Jadian

Mobil Alexander memasuki kediaman nya. James langsung membukakan pintu untuk Alexander.

"Apa Olivia belum keluar dari Vila?" tanya Alexander

"Belum Bos." jawab James

Alexander masuk ke dalam Vila menuju kamar nya. Setelah membersihkan diri nya, dia pergi ke kamar Olivia.

Tok....tok...tok...

"Masuk...." ucap Olivia dari dalam kamar.

Ceklek......Alexander membuka pintu.

"Ka...kamu sudah pulang" ucap Olivia kaget dengan keberadaan Alexander

Alexander tersenyum sambil membentangkan tangan nya.

"Ini termasuk perintah Olivia Tanlar" ucap Alexander

"Tapi......" Olivia menggantung ucapan nya.

"Kamu yang memelukku atau aku yang akan memelukmu?" tanya Alexander

"Emang apa beda nya?" tanya balik Olivia

"Jika kamu yang memeluk ku berarti gaji kamu tidak akan ku potong karena kemarin aku tidak ada dan jika aku yang yang memeluk mu berarti gaji kamu akan ku potong. Sekarang pilih lah" jelas Alexander

"Dasar....." Ucap Olivia lalu ia perlahan berjalan menghampiri Alexander lalu memeluk nya.

Alexander pun membalas pelukan Olivia.

"Aku sangat merindukan mu" ucap Alexander

Deg.......ucapan sederhana Alexander membuat Olivia terdiam. Ucapan yang sama seperti yang diucapkan Thomas tapi ucapan Alexander dapat dirasakan ketulusan nya.

Kenapa dia bisa begitu lembut mengucapkan itu? Apa dia benar-benar merindukan ku?. Batin Olivia

Olivia hendak melepaskan pelukan nya tapi Alexander menahan nya.

"Biarkan tetap seperti ini. 2 menit saja, sungguh aku sangat merindukan mu Olivia Tanlar" ucap Alexander

Olivia pun tidak menolak dan membiarkan Alexander memeluk nya. Aroma Alexander tercium jelas di hidung Olivia.

Dia sangat wangi. Batin Olivia.

Alexander menguraikan pelukan nya.

"Apa kamu tidak merindukan ku?" tanya Alexander

Apa aku merindukan nya? Jujur aku senang dia berada di sini sekarang. Trus apakah itu sama bahwa aku merindukan nya? Hmm aku tak tahu. Batin Olivia

"Aku rasa iya setelah melihat mu menatap ku seperti ini" ucap Alexander

"Ge geer" ucap Olivia memalingkan pandangan nya.

"Aku tidak keberatan jika kamu menatap wajah ku. Aku bersedia kok di tatap oleh mata indah seperti mu" ucap Alexander

"Ka kamu apaan sih. Ak aku mau istrahat" ucap Olivia gugup

"Temani aku makan. Sudah cukup kamu istirahat" ucap Alexander lalu ia keluar dari kamar Olivia.

"Dasar....." Olivia pun keluar dari kamar nya mengambil kan makanan untuk Alexander.

Tok...tok...tok...ceklek....Olivia masuk ke kamar Alexander.

"Nih." ucap Olivia.

"Aku berubah pikiran. Kita makan di luar saja" ucap Alexander

"A a apa?? Ka...."

"Sana kamu siap-siap. Atau kamu mau melihat ku berganti pakaian?" potong Alexander

"Pria nyebelin." ucap Olivia lalu ia keluar dari kamar Alexander membawa makanan kembali.

5 menit kemudian mereka keluar menuju restoran.

"Kamu kenapa memakai dress?" tanya Alexander melirik Olivia yang sangat cantik dengan pakaian dress putih di tubuhnya.

"Bukan kah dress ini kamu yang belikan? Aku hanya pakai saja" jawab Olivia

"Apa kamu tidak kedinginan?" tanya Alexander

"Nggak kok. Bisa tidak fokus aja nyetir nya?" jawab Olivia

Dia sangat cantik. Batin Alexander

10 menit kemudian mereka sudah sampai di restoran.

"Kamu sangat cantik" ucap Alexander

"Apa tidak ada ucapan lain?" tanya Olivia

"Sungguh kamu sangat cantik. Thomas pasti menyesal mengkhianati mu" ucap Alexander

"Udah stop, makanan kita sudah datang" ucap Olivia.

Mereka menyantap makanan dengan lahap. Setelah selesai Alexander membawa Olivia ke suatu tempat.

"Apa kita belum pulang?" tanya Olivia menyadari jalan bukan ke arah Vila.

"Hmm." Alexander mengangguk.

2 menit kemudian mobil Alexander berhenti. Mereka turun dari mobil. Alexander melihat orang yang menjual topi langsung membeli nya.

"Kamu kenapa beli topi?" tanya Olivia

Alexander hanya tersenyum lalu pergi ke orang yang menjual jacket. Dia membelinya lalu memakai nya dan memakaikannya pada Olivia.

Syal milik nya pun di pakaikan Alexander pada Olivia. Terakhir topi yang dibeli nya dipakaikan Alexander pada Olivia juga.

"Perfect. Aku tidak mau kamu sakit" ucap Alexander

"Makasih" ucap Olivia

Tiba-tiba seseorang hampir menabrak Olivia. Dengan cepat tangan Alexander menarik Olivia hingga jatuh ke pelukan nya.

"Orang itu sangat tahu apa yang aku ingin kan" ucap Alexander

"Dasar......" Olivia tersenyum menatap Alexander

"Aku akan membuat mu jatuh cinta pada ku Olivia" ucap Alexander

"Tidak semudah itu Roberto Alexander" ucap Olivia

CUP.......kecupan mendarat di bibir Olivia. Mata Olivia terbuka lebar saat merasakan bibir Alexander.

Deg........jantung nya berdetak cepat tidak seperti biasa nya.

Ada apa dengan jantung ku? Tidak.....aku pasti hanya kaget saja karena di cium sama Alexander. Batin Olivia

"Aku bisa merasakan detak jantung mu sayang" bisik Alexander di telinga Olivia yang membuat Olivia merinding.

Olivia mendorong Alexander lalu berlari menjauh dari Alexander.

Aku pasti sudah gila......dasar....memalukan sekali. Kenapa dia bisa mendengar nya ya? Apa karena berdetak sangat cepat? Sial....memalukan....ingin rasanya aku menghilang dari hadapan nya. batin Olivia

Ternyata ciuman mampu membuat jantung nya berdetak cepat. Sekarang aku tahu kelemahan mu wanita ku. Batin Alexander

Alexander mengejar Olivia.

"Ka kamu menjauhlah dari ku" ucap Olivia

Alexander tidak mendengarkan ucapan Olivia dan justru berjalan mendekati Olivia.

"Apa kamu tidak mendengar ucapan ku?" tanya Olivia tidak berani menatap Alexander

"Jika kamu terus menjauh aku akan mencium mu sayang" ucap Alexander

"Dasar mesum." ucap Olivia

"Aku serius" ucap Alexander

Olivia pun membiarkan Alexander mendekati nya.

Alexander mengenggam tangan Olivia.

"Perasaan kamu tidak bisa berbohong Olivia." ucap Alexander

"Siapa yang bohong? Aku hanya kaget saja karena kamu tiba-tiba mencium ku di depan umum seperti tadi makanya jantung ku berdetak cepat" ucap Olivia

"Oh ya?? Apa kamu mau membuktikan nya?" tanya Alexander

"Ti tidak tidak. Dasar....kamu jangan seperti itu, mencium orang sembarangan" ucap Olivia

"Aku tidak mencium sembarangan. Aku mencium wanita yang ku cintai. Jika aku ingin kamu jadi pacar ku sekarang apa kamu akan menerima ku?" tanya Alexander

"Hmm?? Ka kamu ngomong apa sih. Ak....aku tidak tahu dengan perasaan ku" jawab Olivia

"Bagaimana jika kamu mencoba nya? Mencoba menjalin hubungan dengan ku. Dan memastikan jika perasaan kamu ada untuk ku atau tidak" ucap Alexander

"Tapi....." Olivia menggantung ucapannya.

"Nggak ada tapi-tapian aku tahu kamu menerima ku sebagai kekasih mu" ucap Alexander.

"Olivia........" panggil seseorang

Alexander dan Olivia menoleh ke arah suara itu.

"Camille" ucap Olivia

"Wah aku sudah lama tidak melihat mu" ucap Camille

"Hmm. Kamu tahu kan aku sudah keluar dari per....."

"Sayang ka......"

Olivia tidak melanjutkan ucapan nya melihat pria yang menghampiri Camille dan pria itu pun tidak melanjutkan ucapan nya karena kaget melihat Olivia. Tidak lain dan tidak bukan adalah Thomas.

"Kalian pacaran?" tanya Olivia

"Hmm. Tapi aku baru saja pacaran dengan nya. Itu berarti aku tidak merusak hubungan kalian" jawab Camille

"Hmm aku tahu" ucap Olivia

"Oh ya apa kamu tidak mau mengenalkan pria yang berada di samping mu?" tanya Camille

"Oh. Ini Alexander pacar aku. Sayang, ini Camille rekan kerja aku dulu" ucap Olivia

"Seperti nya kita harus pulang. Sorry kami pamit duluan" ucap Alexander

Olivia dan Alexander meninggalkan Thomas dan Camille.

Ceklek.....mereka sudah berada di dalam mobil.

"Are you oke?" tanya Alexander

"Ya aku sangat baik-baik saja" jawab Olivia

"Bisa kamu mengulangi ucapan kamu tadi? Pacar? Sayang? Oh my God. Apa aku salah dengar?" tanya Alexander

"Yaaa trus kamu mau nya apa? Bukan kah kita....." Olivia menggantung ucapan nya karena malu

"Iya sayang. Kita sekarang pasangan kekasih. Makasih kamu sudah mau menjalin hubungan dengan ku" ucap Alexander

"Kita pulang sekarang" ucap Olivia

"Kamu panggil aku sayang dulu" ucap Alexander

"Alexander, kamu jangan terus menggodaku" ucap Olivia

"Aku tidak menggoda mu sayang. Kamu harus menyuruh pacar mu ini dengan sebutan sayang supaya aku semangat nyetirnya" ucap Alexander

"Ayo sayang kita pulang ya" ucap Olivia

"Ulang" ucap Alexander

"Alexander..." ucap Olivia kesal

"Hahaha iya-iya" mereka tertawa dengan tingkah mereka masing-masing.

❤🤍❤🤍❤🤍

Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.

jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:

Hamil di Luar Nikah

Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)

Aku bukan Pelacur

Cinta Segi Tiga

Terpopuler

Comments

Hello Kitty

Hello Kitty

mampir juga di karya ku yang lain ya🙏😇
1. Hamil di Luar Nikah
2. Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
3. Aku bukan Pelacur
4. Cinta Segi Tiga

2022-03-05

0

Fitri Yani

Fitri Yani

sepiiii tp seru ko

2022-03-05

1

lihat semua
Episodes
1 Awal dari Petaka
2 Awal dari Petaka #2
3 Ketemu
4 Menikah
5 Kesepakatan
6 Ketahuan
7 Deal
8 Wanita Ku
9 Olivia diculik
10 Menyelamatkan
11 Identitas Alexander
12 Jalan-jalan
13 Pelaku Pembunuhan
14 Berkenalan dengan Pelaku
15 Identitas Pelaku
16 Jadian
17 Kencan Pertama
18 Marah
19 Minta Maaf
20 Dunia Milik Berdua
21 Makan Malam
22 Tidak Mungkin
23 Mimpi
24 Surprise
25 Gak Mau Jadi Obat Nyamuk
26 Surprise #2
27 Jawaban Petter
28 Hampir Saja
29 Petter bertemu dengan Thomas
30 Waktu Untuk Olivia
31 Waktu Untuk Olivia
32 Waktu Untuk Olivia
33 Waktu Untuk Olivia
34 Senjata Makan Tuan
35 Pintu dikunci
36 Informan
37 Jam 9 Malam
38 Peringatan untuk George!
39 Permintaan Alyne
40 Lamaran
41 Kabar Bahagia untuk Mom
42 Tunangan Dulu
43 Hamili Aku
44 Takut
45 Mom Alyne tahu Alexander Mafia
46 Hari tak terlupakan
47 Terlambat
48 Singapura
49 Membuat Rencana
50 Menikah
51 Olivia Hamil
52 Marah dan Bahagia
53 Bertemu
54 Kebenaran Terungkap
55 Minta Maaf
56 Melamar kedua kali
57 Persiapan Pernikahan
58 Hari Pernikahan
59 Honeymoon
60 Keputusan Tepat
61 Rencana Thomas
62 Undangan
63 Tawaran Alexander
64 Party George dan Aghata
65 Cari Tahu
66 Kecurigaan Alexander
67 Jack Tahu
68 Ajakan Makan Malam
69 Takut
70 Rencana Baru
71 Kesempatan
72 Olivia di Rumah Sakit
73 Satu kesempatan untuk Rain
74 Diterima
75 tidak terpengaruh
76 Nomor tak dikenal
77 Tugas Walter
78 Suruhan Thomas
79 Peringatan
80 Weekend
81 Teman sekolah
82 Datang ke Vila
83 Tidak Sesuai Rencana
84 Belum Move On
85 CLBK
86 Wekeend
87 Lahiran
88 Bahagia dan Kecewa
89 End
90 Ucapan Terimakasih
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Awal dari Petaka
2
Awal dari Petaka #2
3
Ketemu
4
Menikah
5
Kesepakatan
6
Ketahuan
7
Deal
8
Wanita Ku
9
Olivia diculik
10
Menyelamatkan
11
Identitas Alexander
12
Jalan-jalan
13
Pelaku Pembunuhan
14
Berkenalan dengan Pelaku
15
Identitas Pelaku
16
Jadian
17
Kencan Pertama
18
Marah
19
Minta Maaf
20
Dunia Milik Berdua
21
Makan Malam
22
Tidak Mungkin
23
Mimpi
24
Surprise
25
Gak Mau Jadi Obat Nyamuk
26
Surprise #2
27
Jawaban Petter
28
Hampir Saja
29
Petter bertemu dengan Thomas
30
Waktu Untuk Olivia
31
Waktu Untuk Olivia
32
Waktu Untuk Olivia
33
Waktu Untuk Olivia
34
Senjata Makan Tuan
35
Pintu dikunci
36
Informan
37
Jam 9 Malam
38
Peringatan untuk George!
39
Permintaan Alyne
40
Lamaran
41
Kabar Bahagia untuk Mom
42
Tunangan Dulu
43
Hamili Aku
44
Takut
45
Mom Alyne tahu Alexander Mafia
46
Hari tak terlupakan
47
Terlambat
48
Singapura
49
Membuat Rencana
50
Menikah
51
Olivia Hamil
52
Marah dan Bahagia
53
Bertemu
54
Kebenaran Terungkap
55
Minta Maaf
56
Melamar kedua kali
57
Persiapan Pernikahan
58
Hari Pernikahan
59
Honeymoon
60
Keputusan Tepat
61
Rencana Thomas
62
Undangan
63
Tawaran Alexander
64
Party George dan Aghata
65
Cari Tahu
66
Kecurigaan Alexander
67
Jack Tahu
68
Ajakan Makan Malam
69
Takut
70
Rencana Baru
71
Kesempatan
72
Olivia di Rumah Sakit
73
Satu kesempatan untuk Rain
74
Diterima
75
tidak terpengaruh
76
Nomor tak dikenal
77
Tugas Walter
78
Suruhan Thomas
79
Peringatan
80
Weekend
81
Teman sekolah
82
Datang ke Vila
83
Tidak Sesuai Rencana
84
Belum Move On
85
CLBK
86
Wekeend
87
Lahiran
88
Bahagia dan Kecewa
89
End
90
Ucapan Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!