Minta Maaf

Jack menelpon Alexander.

Tut....tut....tut....

"Apa kamu sudah sampai di Vila?" Tanya Alexander setelah telepon tersambung

"Iya bos. Saya baru saja pergi." Jawab Jack

"Mmm Bos....." Jack menggantung ucapan nya.

"Ada apa?" Tanya Alexander

"Bos gak apa-apa kan? Olivia mengkhawatirkan bos. Dia tadi minta tolong untuk mengecek keadaan bos karena takut terjadi apa-apa dengan bos. Dan saya berjanji akan menghubungi dia jika sudah tahu kabar bos" jelas Jack

"Ngapain dia khawatir padaku? Aku baik-baik saja. Aku sekarang di Markas. Kamu ke sini dan temui aku di ruangan" ucap Alexander

"Baik bos"ucap Jack

Saat telepon terputus Jack segera menghubungi Olivia.

Tut.....tut....

"Hallo Jack. Gimana? Alexander baik-baik saja kan?" Tanya Olivia

"Iya dia baik-baik saja. Sekarang aku akan pergi menemui nya" jawab Jack

"Syukurlah kalau dia gak apa-apa." Ucap Olivia

"Kalau begitu aku tutup telepon nya" ucap Jack

"Hmmm" sambungan telepon terputus.

10 menit kemudian Jack sudah sampai di Markas Mogilevich lalu segera pergi menemui Alexander di ruangan nya.

Tok...tok....ceklek....Jack membuka pintu ruangan lalu masuk menghampiri Alexander yang duduk di kursi kebesaran nya.

"Apa dia tidak mengatakan sesuatu saat kalian dalam perjalanan ke Vila?" Tanya Alexander

"Dia menceritakan soal masalah kalian bos. Dia takut karena bos sangat menakutkan" jawab Jack

"Trus?" Tanya Alexander

"Bos saya bukannya mau ikut campur tapi.....kalian baru saja jadian lebih baik bos pulang ke Vila dan memberikan kesempatan pada Olivia untuk bicara. Saya yakin bos Olivia mencintai Bos" jelas Jack

"Cinta? Kalau cinta dia tidak mungkin tidak mengakui ku sama mama nya" ucap Alexander

"Dia hanya butuh waktu saja bos. Bos gak mau kan jika dia akan berpindah hati" ucap Jack

"Apa maksud kamu? Dia sekarang adalah pacar ku. Aku gak mungkin biarkan pria manapun mendekati nya termasuk mantan nya sialan itu" ucap Alexander

"Kalau begitu bos kembali ke Vila saja. Jangan lupa untuk meeting besok pagi bos" ucap Jack

"Hmmm. Aku mau mandi dulu" ucap Alexander setelah mandi dan berganti pakaian dia pergi menuju Vila.

Dalam perjalanan kembali ke Vila Alexander bertemu dengan salah satu direktur perusahaan miliknya sehingga Alexander pun masih menikmati kopi bersama nya sambil melapor kinerja selama 1 bulan. Karena dia tidak akan hadir meeting besok berhubung istrinya akan melahirkan dan mengharuskan nya menemani sang istri di rumah sakit.

Waktu menunjukan pukul 19.00 Olivia kembali mengecek keberadaan Alexander di kamarnya. Hasilnya pun sama Alexander tidak ada di kamar nya

Olivia menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang Alexander.

"Hhhhhmmmm aromanya begitu menempel di ranjang nya. Apa dia tidak akan pulang?? Hmmmmm" Olivia memejamkan mata nya dan dia pun tertidur.

Pukul 21.00 Alexander sudah sampai di Vila lalu pergi ke kamar Olivia.

Kemana dia? Batin Alexander setelah memeriksa kamar Olivia.

Alexander ke kamar nya dan melihat keberdaan Olivia yang sedang tidur diatas ranjang nya. Perlahan Alexander mendekati Olivia.

Apa kamu harus memakai lipstik untuk tidur sayang? Atau karena kamu menungguku? Batin Alexander tersenyum.

Alexander perlahan ingin mencium Olivia tapi aroma Alexander yang dikenal Olivia membangunkan nya.

Olivia tersenyum lalu dengan cepat mengecup bibir Alexander.

Alexander kaget dan membuka mata nya.

"Kamu sudah bangun...." ucap Alexander

Olivia duduk lalu menggenggam tangan Alexander.

"Kamu kemana aja? Aku pikir kamu tidak akan pulang" tanya Olivia dengan mata berkaca-kaca

"Maafkan aku" ucap Alexander menarik Olivia kepelukan nya.

"Aku yang harus nya minta maaf. Aku janji saat Mom ke Jerman aku akan kenalin kamu pada nya" ucap Olivia

"Iya sayang" ucap Alexander

"Makasih" ucap Olivia

"Kalau begitu ulang dong yang tadi" Alexander menunjuk bibir nya.

"Apaan sih" Olivia tersipu malu.

"Sayang pleaaseeee" rengek Alexander

CUP........Olivia kembali mengecup bibir Alexander.

Alexander pun menahan tengkuk Olivia lalu mencium nya dengan lembut. Olivia pun membalas ciuman itu. Saat mereka hampir kehabisan oksigen mereka menghentikan ciuman itu.

"Kembalilah ke kamar mu sayang akan berbahaya jika kamu lama-lama di kamarku" ucap Alexander

"Hmmm. Selamat tidur" Olivia berlari keluar kamar Alexander.

Astagaaaa kenapa aku menikmati ciuman nya? Apa dia tahu??? Aaaaahhh memalukan. Aku sungguh tidak bisa menolak saat dia menyentuhku. Batin Olivia

🤍🤍🤍🤍🤍🤍

Kring.....kring....kring......

Ponsel Marvel berdering.

"Hallo" ucap Marvel

"Ini aku Rain asisten tuan Petter" ucap Rain

"Kenapa aku tidak bisa menghubungi tuan mu? Ha?? Kamu tidak tahu apa yang terjadi padaku" tanya Marvel

"Tuan Petter hanya menggunakan ponsel sekali pakai jika berkomunikasi dengan klien nya." Jawab Rain

"Shi*...." umpat Marvel

"Tuan Petter ingin kamu datang ke filipina besok untuk melakukan transaksi dengan bandar di sini. Untuk bayaran nya pasti akan setimpal dengan pekerjaan mu" ucap Rain

"Apa? Maaf aku tidak bisa. Kakiku belum sembuh total bahkan sekarang aku harus menggunakan kursi roda" ucap Marvel

Ting.....pesan masuk di ponsel Marvel.

"Terima tawaran itu kalau kamu masih ingin hidup"  isi pesan Jack

Marvel yang membaca isi pesan itu hanya bisa mengumpat dalam hati.

"Oh yaya aku akan melakukan transaksi itu" ucap Marvel

"Bagus. Hubungi aku jika kamu sudah di Italia" ucap Rain lalu memutuskan sambungan telepon.

Kring.....kring...kring......ponsel Marvel kembali berdering.

"Apa kamu menyadap ponsel ku? Ha? Shi*...." tanya Marvel

"Jangan protes. Besok aku akan menyediakan jet pribadi untuk mu berangkat ke Italia. Dan jangan berani tidak menjawab telepon ku" Ucap Jack

"Ya ya ya. Sudahlah aku mau istirahat" ucap Marvel lalu memutuskan sambungan telepon.

Jack pun langsung menelpon Alexander untuk memberi tahukan informasi ini.

Tut....tut....tut....tut....

"Hallo" ucap Alexander

"Petter menyuruh Marvel ke Filipina untuk melakukan transaksi narkoba bos" ucap Jack

"Apa??? Bagus ini kesempatan ku" ucap Alexander

"Iya bos. Aku baru saja bicara dengan Marvel dan kita akan menyediakan jet pribadi untuk nya besok." Ucap Jack

"Okay. Kita akan pergi bersama nya besok ke Filipina. Dan untuk meeting besok di tunda sampai kita kembali ke Jerman" ucap Alexander

"Baik bos. Saya akan menjemput bos besok pagi" ucap Jack

"Hmm" Alexander memutuskan sambungan telepon

"Aku harus berpisah lagi dengan Olivia" ucap Alexander dengan sedih.

"Apa dia sudah tidur?" Tanya nya pada diri sendiri.

Alexander keluar dari kamar nya dan mengecek apakah Olivia sudah tidur atau belum. Dam ternyata benar Olivia sudah terlelap dengan mimpi indah nya.

"Aku harus pamit padanya besok saja kasihan dia sudah tidur" ucap Alexander

❤🤍❤🤍❤🤍

Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.

jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:

Hamil di Luar Nikah

Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)

Aku bukan Pelacur

Cinta Segi Tiga

Episodes
1 Awal dari Petaka
2 Awal dari Petaka #2
3 Ketemu
4 Menikah
5 Kesepakatan
6 Ketahuan
7 Deal
8 Wanita Ku
9 Olivia diculik
10 Menyelamatkan
11 Identitas Alexander
12 Jalan-jalan
13 Pelaku Pembunuhan
14 Berkenalan dengan Pelaku
15 Identitas Pelaku
16 Jadian
17 Kencan Pertama
18 Marah
19 Minta Maaf
20 Dunia Milik Berdua
21 Makan Malam
22 Tidak Mungkin
23 Mimpi
24 Surprise
25 Gak Mau Jadi Obat Nyamuk
26 Surprise #2
27 Jawaban Petter
28 Hampir Saja
29 Petter bertemu dengan Thomas
30 Waktu Untuk Olivia
31 Waktu Untuk Olivia
32 Waktu Untuk Olivia
33 Waktu Untuk Olivia
34 Senjata Makan Tuan
35 Pintu dikunci
36 Informan
37 Jam 9 Malam
38 Peringatan untuk George!
39 Permintaan Alyne
40 Lamaran
41 Kabar Bahagia untuk Mom
42 Tunangan Dulu
43 Hamili Aku
44 Takut
45 Mom Alyne tahu Alexander Mafia
46 Hari tak terlupakan
47 Terlambat
48 Singapura
49 Membuat Rencana
50 Menikah
51 Olivia Hamil
52 Marah dan Bahagia
53 Bertemu
54 Kebenaran Terungkap
55 Minta Maaf
56 Melamar kedua kali
57 Persiapan Pernikahan
58 Hari Pernikahan
59 Honeymoon
60 Keputusan Tepat
61 Rencana Thomas
62 Undangan
63 Tawaran Alexander
64 Party George dan Aghata
65 Cari Tahu
66 Kecurigaan Alexander
67 Jack Tahu
68 Ajakan Makan Malam
69 Takut
70 Rencana Baru
71 Kesempatan
72 Olivia di Rumah Sakit
73 Satu kesempatan untuk Rain
74 Diterima
75 tidak terpengaruh
76 Nomor tak dikenal
77 Tugas Walter
78 Suruhan Thomas
79 Peringatan
80 Weekend
81 Teman sekolah
82 Datang ke Vila
83 Tidak Sesuai Rencana
84 Belum Move On
85 CLBK
86 Wekeend
87 Lahiran
88 Bahagia dan Kecewa
89 End
90 Ucapan Terimakasih
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Awal dari Petaka
2
Awal dari Petaka #2
3
Ketemu
4
Menikah
5
Kesepakatan
6
Ketahuan
7
Deal
8
Wanita Ku
9
Olivia diculik
10
Menyelamatkan
11
Identitas Alexander
12
Jalan-jalan
13
Pelaku Pembunuhan
14
Berkenalan dengan Pelaku
15
Identitas Pelaku
16
Jadian
17
Kencan Pertama
18
Marah
19
Minta Maaf
20
Dunia Milik Berdua
21
Makan Malam
22
Tidak Mungkin
23
Mimpi
24
Surprise
25
Gak Mau Jadi Obat Nyamuk
26
Surprise #2
27
Jawaban Petter
28
Hampir Saja
29
Petter bertemu dengan Thomas
30
Waktu Untuk Olivia
31
Waktu Untuk Olivia
32
Waktu Untuk Olivia
33
Waktu Untuk Olivia
34
Senjata Makan Tuan
35
Pintu dikunci
36
Informan
37
Jam 9 Malam
38
Peringatan untuk George!
39
Permintaan Alyne
40
Lamaran
41
Kabar Bahagia untuk Mom
42
Tunangan Dulu
43
Hamili Aku
44
Takut
45
Mom Alyne tahu Alexander Mafia
46
Hari tak terlupakan
47
Terlambat
48
Singapura
49
Membuat Rencana
50
Menikah
51
Olivia Hamil
52
Marah dan Bahagia
53
Bertemu
54
Kebenaran Terungkap
55
Minta Maaf
56
Melamar kedua kali
57
Persiapan Pernikahan
58
Hari Pernikahan
59
Honeymoon
60
Keputusan Tepat
61
Rencana Thomas
62
Undangan
63
Tawaran Alexander
64
Party George dan Aghata
65
Cari Tahu
66
Kecurigaan Alexander
67
Jack Tahu
68
Ajakan Makan Malam
69
Takut
70
Rencana Baru
71
Kesempatan
72
Olivia di Rumah Sakit
73
Satu kesempatan untuk Rain
74
Diterima
75
tidak terpengaruh
76
Nomor tak dikenal
77
Tugas Walter
78
Suruhan Thomas
79
Peringatan
80
Weekend
81
Teman sekolah
82
Datang ke Vila
83
Tidak Sesuai Rencana
84
Belum Move On
85
CLBK
86
Wekeend
87
Lahiran
88
Bahagia dan Kecewa
89
End
90
Ucapan Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!