Alexander kembali sudah memakai pakaian rapi.
"Ayo kita pergi" Alexander memegang tangan Olivia
"Lepasin aku" ucap Olivia berusaha melepaskan tangan Alexander
Alexander langsung menggendong nya.
"Turunkan aku...." ucap Olivia
"Kamu mau nurut atau aku gendong?" tanya Alexander
"Ya nurut. Puassss?" jawab Olivia
Alexander menurun kan Olivia.
Seperti biasa melewati setiap sudut rumah banyak yang menunduk menghormati Alexander.
Ceklek....Olivia dan Alexander sudah berada di dalam mobil
"Kita pergi ke mall" ucap Alexander
"Mall? Ngapain?" tanya Olivia
"Mau belanja baju kamu, aku tidak mengijin kan mu kembali ke rumah Thomas hanya untuk mengambil baju." jawab Alexander lalu menyalakan mobil dan pergi menuju Mall.
"Turun kan aku" ucap Olivia
"Jangan membantah" ucap Alexander
10 menit kemudian mereka sudah sampai di Mall.
"Pilih lah" ucap Alexander
"Aku nggak mau" tolak Olivia
"Bungkus semua pakaian yang cocok pada nya. Sendal, sepatu, tas, high heels semuanya" pinta Alexander
Para karyawan pun langsung menuruti perintah Alexander
"Kamu apa-apa an sih. Berhenti bersikap sesuka mu." ucap Olivia
"Menurut saja atau aku akan mencium mu" ancam Alexander
"Apa hanya itu yang bisa kamu lak....."
CUP... Kecupan di bibir Olivia mendarat dengan sempurna membuat Olivia tidak melanjutkan ucapan nya.
"Jangan buat aku berbuat lebih padamu" ucap Alexander
"****.." umpat Olivia
Alexander hanya tersenyum mendengar umpatan Olivia pada nya.
Setelah semua barang sudah di bungkus dan dibayar selanjut nya Alexander membelikan ponsel mahal untuk Olivia beserta sim Card.
Setelah menyimpan nomor ponsel nya di ponsel Olivia, Alexander memberikan nya pada Olivia.
"Buang lah ponsel mu." ucap Alexander mengambil dengan paksa ponsel pada Olivia lalu membuang nya di tempat sampah.
"Apa kamu sudah gila? Ka..."
"Hmm aku sudah gila. Jadi jangan membantah atau aku akan menggila di Mall ini" potong Alexander
Kini mereka sudah berada di dalam mobil. Alexander memberikan Tab pada Olivia.
"Lihat saja rumah yang kamu ingin kan" ucap Alexander
"Sebenarnya apa maumu?" tanya Olivia
"Menjadi milik mu" jawab Alexander
"Kenapa aku?" tanya Olivia
"Karena kamu membuat ku jatuh cinta" jawab Alexander
"Omong kosong. Katakan apa mau mu" ucap Olivia
"Memiliki mu" ucap Alexander
"Hentikan omong kosong mu. Aku akan membayar hutang ku padamu lalu berhenti menganggu ku" ucap Olivia
"oke" ucap Alexander
"deal?" ucap Olivia
"deal" ucap Alexander
"Termasuk barang yang aku beli hari ini untuk mu tambahkan dengan hutang mu pada ku" ucap Alexander
"Apa?? Aku tidak menyuruh mu untuk membelikan nya untuk ku" ucap Olivia
"Tapi sekarang sudah menjadi milik mu. Ada struk di setiap berang nya dan silahkan kamu tambahkan dengan hutang mu." ucap Alexander
"Dasar pria licik" ucap Olivia
"Dan juga sebelum kamu membayar nya kamu harus ada dalam pengawasan ku" ucap Alexander
"Ak..."
"Kamu harus tinggal bersama ku di Vila. Ngerti?." potong Alexander lalu melajukan mobil nya menuju Vila.
10 menit kemudian mereka sudah sampai pelayan membantu membawakan barang masuk ke dalam.
"Kamu mandilah setelah itu aku tunggu di meja makan" ucap Alexander
Ceklek.... Sandra membuka pintu kamar Olivia
"Letakkan saja di sini semua barang nya" ucap Olivia
Olivia membersihkan diri lalu di antar sama Sandra ke meja makan.
"Makan lah" ucap Alexander
Setelah selesai makan Olivia ke kamar dan menulis total harga belanjaan tadi.
"Aku bisa gila kalau begini. Kenapa harga 1 dress saja sampai 10 jta? tas 15 juta? sepatu? Aaaaaa" ucap Olivia kesal
Ceklek...
Alexander membuka pintu kamar Olivia.
"Ada apa dengan ekpresi wajah mu?" tanya Alexander lalu dia duduk di atas ranjang samping Olivia
"Apa kamu sengaja melakukan ini pada ku? Harga dress saja sampai 10 jutaan, Tas apalagi." ucap Olivia
"Mmm harga nya memang seperti itu" ucap Alexander
"Aku harus mencari pekerjaan agar bisa menghasilkan uang untuk menbayar hutang ku" ucap Olivia
"Apa kamu masih ingin kerja di perusahaan Thomas?" tanya Alexander
"Tidak. Aku mau melamar pekerjaan di tempat lain" jawab Olivia
"Kebetulan kantor teman ku membuka lowongan untuk desainer. Apa kamu minat?" tanya Alexander
"Sungguh??? Hmm aku mau." jawab Olivia semangat
"Ya udah besok kamu mulai kerja, dia pasti akan menerima mu jika aku yang rekomendasikan" ucap Alexander
"Ini beneran?" tanya Olivia
"Apa kamu tidak percaya pada ku?" tanya balik Alexander
"Tidak, tapi semoga saja kamu tidak berbohong" jawab Olivia
"Oliv, apa kamu bisa percaya pada ku? Aku tidak suka berbohong" ucap Alexander
"Ya tapi kamu suka membunuh" ucap Olivia
"Aku tidak membunuh siapa pun." ucap Alexander
"Oh ya? Bukan kah yang membunuh orang-orang mengikuti kita di mobil anak buah mu? Tampang dan sikap mu saja seperti preman" ucap Olivia membuat Alexander marah.
"Mereka memang pantas mati kalau bukan mereka yang mati maka aku yang mati. Dan berhenti mengatakan aku preman" ucap Alexander
"Tap....."
Olivia tidak melanjutkan ucapan nya karena Alexander memegang lengan nya kuat.
"Jangan membuat aku marah, ngerti" ucap Alexander
Mata Olivia berkaca-kaca karena merasa kesakitan.
"Lengan ku sakit" ucap Olivia
Alexander langsung melepaskan tangan nya dan memegang kedua bahu Olivia.
"Makanya kamu jangan membuat aku marah dan berbuat kasar. Hmm? Aku keluar sebentar, ingat jangan berani kabur dari sini" ucap Alexander
"Hmm" Olivia mengangguk
CUP......Alexander mencium kening Olivia.
"Kamu kenapa mencium ku? Kita bahkan tidak punya hubungan apa pun" tanya Olivia
"Karena aku ingin mencium mu. Tunggu saja kamu akan jatuh cinta pada ku sayang" jawab Alexander yang membuat Olivia geli mendengar Alexander memanggil nya sayang.
"Ak...ak...aku lebih suka kamu memanggil ku Olivia" ucap Olivia takut jika ucapan nya menyinggung Alexander
Alexander tersenyum sambil mengusap kepala Olivia.
"Hari ini kamu sudah resmi cerai dengan Thomas, dan sekarang kamu milik ku" ucap Alexander
"Apa hak mu mengurus perceraian ku? Ha?" tanya Olivia
"Karena aku tidak mau kamu menangisi pria seperti dia. Kamu lepaskan cincin itu" jawab Alexander
"Thomas tidak punya hak atas diri ku, kenapa dia tega menjual ku? Kamu juga kenapa mau membeliku?? Ha?? Apa aku seperti barang di mata kalian?" tanya Olivia dengan air mata lolos di pipi nya.
"Istrahatlah" ucap Alexander lalu mengusap air mata Olivia.
Ceklek....Alexander menutup pintu dari luar.
"Tidak ada yang bisa aku percayai, Thomas pria yang aku cintai sudah mengkhianati ku sekarang aku terperangkap dengan hutang pada seorang preman. Aku begitu menyedihkan. Hiks....hiks...hiks...."
Olivia merebahkan tubuh nya.
"Aku harus segera melunasi hutang ku. Hmm dengan begitu aku akan terlepas dari preman itu. Apa aku harus meninjam uang? Hmm aku harus cepat dapat uang agar bisa melunasi hutang pada pria yang menakutkan itu"
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Cinta Segi Tiga
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
🍁❣️ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢 👻ᴸᴷ🔱
Hem seru juga ceritanya aku mampir thor😍😍😍
2021-12-01
1