"Apa aku bisa bertanya pada mu?" tanya Olivia
"Hmm" Alexander mengangguk
"Siapa kamu sebenarnya? Apa benar kam....kamu seorang mafia? Seperti yang dikatakan pria yang menculik ku?" tanya Olivia
Alexander tersenyum lalu menggenggam tangan Olivia.
"Hmm" Alexander mengangguk.
"Ka ka kamu kenapa jadi seorang mafia? Bukan kah kamu punya Mall dan Restoran? Kamu bisa fokus dengan bisnis mu tanpa menjadi seorang mafia" tanya Olivia
"Orang tua ku meninggal di depan mataku sendiri karena dibunuh saat aku masih SMA. Bahkan kasus pembunuhan orang tua ku cepat ditutup dengan alasan pelaku nya sudah mengaku sedangkan aku tahu pelaku nya bukan yang mereka penjarakan." ucap Alexander
"Ma maafkan aku, aku harus nya tidak bertanya" ucap Olivia
"Lalu seorang paman mendatangi ku dan menawarkan aku bekerja dengan nya sehingga aku bisa menemukan pelaku sebenar nya. Nama nya Roberto. Aku belajar ilmu bela diri dan bisnis dari nya. dia banyak memberikan pembelajaran dan pengalaman pada ku. Dengan ilmu bela diri yang aku kuasai dan kecerdasan serta kecerdikan yang ku miliki, aku bisa melawan musuh-musuh sehingga aku dinobatkan menjadi pemimpin. Dan saat Paman Roberto meninggal aku ditunjuk sebagai pengganti nya dan nama ku ditambahkan nama nya sehingga namaku menjadi Roberto Alexander"
"Trus kamu sudah menemukan pelaku sebenarnya?" tanya Olivia
Alexander menggeleng kepala nya.
"Pelaku nya tidak pernah menetap di suatu negara, aku sudah mengusai semua geng mafia tapi aku tidak bisa menemukan nya. Aku yakin suatu hari nanti aku akan menemukan nya. Pasti" jawab Alexander
"Apa kamu akan membunuh nya jika sudah menemukan nya?" tanya Olivia
"Hmm, sebelum dia mati aku ingin tahu alasan nya membunuh orang tua ku" jawab Alexander
"Setelah pelaku nya dibunuh apakah kamu akan berhenti menjadi seorang mafia?" tanya Olivia
"Aku tidak tahu" jawab Alexander
"Aku harap iya, dan jangan selalu membahayakan nyawa mu" ucap Olivia
"Apa kamu khawatir pada ku Olivia?" tanya Alexander
"Hmm? Mmm hanya saja aku selalu menyaksikan bagaimana mereka ingin membunuh mu. Ak..." Olivia tidak melanjutkan ucapan nya karena Alexander memeluk nya.
"Hanya melihat mu saja aku merasa tenang Olivia. Aku sering memimpikan kejadian pahit itu dalam tidur ku" ucap Alexander
Olivia membiarkan Alexander memeluk nya walaupun dia tidak membalas pelukan itu.
Sekarang aku tahu kekejaman yang kamu miliki sudah diasah dari umur 17 tahun. Dan sifat kamu yang lembut itu memang yang ada dalam diri mu, Alexander. Batin Olivia
🤍🤍🤍🤍🤍🤍
Keesokan hari nya, Olivia sudah siap berangkat ke kantor sebelum keluar dari kamar nya Alexander masuk.
"Apa kamu ingin pergi ke kantor?" tanya Alexander
"Hmm" Olivia mengangguk
"Aku tidak mengizinkan mu" ucap Alexander
"Kenapa?" tanya Olivia
"Aku tidak mau kejadian kemarin terulang lagi" jawab Alexander
"Tapi aku harus kerja agar bisa membayar hutang ku pada mu" ucap Olivia
Alexander mendekati Olivia.
"Kamu bisa membayar nya dengan cara lain" ucap Alexander
"Ka ka kamu tidak sedang memikirkan hal mesum kan? Aku bukan wanita seperti itu" ucap Olivia
"Kamu hanya cukup melayani keperluan ku. Contohnya menyediakan pakaian untuk ku atau mmm menyuapi ku makan atau mmm menidurkan ku" ucap Alexander
"Apa kamu bayi? Nggak, aku nggak mau" ucap Olivia
"Satu bulan aku akan membayar mu dua kali lipat dari gaji kamu di kantor. Tapi kamu harus menuruti kemauan ku" ucap Alexander
Dua kali lipat? Dengan begitu aku cepat melunasi hutang ku kan? Sama dengan aku bekerja di kantor dua bulan. Boleh juga selain dia tidak menyuruh ku melayani nya. Batin Olivia
"Tapi dengan satu syarat" ucap Olivia
"Apa?" tanya Alexander
"Kamu nggak boleh menyuruh ku sesuatu yang tidak bisa ku lakukan" jawab Olivia
"Oke" Alexander setuju
"Oke, aku akan beritahu dulu sama Pak Walter ka..."
"Tidak perlu. Aku yang akan memberitahu nya. Sekarang kamu aku tunggu di kamar ku, karena aku sudah lapar." potong Alexander lalu keluar dari kamar Olivia
"What? Kamar? Apa dia mau sarapan di kamar nya? Awasss saja kalau dia macam-macam dengan ku" ucap Olivia
Olivia sebelum keluar kamar mengganti pakaian nya terlebih dahulu. Lalu menuju dapur dan mengambilkan dua potong roti yang di isi selai cokelat sama strawberry dengan segelas susu.
"Apa bos mu biasa sarapan dengan ini?" tanya Olivia pada Sandra.
"Iya" jawab Sandra
"Oke, aku ke kamar nya dulu" ucap Olivia
Sebenarnya bos tidak pernah sarapan yang aku tahu. Tapi dia memang suka roti isi coklat sama strawberry sih. Non Olivia langsung membuat kebiasaan baru pada Bos. Batin Sandra
Tok...tok...tok...
"Masuk lah" ucap Alexander
Ceklek....
Olivia masuk ke dalam kamar Alexander sambil membawa sarapan nya.
"Di sini" ucap Alexander menunjuk meja.
Alexander duduk di sofa dan Olivia meletakan sarapa nya di atas meja.
"Suapin aku" pinta Alexander
"Apa? Ka..."
"Ingat kamu sudah setuju. Lagian ini pekerjaan yang sangat mudah bukan?" potong Alexander
Olivia menghela nafas dengan kasar lalu mengambil sepotong roti dan menyuapi Alexander. Karena jarak mereka berdua agak berjauhan Olivia kesulitan menyuapi nya.
Alexander pun menggeser bokong nya sehingga berdekatan dengan Olivia.
"Kamu...." Olivia keberatan
"Aku kesulitan mengambil makanan nya, jika seperti ini akan bagus untuk kita berdua" ucap Alexander
"Aaaaaaa" Alexander membuka mulut nya.
"Seorang mafia tapi kok makan minta disuapin" ledek Olivia
"Aku bukan seorang mafia jika di depan mu Olivia. Aku Alexander di depan mu dan akan jadi Roberto jika di depan musuh ku" ucap Alexander
Olivia terdiam mendengar ucapan Alexander.
"Aaaaaa" Alexander membuka mulut nya.
Olivia tersenyum lalu menyuapi nya.
"Pagi ku sangat berbeda saat kamu hadir dalam hidup ku Olivia. Pagi ku begitu tenang melihat senyum mu" ucap Alexander
Olivia tidak berkata apa-apa.
"Aku akan membuat mu jatuh cinta pada ku, Olivia Tanlar" ucap Alexander
"Apa kamu akan terus bicara? Habiskan dulu sarapan mu" ucap Olivia
Alexander tersenyum mendengar ucapan Olivia.
Rasa nya senang melihat dia memarahi ku, itu berarti dia peduli pada ku. Batin Alexander
Setelah sepotong roti sudah habis, Alexander mengambil sepotong roti lagi lalu menyuapi Olivia.
"Aku bisa makan sendiri" ucap Olivia
"Sekali aja, baru kamu makan sendiri" ucap Alexander
Olivia pun membuka mulut nya menerima suapan dari Alexander.
Jika membantah nya akan semakin lama aku berada di kamar nya. Batin Olivia
"Anak pintar" ucap Alexander setelah Olivia menerima suapan nya.
"Minum lah susu" ucap Alexander
"Nggak. Aku akan minum di dapur saja" ucap Olivia.
"Kenapa karena bekas dari ku? Tunggu saja kamu pasti akan menyukai bekas dari ku" ucap Alexander
Olivia buru-buru keluar dari ruangan Alexander.
"Apa aku ajak dia keluar saja hari ini? Hmm dia pasti akan bosan jika seharian berada di dalam Vila" ucap Alexander
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Doraemon
next Thor
2021-11-28
0