakukan Arumi, berani sekali kamu menampar kakakmu?” bentak Bily.
“Kalian semua sudah keterlaluan, memfitnah mas Joni bahkan menghinanya, bahkan mas Joni sudah bersusah payah ingin memberikan hadiah yang terbaik tapi masih kalian fitnah dengan mengatakan perhiasan imitasi. Perhatikan baik-baik dan buka mata kalian, apa ini imitasi? Ini mas asli.” Bily mengambil mas tersebut dan menggosoknya dan ternyata benar itu mas asli.
“Ini mas asli ma” ucap Bily sambil menatap Sukma.
“Apa kamu gak salah, ini benar-benar asli?” Sukma pun mengeceknya dan ternya benar-benar asli. Sukma hanya bisa menganga tak percaya dan tak bisa berkata apa-apa.
“Aku harus pulang ma, aku harus minta maaf dengan mas Joni. Aku gak bisa kehilangan mas Joni dia suamiku.” Arumi pun pulang dengan membawa Ayana, ia segera pulang ke rumah dan berharap suaminya masih ada di rumah untuk menunggunya.
Sesampainya di rumah, Arumi sudah tidak mendapati Joni. Arumi pun menyesal atas apa yang sudah dilakukannya. Ia pun terduduk di lantai dan menangis sejadi-jadinya, melampiaskan kesalahannya. “ mas Joni jangan pergi, jangan tinggalkan aku dan Ayana. Aku menyesal mas, tak mempercayaimu. Aku mohon mas beri aku kesempatan untuk minta maaf.
Sebuah Dokumen surat perceraian tergeletak di atas meja. Dimana di dalamnya sudah di bubuhi tanda tangan Joni.
Setelah membaca surat cerai tersebut Arumi hanya bisa menangis dan terus menangis.
***********
Setelah kejadian tersebut, Joni memilih tinggal di apartemen, dan tetap menggunakan identitasnya sebagai Joni sebelum rencananya berhasil.
Tak ada yang berbeda dari Joni, setelah kejadian malam itu. Joni tak memperlihatkan kesedihannya. Ia tetap bekerja seperti biasa bahkan sekarang lebih bersemangat. Rencana keduanya pun siap dimulai.
Pagi itu saat Joni sedang bekerja, tanpa di sangka Arumi datang ke kantor CS untuk bertemu dengannya.
“Jon, ada istrimu nyariin, itu nungguin di luar.” Ucap Adi saat memberitahu Joni.
“Oh.. iya.. bentar lagi aku akan menemuinya. Aku minta izin sebentar ya, mau ngobrol di luar kantor sebentar, nanti kalau ada yang nanyain kamu tahu kan harus jawab apa.” Adi pun hanya mengacungkan jempol, sebagai syarat.
Joni segera keluar dan menghampiri Arumi yang berdiri di pojokan, “ Arumi, kenapa kamu datang ke kantor? Apa kamu kemari untuk mengantarkan dokumen perceraian kita?” tanya Joni namun Arumi menggelengkan kepalanya. “ lalu untuk apa kamu kemari? Kalau begitu kita bicara di luar, gak enak kalau kelihatan karyawan yang lain.” Joni pun mengandeng tangan Arumi dan membawanya keluar sambil minum es.
“Mas, aku minta maaf. Aku baru sadar, selama ini sikapku terhadapmu salah. Aku benar-benar memandang rendah dirimu, apakah hubungan kita bisa di perbaiki tanpa harus ada perceraian.”
Joni melihat ketulusan dari setiap kata-kata Arumi, hatinya terenyuh tapi dia masih tetap pada pendiriannya, untuk menceraikan Arumi.
“Maafkan aku Arumi, Aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu. Keputusanku sudah bulat, jalan terbaik antara kita berdua saat ini hanyalah perpisahan.” Joni mencakup kedua pipi Arumi, “ Aku akan bekerja keras dan akan kembali melamar mu sesuai keinginan ayahmu, agar mereka semua tidak memperlakukan aku seperti sampah lagi.” Joni pun mengecup kening Arumi lalu melepaskan tangannya dari kedua pipinya.
“Apakah mas Joni akan menepati janji, akan kembali datang untuk menikahi ku lagi?” Arumi meyakinkan keputusan joni akan janjinya.
“Aku janji, sekarang kembalilah kepada orang tuamu, dan tandatangani dokumen perceraian kita, aku tunggu. Sepertinya aku harus kembali bekerja, aku pergi dulu.” Pamit Joni dan hendak pergi. Arumi pun langsung memeluk erat Joni sebelum melepaskannya untuk selamanya.
Penyesalan memegang selalu datang terlambat, setelah terjadi perpisahan barulah kita sadari betapa berharganya sebuah kebersamaan. Kini Joni dan Arumi harus bercerai, tapi ini bukanlah akhir namun awal sebuah hubungan antara mereka.
Joni pun meninggalkan Arumi dengan terpaksa dan kembali ke kantor. Sesampainya di kantor Adi sebagai temannya langsung memberitahu bahwa dirinya sedang dicari pak bos Mahendra dan di tunggu di ruangannya.
“Sejak kapan pak bos mencariku?” tanya Joni.
“Tak seberapa kamu keluar, dan aku bilang kamu sedang pergi beli kopi. Sekarang lebih baik kamu temui jika tidak kamu bisa di pecat.”
“Baiklah, aku akan menemuinya, terimakasih atas bantuanmu. Aku doakan suatu hari nanti, keinginanmu bisa terkabul.” Joni menepuk pundak Adi lalu beranjak pergi ke ruang utama tempat Mahendra sedang menunggunya.
Joni mengutuk pintu dan langsung di persilahkan masuk Mahendra, di dalam juga ada Akas yang menjaga Mahendra.
“Maaf pak bos apa anda mencari saya?” tanya Joni dan Mahendra pun mengangguk.
“Bagaimana hubunganmu dengan keluarga Santoso.” Pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul dari mulut Mahendra.
“Eeemm, maaf pak saya dan Arumi akan bercerai, mungkin itu keputusan yang terbaik.”
“Bagus, aku dukung keputusanmu, padahal awalnya aku ke sana ingin menawarkan kerjasama dengan perusahaannya. Tapi setelah melihat perlakuan mereka padamu membuatku berfikir ulang untuk menjalin kerjasama.”
“Maaf pak, saya tidak ada ikatan apa-apa dengan mereka, kenapa anda harus mengurungkan niat anda hanya karena melihat sikap mereka terhadap saya.” Mahendra hanya tertawa dan menjelaskan semuanya, hal tersebut membuat Joni sedikit lega ternyata papanya tak mengetahui identitas dirinya. Setelah semua penjelasan tersebut Joni keluar dari ruangan dan kembali ke tempatnya bekerja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
On fire
Vgfg
2024-05-25
1
On fire
Ggg
2024-05-25
0
Ranny
Arumi hanya tergoda dengan harta saja karena dia sdh terbiasa dulu hidup bergelimang harta
2024-03-11
0