Letjen Aron Graham pergi menghadiri rapat militer.
ada beberapa orang penting yang berhasil selamat disana seperti, mayor jenderal Ache Louis, menteri infrastruktur Norman Cabin, menteri pertahanan Onward Petra, menteri perekonomian Denham Alvis, dan yang terpenting pak presiden Jacob Fiston.
"bagaimana nasib kita sekarang? kita sudah kehilangan sebagian besar pasukan kita."
"bukan hanya itu warga negara kita juga banyak yang mati, dan juga perdana menteri Connors, jenderal Yuram, bahkan wakil presiden Gerard juga terbunuh dalam tragedi ini."
"infrastruktur tidak banyak mengalami kerusakan, tapi tanpa adanya para pekerja bangunan-bangunan itu juga akan runtuh dalam beberapa dekade."
situasi di ruangan ini penuh dengan keputusasaan, kalau begini kita tidak akan bisa berbuat apa-apa. tapi ada seseorang yang pangkatnya lebih tinggi dariku di ruangan ini, aku tidak bisa bicara sesuka hati.
pak presiden pun bicara,
"kita harus menenangkan diri kita dulu. semua yang ada disini tampak panik bahkan akupun juga merasa demikian. pertama mari kita tunjuk jenderal baru untuk melawan para nyarla, berhubung jendral besar yuram telah wafat maka aku harap mayjen Ache Louis menggantikannya."
"tidak ada yang keberatan kan?"
semua yang ada di ruangan memberi jawaban yang sama "kami setuju."
"kalau begitu mari kita mulai rapatnya. bagaimana cara kita membunuh para nyarla tanpa membuang lebih banyak sumber daya."
menteri pertahanan menjawab.. "bagaimana kalau kita coba bunuh mereka menggunakan racun. setahuku para nyarla dibuat agar selalu merasa haus dan lapar."
"itu gagasan yang kurang efisien pak menteri. kita akan membuat sebuah racun mematikan, tapi bagaimana kita membuat mereka memakan racunnya."
"kita tidak perlu membuat mereka memakan racunnya. kita bisa menjatuhkan bom berisi racun kepada para nyarlapostle. tapi sebelum itu kita harus membuat mereka berkumpul di satu tempat."
"nyarlapostle memiliki indra penciuman yang tajam aroma racun di udara pasti bisa dikenali oleh mereka, itu tidak akan berhasil. apalagi para nyarlapostle itu kebanyakan bersembunyi di hutan dan perkotaan."
"perdebatan panjang ini tidak ada habisnya" bisik seorang kolonel disamping letnan jenderal graham.
yang dia katakan ada benarnya, ketimbang terus berdebat seperti ini akan lebih baik jika mencoba mengevakuasi warga yang bersembunyi di rumah mereka.
setelah berdebat sekitar 20 menit jenderal ache meminta letnan jenderal graham, menunjukkan lab rahasia prof. Erick Graham yang ada di vila mereka.
"jarak ke kediaman saya yang terdapat laboratorium itu cukup jauh, apalagi tempatnya berdekatan dengan kandang para nyarla."
"kalau begitu kita akan bawa beberapa pasukan bersenjata berat. kita juga akan memeriksa kondisi laboratorium utama meski tempat itu tampaknya sudah hancur. kita juga harus menyelidiki penyebab terlepasnya para nyarla dari lubang sedalam itu."
"baik pak mayor jenderal."
letnan jenderal graham dan mayor jenderal Ache pun pergi menggunakan helikopter ditemani beberapa tentara ke kandang nyarla.
markas besar militer tempat mereka berada terletak di gurun pasir sehingga hampir tidak disentuh para nyarla.
3 helikopter tempur terbang menyusuri padang pasir, ketika berada di atas kota terpampang pemandangan ratusan hingga ribuan manusia yang tercabik, saat melewati tempat pengungsian terlihat orang-orang tengah berdoa dengan cara mereka masing-masing.
"semua ini disebabkan oleh makhluk buatan kami. para menteri itu mungkin berharap aku mati saat ini. karena memang aku dan ayahku lah yang membuat mereka." ucap letnan jenderal graham penuh sesal di dalam hatinya.
rombongan helikopter pun sampai di kandang.
setelah mendarat mereka menyusuri keadaan dengan hati-hati. jenderal Ache memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa keadaan laboratorium lama sementara jenderal Ache dan letnan jenderal graham memeriksa kandang nyarla yang berbentuk sumur.
jenderal Ache bertanya pada jenderal graham.
"menurutmu bagaimana cara nyarlapostle mendaki lubang licin yang sangat dalam seperti ini?" tanya jendral Ache kepada jenderal graham
"saya tidak tahu. lagipula tidak terlihat adanya bekas cakaran di dinding sumur."
"apa mungkin mereka menggali ke bawah tanah?"
"itu mustahil pak. bagian mulut, dinding, dan dasar sumur ini terbuat dari besi tebal."
"lalu kenapa dinding sumur dilapisi batu-batu kolam begini?"
"itu adalah hobi ayah saya. beliau punya kebiasaan menambahkan hal-hal aneh ke barang buatannya."
"aku mengerti. kalau tidak salah prof. Erick Graham juga pernah mempatenkan alat untuk membuat awan hujan. alat itu laku keras di wilayah Asia Afrika."
"benar pak, sebenarnya alasan ayahku membuat alat itu hanya agar dia bisa main hujan-hujanan."
"pak jenderal saya menemukan barang ini di laboratorium yang hancur."
"apa ini? flashdisk.. cepat bawa ke helikopter."
di dalam helikopter yang dinaiki para jenderal terdapat banyak perangkat salah satunya ada komputer nirkabel.
di dalam flashdisk itu terdapat sebuah file yang bertuliskan black leaf first event dan di dalamnya terdapat sebuah video berdurasi 8 menit.
saat video diputar, terlihat ada seorang pria berpakaian abu-abu tengah berdiri menatap danau yang dipenuhi teratai sehingga membuat permukaan danau itu berwarna hijau.
tidak wajar jika danau sebesar itu ditumbuhi banyak teratai.
sekitar 1 menit video berlangsung tiba-tiba terjadi sebuah ledakan besar yang membuat layar menjadi gelap. tidak lama setelahnya muncul seberkas cahaya dan di depannya ada seseorang yang mengenakan jubah bertudung dengan warna abu-abu dan mengenakan topeng yang tidak jelas bentuknya. orang misterius itu kemudian berbicara.
[halo, selamat sore kepada penonton sekalian, apa anda menikmati acara pembukaan dari kami.]
kalau dialog menggunakan tanda kurung ini [ ] berarti orang yang berbicara sedang bicara di telepon atau bicara secara tidak langsung melalui perangkat.
"sedang apa orang ini?" ucap jenderal Ache dengan kesal.
didengar dari suaranya orang itu sepertinya adalah pria.
[kami adalah anggota ******* black leaves. tujuan kami adalah menjadi yang teradidaya melebihi yang lainnya. dan untuk mencapai tujuan tersebut kami akan menghancurkan segala hal terutama sebuah negara yang berpotensi menjadi musuh kami.]
pria itu menjelaskan dengan nada penuh percaya diri sambil menggoyangkan tangannya seolah ingin menunjukkan sesuatu di tangannya. dan benar saja, tangan kiri pria itu tiba-tiba berubah menjadi menyerupai tangan nyarlapostle namun bulu pada tangannya berwarna abu-abu terang seperti seekor serigala salju, tangannya masih berbentuk manusia dan kuku tangannya berubah menjadi cakar panjang yang berkilau.
[aku adalah seorang nyarla. hanya nyarla bukan nyarlapostle, hanya orang-orang bodoh yang menyebut monster sebagai apostle.]
[mari kita lupakan soal nama. anda sekalian sudah menyaksikan apa yang terjadi pada amerika bukan? itu adalah salah satu keahlian kami menghancurkan tanpa menyentuh. amerika negara teradidaya telah kami lumpuhkan, ini sebagai demonstrasi untuk kekuatan kami.]
[saat ini kami hanya menargetkan amerika tapi jika pemimpin negara lain tidak memberi respon untuk jangka waktu yang telah ditentukan maka lihat saja akibatnya.]
[sekian informasi dari saya, dan selamat berjuang untuk amerika.]
video pun berakhir.
"jadi para ******* inilah yang melepaskan nyarla." ucap jenderal Ache.
"black leaves. apakah mereka sudah mengirimkan mata-mata?"
"kita sudah mengirimkan video ini ke markas. sekarang cepat bawa kita ke lab rahasia letnan jenderal graham."
letnan jenderal graham hampir lupa dengan tujuannya setelah menyaksikan pengakuan kelompok dari black leaves.
mereka pun bergegas pergi berjalan kaki menuju sebuah pintu bunker yang berada di bawah tanah.
tapi pintu bunker itu tidak mau terbuka yang menandakan ada orang yang menguncinya dari dalam.
mereka berusaha membuka pintu dengan senjata berat tapi tidak berhasil.
berbagai cara telah dilakukan bahkan sampai menembak pintu bunker dengan senjata kaliber helikopter tapi tetap tidak berhasil.
"sial, ini membuang waktu!" ucap jenderal graham dengan kesal.
"hari sudah mulai gelap, letnan jenderal. apa tidak ada cara lain lagi?"
letjen graham terdiam dan berpikir, namun pikirannya terganggu dengan suara raungan yang tidak asing.
HHRRRAAAAA........
suara rintihan manusia yang kesakitan bercampur dengan suara binatang buas itu adalah suara nyarlapostle.
usaha mereka untuk membuka pintu bunker malah membuat nyarlapostle berdatangan.
"di arah jam satu semuanya, aku bisa lihat dari kejauhan ada puluhan nyarlapostle yang berlarian ke arah kita"
..........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
DNK • SLOTH SINN
next.
2022-03-12
2