Menyelamatkan

"Lepasin aku..." ucap Olivia

Dor....dor...dor....beberapa orang terjatuh karena kena tembakan.

Olivia ditarik masuk ke dalam gedung itu.

Adegan baku tembak masih berlangsung, Alexander dan Jack sudah sampai dan langsung membantu menembak musuh.

Alexander terus berjalan masuk ke dalam mencari Olivia.

"Oliv....Oliviaaaa" panggil Alexander

"Alexander......" panggil Olivia dari arah belakang Alexander

Alexander berbalik badan dan melihat Olivia bersama orang yang dikenal nya.

"Harry....." ucap Alexander

"Bagaimana kabar mu Roberto Alexander the Brainy Don?" ucap Harry

Roberto Alexander? The Brainy Don?. Olivia mengingat nama itu saat Alexander memberikan kartu sebagai hadiah pada teman-temannya. Bahkan Mall tempat Alexander membelikan barang-barang keperluan Olivia adalah Mall Roberto The Brainy Don. Apa Mall dan restoran itu milik nya?? Pantas saja saat di Mall para karyawan menghormati nya. Batin Olivia

"Lepaskan Olivia kalau kamu masih ingin bernafas" ucap Alexander

"Waahh ancaman yang sangat menakutkan. Hahahhha" ledek Harry

"Sedikit saja kamu melangkah nyawa wanita ini akan melayang" ucap Harry sambil menodongkan pistol di kepala Olivia.

Air mata Olivia membasahi pipi nya.

"Hiks.....Alexander...." ucap Olivia.

Alexander ingin sekali melepaskan Olivia tapi dia tidak mau berbuat gegabah kalau tidak nyawa wanita yang dicintai nya taruhan nya.

"Kamu sangat mencintai wanita ini?? Hahahaha Alexander seorang mafia kelas atas juga bisa jatuh cinta. Hahahahaha" ucap Harry

Mafia?? Apa Alexander seorang mafia? Batin Olivia menatap Alexander

Tap tap tap tap Jack berlari menghampiri Alexander.

"Bos semua nya sudah beres" ucap Jack

"Apa kamu terluka?" tanya Alexander

"Tidak bos" jawab Jack

"Oohhh tangan kanan mu begitu setia. Sekarang kamu akan merasakan kehilangan seseorang yang kamu cintai Alexander" ucap Harry

"Lepaskan dia dan kakak mu akan aku kembalikan" ucap Alexander

"Kembalikan? Ma ma maksud kamu??? Kamu belum membunuh kak Charlie?" tanya Harry

"Hmmm" Alexander mengangguk

"Jangan mencoba membodohi ku" ucap Harry

"Jack, telepon Charlie" pinta Alexander

Jack langsung menelpon Charlie.

Tut....tut....tut....

"Hallo Jack, aku masih memantau pergerakan musuh" ucap Charlie

Jack melempar ponsel nya pada Harry.

"Kak Charlie" panggil Harry

"Harry?? Apa kamu bersama Jack?" tanya Charlie

"Kamu pikir aku berbohong?" ucap Alexander lalu berjalan mendekati Charlie

"Ja ja jangan mendekat atau wanita mu ini akan mati" ucap Harry

"Harry apa yang kamu lakukan? Apa kamu berbuat sesuatu pada Alexander? Ha?? Apa kamu gila?? Kamu mau aku mati? Ha?? Harry.....jawab aku...." ucap Charlie

"Kenapa kakak tidak menghubungi ku?" tanya Harry mulai ketakutan dengan tatapan Alexander pada nya.

"Dasar bodoh. Lepaskan wanita yang bersama mu itu kalau tidak aku yang akan datang dan membunuh mu" ucap Charlie

"Alexander maafkan aku, aku mohon ampuni adikku yang bodoh itu. Aku mohon" ucap Charlie

Harry langsung melepaskan pistol nya. Olivia pun berlari ke dalam pelukan Alexander.

"Alexander, aku takutttt" ucap Olivia

"Jack atur sisa nya" ucap Alexander lalu menggendong Olivia.

"Tutup matamu" ucap Alexander. Olivia menutup mata nya. Alexander tidak mau Olivia melihat banyak orang yang mati saat mereka lewati.

Ceklek.....salah satu anak buah nya membukakan pintu untuk Alexander.

Olivia dan Alexander sudah berada di dalam mobil.

"Kamu nggak apa-apa kan? Maafkan aku...." ucap Alexander lalu mengusap air mata Olivia

"Aku takut sekaliiiii." ucap Olivia

"Ssssstt aku di sini. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti mu" ucap Alexander lalu memeluk Olivia

"Jalan" ucap Alexander

Anak buah nya pun langsung melajukan mobil nya.

"Apa ada yang menyakitimu?" tanya Alexander

Olivia mengangguk

"Siapa yang berani menyakiti mu? Ha? Aku akan suruh Jack un.." Olivia menempelkan jari nya di bibir Alexander membuat Alexander tidak bisa melanjutkan ucapan nya.

"Aku nggak apa-apa. Berhenti membunuh orang. Aku takut. Hiks.....hiks...." ucap Olivia

"Hmmm" Alexander membawa Olivia ke dalam pelukan nya.

15 menit kemudian, mereka sudah sampai di Vila. Alexander menggendong Olivia karena dia tertidur dalam pelukan Alexander.

Alexander merebahkan Olivia ke ranjang. Dia masih duduk dan mengamati wajah Olivia sambil mengusap wajah nya.

Olivia membuka mata nya.

"Kamu sudah ada di kamar. Istirahat lah" ucap Alexander

"Ak...ak...aku takut" ucap Olivia

"Kamu aman sekarang. Nggak usah takut lagi ya?" ucap Alexander

"Tap...."

"Aku temenin kamu" potong Alexander lalu ia duduk di ranjang dekat Olivia.

Tak berapa lama Olvia sudah tidur Alexander pun keluar dari kamar Olivia dan menyuruh Sandra untuk menjaga nya.

Alexander membersihkan diri, setelah selesai menelpon Jack. Baru saja telepon nya tersambung, Jack mengetuk pintu ruang kerja Alexander.

"Masuk" ucap Alexander dan memutuskan sambungan telepon

"Saya ingin melapor bos" ucap Jack

"Bagaimana dengan Harry ingusan itu?" tanya Alexander

"Dia sekarang sedang diantar di tempat kakak nya" jawab Jack

"Bagus. Biarkan mereka melakukan hal yang berguna sebelum mati" ucap Alexander

"Baik bos, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Jack dan menutup pintu dari luar.

Kasihan Olivia, dia pasti sangat ketakutan karena ulah si Harry. Aku pastikan setelah kamu sudah tidak berguna lagi, aku akan mengirim mu ke neraka. Batin Alexander.

🤍🤍🤍🤍🤍

Malam hari nya.

Olivia sudah mandi dan siap untuk keluar kamar. Saat dia membuka kamar, Alexander sudah berdiri di depan kamar nya.

"Kamu mengagetkan ku" ucap Olivia

"Maaf. Apa kamu sudah baikan?" tanya Alexander

"Hmm" Olivia mengangguk

"Ayo kita makan" ajak Alexander

"Loh kita mau kemana?" tanya Olivia karena mereka berjalan bukan ke arah dapur.

"Kita makan di kamar ku" jawab Alexander

"Ha?? Kita bisa makan di sa...."

Alexander menggendong Olivia menuju kamar nya.

"Turun kan aku" ucap Olivia tapi Alexander tetap membawa nya ke kamar.

Ceklek......

Pintu kamar Alexander terbuka dan Olivia di turun kan.

"Apa yang kamu.." Olivia menggantung ucapan nya.

"Hmm. Aku hanya ingin menghibur mu" ucap Alexander

Kini mereka duduk dengan makanan yang ada di atas meja tertata rapi serta lilin yang menambah keindahan meja itu.

"Makan lah" ucap Alexander

"Hmm" Olivia mengangguk

Setelah menyantap makana nya Olivia hendak pergi tapi ditahan Alexander.

"Di sini dulu" ucap Alexander

"Aku udah kenyang" ucap Olivia

"Aku tahu. Tapi boleh kah kita ngobrol?" tanya Alexander

"Mmm baiklah, aku mau karena kamu sudah menolongku" ucap Olivia

"Ooohhh berarti kamu harus diculik dulu supaya mau turutin permintaan ku?" tanya Alexander

"Ha?? Nggak nggak aku nggak mau." ucap Alexander

"Aku hanya bercanda" ucap Alexander tersenyum, Olivia pun tersenyum melihat Alexander.

Apakah ini sisi lain dari dirinya? tapi kenapa dia seorang pembunuh? apakah aku harus menanyakan soal identitas nya? batin Olivia

❤🤍❤🤍❤🤍

Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.

jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:

Hamil di Luar Nikah

Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)

Aku bukan Pelacur

Cinta Segi Tiga

Terpopuler

Comments

Doraemon

Doraemon

Next Thor

2021-11-27

1

lihat semua
Episodes
1 Awal dari Petaka
2 Awal dari Petaka #2
3 Ketemu
4 Menikah
5 Kesepakatan
6 Ketahuan
7 Deal
8 Wanita Ku
9 Olivia diculik
10 Menyelamatkan
11 Identitas Alexander
12 Jalan-jalan
13 Pelaku Pembunuhan
14 Berkenalan dengan Pelaku
15 Identitas Pelaku
16 Jadian
17 Kencan Pertama
18 Marah
19 Minta Maaf
20 Dunia Milik Berdua
21 Makan Malam
22 Tidak Mungkin
23 Mimpi
24 Surprise
25 Gak Mau Jadi Obat Nyamuk
26 Surprise #2
27 Jawaban Petter
28 Hampir Saja
29 Petter bertemu dengan Thomas
30 Waktu Untuk Olivia
31 Waktu Untuk Olivia
32 Waktu Untuk Olivia
33 Waktu Untuk Olivia
34 Senjata Makan Tuan
35 Pintu dikunci
36 Informan
37 Jam 9 Malam
38 Peringatan untuk George!
39 Permintaan Alyne
40 Lamaran
41 Kabar Bahagia untuk Mom
42 Tunangan Dulu
43 Hamili Aku
44 Takut
45 Mom Alyne tahu Alexander Mafia
46 Hari tak terlupakan
47 Terlambat
48 Singapura
49 Membuat Rencana
50 Menikah
51 Olivia Hamil
52 Marah dan Bahagia
53 Bertemu
54 Kebenaran Terungkap
55 Minta Maaf
56 Melamar kedua kali
57 Persiapan Pernikahan
58 Hari Pernikahan
59 Honeymoon
60 Keputusan Tepat
61 Rencana Thomas
62 Undangan
63 Tawaran Alexander
64 Party George dan Aghata
65 Cari Tahu
66 Kecurigaan Alexander
67 Jack Tahu
68 Ajakan Makan Malam
69 Takut
70 Rencana Baru
71 Kesempatan
72 Olivia di Rumah Sakit
73 Satu kesempatan untuk Rain
74 Diterima
75 tidak terpengaruh
76 Nomor tak dikenal
77 Tugas Walter
78 Suruhan Thomas
79 Peringatan
80 Weekend
81 Teman sekolah
82 Datang ke Vila
83 Tidak Sesuai Rencana
84 Belum Move On
85 CLBK
86 Wekeend
87 Lahiran
88 Bahagia dan Kecewa
89 End
90 Ucapan Terimakasih
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Awal dari Petaka
2
Awal dari Petaka #2
3
Ketemu
4
Menikah
5
Kesepakatan
6
Ketahuan
7
Deal
8
Wanita Ku
9
Olivia diculik
10
Menyelamatkan
11
Identitas Alexander
12
Jalan-jalan
13
Pelaku Pembunuhan
14
Berkenalan dengan Pelaku
15
Identitas Pelaku
16
Jadian
17
Kencan Pertama
18
Marah
19
Minta Maaf
20
Dunia Milik Berdua
21
Makan Malam
22
Tidak Mungkin
23
Mimpi
24
Surprise
25
Gak Mau Jadi Obat Nyamuk
26
Surprise #2
27
Jawaban Petter
28
Hampir Saja
29
Petter bertemu dengan Thomas
30
Waktu Untuk Olivia
31
Waktu Untuk Olivia
32
Waktu Untuk Olivia
33
Waktu Untuk Olivia
34
Senjata Makan Tuan
35
Pintu dikunci
36
Informan
37
Jam 9 Malam
38
Peringatan untuk George!
39
Permintaan Alyne
40
Lamaran
41
Kabar Bahagia untuk Mom
42
Tunangan Dulu
43
Hamili Aku
44
Takut
45
Mom Alyne tahu Alexander Mafia
46
Hari tak terlupakan
47
Terlambat
48
Singapura
49
Membuat Rencana
50
Menikah
51
Olivia Hamil
52
Marah dan Bahagia
53
Bertemu
54
Kebenaran Terungkap
55
Minta Maaf
56
Melamar kedua kali
57
Persiapan Pernikahan
58
Hari Pernikahan
59
Honeymoon
60
Keputusan Tepat
61
Rencana Thomas
62
Undangan
63
Tawaran Alexander
64
Party George dan Aghata
65
Cari Tahu
66
Kecurigaan Alexander
67
Jack Tahu
68
Ajakan Makan Malam
69
Takut
70
Rencana Baru
71
Kesempatan
72
Olivia di Rumah Sakit
73
Satu kesempatan untuk Rain
74
Diterima
75
tidak terpengaruh
76
Nomor tak dikenal
77
Tugas Walter
78
Suruhan Thomas
79
Peringatan
80
Weekend
81
Teman sekolah
82
Datang ke Vila
83
Tidak Sesuai Rencana
84
Belum Move On
85
CLBK
86
Wekeend
87
Lahiran
88
Bahagia dan Kecewa
89
End
90
Ucapan Terimakasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!