jenderal graham pun sampai ke ruang rapat disana beliau melihat banyak staff yang sedang memberi penerangan dengan cahaya smartphone ke menteri pertahanan dan seseorang yang tampaknya adalah perwira angkatan laut.
jenderal graham pun mendekat ke menteri pertahanan. terlihat menteri pertahanan sedang menundukkan kepalanya.
wajah pak menteri yang mulai putus asa karena ulah para ******* ini terlihat jelas, semua staf yang ada di ruangan pun hanya diam menunggu perintah dari menteri.
black leaves telah melumpuhkan amerika, angkatan darat sudah musnah, begitupun dengan angkatan laut, siapa sangka pasukan angkatan laut yang datang ke markas hanya berjumlah belasan orang karena armada angkatan laut yang ada di perabuhan mendapat sabotase dari pihak dalam yang memasangkan bom di seluruh armada.
terungkap juga bahwa yang menyabotase angkatan laut adalah laksamana angkatan laut itu sendiri. akibatnya kapal perang besar milik amerika tidak bisa digerakkan dan para bala bantuan di kalahkan oleh pasukan black leaves yang datang menyerang menggunakan kapal selam.
sedangkan angkatan udara kekurangan pasukan. para pilot pesawat tempur kebanyakan juga gugur di peristiwa terlepasnya nyarlapostle.
korban akibat lepasnya nyarlapostle mencapai ratusan juta jiwa, kepala penelitian dan teknologi ditangkap, satelit dilumpuhkan sehingga komunikasi jarak jauh tidak bisa dilakukan, ditambah musuh yang tidak teridentifikasi, dan sekarang sistem pertahanan bunker pun sudah diretas.
"bagaimana kalau kita coba menyerah untuk sekarang agar mereka menghentikan semua ini." ucap menteri perekonomian.
"mereka sudah mengatakan akan menghancurkan amerika, dan mereka sudah melakukannya disaat mereka melepaskan para nyarlapostle, meski kita menyerah sekarang pun tidak banyak keuntungan yang bisa mereka ambil."
semua orang pun terdiam mendengar jawaban dari menteri pertahanan.
"pak menteri, ini belum saatnya untuk putus asa." ucap jenderal graham dengan pelan.
pak menteri melihat sebentar ke arah jenderal graham kemudian kembali menundukkan kepala.
di dalam hati jenderal graham berkata,
"saya mengerti, kenapa anda putus asa bahkan meski pasukan kita di luar menang melawan assault nyarla kita tetap akan mati terkubur disini jika daya tidak menyala karena ayahku jugalah yang membuat bunker tak tertembus ini."
"bahkan aku sampai lupa dengan hendri, apa dia baik-baik saja sekarang, aku dan ayahku adalah penyebab kiamat ini terjadi aku sangat ingin mengakhiri ini semua dan bunuh diri tapi aku tak bisa melakukannya sekarang.. "
"PAK MENTERI!!!"
teriak jenderal graham memecah keheningan di ruang rapat dan membuat pak menteri mengangkat kepalanya.
"ini belum berakhir pak menteri, bahkan meski kita semua mati disini bukan berarti amerika telah jatuh. presiden sekarang sudah berada di tempat aman, kita masih memiliki banyak personel militer yang tangguh, kelumpuhan daya bukanlah sesuatu yang dapat menjatuhkan semangat kita. ketimbang terus berdiam seperti ini akan lebih baik jika kita mempersiapkan diri untuk bertempur saat daya kembali menyala nanti."
mendengar kata-kata itu salah satu kolonel angkatan darat yang bernama Razor Weish berkata,
"bolehkah saya bicara pak menteri?"
"silahkan... "
"saya setuju dengan jenderal aron graham, kita memiliki banyak sumber daya dan senjata di bunker ini, bagaimana kalau kita menyiapkan barikade di setiap pintu masuk bunker untuk berjaga-jaga."
"maksudmu pasukan kita di atas sana akan kalah?"
"bukan begitu pak menteri, tapi ada baiknya kita berjaga-jaga. semua ini bisa terjadi karena sikap congkak kita yang menganggap negara kita tidak tertandingi akibatnya ketika kita menghadapi musuh yang lebih kuat kita merasa takut dan ragu. itulah kelemahan kita yang dimanfaatkan oleh black leaves."
"pak ini belum berakhir, jadi beri kami perintah untuk berjuang sampai akhir." jenderal graham berbicara dengan berwibawa.
menteri pertahanan mengelap keringat yang ada di wajahnya dan kemudian memberi perintah.
"baiklah dengar semuanya, kita akan membagi tugas kolonel weish, jenderal graham, laksamana yudhistira, bawa semua personil yang tersisa ke pintu masuk utama, sementara aku dan menteri yang lain akan mempersiapkan para staff untuk bertempur, semua yang ada disini akan bertempur sampai mati hari ini jika ada yang lari aku akan menembak kalian. apa kalian mengerti."
"mengerti pak" semua orang menjawab secara serentak, kebanyakan dari mereka sebenarnya merasa takut, tapi mau mereka lari atau bertempur pun hasilnya akan sama jadi mereka pasrah saja.
"dan untuk jenderal graham dan kolonel weish, terima kasih sudah membangkitkan nyali kami. sekarang bergerak!"
situasi tegang di dalam bunker pun berakhir, sementara keadaan di luar bunker semakin memanas, puluhan tentara yang dipimpin jenderal ache mati satu persatu, pertempuran besar antara tentara melawan nyarla pun terjadi di bunker.
para assault baru ini tidak secepat assault sebelumnya tapi mereka memiliki kulit keras yang sama. jenderal ache dibantu dengan personil militer lainnya membuka dan melemparkan pumpkin ke arah segerombolan nyarla dan berhasil membunuh beberapa dari mereka.
"aku sudah kehabisan amunisi, dimana pembawa amunisi?"
"dia tadi ada di dekat kita pak, di arah jam sebelas pak!"
di tengah malam yang gelap jenderal ache pun berlari menghampiri pembawa amunisi yang sudah gugur.
"pengorbananmu tidak akan sia-sia kawan."
jenderal berusaha mengisi amunisi, hingga salah satu prajurit berteriak,
"jenderal ache menghindar! "
buaakkk!!
sebuah batang pohon menghantam tubuh jenderal ache dengan keras hingga membuatnya terlempar beberapa meter. para prajurit yang ada didekat jenderal ache menembaki nyarla tersebut namun hal itu malah membuat nyarla lainnya menyerang mereka.
tampaknya nyarla pohon ini terhubung satu sama lainnya dan jenderal ache menyadari hal itu. jenderal ache pun bangkit meskipun bahu kirinya patah, sementara para prajurit yang menolongnya sudah tewas diinjak-injak oleh para nyarla. jenderal ache berlari ke bunker dan menyuruh semua prajurit yang selamat untuk lari berpencar.
strategi itu berhasil mengecoh beberapa nyarla ketika jenderal ache hampir sampai ke bunker tiba-tiba seorang nyarla melompat ke sampingnya dan dengan cepat berubah bentuk menjadi akar-akar panjang yang sangat tajam. jenderal ache yang tidak sempat menghindar pun tertusuk akar pohon di beberapa bagian tubuhnya.
para prajurit yang menyaksikan hal itu berusaha menolong tapi mereka tidak bisa mencabut tubuh jenderal ache yang telah tertancap di akar pohon yang bercabang.
"pergi.. lah kalian."
"jenderal.."
"pergi!"
jenderal ache tahu dirinya sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
para prajurit yang ada disana pun pergi dan salah satu prajurit memberi penghormatan terakhir pada jenderal Ache Loius.
"sebuah kehormatan bisa bertempur bersamamu pak" hormat pun diberikan kepada jenderal ache dan prajurit itu pun pergi.
jenderal ache berbicara dalam hatinya, "padahal aku sangat ingin menghajar si serigala black leaves itu, tapi sepertinya sampai disini saja. kuharap kau tetap hidup.. aron." jenderal ache pun gugur dalam pertempuran ini.
sementara para prajurit yang berada di bunker telah terpojok karena para nyarla yang tidak kunjung mati, para nyarla pun menerjang barikade terakhir dan bertempur dalam jarak dekat melawan para tentara dan sama seperti sebelumnya para tentara pun dibinasakan.
kini seluruh pasukan di atas bunker sudah habis, para nyarla pun berkumpul mengitari pintu masuk bunker yang sedang terkunci.
tidak lama kemudian terjadi lagi hal yang tidak terduga para nyarla menyatukan diri mereka menjadi satu tubuh, sehingga terbentuk satu nyarla yang lebih besar, lebih kuat, dan lebih mengerikan, ukuran tubuhnya meningkat berkali-kali lipat dari ukuran sebelumnya, bayangan dari monster ini terlihat sangat menyeramkan di bawah cahaya rembulan ditambah dengan mayat dan darah yang berceceran. hentakan kaki dari monster nyarla ini membuat bagian atas bunker bergetar. jenderal graham yang sudah bersiap dengan pasukan di pintu masuk pun mulai bersiaga.
daya listrik pun kembali menyala dan semua pintu terbuka. pintu masuk utama turun dengan sendirinya, tidak ada apapun disana namun sekilas terlihat bayangan dari atas bunker.
para prajurit terus bersiaga, beberapa detik setelahnya datanglah sesosok assault nyarla raksasa. para prajurit yang bersiaga pun terkejut karena mereka sebelumnya hanya melihat wujud assault nyarla kecil.
"tembak! gunakan semua amunisi dan senjata kalian!"
peluru pun ditembakkan namun tidak ada satupun yang bisa melukai assault nyarla, bahkan black leaves yang menonton dari CCTV pun merasa bosan.
"ini terasa membosankan, mereka tidak memiliki senjata selain senjata api, tadi kukira mereka punya banyak senjata canggih tapi ternyata senjata api lagi, hadehh."
black leaves bertangan serigala itu tampak sedang berbicara dengan seseorang namun, tidak terlihat ada dimana orang itu.
disaat peluru tidak mempan menteri pertahanan yang juga ada di garis depan pun mengirim flamethrower untuk membakar tubuh assault. assault yang terus dihujani peluru dan api pun mulai merasa kesakitan, assault nyarla pun menyerang dengan cara yang sama yaitu mengubah tubuhnya menjadi akar akar pohon. akar-akar kematian ini pun menghujam tubuh para prajurit.
segala macam senjata digunakan untuk menghabisi assault, hingga jumlah pasukan menipis menteri pertahanan memerintahkan untuk mundur, sayangnya assault nyarla yang semakin gila karena kesakitan mulai menyerang secara membabi buta.
baik jenderal graham, kolonel weish, laksamana yudhistira, para menteri, personil militer dan para staff yang berada disana pun sadar kalau ini adalah momen akhir dalam hidup mereka.
dengan berbekalkan tekad dan rasa putus asa semua yang ada disana pun terus menembaki assault nyarla, hingga assault nyarla pun mengeluarkan serangan pamungkasnya, ia merubah tubuhnya menjadi sebuah pohon raksasa yang akarnya menjalar hingga ke seluruh bunker.
orang-orang yang berada di bunker pun ada yang tertusuk, terhimpit, tertimpa, dan tergulung oleh akar pohon assault.
markas besar angkatan darat pun berubah menjadi pot tanaman raksasa. jenderal graham yang berada di dekat assault ketika berubah bentuk telah tercabik-cabik oleh akar. perut bagian kirinya berlobang, lengan kanan dan kedua kakinya putus, dan mata kirinya tertusuk akar hingga tembus ke bagian belakang kepalanya.
tentara amerika pun kalah dalam pertempuran ini.
di akhir hidupnya jenderal graham bisa mengingat kembali kenangan indah dalam hidupnya di mulai dari kenangan bersama kedua orang tuanya, kenangan ketika pertama kali bereksperimen bersama ayahnya, kenangan ketika berpacaran dan menikah, hingga kenangan ketika mengajari hendri membaca dan menulis.
di dalam hatinya jenderal aron graham berkata,
"ahh.. aku ini ayah yang payah ya. sampai sekarang aku hanya pernah mengajari hendri sekali. "
" ..... sampai jumpa lagi anakku, hendri."
.....
malam yang penuh darah itu pun menjadi penutup serangan black leaves ke amerika.
..........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
PHSNR👾
yang disensor ini apa siih?
2024-10-30
0
ValdoNovaa
seru sihh udah bisa kebayang alurnya, lanjut besok lagi
2021-11-11
1